
Saat ini di sebuah ruangan gelap, Seraphina yang pingsan itu akhirnya tersadar.
Dirinya melihat sekeliling, bagaimana tangan dan kakinya dirantai, membuat dirinya kesusahan untuk bergerak.
Dirinya mencoba menggunakan sihir miliknya, namun gagal.
Melihat keadaan sayap-sayapnya yang saat ini berlumuran darah akibat luka yang cukup buruk.
Dirinya sudah disiksa disini untuk beberapa saat oleh Rombongan Werewolf.
Dirinya bahkan tidak tahu kenapa mereka dari awal mengincarnya.
Apakah karena mereka tahu dirinya Angel dari awal?
Namun bagaimana bisa mereka tahu?
Disini, Seraphina benar-benar tidak mengerti lagi.
Jadinya bisa melihat ke arah luar, dibalik jendela kecil di sudut ruangan.
Disana terpancar cahaya bulan yang terlihat cukup terang.
"Apakah sudah malam lagi?"
Bagaimana ini....
Dirinya hanya bisa berharap kalau ada yang sadar kalau dirinya menghilang.
Touma....
Touma pasti akan sadar kalau dirinya menghilang dan akan mencarinya....
Namun...
Bagaimana....
Saat ini dirinya terlibat dengan pada Iblis...
Dirinya takut kalau Touma sampai terlibat...
Jika sampai orang itu terluka karena dirinya, dirinya benar-benar tidak akan memasuki dirinya sendiri.
Touma tidak boleh terlibat hal-hal ini.
Tidak boleh!
Ya, sekarang dirinya hanya bisa berharap kalau Ciel segera menyadari bagaimana dirinya hilang.
Dirinya merasa sangat frustasi, gimana dirinya ini begitu lemah dan tidak bisa membela dirinya sendiri.
Tadinya saja dirinya lebih kuat....
__ADS_1
Pasti dirinya tidak akan ditangkap seperti ini...
Dan di sekap dengan tidak berdaya seperti ini.
Ketika gadis itu berpikir, sebuah pintu ke ruangan itu dibuka.
Ketika pintu itu dibuka, sosok yang familiar muncul.
Ini adalah siswi baru itu bukan?
"Di... Diana?"
"Kenapa? Apakah kamu terkejut?" Kata Diana dengan nada angkuh.
"Kenapa? Kenapa kamu disini...."
"Bukankah awalnya aku sudah memberikanmu sebuah peringkatan agar kamu menjauh dari Touma?"
"Apa?"
Sini tentu saja Seraphina kaget.
Dirinya lalu mengingat kejadian tempo hari saat beberapa gadis menghadangnya.
"Kamu masih tidak mengerti?"
"Jadi itu kamu yang mengirim orang-orang itu?"
"Kamu... Apa yang kamu inginkan dengan aku menjauhi Touma?"
"Karena Touma akan menjadi milikku,"
"Kamu... Jangan terlibatkan dia!! Kamu dasar Iblis!!"
Di sini, Diana lalu tertawa mendengar ucapan gadis didepannya ini.
"Heh? Jadi kamu tidak tahu?"
"Apa maksudmu? Jangan pernah terlibatkan Touma dalam kekacauan ini!!"
"Kamu benar-benar lucu. Kamu benar-benar tidak tahu apa-apa bukan? Apa yang kamu tahu tentang Touma? Kamu bahkan tidak tahu identitas dia yang sebenarnya."
"Apa maksudmu?"
"Touma adalah seorang Iblis."
Disini, tentu saja Seraphina merasa kaget pernyataan dari gadis itu.
Ini tidak mungkin bukan?
Bagaimana bisa, Touma merupakan seorang Iblis?
__ADS_1
Ini jelas-jelas tidak mungkin!
Dirinya mengenal Touma....
Namun masih banyak misteri tentang pemuda itu.
Dirinya tidak benar-benar mengenalkan Pemuda itu....
Dan Touma juga tidak banyak bercerita tentang dirinya.
Kecuali beberapa hal aneh yang seringkali dia ucapkan.
Dan lagi, Touma jelas terlihat tidak melakukan hal-hal buruk seperti iblis, dirinya melihat bagaimana Touma sebenarnya adalah orang yang cukup baik.
Dia menolong kucing kecil, membantu beberapa orang yang kesusahan, melakukan banyak hal baik lainnya.
Dia juga sangat ramah kepada teman-temannya.
"Kamu pembohongan!"
"Ya sudah kalau kamu tidak percaya. Ku hanya mengatakan apa yang aku tahu."
"Mungkin aku percaya pada kata-kata seorang Iblis sepertimu?"
"Apa kamu bilang?"
"Ya aku tidak percaya semua omong kosong mu! Kenapa aku harus percaya kata-kata sampah sepertimu?"
Disini, Diana terlihat begitu emosi Mendengar kata-kata Seraphina, dia mendekati Seraphina, lalu memukul Seraphina diperut membuat dia merintih.
"Diam kamu dasar gadis sialan!"
"Kamu hanya iblis jahat yang ingin memperdalam manusia!!"
"Aku bilang diam!"
Di sini, Diana mengeluarkan kuku-kuku serigala miliknya, untuk mencakar leher Seraphina.
Disini, Seraphina mulai merintih kesakitan.
Bersama dengan itu, Diana merapalkan beberapa mantra, lalu seperti seolah energinya habis, sayap-sayap putihnya menghilang.
"Apa yang kami lakukan!!"
"Aku hanya mengambil jiwa milikmu. Jiwa orang malaikat bener-bener sesuatu. Awalnya hanya ingin mengancammu tenang dengan beberapa gertakan, melihat bahwa kamu sebenarnya seorang Angel, aku berubah pikiran. You pasti akan menjadi stock makanannya bagus untuk nanti. Jiwa lezat benar-benar tidak bisa disia-siakan. Ayahku pasti akan senang jika aku memberinya hadiah yang seperti ini,"
Disini, Diana tertawa penuh kemenangan.
####
Bersambung
__ADS_1