
Hari itu, ketika Seraphina memasuki kelas Sains, suasana disana cukup ramai seperti biasanya.
Seraphina masih memikirkan adegan di lantai bawah barusan, memilikirkan dirinya benar-benar merasa digoda oleh mahluk bernama Touma ini membuat dirinya merasa kesal sekaligus malu.
Akhhhhh....
Touma begitu menyebalkan!!!
Melihat sekeliling kelas, Seraphina mencoba mencari keberadaan Touma.
Namun....
Apa yang Seraphina lihat adalah hal yang mengejutkan.
Saat ini, Seraphina bisa melihat kalau Touma tengah duduk di samping Ketua Kelas!!
Hey!!
Touma!!
Kumohon dari semua tempat kenapa kamu duduk di samping Esper paling berbahaya itu!!
Disana, Seraphina bisa melihat kalau Touma sedang berbicara asik dan bercanda pada teman sebangkunya itu.
Dan dari sudut ini, Seraphina juga bisa melihat, Ketua Kelas mereka atau bisa dipanggil Eric itu, tengah tertawa juga menikmati lelucon yang Touma buat. Juga sesekali Ketua Kelas terlihat membalas ucapan Touma disana.
Kemudian, beberapa siswa ada yang datang, dan mulai bertanya pada Ketua Kelas mengenai entah apa itu, dan dijawab dengan ramah pula.
Melihat perilaku yang tenang ini, tentu tidak akan pernah mengira, dibalik kacamata itu, adalah seorang Esper yang memiliki kemampuan mengerikan!!!
Awalnya, Seraphina juga tidak pernah mengira hal ini.
Belum lagi, disampaignya adalah Touma yang terlihat akrab dengan semua orang.
Lihat, bahkan dengan penampilan yang terlihat cupu dan kaku itu, Touma sudah begitu populer, bagaimana kalau dia mulai melepaskan kacamatanya itu?
Memikirkan Touma di kelilingi oleh banyak gadis membuat Seraphina merasa tidak nyaman.
"Kenapa kamu begong disini saja? Tidak masuk?"
Itu adalah suara Ciel yang menepuk pundak Seraphina, membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.
"Ah? Ciel? Kamu dikelas ini juga?"
"Ya, kebetulan kita masuk kelas yang sama lagi bukan? Aku sengaja mengaturnya," kata Ciel sambil tersenyum, dan mengelus rambut Seraphina.
Seraphina yang cukup biasa diperlakukan seperti ini oleh Ciel, akhirnya memutuskan untuk berhenti mengeluh.
Namun disini, Ciel tiba-tiba merasa tidak nyaman.
Itu karena Ciel merasakan aroma lain dari tubuh Seraphina.
Aroma yang menurut Ciel sangat menggangu.
__ADS_1
Seolah-olah ada sedikit energi jahat yang mencemari kemurnian gadis didepannya ini, membuat Ciel tidak nyaman.
"Hehe, kebetulan aku lupa."
Lalu mereka berdua masuk kedalam kelas. Kebetulan, semua kursi sudah terisi kecuali deretan belakang, namun orang-orang dideretan belakang masing-masing satu orang menguasai dua kursi seolah tidak ingin diganggu.
Dari sana, Seraphina memutuskan untuk mencoba mencari tempat lain.
Matanya tertuju pada belakang kursi Touma dan Ketua Kelas.
Apa dengan semua pengaturan aneh ini?
Kenapa harus hanya kursi dideretan sana yang kosong?
Namun seolah tidak memilih pilihan, Seraphina berniat duduk disana bersama Ciel.
"Sepertinya tidak ada tempat lain selain disana," kata Ciel lagi.
"Ya, tidak ada pilihan lain." Kata Serpihana dengan ekpersi pasrah.
"Kamu merasa tidak nyaman? Apa kita perlu ke deret belakang dan mengusir beberapa orang?"
"Ah.. tidak perlu, lagipula ini hanya tempat duduk, aku tidak mau membuat keributan,
Dan begitulah mereka memutuskan untuk duduk belakang Touma. Seraphina yang melewati deretan kursi Touma dan Ketua Kelas.
"Kamu duduk disini? Yaitu bagus kamu di sini jadi kita bisa mengikuti pelajaran dengan nyaman, jika ada pertanyaan, kamu bisa bertanya padaku, Seraphina," kata Ketua Kelas dengan senyumannya.
Disini, Touma mulai ikut berkomentar,
"Leluconmu menyebalkan!" Kata Seraphina kesal sambil melemparkan Tasnya kearah Touma.
"Jangan marah," kata Touma sambil menangkap tas itu, dan lihat mengembalikan nya pada gadis itu.
Namun, disana Tas itu diambil oleh Ciel.
"Kamu jangan bersikap seperti itu pada, Seraphina. Mari Seraphina kita duduk saja dengan tenang, kotak perlu memikirkan orang itu," kata Ciel sambil menunjuk ke arah Touma.
"Apa kami bilang?" Kata Touma dengan nada marah.
"Sudah kalian jangan bertengkar, sepertinya kelas akan segera dimulai," kata Ketua Kelas mencoba menegahi, kemudian Seraphina dan Ciel duduk dengan tenang.
Sepertinya, gadis bernama Seraphina ini terlibat dalam berbagai orang aneh, termasuk dirinya yang rahasianya sudah diketahui oleh gadis itu.
Juga, siswa baru yang berada disebelah Seraphina itu, yang entah bagaimana memancarkan aura tidak enak.
Dan lagi....
Pemuda bernama Touma disampaignya ini.
Seolah-olah, dirinya merasa ada tekanan yang berat, dan merasa kalau pemuda sampingnya ini tidak bisa diremehkan, memancarkan aura yang unik.
Sepertin seseorang yang cukup kuat.
__ADS_1
Dirinya ini cukup kuat, jadi jarang untuk merasa tertekan dengan keberadaan lain namun, Touma terlihat berbeda, apakah ini hanya perasaannya saja?
Lamunan Eric berhenti ketika guru kelas datang.
Kali ini, guru kelas kembali memperkenalkan seorang siswi baru.
Bukan siswi baru, pi seperti dia memiliki sebuah penyakit yang membuat dia tidak bisa berangkat ke sekolah selama minggu-minggu awal, game baru bisa menghadiri sekolah ini sekarang.
Pengaturan ini terlihat akrab, membuat Touma mulai berkomentar,
"Tidakkah kita disini juga memiliki seseorang yang telat datang ke sekolah karena sebuah penyakit misterius? Apakah kamu sekarang baik-baik, saja Ciel? Aku takut kamu pingsan mendadak, dan itu akan merepotkan kita semua," Kata Touma terang-terangan sambil menatap Ciel.
"Diamlah." Kata Ciel dengan dingin.
"Apakah kamu merasa demam sekarang? Lihat, Seraphina, kamu jangan membawa seseorang yang sakit kesekolah." Ledek Touma lagi, namun Seraphina terlihat tidak merespon lelucon itu.
Hanya ada balasan dingin, yang membuat Ciel merasa senang, dan Touma merasa kesal.
Disini, Seraphina jelas merasa kesal dengan sikap Touma.
Duduk di depannya, membuat lelucon dengan santai, seolah-olah tidak ada apapun diantara mereka berdua.
Seolah-olah kejadian tadi pagi hanyalah sebuah ilusi.
Oleh-oleh ciuman itu hanyalah sebuah permainan anak-anak, yang segera dilupakan dan dianggap angin lalu.
Memikirkan ini membuat, Seraphina kesal dan merasa sakit dihatinya.
Apakah hanya dirinya yang menganggap ini semua penting?
Aku hanya jadinya yang merasa gugup soal ini?
Apakah hanya dirinya yang....
"Siswi baru ini bernama Diana, aku harap kalian berteman dengannya," kata guru didepan membuyarkan lamunan Seraphina.
Seraphina lalu menatap kearah depan.
Itu adalah seorang gadis yang begitu cantik.
Sebuah kelembutan rapuh, yang membuat para siswa disini terhipnotis akan kecantikannya.
Gadis itu tersenyum, lalu berjalan kearah deretan kursi tempat Seraphina duduk.
Ah, benar, masih ada kursi kosong didepan Touma.
Sampai disana, gadis itu lalu mulai menyapa Touma tiba-tiba.
"Salam kenal, semoga kita berteman dengan baik. Mari saling membantu," kata gadis itu dengan lembut.
Touma yang disapa tiba-tiba itu merasa aneh.
Siapa gadis ini?
__ADS_1