My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 6: Pangeran Sekolah


__ADS_3

Hari terus berganti, dan masa-masa minggu awal sekolah segera berlalu, dan memasuki minggu kedua.


Di minggu kedua ini, siswa-siswi kelas satu, sudah mulai memasuki masa sesi belajar mereka.


Mereka mulai perlahan-lahan terbiasa dengan suasana sekolah baru mereka, mereka beradaptasi dengan cepat dan sudah mulai membentuk kelompok-kelompok tertentu.


Namun sepertinya di sini ada beberapa siswi tertentu yang belum bisa beradaptasi, dan belum bisa menemukan teman.


Alasan utamanya adalah karena gadis itu tidak tahu topik topik yang sering dibicarakan oleh para remaja tertentu.


Saat ini ditengah jam istirahat, Seraphina masih ada di bangkunya, hanya bisa menatap beberapa siswa dan siswi lainnya berhamburan untuk pergi ke kantin bersama kelompok masing-masing.


Ini sudah satu minggu namun dirinya belum memiliki teman.


Sungguh sangat susah untuk memiliki seorang teman.


Apalagi di tengah moving class seperti ini, dimana kadang tiap kelas memiki beberapa siswa berbeda-beda.


Dan begitulah akhir Seraphina menuju kearah kantin sendirian.


Dia berjalan menuju lift dengan santai, hal ini dia sudah belajar menggunakan lift, sudah bisa pergi ke lantai manapun yang dirinya inginkan.


Gedung ini cukup besar dan jumlah lantai pun banyak, Seraphina film terbiasa dan hafal lantai lantai di sini.


Dia masih berpikir kira-kira kantin di lantai berapa ya?


Apalagi sepertinya di sekolah ini setiap tingkat Kelas memiliki kantin yang berbeda-beda, dirinya jadi binggung sendiri.


Saat memasuki lift ada juga beberapa siswa di sana, namun sayang sekali gadis itu tidak kenal seorangpun yang ada di sana.


Jadi gadis itu hanya mengikuti siswa-siswa di depannya ini mau menuju kemana karena sepertinya mereka juga akan menuju ke kantin, lagipula ini jam istirahat pula.

__ADS_1


Namun sialnya lagi-lagi gadis itu berhenti diruangan yang salah.


Orang-orang yang diikutinya ternyata adalah salah satu Senior, Seraphina baru menyadarinya ketika dirinya sampai ke Kantin milik Kelas dua.


Tapi ya sudahlah, lagipula dirinya tidak memiliki kenalan.


Mau kantin dimanapun yang penting ada makanan.


Itulah awalnya yang gadis itu pikirkan.


Namun gadis itu tidak jauh bahwa, ada aturan tidak langsung yang menegaskan jika siswa kelas junior tidak diijinkan memakai kantin kelas senior, namun senior diijinkan mengunakan kantin kelas yang lebih muda.


Masih seperti kebanyakan sekolah Esper, kasta jelas diperlihatkan, dimana yang kuat mendapatkan segalanya bahkan di Sekolah Menengah X tempat para Esper kelas rendah.


Tanpa memperhatikan sekitarnya, Seraphina langsung menuju ke mesin penjual otomatis, memasukkan koin dan memilih beberapa minuman, juga berapa roti yang ada di musim penjual otomatis.


Gadis itu sedikit terkejut karena menu yang berada di tempat ini terlihat lebih mewah dari yang ada di kantin biasanya dia pergi.


Namun sebenarnya kantin ini berbeda dari kantin-kantin yang lainnya.


Itulah kenapa kantin ini cukup sepi.


Ini adalah Kantin milik siswa kelas Elite yang bisanya merupakan anak orang-orang penting, atau orang-orang berpengaruh di sekolah seperti berandalan Sekolah yang terkuat disekolah, atau lainnya.


Hanya Elite, dari Elite Sekolah ini yang diizinkan untuk menggunakan kantin ini.


Hanya dengan memasuki tempat ini itu artinya sama saja, sebuah deklarasi perang.


Beberapa siswa terkadang akan sengaja pergi ketempat ini untuk mencari masalah dan pertengkaran.


Di daerah pintu masuk kantin, ada segerombolan siswa disana.

__ADS_1


Mereka menetap kearah Seraphina dengan tatapan heran.


"Bukankah itu siswa baru? Berani sekali dia ada disini," kata pemuda berambut cokelat itu kepada temannya.


"Mungkin hanya siswa yang tidak terlalu tahu peraturan." Kata siswa berambut merah itu dengan nada dingin.


"Ini seperti seekor domba yang masuk kesarang Serigala..."


"Diamlah, dan segeralah pesan makanannya. Kita tidak memiliki cukup waktu untuk ini."


"Kamu tidak seru, Allen."


"Tuan Allen, aku akan memesankan makanan untukmu, kamu bisa menunggu di sini saja," kata seorang gadis dalam rombongan itu.


Memang ada beberapa gadis yang mengikuti beberapa siswa laki-laki disana.


Ini adalah kelompok paling populer di Sekolah, yaitu milik Sang Pangeran Sekolah.


Disini Seraphina masih tidak menyadari kalau gadis itu tengah mendatangi sebuah masalah.


Itu karena dia yang tidak melihat jalan, malah menabrak Ketua Kelompok itu, dan menumpahkan minumannya pada baju Pemuda itu.


Seraphina kaget pada rombongan yang tiba-tiba berada didekatnya itu, hingga dia berbuat ceroboh.


Sepintas tatapan mata violetnya bertemu dengan tatapan mata berwarna merah itu.


Ini mata merah yang sama dengan pemuda tertentu, namun memiliki aura yang benar-benar berbeda.


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2