
Malam itu, Seraphina masih sedikit linglung ketika melihat seorang pemuda didepannya.
Ini adalah wajah yang familiar, yang biasanya akan mengenakan kacamatanya.
Tapi....
Tapi kenapa dia disini?
"Ketua Kelas?" Kata Seraphina dengan nada tidak percaya.
"Sttttt.... Kamu harus merahasiakan ini, mengerti?" Kata pemuda itu sambil memberikan tanda diam dengan jarinya dibibir Seraphina.
"Ka... Kamu Esper level 6.... Kenapa...."
"Aku akan menjelaskannya nanti, sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum....."
Namun sebelum pemuda itu dapat melanjutkan kalimatnya, dari arah langit terlihat seorang gadis dengan kedelapan sayapnya itu menatap berbahaya pada dua orang di tanah.
"ERIC!!! Jadi selama ini kamu bersembunyi disini, Hah? Kesini kamu lawan aku!!"
Disini, Seraphina hanya bisa menatap heran pada pemadangan didepannya, dia bisa melihat pemuda itu yang berdiri, lalu mulai menjawab pertanyaan gadis yang berada dilangit.
"Aoi! Mari hentikan semua ini, aku sungguh tidak ingin bertarung denganmu..."
"Siapa yang peduli kamu mau atau tidak!! Lawan aku!!"
Namun sebelum Seraphina sadar, dia sudah bisa melihat pemuda didepannya saat ini ada di langit, dia berada tepat didepan gadis yang berada dilangit, lebih tepatnya, dia terlihat mencekik gadis itu sekarang.
Seraphina tidak bisa bertanya-tanya...
Kapan pemuda itu kesana...
Dirinya benar-benar tidak sadar akan gerakan ini....
Apakah ini salah satu kemampuan legendaris milik Penguasa Ruang dan Waktu?
Yaitu menghentikan waktu....
Dari sini, Seraphina tidak bisa melihat apa yang mereka bicarakan, namun yang bisa dia lihat adalah sebuah pedang tiba-tiba muncul dari tangan pemuda itu, lalu pedang itu tanpa ampun menembus perut gadis itu.
Itu terlihat sebagai pemandangan yang kejam.
Namun, disana, Seraphina masih bisa melihat sebuah tawa gila dari gadis yang ditusuk pedang itu.
"Ahahahaha.... Bagus Eric!! Ini adalah hal yang bagus... Kamu akhirnya mau melawanku!!!"
Walaupun gadis itu benar-benar tertusuk pedagang, yang benar-benar tertembus dalam tubuhnya, namun anehnya, tidak ada darah yang keluar.
DUARRR
Tiba-tiba tubuh itu meledak bersama pedang yang pemuda itu tancapkan.
Seraphina bisa melihat dari jauh, 'tubuh' gadis itu hancur berkeping-keping.
Pemuda didepannya itu menjauh disaat yang tepat, lalu mulai bicara dengan cukup keras, entah pada apa.....
"Aoi, berhentilah membuat masalah, kemana tubuh aslimu?" Kata pemuda bernama Eric itu dengan tenang.
Disana, dengan mata kepalanya sendiri, Seraphina bisa melihat, potongan-potongan tubuh yang hancur itu kembali berkumpul, dan secara perlahan membentuk kembali tubuh seorang gadis, dengan delapan sayapnya.
Sebuah tawa kembali muncul,
"Aku tidak butuh sebuah tubuh lemah. Yang aku inginkan adalah sebuah tubuh abadi seperti ini...."
"Aoi... Kamu....."
Terlihat raut wajah yang rumit dari Eric menatap gadis didepannya ini.
Menjadi level 6....
Membuat gadis didepannya ini tidak lagi benar-benar bisa disebut manusia.
Kemampuan 'Dream Maker' benar-benar terlalu mengerikan.
Disana, lalu ada beberapa lingkaran hitam muncul.
Dari berbagai arah menuju kearah gadis itu.
"Hah... Jadi kamu ingin menjebakku dalam Dimensi ciptaanmu, Hah!"
Dan begitulah sekali lagi, Eric menyerat gadis itu kedalam pelukan dalam sekejap mata, dan mereka berdua tertelan sebuah lubang hitam, menghilang dari langit, seolah-olah dua orang itu tidak pernah ada disana.
__ADS_1
Menyisakan kehampaan....
Di bawah, Seraphina yang menyaksikan ini dari awal sampai akhir, tidak mengerti apa yang dua orang itu bicara atau lakukan.
Yang jelas....
Dua orang ini benar-benar sudah terlihat seperti eksistensi yang bisa disebut monster.
Pembuat Mimpi dan Penguasa Ruang dan Waktu....
####
Disisi lainnya, terlihat Lucifer saat ini duduk diatap gedung, melihat sebagaian adegan barusan.
Disampaignya, ada sesosok makhluk disampaignya, dia terlihat seperti seorang pemuda berambut silver.
"Sepertinya aku terlambat,"
"Kemana mereka pergi, Azazel?"
"Ruang Dimensi lain?"
"Kamu bisa tidak tahu?"
"Para level 6 ini, sulit untuk mengendalikan mereka. Yang satu bisa menerobos Ruang dan Waktu sesukanya dan membuat Ruang Dimensi miliknya sendiri.... Dan yang satunya, bisa membuat apapun yang dia suka, termasuk membantu semacam ruang Dimensi yang tidak tersentuh Ruang dan Waktu normal, dan lagi gadis ini memiliki beberapa masalah sejak dia level 6."
Dari sana, lalu Azazel terlihat memperlihatkan sebuah hologram, itu adalah sebuah ruangan dengan sebuah peti mati, yang didalamnya terlihat sebuah tabung kaca seperti cytal. Dalam Crytal ini, ada sosok seorang gadis yang memiliki wajah lembut dan tenang tengah tertidur lelap, seolah seperti seorang Putri Tidur yang menunggu Pangerannya untuk membangunkannya.
"Itu...."
Melihat hologram disana, tidak bisa membuat Lucifer bertanya-tanya.
"Ini adalah Tubuh Asli milik 'Dream Maker', Percobaan membuat dia menjadi level 6 membuat kerusakan besar pada tubuhnya, membuat dia masuk kedalam 'Mimpi Abadi'. Semua bagian tubuh ini tidak bisa bergerak dan tidak bisa lagi diperbaiki, tubuh yang lemah dan rusak, kami berpikir awalnya kalau 'Dream Maker' benar-benar tidak akan pernah kembali, siapa yang tahu, dia kembali dengan 'Tubuh Baru'nya, yang terbuat dari kemampuannya sendiri. Tubuh abadi yang tidak bisa rusak, namun ini bukan benar-benar tubuh manusia, tapi sejak dia menjadi level 6, dia menjadi sedikit aneh."
"Kamu membuat sesuatu yang cukup menarik, Azazel."
"Ini tergantung potensi mereka sendiri."
"Dan kenapa 'Dream Maker' menyerang 'Lold Space and Time'?"
"Bukankah aku sudah bilang kalau mereka memiliki hubungan yang unik? 'Lold Space and Time' berniat membangunkan 'Dream Maker' dari 'Mimpi Abadinya', dia merasa gadis itu tidak seperti gadis yang dulu dia kenal, sesuatu seperti itu. Jadi belakangan, kami memulai proyek membuat dia menjadi level 7, yang bisa menembus Ruang dan Waktu, hingga dia bisa kembali ke Masa Lalu, hari dimana 'Dream Maker' belum menjadi level 6."
Lucifer mulai membuat kesimpulan,
"Namun, Proyek level 7 ini dibatalkan karena terlalu berbahaya. Awalnya aku mengira ini menarik, bisa kembali ke Masa Lalu dan mengubahnya, seperti Bagaimana kalau kita kembali ke 'Hari itu' sebelum kita kalah dalam Perang? Ah~"
"Azazel... Kamu...."
"Tapi ini terlalu berbahaya, sangat bahaya bisa kembali ke Masa Lalu."
"Itu benar."
"Tapi sepertinya Proyek ini bocor ke telinga 'Dream Maker'. Seseorang yang masih ingin melanjutkan Proyek berbahaya ini."
"Seorang Penghianat?"
"Ya, jadi aku membutuhkan bantuan mu..."
Sebelum Azazel melanjutkan berbicara, Lucifer sudah memotongnya.
"Aku menolak,"
"Aku bahkan belum bicara,"
"Aku menolak itu saja."
"Ah, baiklah."
Dengan itu Azazel pergi menghilang dengan sihir teleportasinya.
####
Hari-hari sekali lagi berlalu, setelah kejadian malam itu, tidak ada yang terjadi lagi karena Para Esper level 6 itu tiba-tiba menghilang.
Hari ini, setelah Ferstival berakhir, semua orang kembali menjalani hari-hari normal setelah libur sehari kemarin.
Seperti biasanya, Seraphina datang ke sekolah saat jam pagi.
Terlihat sebuah lingkaran hitam dibawah matanya.
Pasalnya, pikirannya sangat kacau sekarang.
__ADS_1
Dari kemarin bahkan tadi malam dirinya tidak bisa tidur.
Pasalnya ini semua karena dirinya binggung, bagaimana harus berhadapan dengan Touma sekarang.
Rasanya, ciuman malam itu masih terasa dibibirnya.
Ciuman dari bibir yang lembut, sedikit lembab dan halus.
Ciuman yang seolah-olah membuat jantungnya hampir meledak akan keinginan.
Keinginan untuk meminta lebih dan lebih....
Wajah yang begitu tampan dan indah yang memukau....
Ketika gadis itu berjalan linglung sendirian di lorong, dia melihat dalam keramaian, sosok pemuda tertentu yang familiar.
Itu adalah sosok pemuda tertentu yang barusan dirinya pikirkan.
Dia bersama beberapa siswa lainnya terlihat asik mengobrol beberapa hal, asik dengan dunia anak laki-laki, seolah tidak memiliki beban apapun.
Kemudian kerumunan siswi datang dan lewat.
Bahkan diantara kerumunan ini, Seraphina masih bisa melihat sosok Touma dengan jelas, seolah-olah, matanya hanya tertuju padanya.
Dan tiba-tiba hanya dengan menatapnya, rasanya membuat Seraphina merasa berdebar tidak karuan.
Ini salah....
Dirinya tidak bisa seperti ini.....
Kemudian, Seraphina berbalik arah, menuju kearah berlawanan dari Touma.
Dirinya tidak bisa bertemu dengan Touma dulu, hatinya belum siap.
Namun ketika dia buru-buru berbalik arah, Seraphina tidak sengaja menabrak seseorang.
Ini adalah seseorang tertentu yang juga memakai kacamata cukup tebal namun tidak setebal Touma.
Di balik kacamata ini, terlihat wajah tampan yang memukau yang akan membuat gadis-gadis merasa tergila-gila.
"Ke... Ketua Kelas? Ah tidak.... Maksudku... Esper level....."
Sebelum Seraphina bisa melanjutkan perkataannya, mulutnya sudah di bekap oleh tangan pemuda itu.
Dan begitu Seraphina menyadarinya, sekarang mereka tidak lagi ada di kerumunan.
Melainkan ini disebuah ruangan kosong dan gelap.
Tempat apa ini???
Jelas Seraphina sangat keget!!
Barusan jelas mereka masih ada di keramaian siswa dan sekarang mereka tiba-tiba disini?
"Hhmphhhh,"
Seraphina mencoba berbicara namun, mulutnya masih dibekap oleh pemuda itu.
Tatapan mereka bertemu, dan akhirnya dekapan di mulut Seraphina dilepaskan.
"Ketua Kelas.... Apa yang kamu lakukan?"
Pemuda didepannya hanya menghela nafas samar,
"Aku ingin kamu merahasiakan apa yang kamu lihat malam itu...."
"Ka.... Kamu benar-benar, 'Lord Space and Time', Esper level 6...."
Pemuda itu hanya tersenyum ringan menghadapi tangapan Seraphina.
"Seperti yang kamu lihat,"
Seraphina lalu menatap kesekitar, ini adalah tempat yang tidak diketahui.
Tiba-tiba, Seraphina teringat kejadian malam itu, ketika dua Esper terkuat itu menghilang dalam kegelapan.
Ini.....
Ini......
Tiba-tiba perasaan takut muncul.
__ADS_1
#####
Bersambung