
Ketika Seraphina membuka matanya, dirinya mendengar sebuah suara Piano yang familiar.
Dia mulai terbangun dan menatap sekelilingnya dengan penuh tanya.
Ini adalah sebuah ruangan kamar yang cukup mewah, denah tempat tidur king size yang dirinya pakai sekarang.
Sebuah gorden merah gelap yang menutupi tempat tidur, juga selimut berwarna merah gelap yang terlihat mewah.
Ruangan yang tidak dirinya tahu....
Dimana ini?
Bukankah dirinya barusaja lari dari kejaran pada Werewolf itu?
Jangan bilang dirinya tertangkap lagi?
Sambil berpikir, Seraphina mendengar suara permainan Piano lagi.
Dia mulai bangun dan membuka gorden merah itu, untuk menemukan, disana didekat jendela kamar itu, ada seorang pemuda tertentu sedang memainkan sebuah Piano, diterangi cahaya samar dari bulan diluar sana.
Terlihat sangat indah, dan tentu saja Seraphina mengenali pemuda itu.
Itu adalah Allen Kakak Kelasnya di Sekolah.
Namun bagaimana dirinya bisa ada ditempat yang sepertinya kamar Allen ini?
Ketika Seraphina memandangi Allen, lalu musik berhenti, Allen menatap kearah Seraphina lalu mulai bertanya,
"Kamu sudah bangun?"
Suara magnetis itu sedikit membuat Seraphina tersadar dari lamunannya.
"Emmm, i... Iya... Bagaimana aku bisa disini?"
Dengan tatapan penuh tanya, Allen lalu balik bertanya pada Seraphina.
"Bukankah aku yang seharusnya bertanya? Aku menemukanmu terbaring pingsan di taman, sebenarnya apa yang terjadi?"
Mendengar jawaban dan sekaligus pertanyaan dari Allen itu, membuat Seraphina teringat kejadian itu.
Benar, dirinya berhasil kabur dari sekapan para Werewolf itu mengunakan sisa-sisa dari Sihir nya dengan paksa, berdirinya kehabisan saya tahan sihir, kemungkinan besar ketika terbang kekuatannya habis dan dirinya terjatuh lalu pingsan.
Cukup masuk akal untuk ditemukan oleh kakak kelas ini, sungguh sebuah kebetulan.
Namun sekarang dirinya cukup binggung bagaimana cara menjelaskan ini.
"Aku... Aku sepertinya diculik, aku tidak begitu ingat tentang apa yang terjadi,"
"Benarkah?"
"Hmm, aku hanya lari dari rombongan penculik dan begitulah mungkin aku pingsan karena kelelahan,"
Disini Allen sebenarnya cukup bertanya-tanya, bagaimana bisa gadis didepannya ini diculik oleh Werewolf?
Sebenarnya apakah gadis itu tahu bahwa menculik nya adalah Werewolf?
Kemungkinan besar juga tidak tahu.
Mungkin para Werewolf sialan itu memang sedang mencari mangsa untuk tumbal atau sesuatu, para anjing-anjing busuk itu selalu membuat masalah terutama ketika malam bulan purnama, tidak mengejutkan jika mereka mencari mangsa.
"Kamu sepertinya sering terlibat masalah,"
"A... Aku tidak tahu."
"Setiap aku bertemu denganmu kamu selalu saja terlibat suatu hal sehingga aku harus menolongmu, ah kamu terlalu banyak berhutang budi kepadaku?"
"Terimakasih banyak.... Aku cukup berhutang budi padamu, Senior."
Allen lalu berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan kearah ranjang dimana Seraphina duduk.
"Jadi bagaimana caramu membalas budi padaku, hmm?"
"Itu... Itu....."
Tatapan mereka sekarang bertemu, Allen lalu menatap kearah Seraphina dari atas ke bawah.
__ADS_1
Sebuah pikiran tiba-tiba terbesit.
"Bagaimana kalau kamu bersamaku?" Kata Allen tanpa pikir panjang.
"Bersamamu? Maksudmu?" Tanya Seraphina heran.
Disini, Allen merasa kata-katanya cukup ambigu, dan terlalu aneh untuk keluar dari mulutnya.
Kenapa aku memiliki keinginan untuk bersama dengan gadis di depannya ini?
Gadis didepannya ini seolah memiliki sesuatu hal yang selalu memikatnya.
Penampilanmu juga cukup cantik, Allen tiba-tiba merasa, tidak buruk jika dirinya bersama dengan gadis itu?
Bagaimana jika mencoba berkencan atau sesuatu?
"Ya, bersamaku. Kamu harus berkencan denganku sebagai tanda terima kasih,"
"Eh? Berkencan apa?"
Allen menjitak dahi Seraphina, karena sepertinya gadis didepannya tidak paham.
Akankah seharusnya hati di depannya ini semua untuk memiliki seseorang seperti dirinya yang cukup hebat dan tampan ini menjadi teman kencannya?
Kenapa wajah gadis itu malah terlihat tidak nyaman.
"Ya, aku tidak akan mengulangi kata-kataku."
"Tapi aku sudah memiliki Kekasih, jadi aku tidak bisa bersama dengan Senior. A... Aku minta maaf..." Kata Seraphina dengan gugup.
Mendengar kata-kata Seraphina barusan, entah kenapa Allen menjadi begitu marah dan binggung.
"Kamu sudah punya?"
"A... Aku sudah berkencan dengan seseorang...."
Memikirkannya bahwa dirinya tiba-tiba ditolak, ada perasaan tidak nyaman dan harga dirinya seakan jatuh.
Dirinya tidak menyukai ini, namun...
"Aku hanya membuat lelucon, jadi kamu tidak perlu anggap serius, maksud ku untuk kamu bersamaku adala, agar kamu menjadi pelayan ku selama satu bulan,"
"Hah?"
"Apakah kamu tidak dengar?"
Seraphina bertengkar tidak mengerti dengan pergantian peristiwa yang sangat tiba-tiba ini.
Apa kakak seniornya ini begitu aneh?
Ya tiba-tiba mengajaknya berkencan, tiba-tiba malah menyuruhnya menjadi pelayannya.
Memang kakak sendiri ini sangat menyebalkan.
Namun dirinya berhutang budi pada Kakak Senior ini, gak dirinya tidak ditolong mungkin saja sekarang dirinya kembali di sekap oleh para Werewolf itu.
"Baik, aku... Aku akan melakukannya...."
Disini Allen walaupun masih kesal, dia memiliki beberapa rencana untuk mencoba mendekati gadis itu.
Bahkan walaupun dia katanya punya Kekasih, ada yang tidak mungkin jika dirinya mengiginkannya.
Untuk saat ini mari lakukan pelan-pelan saja.
Masih ada cukup waktu untuk mendekatinya.
"Baiklah, sebaiknya tepati janjimu,"
"Ba... Baik."
####
Ini adalah sebuah gedung dimana Seraphina disekap sebelumnya.
Ditengah-tengah itu, terlihat mayat-mayat Serigala terbaring lalu lantang ditempat itu, bisa dilihat bagaimana mereka mati dengan cara yang paling menyediakan.
__ADS_1
Saat ini, di ujung ruangan, hanya tersisa seorang gadis yang saat ini meringkuk ketakutan.
Lucifer dengan ke 12 sayap Iblisnya, datang mendekati gadis itu, lalu menarik rambutnya dengan kasar.
Dia sudah menelusuri Advance City, dan menemukan beberapa jejak dimana Seraphina diculik, dirinya juga memeriksa kamera-kamera CCTV rahasia yang berada di kota, dan disinilah dirinya menemukan sebuah pertunjukan keberadaan Seraphina.
Bahwa gadis itu sepertinya di sekap oleh rombongan Serigala-serigala ini.
"Kamu.... Katakan dimana Seraphina sekarang!?"
"A.... Aku tidak tahu!!"
"Jangan mengelak!!"
"Kenapa kamu peduli dengan gadis seperti dia? Apakah kamu tidak tahu siapa dia?"
"Itu bukan urusaumu. Dan tentu saja aku tahu siapa dia,"
Mata Diana kaget ketika dia mendengar kata-kata Lucifer barusan.
"Lalu... Lalu kenapa? Kenapa kamu masih bersamanya?"
"Itu bukan urusanmu!! Sekarang katakan apa tujuanmu??"
"Kamu!! Kamu bukankah sangat membenci Mereka? Kenapa kamu bersama dengan gadis itu?"
Disini, Lucifer agak kaget dan tidak mengerti soal apa yang gadis didepannya ini bicarakan.
Identitas apa?
Jelas kalau dirinya tahu, kalau Seraphina hanya seorang gadis manusia biasa, dan dia adalah gadis yang baik, jadi bagaimana dirinya tidak tahu?
"Tutup mulutm!! Hanya katakan dimana dia!!"
Diana menjadi begitu marah, lalu mulai tertawa dengan gila.
"Bagaimana kalau aku bilang, aku sudah membunuhnya?"
"Kamu!!!"
Lucifer begitu marah, saat ini dia lalu menatap tajam kearah gadis itu, dan mencekik lehernya, sampai terangkat.
Dia sedikit tidak bisa mengendalikan kekuatannya karena begitu marah.
Matanya yang semerah darah itu melambangkan kemarahan.
Dirinya tidak menyangka, siswi baru itu adalah seorang Werewolf, salah satu dari sekian musuhnya yang ingin balas dendam padanya...
Juga gadis ini sepertinya juga tahu dari awal siapa Identitas dirinya.
Dan sekarang mereka melibatkan Seraphina, gadis yang tidak bersalah itu dalam hal ini, bahkan sampai menculiknya....
"Akhhhhh....." Teriak Diana kesakitan, dia lalu langsung dibanting ke tanah, dan pingsan.
Hanya luapan emosi yang muncul dari Lucifer.
Ini semua karena dirinya berhubungan dengan gadis itu sampai dia harus terlibat hal-hal seperti ini.
Ketika dirinya tengelam dalam keputusan, sekelompok Serigala lagi-lagi datang dari arah pintu.
Lucifer menatap kearah pintu.
Kali ini sepertinya yang datang adalah seorang Seringala Alfa.
Hah....
Mungkin dirinya akan segera menemukan petunjuk.
Dirinya yakin kalau, Seraphina tidak mungkin mati.
Hanya....
Namun perasaan cemas tidak bisa hilang dari hatinya.
#####
__ADS_1
Bersambung