My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 32: Musuh-musuh tidak terduga


__ADS_3

Malam itu ditengah malam yang sunyi, ada sesosok makhluk bersayap kelelawar terbang di udara, disana juga ada dua orang pemuda terbang terlihat menyerang mahluk itu. Tidak lama, ada beberapa mahluk yang cukup mirip yang kemudian muncul.


"Ini aneh, kenapa kemampuan ku sebagaian tidak bisa muncul?" Kata Eric dengan binggung.


"Ada kemungkinan di sekitar tempat ini dipasang Medan anti Kekuatan Esper," jelas Ryuki yang juga merasa ada yang salah dengan kemampuan Espernya.


"Sial. Kenapa bisa seperti ini?"


Mereka berdua melawan dua Iblis itu dengan sebagian kemampuan mereka.


Pertarungan itu terlihat cukup segit.


Disini, Ciel yang melihat kejadian itu hanya mengamati dari jauh, melihat seberapa kuat orang-orang yang bertarung itu.


Namun setelah cukup lama, tiba-tiba ada mahluk lainnya yang muncul.


Itu adalah seorang Iblis dengan ke 6 sayap Iblisnya.


"Owh, astaga? Bukankah ini Demitri? Ah? Kamu disini?"


Itu adanya sosok Lucifer yang tiba-tiba muncul. Dia sudah berpisah dengan Seraphina dengan berbagai alasan yang bisa dia buat, lagipula gadis itu juga terlihat setuju sekali ketika mereka berpisah di tangga tadi.


Dirinya cukup tertarik dengan pertarungan Esper-Esper ini, namun melihat lawan yang mereka kenal adalah seseorang yang dirinya kenal, ini tidak bisa didiamkan.


"Kamu!!! LUCIFER!!!!" teriak Demitri dengan marah ketika melihat sosok Iblis yang barusan datang, dia langsung terbang kesana, mulai memuncul lebih banyak sayap Iblisnya, menyerang dengan kecepatan penuh kearah Lucifer, mengunakan pedangnya.


Namun Lucifer dengan mudah berhasil menghindarinya.


Beberapa orang yang menonton terlihat takjub dengan pemandangan itu.


Bahkan, Eric dan Ryuki yang merasakan kehadiran baru itu merasakan keberadaan dan kekuatan yang menyeramkan dari mahluk yang barusan datang, seolah itu adalah hal yang diluar kemampuan.


"Sudah berapa ratus tahun berlalu, Ah? Kamu masih tidak berubah, Demitri," kata Lucifer lagi dengan senyum angkuhnya itu.


"Kamu!!! Kamu berati muncul dihadapan ku!!"


"Owh? Bukankan kamu yang selama ini kabur? Aku tidak akan pernah menyangka kamu akan bersembunyi di Advance City yang tenang ini...."


"Tutup mulutmu!!"


Disini, Demitri yang marah itu lalu sekali lagi menyerang Lucifer dengan sihirnya. Namun sekali lagi, Lucifer berhasil menagkisnya dengan prisai tembus pandang miliknya.


Disini, menjadi kacau karena beberapa anak buah Demitri mulai muncul satu demi satu dari arah langit.


Ryuki dan Eric disibukan oleh itu, bahkan Ciel yang awalnya ingin menonton diserang oleh salah satu Vampir yang terlihat mengerikan itu.


Karena tidak ada orang, Ciel mulai mengenakan topeng, dan menunjukan Kekuatannya.


Murid-murid dibawah menjadi kacau balau berkat ledakan yang ada di langit.


Malam ini benar-benar adalah Kekacauan murni.


Seraphina yang baru saja keluar dari gedung itu, setelah mengenakan topengnya, langsung menghampiri Ciel.


"Apa apa sebenarnya?"


"Aku juga tidak tahu." Jawab Ciel yah masih melawan salah satu Vampir.


Jumlah mereka ternyata cukup banyak, dengan gedung disekitar membuat Ciel kerepotan.


Seraphina menatap kearah langit.


Itu adalah pemandangan yang memberikan.


Penuh dengan cahaya kelap kelip dan ledakan berwana warni.


Disana, Serpihana dikejutkan oleh suara pemuda bertopeng diatas langit yang terlihat tertawa dengan gila.


Itu adalah Iblis yang cukup familiar.


"Ciel... Itu adalah Ibils yang aku lihat tempo hari!!"

__ADS_1


"Yang mana?"


"Yang mengenakan topeng...."


"Kamu bilang itu Ibils yang hanya memiliki 2 sayap? Lihat!! Itu adalah enam sayap!!"


"Tapi aku yakin itu adalah dia!!"


"Sepertinya dia menyembunyikan kemampuannya...."


"Ya, dia sangat kuat."


"Tapi Iblis-iblis itu terlihat saling bermusuhan. Kita bisa memanfaatkan ini untuk menyerang mereka jika ada celah."


"Kamu benar."


Disini, lalu Itsuki setelah memakai topengnya dan memulai mode Iblis, dia lalu menghampiri Kakaknya itu.


"Siapa orang itu, Kakak?"


Disini, sekarang mereka berada dihalaman yang sudah cukup jauh dari gedung, Lucifer melemparkan Demitri kesalahan satu taman kosong disekitar sana.


"Dia adalah pamanmu."


"Paman?"


Sebelum Ituski mendapatkan jawabannya, suara tawa muncul.


"Owh?? Aura ini.... Ini... Mirip dengan Si Penghianat Asmodeus itu!!" Kata Demitri sambil menatap Itsuki.


Melihat wajah yang familier itu, membuat Demitri semakin marah.


"Kamu....."


"Sebagai penjahat sebaiknya kamu diam saja," itu adalah kata-kata dingin Lucifer saat dia memukul Demitri dengan keras hingga dia jatuh terpental ditahan.


"Ukhhhh...."


"Maksud, Kakak apa?" Tanya Itsuki dengan binggung.


Disini, malah disambut dengan tawa gila Demitri.


"Ahahahaha.... Kakak kamu bilang? Kamu pikir dia 'Lucifer' adalah Kakakmu? Permainan apa yang Lucifer dan Asmodeus sialan itu buat?"


"Tutup mulutmu!!"


Disini, Demitri dicengkeram oleh Lucifer.


Perbedaan Kekuatan mereka masih jauh.


Ketika mereka masih mengobrol itu, tiba-tiba ada seragan leser jarak jauh yang mengarah pada Lucifer.


Namun sayangnya, leser cahaya jarak jauh itu berhasil dihindari, namun itu membuat Demitri berhasil lolos dari tangan Lucifer dan kabur mengunakan Sihir Ruang.


"Cih... Sialan!! Siapa yang berani mengagguku?? Sihir ini... Ini Sihir dari Malaikat!!"


Disini, Lucifer yang mangsanya lolos, menjadi begitu marah.


Dia lalu mengeluarkan sebuah busur disini.


Sebuah busur hitam kelam, lalu sebuah anak panah muncul dari sana, dan langsung hampir mengenai Ciel yang menyerang dari jauh dengan busur cahaya miliknya menjadi kaget.


Bentuk busur Iblis itu benar-benar mirip dengan miliknya, tidak bahkan bentuk serangan barusan sangat mirip dengan kemampuan milik Para Angel, hanya warnanya saja yang berbeda.


Tidak....


Busur itu memang hitam namun sihir ini....


Ini adalah Sihir cahaya....


Panah cahaya berwarna terang...

__ADS_1


Bagaimana bisa seorang Iblis....


Untung saja jarak mereka sangat jauh, disini Ciel menatap kearah Seraphina yang juga kaget disampaignya.


"Sebaiknya kita kabur," usul Ciel.


"Ciel.... Sihir barusan....."


"Aku tidak tahu tapi.. Aku memiliki firasat buruk soal ini..."


Ciel lalu mengeluarkan sebuah batu dari sakunya, ini adalah batu sihir ruang yang bisa membuat sesekali berpindah tempat.


Tepat saat Lucifer dengan kecepatan kilatnya terbang kearah Ciel, dia mengandeng Seraphina lalu menghilang dari sana.


Lucifer yang sekali lagi kehilangan mangsanya itu begitu kesal.


"Sialan!! Kalian semua hanya bisa kabur dariku!!"


Disisi lainnya, disana, musuh-musuh yang masih tersisa sudah musnah oleh Eric dan Ryuki yang dibangun Rui dan Yuuta.


Lenyap menjadi debu dan tidak tersisa barang bukti.


"Itu... Itu benar-benar Iblis?" Tanya Eric dengan kaget.


Disini, Yuuta yang baru menyadari kalau ada Esper Level 6, yaitu Lord Space and Time juga kaget.


"Kamu...."


Namun sebelum dia berkomentar, Ryuki mendahului berkata,


"Yuuta, Rui aku akan menjelaskan nanti, sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum ada petugas keamanan. Kita yang akan dituduh membuat kekacauan ini. Lihat... Bahkan tidak ada mayat Ibis yang terlihat? Dan siapa yang akan percaya kalau barusan kita melawan mahluk seperti itu?"


"Itu benar." Kata Rui mengambil kesimpulan.


Mendengar perkataan Ryuki, mereka juga segera pergi dari sana, berpisah dengan Eric.


"Katakan pada Seraphina dan yang lainnya, kami kembali dulu. Terlalu kacau disini." Kata Ryuki pada Eric.


"Aku mengerti."


Tanpa mereka semua sadari, dibalik bayang-bayang, ada yang mengamati semua itu dari jauh.


Seorang pemuda bermata merah tertentu.


"Sial, Demitri sialan itu berani membuat masalah di kawasanku!!"


"Tuan Allen, jadi kita harus bagaimana?"


"Aku akan lapor ini pada Ayahku. Dia harus mengurus Demitri, berkat dia ada banyak kekacauan sekarang disini, bahkan ada Iblis yang muncul..."


"Benar.... Iblis-iblis itu.... Mereka...."


"Ya... Mereka dari Underworld, sekarang sepertinya bahkan di Advance City tidak lagi aman."


Allen hanya menghela nafas, sejauh ini semua tentang dan baik-baik saja...


Namun tiba-tiba semua menjadi kacau seperti ini.


Padahal dirinya hanya ingin hidup damai sementara sebagian seorang siswa menengah biasa namun.....


Sepertinya hal-hal menjadi lebih rumit dan buruk.


####


Bersambung


####


Catatan Penulis: Sepertinya cerita ini tidak populer? 😆 dah lah masih tetep lanjut Gasss aja 🤭🤭


Tapi pelan-pelan saja

__ADS_1


__ADS_2