My Beloved Devil

My Beloved Devil
Episode 62: Asal Usul Seraphina


__ADS_3

Ketika Seraphina membuka matanya, dirinya sudah berada di sebuah kamar yang familiar.


Ini bukanlah sebuah kamar di apartemen miliknya, di Advance City, namun merupakan sebuah kamar di Hevaen, kamar tempat dirinya di besarkan.


Hal pertama yang Seraphina lihat ketika bangun adalah wajah yang familiar.


Ini adalah wajah Ayahnya, Mikaela Sang Archangel.


"Kamu sudah sadar Putriku?"


"Ayah? Kenapa aku disini?"


"Ayah yang menyuruh Ciel agar cepat membawamu pulang ke sini.


Dia sudah bercerita tentang apa yang terjadi tumpang bagaimana kekuatanmu mengamuk,"


"Tapi Ayah... Sebenarnya aku masih belum ingin pulang..."


"Aku tahu kamu pasti masih ingin di sana dan melihat-lihat lagi dunia manusia bukan? Namun ada beberapa hal yang perlu aku katakan padamu ini menyangkut soal kekuatan yang disegel di dalam tubuhmu, alasan kenapa kamu bisa lepas kendali,"


Seraphina lalu memikirkannya, sebenarnya dirinya juga cukup penasaran, kenapa dirinya bisa memiliki kekuatan sebesar itu?


"Jadi sebenarnya apa kekuatan ini?"


"Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskan ini padamu. Sama seperti Ciel, kamu tahu jika kamu adalah salah satu buah berasal dari pohon kehidupan,"


"Ya, aku tahu soal fakta ini."


"Berbeda dengan Ciel yang terlahir sempurna ketika keluar dari pohon kehidupan, kamu terlahir tidak sempurna,"


"Maksud Ayah?"


"Pohon Kehidupan yang melahirkan Angel selalu menjadi sesuatu yang misterius, terkadang akan ada buah-buah yang tumbuh di sana, dari buah-buahan itulah , jika diberikan sihir tertentu, akan bisa berubah menjadi Angel, namun bisa juga terkadang tumbuh dengan sendirinya,"


"Ciel terlahir dari Buah Pohon Kehidupan yang diberikan sihir oleh Archangel Rafael dan Isterinya selama bertahun-tahun...."


"Lalu.... Aku? Bagaimana denganku?"


"Aku sendiri ini, juga terlahir dari Pohon Kehidupan, namun tanpa bantuan sihir siapapun terlahir dengan sendirinya, namun kamu adalah keberadaan yang berbeda,"


"Maksud Ayah?"


"Di Pohon Kehidupan, ada sebuah buah yang tidak pernah tumbuh. Buah itu selalu berada disana, tidak peduli berapa banyak sihir yang diberikan, buah itu akan tetap menjadi buah kecil yang tidak pernah tumbuh selama ribuan tahun. Buah Keabadian..."


Seraphina mendegarkan cerita itu dengan penuh rasa ingin tahu, ingin tahu apa hubungannya itu dengan dirinya.

__ADS_1


"Itulah nama yang kami berikan pada Buah itu, sudah lama sejak buah itu tidak diperhatikan disana, tidak pernah diberikan sihir karena biasanya hanya buah-buah yang besar yang diberi sihir. Namun suatu hari, Buah itu tiba-tiba tumbuh menjadi lebih besar, namun tidak terjadi apa-apa. Setelah melakukan beberapa riset, aku mulai memberikan sihir ku pada Buah itu, kemudian mulai ada reaksi... Dan kemudian kamu terlahir dari Buah itu. Namun, itu tidak sempurna, karena sebelum-sebelumnya ada orang lain yang memberikan sihir yang begitu besar pada Buah itu ketika masih kecil, itu membuat kamu terlahir tidak stabil. Hanya aku yang bisa menstabilkannya dan menyegel sihirmu, karena aku juga memberimu sihir dulu ketika masih buah,"


Serpihan tunggu saja sangat kaget dengan hal-hal itu.


Dirinya juga masih tidak begitu mengerti tentang pola pohon kehidupan.


Tidak akan pernah mengira jika dirinya adalah buah kecil yang berada di pohon kehidupan begitu lama.


Kemudian ingatan tempo hari mulai muncul...


Ingatan dalam Kegelapan abadi...


Sekarang semuanya mulai masuk akal kenapa dirinya mendapatkan ingatan itu....


Itu adalah ingatan nya ketika masih menjadi buah....


Lalu...


Cahaya yang dilihatnya dalam kegelapan hari itu....


Apa itu?


Apakah seseorang yang memberinya sihir sebelumnya?


Mikaela terdiam tidak bisa menjawabnya, karena ini terlalu aneh.


Itu adalah Sihir milik Lucifer mantan saudaranya dulu.


Dirinya tahu, kalau Lucifer sangat menyukai buah kecil itu entah Bagaimana, jadi dia selalu mengujugi buah kecil itu diwaktu luangnya.


Dan memberikan sihir pada buah kecil itu, walaupun itu terlihat tidak berguna.


Karena iseng, dirinya juga kebetulan melihat buah kecil itu beberapa tahun lalu namun terkejut melihat buah itu tiba-tiba tumbuh.


Karena rasa penasarannya, apakan Buah itu akan bisa lahir atau tidak, dirinya mengamati buah itu.


Namun beberapa tahun, tidak terjadi apapun, dirinya lalu mencoba memberikan beberapa sihirnya dan bereaksi.


Buah yang sudah menerima sihir biasanya akan bisa tumbuh dan terbangun menjadi Angel.


Namun sihir yang dibutuhkan untuk membuat suatu buah menjadi terbangun sangat banyak, makanya itu biasanya membuatkan sihir dua orang Angel.


Arcangel sendiri sudah sangat kuat, seharunya sihir satu Arcagel cukup untuk membangunkannya.


Namun setelah beberapa kali mencoba, dirinya gagal membangunkan buah Misterius itu.

__ADS_1


Itu menyedot kekuatan sihirnya cukup banyak.


Padahal dirinya seorang Archangel yang sangat kuat.


Untuk itu dirinya meminta bantuan Istrinya, yang juga Seorang Arcangel untuk memberikan buah itu sihir juga, namun siapa yang tahu kalau itu terjadi reaksi penolakan.


Dirinya baru ingat, kalau Buah dari Pohon Kehidupan hanya bisa menerima maksimal sihir dari Dua orang.


Sebelumnya sudah ada Seseorang yang memberikan sihir pada buah itu...


Membuat Mikaela penasaran, apakah hanya dengan sihir Lucifer buah itu bisa bangun?


Namun dirinya tidak menyerah, juga karena penasaran dengan isinya ketiak Terbangun nanti, dirinya memberikan sihir dengan teratur selama beberapa tahun.


Dan itu cukup lama sampai Buah itu akhirnya terbangun, dan menjadi Seraphina kecil, namun sayangnya sihir Seraphina saat terbangun sangat tidak stabil dan harus disegel, karena hanya dirinya yang cocok dengan sihir Serphina hanya dirinya yang bisa menyegel sihri itu.


Namun ini sangat aneh, dirinya denger segel itu sepertinya sudah rusak, dan Seraphina mengamuk.


Namun kenapa dia bisa kembali pulih?


Kenapa sihir Seraphina kembali di segel?


"Ayah? Siapa yang memberikan ku sihir selain kamu?"


"Dia sudah tidak ada."


"Maksud Ayah?"


Lalu, Mikaela berbisik pada Seraphina.


"Ini adalah sebuah rahasia,"


"Ayah, tolong katakan padaku! Aku berhak tahu soal diriku!"


Seraphina tentu saja penasaran dengan sosok sihir cahaya misterius dalam ingatannya itu, sosok yang sangat ingin dirinya temui.


"Maaf, Seraphina aku tidak bisa mengatakannya, nama dia sudah tidak boleh lagi disebutkan di Hevaen,"


"Maksud Ayah apa?"


"Sudahlah, kamu sebaiknya Istirahat saja,"


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2