
Setelah kejadian malam itu, Lucifer memutuskan untuk kembali ke Asrama Sekolah, masih memikirkan hal-hal yang dialaminya.
Terutama soal hubungan antara dirinya dan Seraphina.
Bagaimana kalau Seraphina membenci dirinya?
Memikirkan nya saja membuat hati Lucifer merasa tidak nyaman.
Memang kenyataan kalau Seraphina seorang Angel membuat dirinya terpukul.
Namun jika memikirkannya itu memang sebuah hal yang lucu.
Dirinya harus jatuh cinta pada Angel?
Sungguh apakah itu takdir yang konyol?
Jika itu dirinya sebelumnya, tidak masalah dengan Angel mana dirinya jatuh cinta, hal-hal berikutnya akan menjadi mudah karena dirinya sebelumnya juga seorang Angel, apalagi seorang Archangel yang hebat.
Tapi sekarang dirinya sudah jatuh dari menjadi sosok Iblis yang di benci Heaven.
Untuk jatuh cinta pada salah satu sosok Angel membuat Lucifer merasa sedikit tidak nyaman.
Dirinya sudah bukan lagi Angel, namun masih jatuh cinta pada seorang Angel.
Sungguh, cinta bisa begitu aneh.
Tapi yang pasti, fakta ini tidak merubah perasaannya pada Seraphina.
Seraphina tetaplah menjadi seorang gadis yang dirinya cintai.
Karang dirinya hanya tinggal menunggu jawaban gadis itu.
Apakah dia akan menerima dirinya atau tidak.
Lucifer yakin, cinta nya tidak salah. Tidak ada yang salah cinta antara dirinya dan Seraphina.
Ini mungkin takdir yang aneh.
Sambil memikirkan hal-hal itu, Lucifer tertidur dengan lelap.
Tanpa tahu, malam itu gadis yang di cintainya pergi dari Advance City.
Dan ketika pagi datang, Lucifer tidak menemukan keanehan.
Dia berangkat sekolah seperti biasanya, tidak menjemput Seraphina dulu.
Mungkin gadis itu masih butuh waktu untuk berpikir, jadi Lucifer ingin mencoba memberi waktu gadis itu.
Hanya dengan sedikit harapan, akan nanti di sekolah, dirinya dan Seraphina akan segera bertemu, bahkan walaupun itu pertemuan yang tidak disengaja.
Hanya tidak melihat wajah gadis itu, perasaan Lucifer tidak nyaman.
"Kak Touma tidak apa-apa?" Tanya Itsuki mambuyarkan Lamunan Lucifer.
"Tidak apa-apa Kenapa?"
"Soal Seraphina.... Dia...."
"Ya, dia adalah Angel Bukan?"
"Benar... Soal Identitas Kakak...."
"Itu benar aku sudah berjanji akan segera memberitahumu bukan? mungkin ini saatnya aku bercerita tentang identitas ku,"
"Kakak ternyata itu bukan saudara itu juga benar kan?"
Terlihat raut wajah kekecewaan di wajah Itsuki.
__ADS_1
Lucifer lalu tersenyum,
"Untukku, kamu akan tetap jadi saudaraku, adik kecilku satu-satunya, tetap akan menyayangimu. Ini tidak hubungannya dengan siapa aku sebenarnya."
"Kak Touma.... Aku juga sangat menyayangi kakak."
"Jadi bagaimana cara aku memulai ya? Aku sebenarnya bukan Iblis, tapi masih bisa juga di sebut Iblis,"
"Maksud Kakak?"
"Sama seperti Seraphina yang merupakan seorang Angel, aku dulu adalah seorang Angel, tapi sekarang sudah bukan lagi, Malaikat yang Terjatuh, Fallen Angel pernah mendegar ini sebelumnya? Itulah Identitas ku," kata Lucifer sambil tersenyum pada Itsuki.
Tentu saja Itsuki kaget saat mendengar hal ini.
"Fallen Angel??"
"Ya, aku bukan Angel biasa mungkin kamu tidak akan percaya, aku sebelumnya adalah salah satu Archangel.... Aku memiliki julukan Morning Star, namaku yang sebenarnya adalah Lucifer, Archangel Lucifer yang membunuh Raja Iblis dan mengakhiri perang, namun juga seseorang yang berkhianat dan melakukan pemberontakan pada Heaven, pada akhirnya di hukum dan Jatuh, menjadi salah satu Fallen Angel. Sungguh lucu bukan? Bagaimana sekarang aku bisa sampai disini?"
Itsuki terdiam cukup lama setelah mendengar kata-kata Lucifer barusan.
"Aku percaya pada Kak Touma, tidak Kak Lucifer..."
"Kamu percaya? Kamu masih bisa memanggilku Touma jika kamu ingin,"
"Aku selalu tahu kalau Kakak bukan sekedar Iblis biasa, sekarang aku mengerti kenapa, Kak Lucifer memang begitu kuat,"
"Pfffff... Sudah lama sejak ada orang lain memanggil namaku dengan akrab,"
"Kakak memiliki banyak musuh?"
"Benar, ini cukup rumit untuk dikatakan,"
Lalu mereka berdua terdiam.
Itsuki masih memiliki begitu banyak hal yang ingin dirinya tahu, namun sebaiknya sampai sini saja tidak masalah sekarang, sudah cukup.
"Lalu bagaimana soal Seraphina? Dia Angel... Apakah tidak masalah? Apakah sebelumnya Kakak tahu identitas dia yang sebenarnya?"
Lucifer terlihat menghela nafas panjang.
"Bagaimana aku harus memulainya? Awalnya tentu saja aku tidak tahu kalau Seraphina itu Angel, aku tidak akan pernah mengira jika di Advance City ini sampai ada Angel yang masuk,"
"Kenapa begitu?"
"Advance City merupakan sebuah kota yang dibangun oleh Para Fallen Angel karena kami cukup mengagur, namun isinya memang manusia, namun kami selalu membenci Angel dan Heaven, jadi pengamanan ekstra ketat dibuat terutama untuk mencegah Angel masuk kesini,"
Sekali lagi Itsuki cukup tercengang dengan fakta ini.
Advance City?
Kota milik Fallen Angel?
"Jadi Kakak membenci Seraphina?"
"Seandainya aku bisa? Ini benar-benar masalah karena dia adalah Angel. Sangat merepotkan untuk berurusan dengan Angel,"
"Hmm, tinggal buat Seraphina jatuh seperti, Kakak?"
Namun sekarang ekpersi Lucifer berubah, menunjukan suatu kemarahan disana.
Itsuki langsung menutup mulutnya.
Mungkin untuk Fallen Angel, pengalaman jatuh bukan hal yang patut untuk dibicarakan.
"Maaf..." Kata Itsuki lagi.
"Ya, aku paham kamu pasti tidak mengerti. Memang, pengalaman jatuh bukan hal yang baik. Sejujurnya aku tidak ingin Seraphina sampai mengalaminya. Itu adalah hal paling mengerikan yang pernah ada, dimana semua kekuatan Cahayaku dihilangkan dengan paksa padahal tubuhku terbuat dari Cahaya.... Itu pengalaman lebih buruk dari kematian." Kata Lucifer dengan nada yang begitu tenang, ekpersinya juga sudah kembali tenang.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Seraphina?"
"Ya, aku juga tidak tahu? Aku sedang menunggu dia mengambil keputusan,"
Percakapan mereka pun hanya sampai disitu.
Mereka lalu segera menuju lantai atas untuk ke ruang kelas masing-masing.
Lucifer sejujurnya menantikan untuk bertemu dengan Seraphina.
Namun bahkan dalam sehari ini, dirinya tidak bertemu Seraphina.
Seolah gadis itu menghilang.
Di sore hari, Lucifer memikirkannya juga, dirinya juga tidak melihat Ciel.
Tiba-tiba perasaannya buruk.
Segera dia menuju ke arah apartemen Seraphina.
Ketika dirinya membuka pintu apartemen hidup dengan paksa, di sana sudah tidak ada apapun.
Barang-barangnya sudah di bereskan seolah-olah tempat itu tidak memiliki penghuni.
"Seraphina.... Tidak mungkin..... Apakah dia kembali ke Heaven? Sungguh tanpa berkata apapun padaku?"
Lucifer sungguh tidak mengerti.
"Ini tidak bisa. Bahkan walaupun aku di tolak, setidaknya aku ingin mendengar sendiri itu dari Seraphina."
Setelah berpikir sejenak, Lucifer membuat keputusan, dia lalu menelepon Azazel.
"Azazel, aku tanya dimana kunci menuju Heaven? Kita seharusnya memiliki beberapa?"
'Eh? Tentu saja di Ruang Kerjaku tempat biasanya, di Fallen City. Kenapa dengan itu?"
"Aku akan ke Heaven."
'Apa?'
Orang di balik telepon menjadi kaget, sangat kaget.
Ke Heaven apa?
Apakah dirinya tidak salah dengar?
Untuk apa Tuan Lucifer kesana?
Hey?
Untuk apa?
Namun telepon sudah ditutup oleh Lucifer.
Dan Teleponnya tidak bisa lagi di hubungi.
Ini tentu saja membuat Azazel panik.
Apakah insiden Malaikat mengamuk tempo hari mempengaruhi suasana hati Tuan Lucifer?
Jangan bilang dia sangat marah karena kejadian itu lalu....
Berniat Berperang?
####
Bersambung
__ADS_1