
Saat ini Lucifer dan Itsuki ini berhasil memasuki gerbang utama di Ibu Kota Heaven.
Lucifer menatap tempat itu yang sepertinya hampir tidak ada perubahan setelah ribuan tahun berlalu.
Masih memiliki gaya klasik yang sama, hanya saja perbedaannya ada sebuah patung besar di dekat Aula, itu adalah patung dengan wajah yang familiar.
'Sang Juru Selamat, Archangel Mikaela,'
Dibawah nama yang tertulis, terdapat sebuah cerita bagaimana Sang Archangel legendaris itu mengalahkannya Raja Iblis dan menghentikan Perang Besar.
Melihat bagaimana cerita itu di buat-buat, dan bagaimana tangan di patung itu memegang sebuah pedang yang terlihat seperti 'Twilight Star,' Lucifer benar-benar ingin tertawa.
"Pfffff.... Mereka sungguh lucu,"
Melihat Kakaknya itu tertawa, Itsuki lalu bertanya,
"Apa yang lucu, Kak?"
"Kamu lihat patung ini?" Kata Lucifer sambil berbisik pada adiknya itu.
"Ya?"
"Semua cerita yang ada di keterangan patung ini adalah sebuah kebohongan. Hah aku juga tidak mengerti. Aoupakah sampai sebegitunya mereka takut padaku sampai-sampai mengarang cerita yang begitu lucu..... Pedang Legendaris Twilight Star hancur dalam perang katanya? Hah, itu masih utuh tanpa goresan,"
Setelah memasuki gerbang utama, memang akan ada sebuah Aula Besar disana, didepan Aula ada sebuah patung besar itu.
Awalnya, Lucifer hanya berniat lewat sana dan mengabaikan hal-hal ini, ingin segera mencapai tujuannya, namun melihat patung yang sungguh menarik itu, membuat Lucifer berubah pikiran.
Lalu dia berniat melihat-lihat kedalam, namun sebelum Lucifer masuk dia bertemu dengan seorang Angel muda, yang terlihat sedang mengamati patung itu dengan kagum.
Angel muda itu juga melihat bahwa Lucifer dan Itsuki melihat patung itu, lalu menyapa mereka,
"Apakah kalian Penggemar Tuan Archangel Mikaela? Dia sangat keren dan hebat, bukan? Sekarang dia bahkan menjadi Para Pemimpin Archangel,"
Lucifer menatap Angel muda itu lalu bertanya dengan penasaran,
"Dia? Jadi Pemimpi Para Arcangel?"
Angel muda itu lalu menatap Lucifer dengan heran.
"Kamu masa tidak tahu?"
"Maaf, aku adalah Angel Baru yang berasal dari pelosok, belum mendapatkan pelatihan dengan baik, baru kesini untuk menuju tempat pelatihan,"
"Kebetulan sekali, aku juga seorang Angel baru, dan baru saja datang dari pinggiran ibu kota, untuk pelatihan,"
"Begitu? Jadi kamu juga belum tahu banyak soal tempat ini?"
Angel Muda itu terlihat bangga, lalu menjawab,
"Tentu saja tidak. Walaupun aku belum melakukan Pelatihan, namun aku sering bermain ke Ibu Kota ketika masih muda, jadi aku tahu banyak soal tampat ini, mari aku tujukan hal-hal bagus di dalam,"
Lucifer tidak akan pernah mengira jika omong kosongnya soal pelatihan Angel Baru itu benar-benar ada.
Ternyata sistem disini bahkan tidak berubah sama sekali.
Dirinya mungkin bisa memanfaatkan Angel muda dihadapannya ini.
Tentu saja untuk masuk ke Aula ada pemeriksaan Identitas, dirinya sendiri untuk masuk ke gerbang utama perlu melewati jalan pintas rahasia yang hanya dirinya yang tahu, karena akan sangat merepotkan untuk melakukan pemeriksaan.
Apa sebaiknya tidak perlu masuk saja?
Lucifer dan Itsuki saling menatap seolah paham pikiran masing-masing, soal batal masuk Aula itu, namun segera pikiran mereka tidak ada artinya,
"Ayo masuk, mereka sudah menguning kita masuk,"
"Tidak perlu pemeriksaan?"
"Itu hanya prosedur manual yang terlalu merepotkan, lihat para penjaga gerbang sedang bersantai-santai sekarang? Toh aku sudah menunjukan kartu Identitasku, jadi tidak terlalu perlu melihat semua Kartu Identitas karena begitu merepotkan,"
Lucifer lalu menepuk pundak Angel muda itu dengan begitu bersemangat,
"Kamu sangat bisa diandalkan,"
Melihat dirinya di puji, Angel muda itu begitu senang.
"Tentu saja! Mari masuk dan aku tujukan hal-hal mengagumkan didalam,"
"Baiklah. Owh iya, kita belum berkenalan, siapa namamu?" Tanya Lucifer.
__ADS_1
"Ah benar juga kita belum berkembang, perkenalkan Aku Ethan, lalu kalian?"
"Ini Itsuki sahabatku, dan aku....."
Lucifer berpikir sebentar, dan ingin mengetes sesuatu, lalu menyebutkan nama aslinya,
"Lucifer,"
"Ah, jadi begitu, Itsuki dan Lucifer ya? Salam kenal,"
"Kamu belum pernah mendengar nama Lucifer sebelumnya?"
"Eh? Memang ada apa dengan nama Lucifer? Aku belum pernah mendengar ini sama sekali,"
"Belum pernah?"
"Ya, ada apa sih memang?"
"Tidak, tidak. Mari segera masuk saja,"
Lucifer sebenarnya cukup terkejut, ternyata tidak hanya sejarah soal dirinya yang di ubah, namun lebih seperti semua data tentang keberadaan yaitu dihilangkan dari catatan seolah-olah dirinya tidak pernah ada.
Hah....
Lucifer tidak tahu harus berekspresi seperti apa ketika mengetahui semua ini.
Mereka lalu mulai memasuki Aula itu.
Di dalam aula ada patung-patung para Arcangel lainnya, juga catatan tentang Prestasi mereka, kecuali Arcangel Mikaela yang sudah di pajang di luar.
Lalu ditengah-tengah ruangan ada sebuah pedang yang cukup familiar.
Lucifer menatap pedang itu dengan pandangan rumit,
"Pedang ini...."
"Apakah kamu menyukainya? Cukup familiar bukan? Ini adalah Replika dari Pedang Twilight Star yang tadi kamu lihat di Patung Tuan Archangel Mikaela,"
"Sebuah Replika? Kenapa mereka membuat sesuatu seperti ini?"
"Karena pedang yang Asli sudah hancur. Apa lagi? Hanya untuk mengenang pedang itu,"
Lucifer sebisa mungkin menahan tawanya.
Misalnya saja, Informasi soal Arcangel Rafael yang mengalahkan ke Empat Jendral milik Raja Iblis.
Dirinya jelas harus memberi tahu ini pada Azazel, lihat bagaimana ekpersinya ketika tahu kalau Prestasinya itu di curi darinya dan lagi dari semua Arcangel, ini diberikan pada musuh bebuyutannya itu.
Setelah cukup melihat-lihat disana, lalu mereka Keluar.
"Kalian... Kalian mau kemana? Tempat pelatihan kan tidak kearah sana,"
"Aku ingin melihat Pohon Kehidupan,"
Angel muda itu menatap Lucifer dengan pandangan heran.
"Tapi sekarang tidak ada orang yang diijinkan memasuki tempat itu."
"Karena itu tempat keramat Para Arcangel di lahirkan jadi tentu saja tidak sembarang orang bisa masuk,"
"Ah? Begitukah? Aku tidak tahu,"
"Jadi mari sebaiknya kita segera ke tempat pelatihan, atau kita akan terlambat, sepertinya sesi pertama sudah akan di mulai,"
Angel muda itu mengandeng Lucifer dengan begitu semangat, mengajaknya ikut terbang, Itsuki menatap Kakaknya sekilas, namun Lucifer hanya memberikan anggukan.
Artinya dia setuju untuk melihat-lihat kesana.
"Kak? Benar akan kesana? Bukankah kita akan mencari Seraphina?"
"Memangnya kamu punya petunjuk dimana dia? Tempat ini luas, bagaimana cara menemukannya? Dia adalah Angel Muda, pasti akan mudah menemukan petunjuk tentang keberadaannya,"
"Aku paham, namun bagaimana dengan kartu Identitas?"
Lucifer lalu mengeluarkan dua buah kartu identitas dari ruang penyimpanan sihirnya.
"Kartu ini..."
"Sebenarnya, aku tidak ingin mengunakan ini, namun sepertinya tidak ada pilihan. Ini adalah Kartu Identitasku sebelumnya ketika masih seorang Angel muda, ingat? Aku sebelumnya adalah Angel, dan yang kamu pegang itu milik Azazel, jadi mulai sekarang namamu Azazel selama disini,"
__ADS_1
"Tapi tadi, Kakak memperkenalku sebagai Itsuki,"
"Sudah, itu mudah."
Lalu Lucifer menepuk pundak Ethan didepannya.
"Ya ada apa?"
Ethan berhenti sebentar seperti orang terhipnotis.
"Sekarang orang yang disampingku bernama Azazel,"
Hanya mengaguk, lalu kembali sadar.
"Ada apa Lucifer?"
"Tidak, tidak hanya temanku ini lelah, pelan-pelan sedikit terbangnya,"
"Azazel, kamu sudah lelah? Sungguh payah,"
"Haha... Begitulah."
Kemudian mereka sampai ke lokasi pelatihan, yaitu sebuah gedung besar.
Tentu saja tidak ada yang curiga ketika Lucifer dan Itsuki terbang, mereka sudah mengunakan sihir tertentu untuk merubah penampilan mereka.
Semua Angel memiliki sayap putih, dan rata-rata memiliki rambut antara pirang, silver atau putih, dan mata mereka sangat khas, yaitu warna Violet, jadi sangat tidak mungkin mereka berdua kesana dengan rambut hitam dan mata merah, yang sangat sesuai dengan ciri-ciri dari Devil.
Lucifer yang menatap pantulan dirinya sendiri ketika melewati kaca yang berada di gedung itu ingin tertawa sendiri.
Penampilan ini benar-benar cukup mirip ketika sebelum dirinya jatuh.
Hanya rambutnya saja sekarang yang lebih pendek, dulu rambutnya cukup panjang, dan sudah lama dirinya memotong rambutnya karena rambut panjang terlalu merepotkan.
Penampilan ini, dulu memiliki julukan sebagai yang paling indah.
Tentu saja, saat ini Lucifer mengenakan tudung, dan menutup sebagian wajahnya dengan rambut hingga wajahnya tidak terlalu terlihat.
Karena akan terlalu merepotkan jika ada yang melihat penampilannya.
Walaupun tidak akan ada yang mengenalinya bahkan jika dirinya menujukan wajah aslinya, tapi tetap saja wajah tampan ini benar-benar bermasalah dan akan menarik perhatian.
Dengan begitu, Lucifer melakukan pemeriksaan Identitas.
Petugas pemeriksaan menatap Lucifer dengan wajah binggung.
"Jadi namamu Lucifer?"
"Benar, sudah tertera di kartu Identitas,"
"Tapi Namamu tidak terdaftar dalam program pelatihan,"
"Tapi Kartu Identitas itu valid kan?"
"Itu benar, Kartu ini tidak bisa dipalsukan...."
"Mungkin lupa belum didata, aku berasal dari tempat terpencil,"
"Owh begitu, Azazel ini juga bersamamu?"
"Ya, kita dari tempat yang sama,"
"Baik, silahkan masuk, tapi tunggu perlihatkan wajahmu dulu untuk di foto,"
Lucifer lalu membuka penutup kepalanya, lalu rambutnya sedikit di naikan.
Sepintas Angel wanita yang memeriksa itu tidak bisa berkata-kata.
Keindahan ini...
Hampir membuat matanya silau.
"Apakah sudah?"
Sampai dia lupa tidak menyalakan tombol kamera.
Dan begitulah, Lucifer masuk dengan aman bersama dengan Itsuki.
Rasanya sedikit Dejavu ketika melihat tempat ini.
__ADS_1
####
Bersambung