
Malam itu, hati Seraphina kacau, bersama dengan kecupan ringan yang diberikan Lucifer padanya.
Mereka lalu bertatapan dalam diam, tidak tahu harus berbuat apa.
Keduanya terlalu terbawa suasana, hingga sekarang ketika ciuman itu terlepas, ada perasaan canggung ketika mereka saling menatap.
Disini, Seraphina merasa hatinya berdebar-debar....
Seolah-olah perasaan campur aduk bergejolak dihatinya.
Gambaran dua orang sekarang menjadi satu, yaitu sosok Touma di depannya ini.
Menatap pemuda tampan didepannya ini, membuat dirinya tidak bisa menahan rasa yang dimilikinya.
Ini adalah perasaan yang Seraphina tidak mengerti.
Dirinya ingin....
Ingin ciuman yang lebih banyak dari orang didepannya ini....
Perasaan ketika dirinya sangat bahagia bersama dengan orang ini....
Tatapan yang tidak bisa membuatnya berpaling....
Tapi disini, Seraphina merasa kalau keinginannya salah....
Dirinya adalah Angel....
Dan tidak boleh memiliki perasaan pada manusia.....
Ini tidak boleh....
"Seraphina....."
Disini, Seraphina memalingkan wajahnya, mencoba menghilangkan perasaan aneh yang barusan dirinya rasakan.
Ketika mereka masih dalam suasana canggung itu, tiba-tiba terjadi sebuah ledakan besar.
DUARRRR DUARRRRR DUARRR
Ledakan itu terjadi setelah Kembang Api selesai.
Itu ledakan yang cukup keras, membuat orang-orang dihalaman menjadi panik, apalagi ada guncangan sedikit digedung.
Alaram tanda bahaya mulai berbunyi.
"Ada apa ini?" Kata Seraphina panik.
"Aku juga tidak tahu, mungkin ada beberapa hal terjadi dibawah?"
"Ini gawat, aku akan mencoba mengecek kebawah,"
"Kamu tidak boleh, Seraphina. Kamu disini saja, dibawah sepertinya tidak aman."
"Namun bagaimana dengan orang-orang?"
"Aku yang akan mengeceknya,"
"Tidak.... Aku juga akan turun,"
"Seraphina, berhenti bersikap keras kepala, mungkin ada bahaya jika kamu turun!"
"Tapi bagaimana denganmu?"
"Aku juga seorang Esper setidaknya aku bisa melindungi diriku sendiri."
"Kamu apa?"
"Yah, walaupun ini bukan kemampuan yang begitu tinggi."
Seraphina tahu, bahwa setidaknya di SMA X memang ada beberapa Esper level rendah, walaupun ini level rendah, namun Seraphina juga tidak terlalu mengerti seberapa rendah tingkat itu?
Dirinya masih ingat, Esper yang bertarung dengan mengetikan hari itu, Violet Strom yang jatuh dari langit seolah-olah tidak terbatas.
Itu adalah hal yang mengerikan...
__ADS_1
Apakah Esper memang bisa sekuat itu?
Ini juga mengigatkannya pada Insiden yang terjadi di Sekolah Elite Y.
Jangan bilang ada Iblis atau sesuatu....
"Tidak, Touma. Aku juga akan turun. Lagipula dibawah juga banyak orang, aku akan bersama orang-orang lainnya ketempat yang lebih aman, aku juga tidak tahu sendirian disini aman atau tidak,"
"Kamu benar. Kita tidak benar-benar tahu apa yang terjadi,"
Keduanya melupakan perasaan sesaat yang barusan terjadi antara mereka, kecanggungan yang terjadi, karena ada hal yang lebih penting yang harus diurus dulu sekarang.
Keduanya lalu turun ke bawah.
####
Sampai dibawah, terdapat banyak kerumunan orang-orang panik. Seraphina dan Touma yang baru saja datang, mulai bertanya pada salah satu siswa disana.
"Apa yang terjadi?"
Siswa didepannya menjawab dengan gugup,
"Sepertinya ada pertarungan antar Esper disini, aku tidak tahu bagaimana detailnya, lihatlah kearah langit,"
Siswa itu menunjuk kearah tertentu dari sana.
Diatas langit, ada dua orang terbang, wajahnya tidak begitu jelas, salah satunya terlihat mengenakan Seragam Sekolah, sedangkan lawannya terlihat seperti seorang gadis yang mengenakan sebuah gaun malam berwarna putih, memiliki rambut berwarna biru muda, dan terlihat memiliki delapan sayap putih seperti Malaikat, dan mengenakan sebuah topeng berwarna hitam yang menutupi sebagian wajahnya.
Dari jauh ekspresi dua orang itu tidak terlihat.
Disini, baik Lucifer atau Seraphina tentu sangat terkejut melihat salah satu orang yang berada dilangit.
Itu terlihat seperti Malaikat namun tidak memilih Halo dikepalainya.
"Apa yang dilakukan orang-orang itu membuat keributan?" Tanya Lucifer dengan heran.
"Si... Siapa orang-orang ini...."
Siswa yang ada didepannya ini lalu menjawab dengan panik,
Seraphina dan Lucifer saling bertatapan satu sama lainnya.
"A.. Apa yang dilakukan level 6 ditempat seperti ini?" Tanya Seraphina dengan panik.
Dirinya memang tidak begitu tahu soal Esper, namun dirinya yang melaporkan hal-hal tentang Esper pada Ayahnya, sempat menyelidiki para Esper ini, termasuk yang terkuat Para Esper level 6.
Siswa yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya, lalu berkata,
"Siapa yang tahu? Ini adalah Esper level 6, mereka memiliki pikiran yang tidak pernah bisa diduga...."
"Dan lawannya? Aku sepintas bisa melihat kalau mereka terlihat cukup seimbang," tanya Lucifer dengan heran.
"Itu pasti Lord of Space and Time, aku sejujurnya tidak akan pernah mengira bisa melihat dua orang dalam legenda ini bertarung," kata siswa itu terlihat bersemangat tiba-tiba.
Namun, salah satu siswa lainnya datang dan mulai berkomentar,
"Kamu jangan senang dulu, ini adalah pertarungan antar level 6!! Berapa banyak kerusakan yang bisa ditimbulkan? Sebaiknya kita segera menjauh dari sini,"
"Itu masuk akal," kata Seraphina.
Lalu disana beberapa siswa juga mulai berkumpul, mereka terlihat ingin segera pergi dari sini.
"Seraphina, kamu pergi dari sini duluan saja bersama mereka, aku akan mencari adikku Itsuki dulu,"
Sebenarnya Seraphina ingin ikut Lucifer namun, dia tahu kalau pemuda itu pasti akan menolak.
Lagipula dirinya juga ingin menyelidiki soal Esper level 6 ini, akan baik dirinya berpisah dulu dengan Touma.
Dan begitulah ketika mereka berdua berpisah.
####
Disisi lainnya, Lucifer menatap pertarungan itu dari jarak yang cukup bagus, bersama dengan adiknya Itsuki.
Pertarungan itu benar-benar terlihat mengerikan hanya dengan menatapnya saja.
__ADS_1
"Mereka benar-benar manusia?" Tanya Itsuki dengan kaget.
"Ya, mereka masih manusia, Setidaknya seperti itu,"
Disini, Lucifer lalu mengabil ponselnya dan menelepon seseorang.
'Tuan Lucifer ada apa?' suara dari ujung telepon.
"Tidakkah kamu tahu? 'Anak-anak' tersayangmu itu membuat masalah,"
'Yang mana?'
"Yang paling kamu sayangi, para level 6,"
Diujung telepon terlihat Azazel mengela nafasnya,
'Gadis itu pasti kabur lagi dan membuat masalah, aku tidak tahu siapa yang membantu gadis itu kabur. Dia selalu terobsesi dan membuat masalah dengan Eric, Esper level 6 yang lainnya. Aku akan segera mengurusnya, tetap awasi saja itu,'
"Ya, aku hanya benar-benar kagum, seseorang yang dipanggil 'Dream Maker' itu benar-benar sesuatu,"
Ada suara tawa dari ujung telepon.
'Kamu jangan coba jatuh cinta padanya, dia sudah memiliki Kekasih,'
"Hah, jangan membuat lelucon yang buruk. Dan siapa yang berani berkencan dengan gadis level 6 seperti itu?"
'Tidakkah kamu melihatnya? Gadis itu sedang bertarung dengan orang itu. Mereka memiliki 'Hate Love Relationship' yang aneh, ini hanya pertengkaran antar Kekasih, jangan dianggap serius,'
"Itu benar?"
'Tidak, aku hanya bercanda,'
"Leluconmu buruk."
'Namun ada sebagian yang benar,'
"Diamlah,"
Lalu Lucifer mulai menutup teleponnya.
Dari sini dia bisa melihat kalau kedua orang itu baru saja melewati gedung, dan Lucifer tidak bisa melihat lagi pertarungan keduanya dari balik gedung.
####
Saat ini, Seraphina sedang berjalan dibelakang gedung, ingin melihat pertarungan dari sana.
Namun siapa yang tahu, kalau tiba-tiba ketika dirinya berjalan, dia mendengar sebuah benturan hebat dari dekat.
Dan apa yang tidak Seraphina duga adalah, ada seorang pemuda yang terlihat memiliki beberapa luka ditubuhnya, dia terbaring ditahan.
Ini....
Ini seperti pemuda yang bertarung tadi...
Dari dekat, Seraphina bisa menatap wajah pemuda itu.
Ini adalah wajah yang familiar....
Ini.....
Kenapa semua orang yang melepaskan kacamata memiliki rahasia yang mengerikan?
Ada apa dengan semua wajah tampan dibalik kacamata itu?
Tatapan mereka berdua bertemu.
####
Bersambung
####
🤣🤣🤣 Sepertinya semua Char Cowok tampannya sudah muncul semua.
Nantikan kelanjutannya 😉😉
__ADS_1