
Sesuai dengan rencana setelah mendapatkan kunci yang mereka cari Lucifer mengaji Itsuki kembali ke dunia manusia dari sana mereka mulai mencari tempat yang sesuai untuk mengunakan kunci itu.
Itsuki cukup terkejut ketika mereka sampai di tengah hutan belantara setelah mengunakan lingkaran sihir transportasi.
"Kita mau memberikan Kak?" tanya Itsuki dengan heran.
"Pintu rahasianya ada di sekitar sini," kata Lucifer sambil terus berjalan.
Itsuki mengikutinya dengan patuh, sampai mereka menemukan sebuah gua yang cukup terbengkalai.
"Apa disini Kak tempat nya?"
"Ya kita akhirnya sampai,"kata Lucifer dengan lega, lalu di mengeluarkan sebuah kalung dan pakaikan pada Itsuki.
Itsuki menatap kalung di lehernya dengan heran.
"Ini apa?"
"Ini adalah sebuah kalung pelindung yang harus kamu pakai. Kamu tidak boleh melepaskan kalung itu, ini bisa membantumu untuk menyembunyikan kemampuan Iblis milikmu saat berada disana. Apa kamu mengerti?"
"Baik Kak, aku mengerti,"
"Bagus, sekarang kita akan bersiap-siap kesana,"
Lalu Lucifer mengeluarkan kotak yang berada disaku bajunya.
Disana ada kalung berwarna emas, lalu dari sisi kiri pintu masuk gua, ada sebuah lubang, Lucifer memasukan kunci itu pada lubang itu, kemudian sebuah pintu gerbang misterius muncul dari sana.
Lucifer lalu menatap Itsuki, dan mengandeng tangannya, mulai berjalan masuk kedalam pintu itu yang seperti tertutup kabut.
Hal yang mereka lihat ketika memasuki gerbang itu adalah tempat yang gelap dan penuh dengan kabut tebal, hampir tidak bisa melihat apapun, namun itu hanya sesaat sampai mereka keluar dari sebuah gerbang yang memiliki bentuk yang sama yang mereka masuki.
Hal yang Itsuki lihat setelah keluar dari gerbang adalah langit yang berwarna putih keemasan, pemadangan yang benar-benar membuat Itsuki terasa takjub.
__ADS_1
Underworld memiliki langit semerah darah yang menyeramkan, terlihat sangat suram, langit di Dunia Manusia berwarna biru indah dan damai, dan langit disini yang berwarna kuning keemasan entah kenapa melambangkan keeleganan dan tempat yang sakral.
Sudah diduga dari tempat tinggal pada Angel.
"Apakah indah?" Tanya Lucifer pada Itsuki.
"Ya, ini cukup indah namun entah kenapa membuatku sedikit merinding, seolah ada yang menatap kearahku,"
"Tentu saja ada yang menatap kita, tidak mungkin kita bisa menyusup kesini tanpa 'Dia' tau,"
Itsuki sedikit merasa ngeri karena tahu siapa yang Lucifer maksud.
"Tapi apakah tidak apa-apa?"
"Dia masih hanya suka menonton seperti biasanya, kamu tidak perlu khawatir. Toh kita tidak berniat membuat keributan apapun,"
"Kakak ada benarnya,"
Lalu keduanya memakai jubah putih yang sudah Lucifer siapkan.
Namun karena mereka ada di lereng jadi, dari sini terlihat sebuah pohon yang begitu besar, yang sangat jauh yang sepertinya dikelilingi oleh berbagai macam bangunan.
Itsuki sekali lagi menatap kearah pohon itu dengan takjub.
"Kak Pohon itu..."
"Ya, itu adalah Pohon Kehidupan, dan disana juga lokasi Ibu Kota, tempat pada Angel level atas tinggal."
"Apakah kita akan kesana?"
"Ya, tapi sebelum itu mungkin kita akan melewati beberapa desa kecil,"
"Aku merasa susuan tempat ini cukup familiar,"
__ADS_1
Itsuki dari atas bisa melihat, tempat ini seperti berpusat pada satu daerah tertentu ditengah, dengan pohon besar disana.
"Benar, mirip Advance City bukan? Memang, susunan kota itu awalnya dari sini,"
"Maksud Kakak?"
"Advance City kan memang milik para Fallen Angel, mereka yang membuat kota itu walaupun itu dihuni manusia,"
"Ah ya... Pantas Fallen City itu terlihat seperti itu juga, tapi susunan disana sangat berbeda,"
"Itu karena para Fallen Angel membenci kota ini, mana mungkin mereka mau tinggal ditempat yang mirip dengan yang mereka benci?"
"Lalu bagaimana dengan Andvace City?"
"Mereka tidak tinggal disana, ingat? Itu memang dibuat untuk manusia tinggal,"
"Aku benar-benar tidak mengerti dengan pola pikir ini,"
"Hahaha... Orang yang merancang kota itu memang orang aneh,"
Setelah beberapaerapa percakapan singkat itu, jika berdua segera turun dari pegunungan itu dan menuju daerah pedesaan dekat sana.
Lucifer memikirkan, bahwa tempat ini tidak berubah sejak dirinya pergi.
Masih seperti daerah kuno yang terbelakang, namun memang memancarkan suasana sakral tertentu hanya dengan menginjak tempat ini.
Ini juga menjadi pertama kalinya, dirinya kembali kesini setelah jatuh.
Perasaan yang baru dan asing, namun entah kenapa sedikit mendebarkan.
Tunggu aku Seraphina....
####
__ADS_1
Bersambung