My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 47: Panggilan Darurat


__ADS_3

Malam itu, dihalaman belakang Sekolah X, terjadi pertarungan yang cukup mengerikan.


Api hitam menyerang kearah Iblis didepannya, namun tidak ada yang menpan.


"Hahaha.... Apakah ini keponakan kecilku? Sungguh, kamu begitu mirip Ayahmu, dalam bagaimana dia tidak berguna waktu muda,"


"Diam kamu, Brengsek!!" Kata Itsuki dengan emosi.


Demitri lalu mulai merapalkan beberapa mantra serangan.


Dia mulai mengunakan salah satu jurus khas milik Vampir, yaitu Blood Domination untuk menyerang kearah Itsuki.


Dilihat pertarungan itu cukup berat sebelah, Itsuki jelas terpukul mundur oleh serangan itu.


Belum lagi, anak buah Demitri mulai muncul, dan berusaha menangkap Eric yang berada di samping Itsuki.


"Apakah kamu masih bisa bergerak? Kamu bisa mencari kesempatan untuk kabur," kata Itsuki dengan santai.


Eric menatap wajah bertopeng didepannya ini dengan kaget dan heran.


Dengan kekuatan Esper nya, dirinya selalu menjadi begitu hebat dan tidak terkalahkan juga ditakuti oleh banyak orang, ini adalah pertama kalinya dirinya dilindungi oleh seseorang seperti ini, ini membuat perasaan Eric menjadi cukup rumit.


Dan lagi, Identitas mahluk didepannya ini, adalah sesuatu yang Eric tidak pahami.


"Kenapa kamu menolongku?"


"Aku tidak bermaksud menolongmu, hanya saja sesuatu disana itu adalah musuhku," kata Itsuki lagi.


Eric mengaguk paham.


Dua orang itu dikepung dari berbagai posisi.


Dengan begitu banyak lawan, Itsuki mulai mengeluarkan Sihir Arena miliknya.


Ini adalah sebuah ide yang dirinya dapatkah setelah melawan Violet Strom.


Dari atas langit, banyak meteor berwarna hitam muncul


Mengerahkan begitu banyak sihir miliknya, Itsuki menyerang musuh-musuh disekitarnya.


Badai api hitam yang begitu mencolok muncul, juga sebuah ledakan kekacauan.


Dan tentu saja itu menarik perhatian beberapa orang di Asrama Sekolah.


Mereka menatap keheranan pada hal-hal di halaman belakang sekolah.


Namun sayang sekali, begitu ledakan itu berakhir, Itsuki saat ini sedang di cekik oleh Demitri, dia berkata dengan arogannya,


"Hah benar-benar tidak berguna,"


Disisi lainnya, Eric sudah ditangkap oleh Pria berjas Laboratorium itu.


"Kerja bagus, Aderas." Kata Demitri dengan bangga.


"Ya, dengan ini rencana kita akan segera terlaksana."


"Ah, aku memiliki beberapa ide yang lebih bagus, kamu bilang untuk meningkatkan Kekuatan Esper ini akan membutuhkan begitu banyak sihir bukan?"


"Itu benar."


"Tiba-tiba saja aku memiliki sebuah ide yang bagus," kata Demitri dengan licik, setelah mengikat Itsuki yang pingsan itu.


Dia mulai menatap beberapa siswa yang keluar berhamburan dari Asrama.


Melihat, jiwa-jiwa yang sangat lezat seperti ini berkumpul tidak bisa dibiarkan begitu saja bukan?


Karena sudah terjadi kekacauan seperti ini, sebaiknya dirinya memanfaatkan ini untuk keuntungannya sendiri.


Mari lakukan Ritual Pensucian untuk mengabil jiwa-jiwa ini dan merubahnya menjadi Kekuatan Sihir untuk Percobaan Esper level 7 ini.


Sangat sempurna sekali.


Demitri lalu tertawa senang, dan memerintahkan anak buahnya untuk segera mengumpulkan siswa-siswi itu.


####


Disisi lainnya, Ciel yang awalnya sedang mengagur, tiba-tiba mendengar sebuah keributan.


"Ini..."


Dirinya tiba-tiba merasakan kekuatan Sihir Kegelapan yang sangat kuat.


Ciel lalu buru-buru untuk keluar dari Asramanya, bersama beberapa siswa lainnya yang penasaran dengan keributan diluar sana.

__ADS_1


Ketika Ciel sampai diluar, pemandangan yang dilihatnya ada pemandangan yang menyakitkan mata.


Dihalaman belakang Sekolah, ada sekerumun siswa yang pingsan, dan lagi masih ada beberapa Iblis yang menangkap siswa yang mengumpulkan mereka ditengah halaman itu.


Disana dipasang sebuah lingkungan sihir yang terlihat berbahaya.


Dirinya bisa melihat ditengah-tengah lingkaran sihir itu, ada seorang siswa yang cukup dirinya kenali.


Itu...


Itu bukankah Eric?


Ketua Kelas dikelas Seraphina?


Dan lagi, ada sebuah kejutan lainnya, disampaignya ada seorang Iblis yang cukup familiar.


Iblis itu....


Bukankah itu Iblis yang membuat kekacauan tempo hari?


Iblis bertopeng itu?


Namun kenapa dia terikat dan pingsan disana?


Ciel begitu kaget, lalu dia segera memakai topengnya berubah menjadi mode malaikat, lalu perlahan terbang mendekat, lalu mencoba menyusup kedalam sana.


Semakin, Ciel mendekat dia mulai bisa melihat ada beberapa orang yang sepertinya dalang dari semua ini, tengah berdiri dengan angkuh sambil memerintahkan anak buahnya.


Ciel ingat Iblis ini, ini adalah Vampire yang membuat Kekacauan tempo hari.


Jadi, Vampir ini dan Iblis bertopeng tidak berhubungan?


Terlihat mereka memiliki beberapa masalah.


Dan terlihat seperti musuh.


Jangan bilang dirinya salah paham?


Ketika Ciel sibuk berpikir dan mengamati, tatapan matanya sekali lagi tertuju pada Iblis bertopeng itu.


Iblis bertopeng itu, sepertinya mulai membuka matanya.


Tatapan Itsuki bertemu dengan tatapan Ciel.


Memang, saat ini Itsuki tidak memiliki banyak pilihan.


Seandainya saja dirinya bisa, dirinya ingin segera menghubungi Kakaknya, Touma.


Kenapa disaat-saat seperti ini, Kakaknya Touma malah tidak ada disekolah?


Sial.


Itsuki masih menatap malaikat itu.


Dirinya lalu membuat sebuah keputusan.


Dia mulai membuat isyarat untuk dibebaskan dari sana pada Ciel.


Awalnya Ciel jelas ragu, namun melihat banyak Iblis lainnya dipihak musuh dia tidak punya pilihan.


Ciel mulai mengeluarkan panah cahaya miliknya.


Dan membuat beberapa bidikan.


Dirinya memiliki keakuratan yang cukup bagus.


Sepertinya lingkungan sihir itu mencegah Iblis didalamnya mengunakan sihirnya?


Kalau hanya sebentar, sepertinya dirinya bisa menonaktifkan lingkaran sihir itu.


Apakah ini akan cukup?


Namun disaat terdesak seperti ini, Ciel tidak banyak berpikir.


CRASSS


Panah sihir cahaya yang begitu terang, mengenai lingkaran sihir yang menghancurkan, itu membuat semua Vampir disana begitu kaget.


Itu hanya beberapa menit, namun itu cukup untuk membuat Itsuki berhasil lolos dan keluar dari lingkaran sihir itu.


Namun sekali lagi, sihir miliknya sudah hampir habis berkat pertarungan sebelumya.


Dengan sisa-sisa sihirnya, Itsuki mencoba menghubungi Touma dengan komunikasi darurat.

__ADS_1


Ini adalah sihir otomatis yang akan terkirim ke Touma jika dirinya memberikan sinyal bahaya.


Ciel sendiri, berkat paham cahayanya yang mencolok, dia dikejar oleh beberapa Iblis.


Dia juga segera menghubungi Seraphina untuk sebuah bantuan.


Mengunakan sinyal khusus tanda bahaya.


Semakin banyak bantuan lebih baik.


####


Disebuah Apartemen tertentu, terlihat di sofa ruang tamu, seorang pemuda tertentu sedang tiduran di pangkuan seorang gadis.


Seraphina terlihat sedang menyuapi buah pada pemuda dipangkunya itu.


"Touma, kenapa kamu jadi begitu manja?"


"Aku ingin sedikit dimanja oleh Kekasihku, memangnya tidak boleh?"


Melihat sikap manja Touma itu, membuat Seraphina gemas, lalu dia mulai mencubit pipi Touma.


"Heh, itu sakit." Kata Touma menyingkirkan tangan Seraphina lalu bangun dari posisinya.


"Habis, kamu terlihat sangat lucu Ah~"


"Bagian yang mana dariku yang lucu, Ah~"


"Touma, kamu sungguh Tampan tidak ada duanya," kata Seraphina sambil memegang wajah Touma.


Jarak mereka begitu dekat, mereka saling bertatapan saling memahami keinginan satu sama lainnya.


Perlahan jarak antara wajah mereka semakin dekat.


Touma mencium lembut bibir Seraphina.


Ciuman itu berlanjut dengan lebih agresif.


Seraphina merasakan kalau entah bagaimana kekuatan sihir cahaya miliknya meningkatkan ketika dirinya berciuman dengan Touma.


Seolah-olah, dari ciuman ini sebuah energi hangat memasuki tubuhnya.


Sangat hangat....


Sangat nyaman....


Seraphina seolah terbuai menikmati godaan duniawi ini.


Lucifer sendiri tidak begitu memikirkan ketika sepertinya beberapa sihir cahayanya tertarik keluar, dan hanya menikmati ciuman ini.


Mereka berciuman beberapa kali, namun entah kenapa masih terasa kurang.


Tubuh mereka terasa panas, dan terasa mabuk, entah bagaimana.


Itu mungkin karena efek pertukaran sihir mereka barusan, atau memang terbawa suasana.


Tatapan mereka jelas menunjukkan suatu keinginan.


Dengan lembut, Touma mulai bertanya,


"Apakah kamu ingin lebih?"


Seraphina merasa masih sedikit linglung dan gugup, terutama tubuhnya cukup panas berkat ledakan Kekuatan Sihirnya yang tiba-tiba penuh dan meluap-luap itu.


Rasa candu membuat Seraphina merasa ingin lebih.


Lebih banyak....


Lebih nyaman....


Sangat menyenangkan....


Seraphina mengagguk ringan.


"Hmm, ingin..."


Ketika mata mereka penuh keinginan, ingin melakukannya hal-hal lebih, tiba-tiba beberapa sinyal darurat datang diterima Lucifer.


Sinyal darurat juga datang ke arah Seraphina tidak lama setelah itu.


Keduanya lalu kembali sadar, dan secara respon menjauh.


'Sialan, sebenarnya ada apa dengan Itsuki? Kenapa dia mengirimkan sinyal bahaya? Padahal lagi asyik-asyiknya dengan Seraphina, Ah... Mengaggu orang saja,'

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2