My Beloved Devil

My Beloved Devil
Episode 71: Membuatmu Menjadi Milikku


__ADS_3

Mendengar perkataan Ciel barusan, jelas Lucifer menjadi kaget.


Kenapa Pasukan Iblis bisa ada di sini?


Hey?


Apakah ini ulah Azazel atau sesuatu?


Sial, dia melakukan hal-hal tidak perlu lagi.


"Ciel, dimana mereka sekarang? Aku harus segera kesana, dan sungguh aku tidak tahu apa-apa soal kedatangan mereka!"


"Kamu jangan bohong!!" Kata Ciel dengan ekpersi marah, bersiap mengunakan sihirnya lagi untuk menyerang Lucifer.


Namun Seraphina tiba-tiba berdiri diantara mereka berdua.


"Ciel... Kumohon jangan seperti ini!"


"Seraphina minggir aku bilang!! Kamu sudah tahu dia Iblis, namun masih ingin melindunginya? Kamu itu ya!! Aku tidak mengerti kamu!!"


"Ciel! Aku tidak bermaksud melindunginya hanya saja...."


"Hanya saja apa??"


Lucifer langsung ikut bergabung dalam percakapan itu.


"Sudah, jangan buang waktu disini, aku akan segera pergi ke Gerbang Barat. Seraphina dengarkan aku, aku ingin mengatakan sesuatu setelah semua ini selesai," kata Lucifer sambil menatap Seraphina.


Seraphina melihat tatapan Lucifer...


Sejujurnya dirinya begitu merindukan pemuda didepannya ini...


"Touma...."


"Ini sebenarnya bukan nama asliku, aku akan mengatakannya nanti, jadi tunggulah disini," kata Lucifer sambil mengambil tangan Seraphina, lalu menciumnya.


Kemudian, Lucifer mulai terbang menjauh bersama dengan Itsuki dari Seraphina.


"Seraphina, jangan dengarkan dia, kamu tidak perlu bertemu dengannya lagi, aku yakin, dialah yang membawa Pasukan Iblis kesini,"


Seraphina terdiam.


"Aku akan pergi, kamu disini saja,"


"Tidak Ciel, aku akan ikut."


"Ini berbahaya,"


"Aku akan ikut!!"


"Hah, jadi begitu? Kamu tidak ingin mendegarkanku? Baik, mari ikut dan lihat seberapa jahat Touma itu!!"


"Dia tidak seperti itu...."


Ciel merasa kesal mendengar perkataan Seraphina itu, lalu berkata dengan marah.


"Kamu... Bahkan setelah tahu Identitas nya yang sebenarnya..m kamu masih ingin bersama dengannya?"


"Apakah itu urusanmu? Hubungan antara aku dan dia itu bukan urusanmu!!"


Ciel mulai tidak sabar, lalu berkata,


"Tentu saja, ada!! Kamu... Kamu...."


Namun dia membatalkan niatnya itu.


Sekarang bukan saat yang tepat untuk menyatakan cintanya.


Mari tunggu, setelah semua ini tenang, dan Seraphina akhirnya sadar siapa Touma itu, dirinya akan mencoba mengaku.


Dengan itu, mereka berdua menuju ke perbatasan Barat.


####


Saat ini di Perbatasan Barat, tengah terjadi Perang dingin.


Ada dua kubu saat ini, salah satunya adalah Pasukan Angel, yang di pimpin oleh Para Archangel, satu lagi Kubu Iblis yang terdiri dari Fallen Angel dan Iblis, yang di pimpin oleh Azazel dan Raja Iblis.


Azazel yang di tatap dengan dingin oleh beberapa teman lamanya itu, hanya mengabaikan tatapan mereka, tetap waspada di garis Pertahanannya.


Disisi lainnya, Para Angel menjadi cukup gugup, terutama setelah melihat Pasukan Fallen Angel.


Karena penampilan Fallen Angel masih sama seperti Para Angel, hanya berbeda antara Sayap Hitam mereka dan mereka yang tidak memiliki Halo di atas kepalanya.


Kecuali Lucifer, penampilan semua Fallen Angel masih sama dari segi warna rambut, namun warna mata mereka sudah berubah menjadi merah.


Ini menjadi ciri khas dari Fallen Angel, antara Rambut putih, pirang atau silver, dengan mata berwarna merah semerah darah.


Dengan sayap-sayapnya yang berwarna hitam kelam.


Para Angel yang cukup muda terutama yang berada dalam kebingungan.


Mereka saling menatap dengan heran dan berdiskusi satu sama lainnya.


"Itu... Kalian lihat... Mereka... Apakah mereka benar-benar Iblis? Apa-apaan dengan Sayap dan Rambut mereka yang meniru gaya kita?" Kata salah satu Angel muda sambil menatap pada pasukan Fallen Angel.


"A.. Aku juga tidak tahu, selain warna sayap mereka yang hitam, bentuk sayap mereka mirip dengan kita. Kamu lihat, Komandan mereka yang memiliki dua belas sayap... Itu benar-benar gila.... Sebenarnya, siapa mereka itu?"


"Aku... Aku juga tidak tahu... Aku sudah belajar tentang jenis-jenis Iblis yang tinggal di Underworld, namun aku tidak pernah tahu ada sesuatu seperti mereka,"


Salah satu petinggi, dan Angel yang lebih tua mulai memperingatkan para Angel muda itu untuk diam dan tenang.


Padahal aslinya, mereka sangat ketakutan dan panik.


Terutama setelah melihat Azazel, mantan Atasan mereka, salah satu Mantan Arcangel yang cukup kuat, yang juga terkenal dengan segala macam penelitian Sihir miliknya.


Dia terkenal mengembangkan beberapa sihir tingkat tinggi pada Angel di masalalu, dan membuat penggunaanya menjadi lebih efektif.


Pencetus ide dari salah satu tiga sihir terkuat.


Memikirkannya saja membuat mereka merasa seram.


Belum lagi, mereka belum melihat Mantan Pemimpin Archangel, Lucifer.


Bagaimana ini?


Lucifer yang telah membunuh Raja Iblis....


Yang dulu pernah membuat kekacauan di Heaven...


Walaupun mereka dulu sempat menghentikannya...


Namun sekarang benar-benar berbeda!


Lihat!!


Pasukan mereka bahkan telihat bersama-sama dengan pasukan Raja Iblis, Asmodeus.


Lihat ke dua belas sayap Iblis itu...


Itu sungguh mengetikan....


Bagaimana mereka harus menghadapi mereka semua?


Belum lagi, ada beberapa Iblis kuat lainnya disana.


Disisi ini, ada dua belas Arcangel, namun mereka belum sampai disini semua, hanya beberapa.


Tapi tidak semua Arcangel sekuat itu, rata-rata antara 11-12 sayap.


Hanya ada 4 Arcangel dengan 12 sayap termasuk Mikaela pemimpin mereka sekarang.


Tapi dengan mereka saja...


Apakah cukup?


Lucifer memiliki tiga belas sayap, yang kabarnya sangat mengerikan, apalagi dengan Pedang Twilight Star miliknya.


Bagaimana ini?


Tidak cuman bawahan biasa yang cemas, para Archangelpun menjadi cukup cemas.


Rafael yang mulai kesal melihat Arcangel lainnya mulai mengeluh, dia maju duluan.


"Rafael, jangan gegabah," kata Mikaela memenangkannya.


"Mikaela!? Apakah kamu masih membela mereka? Kami di pihak mereka Hah?" Katanya dengan emosi.

__ADS_1


"Tunggu, mereka belum melakukan serangan apapun, sebaiknya jangan gegabah,"


"Justru itu, yang pertama menyerang yang akan menentukan kemenangan,"


"Tidak, itu bisa malah menjadi serangan bunuh diri, lebih hati-hati dalam Medan pertempuran adalah yang paling penting," kata Mikaela lagi.


Lalu, salah satu Arcangel lain menambahkan,


"Itu benar, apa yang Tuan Mikaela katakan, kita tidak bisa gegabah menyerang duluan,"


Rafael menjadi jengkel, lalu berkata dengan marah,


"Hah... Kalian semua benar-benar payah."


Kemudian, Rafael pergi kedepan, dan mulai berteriak pada pasukan di sisi sebelah sana.


"Dasar kalian Para Penghianat Sialan!! Kalian benar-benar berani datang lagi kesini Hah? Apakah kalian benar-benar berniat cari mati?" Katanya dengan penuh provokasi.


Disisi lainnya, tentu saja Azazel mendegar apa yang Rafael katakan, namun Azazel tidak terbawa emosi, hanya tertawa ringan lalu berkata dengan nada penuh hinaan,


"Pfffff... Ratusan tahun berlalu kamu tetap tidak berubah, Rafael, masih suka emosian seperti biasa, kamu akan cepat Tua jika terus begitu. Owh, aku lupa, kamu memang sudah Tua!! Sungguh, apakah kamu sekarang berlatih dengan benar? Lihat, sepertinya kamu bahkan tidak meningkatkan jumlah sayapmu, itu masih dua belas seperti biasanya,"


"Lihat dirimu sendiri kalua berbicara!!!"


"Wow, kan kamu Rafael yang selalu terobsesi dengan tiga belas sayap, untukku yang layak memiliki Tiga Belas Sayap hanya Tuanku, Lucifer,"


"Mana sekarang Lucifer bodoh itu! Apakah dia takut? Dia tidak ada di antara kalian!!"


"Rafael!! Siapa yang berani kamu bilang bodoh Hah? Kamu berani menghina Tuanku!!"


Suasana disana sudah sangat panas.


Beberapa orang sudah ikut juga dalam adu mulut, terutama para Pasukan Fallen Angel dan Para Pasukan Angel yang lebih Tua, karena mereka saling kenal satu sama lainnya.


Ketika Lucifer datang, dia menjadi pusing melihat mereka semua menjadi kacau.


Lucifer segera datang dan berada ditengah-tengah mereka semua.


"Apa-apaan ini!! Aku hanya apa-apa ini!! Kenapa kalian pada Gila?"


Melihat Lucifer akhirnya, datang, Azazel menyapanya dulu.


"Tentu saja, kami kesini mengikuti, Tuan Lucifer, bukankah Tuan berniat Balas Dendam kesini?"


Namun sebelum Lucifer menjawab, Rafael sudah berbicara dulu,


"Sudah aku duga!! Lucifer bodoh Sialan!! Dasar kamu brengsek!! Kamu kesini untuk balas dendam hah? Memangnya kamu pikir kamu bisa? Apakah tidak puas aku kalahkan dulu?"


Lucifer yang awalnya tenang itu berubah menjadi emosi.


"Siapa yang kamu kalahkan? Hah! Dasar Rafael tukang mimpi!!"


"Lucifer kamu!!!"


Mikaela yang tidak tahan dengan adu mulut itu, lalu maju kedepan juga, dan menyapa.


"Lama tidak bertemu Kak Lucifer. Sepertinya kamu tidak berubah, Kak Lucifer,"


Ketika Lucifer menatap Mikaela, perasaannya menjadi cukup rumit.


"Tapi, aku pikir kamu banyak berubah, Mikaela.... Jadi apakah ku merindukanku? Heh? Dasar Penipu,"


Namun Mikaela mengabaikan hinaan Lucifer, dan langsung bertanya to de point,


"Apa benar kamu kesini untuk berperang?"


Saat itulah, Lucifer terdiam.


Dari sana, Ciel dan Seraphina akhirnya datang, tentu saja mereka juga kaget dengan pemandangan yang mereka lihat.


"Ciel... Itu... Itu... Apakah itu Fallen Angel yang kita baca dari Buku Terlarang? Mereka.... Mereka benar-benar ada..."


Ciel juga saking kagetnya, hampir jatuh dari terbangnya.


Mereka...


Sayap hitam itu...


Mata merah itu...


Dan Warna Rambut itu....


"Tidak mungkin...." Kata Ciel dengan panik.


Seraphina lalu memperhatikan para pasukan, setelah semakin mendekat.


Di antara kerumunan ramai itu, dirinya melihat Touma ada di tengah-tengah.


Jangan bilang....


Jangan bilang, Touma benar-benar yang membawa mereka kesini?


Semua Pasukan-pasukan itu..


Bagaimana ini...


Ditengah kepanikan itu, Lucifer lalu berkata ditengah-tengah, mulai menunjukkan identitasnya yang sebenarnya.


Dia mulai mengeluarkan tiga belas sayap hitam asli miliknya.


Tiga belas Sayap Hitam kelam yang membuat takut semua orang, dan membuat mereka terguncang.


Ke tiga belas sayap agung yang mempesona, bersama dengan penampilan Lucifer yang begitu indah.


Terutama Para Angel yang lebih mudah, sangat syok.


Bahkan Seraphina dan Ciel.


"Tidak Mungkin... Tiga Belas Sayap... Itu...." Kata Ciel dengan panik.


"Sayap-sayap itu.... Seperti milik kita... Jangan bilang itu..." Kata Seraphina dengan panik.


Lucifer mulai terbang di tengah-tengah kerumunan yang berniat berperang itu.


Lucifer lalu mengeluarkan sebuah Pedang di Hadapan mereka semua.


Itu adalah Twilight Star.


Menatap pedang itu, tentu semua orang tahu Pedang apa itu.


Tapi mereka menyangkalnya, terutama Para Angel Muda.


Tidak mungkin...


Twilight Star...


Bukankah itu sudah hancur?


Tidak lama kemudian, setelah mengeluarkan Pedang itu, Lucifer membaca Mantra, lalu menancapkan Pedang itu ke Tanah.


Sempat ada sedikit guncangan disini.


"Tolong semua dengarkan aku baik-baik. Aku adalah Mantan Arcangel Lucifer. Hari ini aku akan menjelaskan Kesalahan Pahaman ini, sepertinya Kalian semua salah mengira, sungguh Aku tidak bermaksud untuk memulai Peperangan. Kamu dengar itu, Azazel? Aku kesini tidak untuk Berperang!! Kenapa kamu seenaknya membawa mereka semua kesini?" Kata Lucifer sambil memancarkan shirnya yang membuat gemetar semua orang.


Azazel hanya bisa merenung akan tindakan Impulsifnya.


"Juga... Kalian Para Angel, tidak perlu begitu waspada. Sungguh, aku benar-benar tidak bermaksud mengajak Kalian Berperang... Kalian mau percaya atau tidak... Namun aku sungguh benci Berperang. Tidakkah Kalian tahu? Sangat susah untukku dulu mengakhiri Perang Kuno!!" Ketika mengatakan itu, tentu saja semua orang mulai terteguh.


"Dan Untuk Mikaela dan semua Teman-teman Lamaku... Bukan berati masalah antara kami itu selesai... Tapi tidakkah kalian tahu?


Bukankah dunia saat ini damai-damai saja? Kalian Para Angel menikmati hari-hari damai kalian disini, dan Kami Para Iblis dan Fallen Angel, memiliki kehidupan kami sendiri di Underworld,"


Lucifer masih lanjut berkata,


"Dan lagi Dunia manusia sangat indah, jika sekarang kita berperang dampaknya akan merusak Dunia Manusia, dan itu akan sangat sia-sia. Dan lagi, berapa banyak korban lagi yang akan mati sia-sia? Tidakkah kalian akan lelah?"


Mendengar itu, semua orang sangat terteguh dan hampir tidak bisa berkata-kata, karena semua itu memang benar.


Beberapa bahkan ada yang merasa kagum dengan semua kata-kata barusan.


Setelahnya, Lucifer mulai menghela nafas, lalu berkata lagi,


"Lagipula, sangat melelahkan untuk berperang, kenapa musti repot-repot? Lebih baik bersantai-santai saja,"


Lalu ada keheningan disana.


Rafael yang pertama kali sadar, dari semua omong kosong itu, dia berkata dengan marah,

__ADS_1


"Lalu, apa-apa Pasukanmu itu?"


Lucifer menatap kearah Pasukan Fallen Angel dan Pasukan Iblis.


Menatap kedua wajah komandan mereka.


Terlihat Azazel mersa lemas, terlihat sangat merasa bersalah, sedangkan Asmodeus memalingkan wajahnya sambil menendang Azazel, seolah berkata,


'Dialah yang memuali keributan,'


Melihat itu, Lucifer hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Lalu dia kembali menatap kearah Para Angel.


"Percayalah, Mikaela ini benar-benar hanya kesalahan teknis. Mereka yang salah mengira aku kesini untuk berperang, aku sungguh tidak berniat Berperang..."


Mikaela tediam, lalu menatap Lucifer sebentar,


"Jadi begitu? Ini hanya salah paham saja? Baik, aku akan memilih Percaya,"


Mendengar itu, Rafael hendak marah, namun di cegah oleh Arcangel lainnya.


Mikalea lalu lanjut berkata,


"Jadi sebenarnya jika tidak berperang, apa tujuanmu datang ke Heaven?"


Mendengar pertanyaan itu, Azazel termasuk Asmodeus juga mengaguk, terlihat sangat penasaran juga.


Itsuki yang ada disamping Ayahnya itu, mencoba menahan tawanya.


Lucifer sekarang wajahnya menjadi cukup memerah dan merasa malu sendiri,


"Bagaimana aku harus mengatakannya? Sungguh ini terlalu memalukan untuk dikatakan.... Ya... Sebenarnya aku...."


Lucifer benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.


Apakah semua kekacauan ini di mulai dengan dirinya yang hanya ingin menjemput Kekasihnya Seraphina?


Sungguh...


Apakah dirinya akan di tertawakan ketika semua orang tahu?


Mendengar kata-kata Lucifer yang terputus itu, semua orang menahan nafas, merasa sangat penasaran dengan kelanjutannya.


Dan diantara kerumunan itu, tatapan Lucifer kemudian bertemu dengan tatapan Seraphina.


Di antara begitu banyak, Angel di luar saja, entah kenapa sangat mudah untuk Lucifer menemukan Seraphina.


Memikirkan soal Seraphina...


Ya...


Tujuannya kesini adalah membuat gadis itu menjadi miliknya...


Bukankah ini akan menjadi saat yang baik untuk melakukan pengakuan?


"Aku disini, untuk menjemput Kekasihku."


Lalu ada keheningan panjang, beberapa orang sempat menurunkan rahangnya karena saking kagetnya.


Termasuk, Azazel yang tidak percaya akan apa yang di dengarnya.


Bahkan Mikaela saja tidak mempercayai telinga nya.


"Apa... Apa katamu?" Tanya Mikaela lagi.


Lucifer masih sedikit malu, lalu berkata,


"Kenapa? Apa yang salah jika aku jatuh cinta, dan ingin mengejar cintaku ini? Aku hanya kesini untuk mengejar cintaku!! Sungguh kenapa kalian semua begitu bodoh dan menuduhku ingin berperang?"


Mikaela hanya menatap bodoh kearah Lucifer, masih tidak percaya yang di dengarnya.


Namun tidak lama sampai semua itu, Lucifer lalu terbang ke Para Pasukan Angel.


Membuat Para Angel menjadi panik.


Namun, Lucifer hanya menarik Seraphina kedepan.


"Ya, inilah seseorang yang aku cintai, hanya kebetulan saja dia seorang Angel,"


Seraphina sendiri menjadi panik, tiba-tiba mendapatkan perhatian semua orang itu.


Namun Lucifer lanjut bertanya,


"Seraphina... Kamu sekarang tahu Identitasku yang sesungguhnya..."


Lucifer lalu mulai berlutut didepan Seraphina, mengabil tangan gadis itu.


Dengan penampilannya yang mengagumkan itu, itu saja tatapan Semua orang menjadi terteguh.


Hey...


Sang Mantan Arcangel Agung yang dikatakan yang paling Kuat, benar-benar menidurkan kepalanya kepada seseorang!!!


Astaga....


Semua orang terguncang dengan semua ini...


Mengabaikan tatapan semua orang, Lucifer lalu lanjut berkata,


"Sebenarnya aku kesini khusus untukmu, Seraphina. Seperti yang aku katakan, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu. Aku akan mengatakannya sekarang,"


Lucifer terlihat sedang mengambil nafas dalam-dalam, mencoba mempersiapkan dirinya, lalu mulai berkata lagi,


"Aku masih sangat mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku tidak peduli siapa Identitasmu... Apapun kamu sesungguhnya, kamu tetap Seraphinaku, orang yang aku cintai,"


"Dan Seraphina, aku juga ingin mengatakan ini, tidak ada yang salah untuk menjadi seorang Fallen Angel, Seraphina.... Lihat kami memiliki Kota kami sendiri di Underworld dan hidup damai, juga baik-baik saja sampai sekarang,"


"Aku disini untuk mengajakmu pergi bersamaku, percayalah, aku akan membuatmu bahagia,"


"Sekarang aku bertanya, jadi apakah kamu rela pergi bersama ku? Kamu juga tidak perlu untuk menjadi Fallen Angel sepertiku, karena Cinta kita bukanlah sebuah Dosa.... Bahkan walaupun itu Dosa apakah kamu akan tetap mau pergi bersamaku? Apakah kamu tetap mencintaiku?"


Sejujurnya Seraphina merasa tersentuh dari awal sampai akhir sejak dirinya tiba ditempat ini.


Soal bagaimana Lucifer membuat semua orang kembali damai, dan tidak ingin berperang lagi...


Juga bagaiman kerennya Lucifer...


Untuk Seraphina....


Pemuda di hadapannya...


Tenyata masih Touma yang dirinya cintai...


Ya...


"Ya, aku ingin... Aku juga merasa tidak ada yang salah dengan cinta kita... Aku sangat mencintaimu... Aku... Aku ingin pergi kemanapun kamu berada... Touma... Tidak... Maksudku, My Beloved Lucifer," kata Seraphina sambil tersenyum.


Mendengar itu, Lucifer sangat gembira lalu mencium bibir Seraphina.


Pertanyaan cinta itu jelas membuat semua orang tercengang.


Dan disinilah semuanya dimulai dan semuanya berakhir.


Di Mulainya kisah cinta yang sebenarnya antara Lucifer dan Seraphina yang mencari kebahagiaan mereka...


Dan akhir dari semua kekacauan ini....


Ini adalah Kisah Sang Malaikat Muda, Seraphina berasama Kekasihnya tercinta, Sang Iblis Nakal yang membuat orang ingin berbuat dosa.


Seperti bagaimana saat mereka awalnya bertemu...


Ciuman yang merubah segalanya..


"My Beloved Devil, Luciferku...." Kata Seraphina lagi.


"Ya, aku Milikmu,"


...*****...


...Tamat...


...*****...


Catatan Penulis: Akhirnya bisa menulis adegan ini,


Terimakasih buat yang sudah baca,

__ADS_1


Sampai Jumpa di Karyaku yang lainnya, 😆😆


__ADS_2