My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 50: Berdua Denganmu


__ADS_3

Malam itu, Seraphina diantar kembali oleh Ciel ke Apartemennya, walaupun Ciel juga cukup terluka parah, untungnya lukanya segera bisa diobati dengan obat regenerasi cadangan di Apartemennya, walaupun tidak sembuh dengan benar, namun itu cukup untuk membuat Ciel bisa bergerak normal, begitupula Seraphina, yang saat ini masih terlihat lelah.


Baru kemarin Seraphina menghadapi kasus penculikan, sekarang harus terlibat insiden ini.


Saat ini mereka berdua sudah tiba di apartemen.


Sampai disana mereka masih mengobral, tentang bagaimana mereka berdua tidak percaya dengan apa yang mereka lihat malam ini.


"Iblis bertopeng itu sungguh kuat, lain kali kamu bertemu dengannya lebih baik jangan provokasinya dan cepat lari," nasihat Ciel pada Seraphina.


"Tapi... Aku tidak bisa membiarkannya,"


Ciel menghela nafas lelah.


"Dengarkan aku, apakah kamu tidak melihat kekuatannya yang begitu besar ketika melawan Vampir itu?"


"Sejujurnya aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Pedang itu... Tidak mungkin Twilight Star bukan?"


"Aku menduga jika itu mungkin hanya replika,"


"Masuk akal jika itu hanya di ruang tapi tetap saja terlihat begitu kuat... Dan sihir milik Iblis itu..."


"Benar, kamu juga menyadarinya bukan? Selain bisa menggunakan sihir kegelapan di juga bisa menggunakan sihir cahaya,"


"Aku tidak percaya pada ibis yang bisa menggunakan sihir cahaya bagaimana bisa?"


"Aku juga tidak tahu. Apakah sebaiknya kita segera melapor?"


"Tentu semua kejadian malam ini harus segera dilaporkan."


"Tapi aku tidak bisa langsung keluar dari kota ini karena kamu bertingkah seperti itu, aku tentu khawatir dengan keselamatanmu,"


"Tapi kamu harus segera, melapor."


"Tentu aku akan mengirimkan beberapa video sekalian dan surat. Memang masih banyak hal di tempat ini yang perlu diselidiki,"


"Ah aku sampai lupa membicarakan soal kejadian penculikan kemarin,"


"Benar juga kamu kemarin diculik, apakah ini pula vampir juga?"


"Ini ulah Werewolf,"


"Apa? Werewolf? Di mana bisa ada sesuatu seperti itu di kota ini bukankah mereka juga punah?"


"Semua menggila vampir punah, namun apa yang kita lihat malam ini mereka semua jelas vampir,"


"Kamu benar mungkin mereka semua bersembunyi di tempat ini itulah kenapa, mereka tidak pernah terlihat di dunia luar. pantas saja mereka semua terlihat punah."


"Semua hal kota ini benar-benar membingungkan."


"Memang sangat membingungkan."


"Dan soal kekacauan yang ada di sekolah...."


"Tapi petugas keamanan sepertinya segera datang, dan sisanya. Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan."


"Bagaimana soal keberadaan Iblis bertopeng itu?"


"Mereka pergi dan menghilang aku juga tidak tahu kemana mereka pergi ada baiknya kalau kita sebaiknya menghindari mereka berdua." Kata Ciel lagi menegaskan.


"Baiklah." Kata Seraphina.


"Baik istirahatlah yang cukup, aku akan pergi. Ada kemungkinan sekolah di libur kan untuk beberapa hari. Kamu bisa menelepon ku jika terjadi sesuatu, apa aku juga mungkin besok akan ke sini tapi masih ada beberapa hal yang ingin aku selidiki,"


"Tentang apa itu?"


"Sesuatu yang menarik,"


Ini benar-benar mengingatkan Ciel tentang buku yang tempo hari dirinya baca.


Belakangan begitu sibuk jadi hampir melupakan keberadaan buku itu.


Melihat replika dari Twilight Star, tiba-tiba langsung teringat buku itu, mungkin akan ada petunjuk tambahan tentang pedang itu di sana, pengisi buku itu terlihat di termasuk akal.


Seandainya dirinya pulang ke Heaven, dirinya akan memastikan menyelidiki semua ini di perpustakaan dan mendapatkan dokumen-dokumen rahasia ada bagaimana caranya.

__ADS_1


Dirinya merasa semua hal ini cukup aneh...


Isi buku itu...


Kisah legenda malaikat paling indah...


Kisah pembunuhan raja iblis...


Pedang Legendaris Twilight Star...


Semua ini seolah-olah berhubungan...


Membuat sebuah misteri baru..


Ini ada sedikit keraguan bagaimana jika semua ini benar dan apa yang dirinya tahu semua ini adalah sebuah kebohongan?


Tidak, ini tidak mungkin bukan?


Dan soal Identitas salah satu Iblis Bertopeng itu....


Siapa sebenarnya Iblis itu??


Dalam perjalanan pulang, Ciel memiliki pemikirannya sendiri.


####


Seperti dugaan Ciel, keesokan harinya, Seraphina mendapatkan informasi kalau Sekolah diliburkan untuk beberapa hari karena Insiden Misterius itu.


Dalam Berita soal apa yang terjadi, ditulis kalau ada sekelompok Esper yang melakukan tindakan *******.


Memang, tidak mungkin fakta yang sebenarnya diungkapkan.


Melihat berita dan informasi di ponselnya, membuat Seraphina pasrah.


Seraphina juga menjadi penasaran pada Identitas Iblis bertopeng itu, kenapa dia menyelamatkan orang-orang?


Tapi apapun tujuannya Iblis itu tetap membuat Seraphina merasa kesal, ketika Iblis itu dengan jahat menyerangnya digerbang.


Dirinya benar-benar sangat membenci Iblis jahat itu.


Apalagi beberapa luka yang dibuat Iblis itu masih belum hilang.


Dan lagi seluruh tubuhnya menjadi sekit semua.


Benar-benar Iblis menyebalkan!!!


Ketika dia melamun sendiri, pintu Apartemen Seraphina diketuk, seseorang.


Seraphina segera membuka pintunya.


Dilihat wajah yang familiar.


"Touma?"


"Ya. Apakah kamu sudah sarapan?"


"Belum,"


"Bagaimana kalau kita sarapan bersama? Aku membelikanmu beberapa makanan, lihat ini ada bubur dan susu sangat cocok untuk pagi hari," kaya Touma membawa dua kotak bubur dan beberapa camilan juga susu, lalu dia segera masuk kedalam.


"Boleh,"


Mereka berdua lalu duduk dimeja makan, Touma asik menyiapkan makanan di meja makan.


Seraphina menatap Touma dengan serius.


Memang, kejadian belalangan ini cukup membuat pusing, namun melihat wajah tampan Touma, benar-benar membuat hati Seraphina merasa lebih baik.


Touma yang diperhatikan itu lalu bertanya,


"Kenapa melihatku seperti itu?"


"Kami sangat tampan,"


Lucifer merasa sedikit malu mendapatkan pujian yang begitu tiba-tiba dan jujur itu, Seraphina sendiri juga malu dengan kata-katanya barusan.

__ADS_1


Lucifer lalu mengulurkan tangannya, lalu membelai rambutnya Seraphina.


"Kamu juga sangat manis,"


Wajah mereka sekarang agak dekat, dan Lucifer mulai menarik Seraphina kearahnya, kemudian memberinya ciuman ringan.


"Touma!!" Teriak Seraphina kaget setelah Lucifer melepaskannya ciuman singkat itu.


Lucifer tertawa melihat wajah memerah Seraphina.


"Kamu benar-benar manis. Aku hanya mencium Kekasihku sedikit, memang tidak boleh?"


"Jangan tiba-tiba seperti itu!"


"Baiklah-baiklah, aku akan bilang dulu. Jadi bagaimana sekarang kalau aku ingin menciummu lagi?"


Seraphina yang merasa Lucifer itu cukup nakal, lalu memukul-mukul ringan Lucifer dengan tangannya.


"Kamu pagi sudah begitu nakal!"


Disini lalu Lucifer melihat kearah Seraphina dengan lekat, dia lalu menyadari ada sebuah luka memar di lehernya, lalu Lucifer menyentuh luka itu.


"Ini... Kenapa dengan lehermu?"


Seraphina yang menyadarinya, lalu mendorong Lucifer menjauh, binggung bagaimana cara menjelaskannya.


"Ini... Ini hanya luka ringan,"


Melihat luka di leher Seraphina itu, membuat mood Lucifer yang awalnya bagus itu menjadi buruk.


Seingatnya kemarin tidak ada luka ini?


Itu seperti luka dari cekikan orang?


Siapa orang kurang ajar yang berani melukai Seraphina miliknya ini?


Beraninya dia!?


"Dari mana kamu mendapatkan luka ini?"


Seraphina lalu mulai memikirkan beberapa ide.


"Semalam aku pergi ke Toko Serba ada semua sekolah, namun disekitar sana aku bertemu orang aneh yang tiba-tiba menyerang ku. Sepertinya itu rombongan ******* yang menyerang sekolah."


"Apa?? Ada kejadian seperti itu!!! Kamu seharusnya tidak keluar. Berakhir sekali ******* itu! Apakah dia melukaimu ditempat lain?"


"Dia sempat melemparkanku ketanah, dan badanku sakit semua,"


"Kamu tidak apa-apa?"


"Iya hanya luka kecil ini."


"Sialan itu orang kurang ajar!! Coba aku disana akan aku pastikan aku menghajarnya!!"


"Ya, dia orang yang menyebalkan aku benar-benar sangat membencinya,"


"Jadi bagaimana dengan orang itu?"


"Aku tidak tahu karena disana kacau, sepertinya orang itu sudah ditangkap oleh Keamanan,"


"Lain kali kamu jangan terlibat hal-hal berbahaya. Lihat luka memar dilehermu ini, ini terlihat menyakitkan," kata Lucifer sambil memegang leher Seraphina dengan lembut.


Sangat benci dengan luka cekikan yang berwarna merah kebiruan yang terlihat mencolok dileher putih Seraphina, ini bener-benar membuatnya kesal.


"Sungguh aku tidak apa-apa,"


Lucifer lalu mendekati Seraphina, kelehernya lalu mencium leher itu dengan ringan.


"To.. Touma...."


"Hanya beberapa ciuman kecil agar tidak lagi sakit,"


"Kamu...."


Dan begitulah pagi ini mereka asik bermesraan, serasa dunia hanya milik berdua.

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2