
Malam itu, setelah Diana pergi, Seraphina meringkuk diruangan itu.
Dirinya masih tidak percaya akan apa yang dikatakan oleh Diana.
"Tidak... Mana mungkin Touma adalah Iblis, dia pasti mengada-ada."
Disini, Seraphina mencoba meyakinkan dirinya namun memikirkannya lagi, membuat Seraphina merasa pusing.
Bagaimana....
Bagaimana kalau seandainya iya....
Jika Identitas sebenarnya dari Touma adalah Ibis?
Seraphina lalu mengeleng-gelengkan kepalanya, mencoba meyakinkan dirinya kalau tebakannya salah.
Mari pikirkan itu nanti, sekarang yang lebih penting adalah mencari cara bagaimana agar bisa melarikan diri dari sini.
Ya sihir yang dilakukan oleh Diana barusan, Seraphina merasa tubuhnya lemah, seperti manusia biaya, seolah sebagai kekuatan miliknya tersedot.
Ini mirip dengan kejadian tempo hari saat di laboratorium dimana dirinya tiba-tiba pingsan.
Disini, Seraphina lalu ingat sesuatu.
Dia lalu buru-buru merogoh saku bajunya.
Sedikit bersyukur, untunglah masih ada alat itu.
Ini adalah sebuah alat yang memiliki bentuk seperti pulpen, namun sebenarnya ini adalah pisau elektrik.
Seraphina mengambil pulpen itu, lalu memencet beberapa tombol disana, kemudian sebuah pisau transparan muncul.
Ini adalah salah satu perangkat canggih milik Advance City, kebetulan dirinya menemukan barang ini ketika berbelaja tempo hari.
Ya, ini sebenarnya hal-hal yang cukup ilegal untuk dipegang seorang siswa, jangan tanya Baga cara dirinya membeli ini, ini dirinya beli bersama Ciel. Kebetulan Ciel sepertinya tertarik dengan teknologi di kota ini, dia melakukan menyelidikan yang lebih dalam hingga mereka bisa berbelanja di Pasar Gelap.
Banyak barang-barang aneh yang dijual disana, salah satunya adalah pisau elektrik ini.
Tunggu...
Sepertinya pulpen ini memiliki beberapa fungsi panggilan.
Dari arah pulpen itu, setelah ditekan beberapa tombol lagi, pisau transparan menghilang, lalu muncul sebuah layar transparan.
"Sial, ternyata tidak ada sinyal ditempat ini. Sepertinya tempat ini memang sengaja dibuat dengan pangkal sinyal. Sungguh mereposisi dan cukup teliti."
Seraphina tentu saja heran, melihat sepertinya para Werewolf itu bisa menggunakan teknologi dengan cukup baik di Advance City ini.
Itu membuktikan bahwa orang-orang ini sepertinya sudah ada cukup lama di kota ini.
ini juga merupakan pengetahuan baru dan dirinya setelah keluar dari gini akal memastikan melaporkan hal ini ke Heaven.
Semua orang di Heaven harus tahu bagaimana para Werewolf ini diam-diam menyembunyikan dirinya di kota tertutup Advance City, itulah alasan kenapa mereka semua tidak ditemukan di penjuru duniamanapun.
Keberadaan mereka tentu saja sama berbahaya nya dengan iblis-iblis jenis lainnya.
Kota Advance City ini....
Selama bertahun-tahun sejak didirikan, selalu lolos dari pengawasan Heaven.
Tidak begitu tahu juga alasannya, namun entah bagaimana sihir tidak bisa menembus tempat ini.
Dari dulu baru kota tidak bisa masuk ke sini dengan menggunakan sihir teleportasi.
Sihir teleportasi hanya bisa digunakan di luar kota ini atau hanya di dalam kota ini, dan tidak bisa menghubungkan antara kota ini dan di luar kota ini.
Untuk memasuki kota ini melakukan banyak prosedur-prosedur yang merepotkan.
Hal yang terbaik dari kota ini kenapa kota ini disebut kota tertutup adalah karena ini adalah kota untuk para Esper.
__ADS_1
Esper sendiri merupakan eksistensi yang menentang sihir.
Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana Esper-Esper ini muncul, kekuatan mereka masih merupakan misteri dan merupakan rahasia terbesar dari Advance City.
Melihat layar transparan itu tidak menunjukkan berfungsi dengan baik, Seraphina lalu memunculkan kembali Pisau Elektrik itu.
Dia lalu buru-buru melepaskan rantai di kaki dan tangannya dengan susah payah.
Dirinya tidak boleh membuang-buang waktu.
Tidak tahu apakah tempat ini ada kamera CCTV atau tidak.
Memperhatikan sekelilingnya, kecuali jendela kecil di ujung ruangan, tidak ada hal yang lainnya.
Seraphina lalu menuju kearah dinding disana.
Dia meraba-raba dinding itu.
"Ini terbuat dari beton, struktur bangunannya cukup kokoh. Disini setidaknya dirinya melihat ada sebuah sihir yang dipasang untuk memastikan ini akan susah untuk dihancurkan dengan sihir."
Seraphina menatap lagi sekelilingnya.
Disana hanya ada sebuah kursi dingin dari kayu.
Lalu terbesit sebuah ide.
Memikirkan setidaknya jendela diatas itu mungkin bisa muat satu orang.
Sayangnya, jendela itu juga tertutup jeruji besi tebal.
Sekali lagi, Seraphina merasa sangat beruntung memiliki pulpen ajaib ini.
Sesuatu buatan Advance City bagi keren!!
Dengan itu, Serapan diam-diam naik, lalu mulai lalu mulai mengunakan sinar laser dari pulpen itu.
Benar-benar bisa memotong besi yang begitu keras dengan hal ini, seperti memotong sebuah kertas!!
Dirinya juga jadi teringat tentang cara manual pengunaan benda ini.
Sepertinya leser ini merupakan produk tiruan dari salah satu kemampuan Esper level 5.
Seraphina lalu mulai berhenti memikirkan hal-hal itu, dan kembali fokus untuk memotong besi itu.
Dengan susah payah dia berhasil keluar, namun sayangnya ketika melihat keluar, yang dirinya lihat adalah lantai yang sangat tinggi.
"Sungguh? Ada hal-hal seperti ini?"
Dengan sudah payah, Seraphina berusaha mengunakan sihirnya yang tersisa untuk mengembalikan bentuk sayapnya.
Menggunakan sihir berlebihan dan memaksa ini membuat darah keluar dari mulut dan hidung Seraphina.
Ukhhh....
Ini menyakitkan....
Dengan itu, Seraphina terbang menembus langit malam.....
Hingga, dia kehabisan tenaga dan terjatuh dari ketinggian, namun tidak terlalu tinggi.
Namun untungnya, itu sudah cukup jauh dari tempat dirinya disekap.
####
Disisi lainnya, terlihat seorang Pemuda tertentu sedang berjalan-jalan ditengah malam.
"Malam bulan Purnama? Pantas saya aku merasakan bawa-bawa tidak nyaman. Ini adalah saat-saat anjing-anjing busuk itu berkeliaran."
Dirinya kebetulan keluar dari Asrama sekolah karena akan pulang ke rumahnya bertemu dengan Ayahnya.
__ADS_1
Ini adalah soal membahas bagaimana pamannya membuat berapa keributan di Sekolah miliknya.
Dirinya harus melaporkan ini pada ayahnya bagaimana orang itu membuat masalah.
Berkeliaran di malam seperti ini benar-benar menyebalkan.
Namun tiba-tiba, Pemuda itu mencium aroma yang begitu harum.
Ini adalah aroma yang familiar, aroma dari darah yang begitu manis.
Allen jelas mengenali milik siapa darah ini.
Menggunakan insting nya dia mulai mengikuti dari mana arah darah ini berasal.
Dia mulai berjalan menyusuri jalanan kosong menuju sebuah taman.
Jarak semakin dekat dan berada di sedikit didekat hutan kota.
Tempat ini....
Dirinya mengenal tempat ini, ini adalah kawasan yang cukup dekat biasanya anjing-anjing sialan itu berkumpul.
Melihat dalam kegelapan, dirinya melihat seorang gadis tertentu yang cukup familiar terbaring pingsan ditahan.
"Seraphina?"
Disini, dengan cemas Allen lalu mendekati kearah gadis itu.
Dirinya melihat gadis itu memiliki beberapa luka di sekujur tubuhnya, lagi beberapa daerah yang keluar dari hidung dan mulutnya.
"Apa yang sebetulnya terjadi? Hey?"
Namun bagaimanapun Allen memanggil nama gadis itu, Seraphina tidak kunjung terbangun dari pingsan nya.
Disini, Allen berniat mengendong Seraphina untuk dibawa pulang.
Namun siapa yang tahu, tiba-tiba ketika dirinya ingin mengedeonh Seraphina, ada sebuah suara mengagu.
"Serahkan gadis itu!"
Itu adalah sosok Serigala Putih dengan dua kawanan Serigala lainnya.
"Heh... Kalian Para Anjing-anjing sialan berkumpul? Membuatku merasa begitu muak dengan aroma menjijikkan kalian! Dan apa urusannya gadis ini dengan kalian?"
"Itu bukan urusanmu! Jika kamu mau selamat, sebaiknya lepaskan gadis itu dan serahkan pada kami,"
Disini, mendengar kata-kata angkuh itu, membuat Allen lalu tertawa.
"Hahaha.... Anjing-anjing sialan!! Kalian pikir kalian siapa Heh...."
Mata Allen bersinar merah, mulai menunjukkan sosok aslinya.
Kukunya memajang, dan menatap kearah Serigala-serigala itu dengan garang, menunjukan gigi-gigi taringnya.
"Ah, rupanya kamu golongan kelelawar busuk itu," kata Sang Serigala Putih dengan arogan.
"Tutup mulutmu!!"
Allen, mulai mengeluarkan Sihirnya.
Dia melukai tangannya hingga darah keluar, lalu....
""
Darah-darah yang keluar itu membentuk pisau-pisau tajam yang menyerang ke rombongan Serigala.
Dan pertarunganpun dimulai, ditengah malam yang sepi ini.
Vampire vs Werewolf
__ADS_1
####
Bersambung