
Disalah satu lorong sepi, terlihat seorang gadis tertentu tengah dicegat oleh beberapa orang.
"Itu... Itu... Ada apa? Apakah ada yang bisa aku bantu?"
"Ah~ Aku hanya ingin memberimu peringatan, jangan dekat-dekat dengan Touma,"
"Eh? Kenapa? Kenapa dengan Touma? Memang apa hubungannya dengan kalian?"
"Jangan banyak bertanya!!" Kata salah satu siswi itu terlihat emosi.
Dan ini membuat Seraphina semakin binggung.
"A.. Apa? Apa maksud kalian?"
Disini, gadis didepan Seraphina menampar pipi Seraphina secara tiba-tiba.
"Pokoknya kamu tidak boleh dekat-dekat dengan dia!!"
"Kalian tidak jelas!" Kata Seraphina binggung, lalu hendak pergi dari sana namun tangannya di cegah, dicengkeram dengan erat oleh salah satu orang disana.
Disini, beberapa orang lalu menuangkan sebotol air kotor kerambut Seraphina, membuat Seraphina jadi basah kuyup, belum lagi itu mengenai luka ditangannya.
"Ka.... Kalian.... Kenapa kalian seperti ini?"
Dengan wajah garang, salah satu siswa disini, lalu menjambak rambut Seraphina.
"Bukankah aku bilang kalau kamu harus menjauhi Touma? Touma adalah milik Nona Muda kami,"
"Si... Siapa yang milik siapa... Touma.. dia bukan milik siapa-siapa..."
Mendengar ucapannya dibantah, orang yang menjambak Seraphina, semakin menjambaknya.
"Kamu!! Kamu gadis tidak tau diri!! Beri dia pelajaran agar dia tahu tempatnya!!"
Disana, lalu sebuah botol berisi lumpur dituangkan rambut Seraphina.
Disini, bukannya Seraphina tidak mau melawan, namun dirinya tidak bisa menyakiti manusia, jadi dirinya benar-benar tidak tahu harus bersikap bagaimana.
Dan lagi....
Kenapa dengan orang-orang ini?
Kenapa mereka meminta dirinya untuk menjauhi Touma?
Dan siapa Nona Muda yang mereka maksud?
Seraphina benar-benar tidak mengerti.
Ketika Seraphina sibuk berpikir, tiba-tiba seseorang datang kesana.
Ini adalah wajah yang familiar.
"Hey, kalian!! Apa yang kalian lakukan?"
Mendengar suara dingin yang terlihat marah itu, membuat kumpulan gadis muda itu kaget.
Ini adalah salah satu Anggota OSIS, juga merupakan Pangeran Sekolah mereka....
Ketahuan melakukan hal-hal seperti ini bisa menjadi hal yang cukup serius dan bisa sampai ke ruang komite disiplin.
"Awas kamu ya!!" Kata salah satu rombongan itu, lalu mereka segera pergi dan melarikan diri dari sana.
Seraphina lalu menatap pemuda didepannya dengan gugup.
Ini adalah Allen, Kakak Kelas yang Sombong tempo hari. Juga seseorang yang cukup gila untuk tiba-tiba menciumnya tempo hari.
Seraphina hanya menatap pemuda itu dengan ekpersi binggung dan kaget.
"Bukankah kamu seharusnya mengucapkan Terimakasih atau sesuatu?"
__ADS_1
Mendengar nada dingin itu dan mengigat perlakuan kurang ajar Kakak kelas ini sebelumnya, membuat Seraphina merasa tidak nyaman.
"Tidak perlu berterimakasih, lagipula aku juga bisa mengatasi ini sendiri,"
Mendengar ucapan ketus dari gadis itu membuat Allen, mengerutkan dahinya karena kesal.
"Membereskan sendiri bagaimana? Lihat penampilmu itu...."
Seraphina lalu meraba tubuhnya, dan benar saja selain air, ada juga lumpur diwajahnya, belum lagi rambutnya sangat berantakan, belum lagi perban ditangannya terbuka.
"Aku akan membereskan ini sendiri," kata Seraphina lagi, dia hendak ke Kamar Mandi, namun tangannya di cegat oleh Allen.
"Lepaskan!"
"Aku hanya ingin berbuat baik, kenapa kamu begitu sombong?"
"Untuk seseorang yang melakukan pelecehan padaku, apakah aku harus bersikap sopan?"
Allen memikirkan kejadian diruanh musik ketika dirinya mencium gadis itu.
Tunggu dulu....
Kenapa gadis itu masih ingat?
Bukankah seharusnya gadis itu tidak ingat?
Dirinya sudah memastikan untuk menghapus ingatan gadis itu dengan beberapa sihir sederhana, kenapa gadis itu masih ingat?
Ini jadi membuat dirinya sadar, alasan kenapa gadis itu terlihat menanamkan kebencian setiap kali melihat dirinya.
Disini, Allen merasa binggung...
Binggung bagaimana gadis itu bisa ingat kejadian itu....
Malam itu, dirinya sempat lepas kendali.
Mungkin itu karena aroma darah gadis itu terlalu manis...
"Aku minta maaf, itu tidak sengaja..."
"Mencium orang tiba-tiba, itu tidak sengaja?"
"Itu karena kamu yang mengagu latihanku, aku hanya ingin iseng pada awalnya...."
"Iseng kamu bilang?"
"Ayolah, ini hanya sebuah ciuman.... Kamu tidak terlalu perlu memikirkan itu."
"Kamu!! Kamu sungguh kurang ajar!! Mencium orang tiba-tiba seperti itu!!!"
Disini, Seraphina yang awalnya kesal itu, lalu mengigat sesuatu.
Ah....
Bukankah dirinya juga bersikap kurang ajar juga pada Touma saat itu?
Mencium dia yang sedang tertidur di Laboratorium hari itu!!
Sial, memikirkan kalau ternyata kelakuannya tidak jauh berbeda dengan Kakak Kelas mereka didepannya ini...
"Ayo, aku akan meminjamkanmu baju ganti, kamu perlu bukan?"
Pada akhirnya, Seraphina menerima tawaran itu, karena terlalu memalukan berkeliling seperti ini.
Disana, Seraphina mengikuti Allen menuju lokernya yang kebetulan tidak jauh dari sana, dia lalu mengambilkan sebuah baju olahraga pada Seraphina, dan menuruh gadis itu berganti di Kamar Mandi dekat sana.
"Aku rasa aku perlu mandi," kata Seraphina.
"Ya, itu benar-benar buruk," kata Allen sambil menatap gadis itu yang penampilannya penuh lumpur.
__ADS_1
"Ini benar-benar menyedihkan." Kata Seraphina meratapi nasibnya.
"Lagipula kamu membuat masalah dengan siapa sampai-sampai ada seseorang yang menargetkanmu?"
"Ya, mana aku tahu siapa. Orang-orang tidak jelas itu."
"Kamu pasti membuat masalah dengan mereka."
"Tidak!! Aku tidak pernah!!"
"Cih, lupakan. Segeralah Mandi, atau kamu akan masuk angin."
"Aku tidak mudah sakit."
"Terserah-terserah..."
Namun sebelum Seraphina memasuki kamar mandi disekitar sana, dia sempat bertanya,
"Apakah Kakak Senior tidak memiliki Kekuatan Esper? Kekuatan seperti angin atau sesuatu yang bisa langsung membuatku kering?"
Allen tertawa mendengar pertanyaan gadis itu, tentu saja dirinya punya sihir semacam itu, namun dirinya tentu saja tidak ingin memakainya.
"Kamu pikir ini Sekolah Elite Y?"
"Ah, ya benar juga. Aku hanya belakangan bertemu Esper-Esper level atas yang cukup gila, yang bisa mengendalikan Apapun disekitarnya, bahkan angin,"
"Siswa Sekolah Elite Y?"
"Ya, mereka sungguh keren dan hebat bukan? Kekuatan mereka benar-benar sesuatu, ketika melihat 'Violet Strom' Api itu terlihat ganas namun sangat indah... Bagaimana manusia bisa menciptakan sesuatu seperti itu?"
"Kamu benar-benar menyukai Kekuatan Esper?"
"Itu benar, walaupun terlihat mengerikan namun aku melihat itu bergitu keren!!"
Disini, lalu Allen memiliki sebuah ide.
Jadi dia mengunakan sedikit kekuatan sihirnya, dan memberikan beberapa angin untuk mengeringkan baju Seraphina yang basah, itu membuat Seraphina keget.
"Apakah seperti ini?"
"Kamu bisa mengunakan Kekuatan Esper?"
"Hanya sedikit...."
"Ah... Benar, aku dengar memang walaupun hanya beberapa level rendah, disini ada beberapa Esper, jadi Kakak salah satunya?"
"Mungkin itu benar."
"Wow, Kakak cukup keren!"
Mendengar pujian tiba-tiba itu, membuat Allen merasakan perasaan berdebar tiba-tiba. Dia lalu berusaha menenangkan dirinya.
"Sudah-sudah segeralah Mandi, aku bisa mengeringkan nya namun lihat aroma dari baju ini benar-benar sesuatu, apa yang mereka siramkan padamu?" Kata Allen sambil menutup hidungnya.
Seraphina, lalu segera masuk kekamar mandi, mendengar perkataan menyebalkan Allen.
Tidak lama, Seraphina lalu keluar dari kamar mandi, setelah menyelesaikan mandinya.
Rambutnya basah sekarang, dan dia merasa sedikit tidak nyaman memakai seragam olahraga yang lebih besar dari tubuhnya.
Allen menatap Seraphina yang masih agak basah itu, dan mengenakan baju olahraga miliknya.
'Cantik....'
Allen terteguh sesaat menatap pemandangan itu, dia merasa Seraphina terlihat begitu cantik dan manis entah bagaimana.....
Ini seolah membuat jantungnya sedikit berdebar.
####
__ADS_1
Bersambung