My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 7: Seseorang yang mengaku Malaikat


__ADS_3

Hari ini cuaca masih panas, cukup panas untuk membuat beberapa orang berkeringat.


Sama seperti suasana di salah satu kantin tertentu.


Disana, terlihat dua orang sedang saling pandang dengan tatapan sengit.


Pasalnya, gadis tertentu menabrak seorang pemuda disana, dan menumpahkan minuman padanya, dia sudah minta maaf namun malah dihina-hina oleh teman-teman pemuda itu dan juga tatapan sinis pemuda itu.


"Aku tidak sengaja, kenapa kamu masih begitu marah?" Tanya Seraphina dengan nada kesal.


Salah satu teman pemuda yang ditabraknya terlihat kesal.


"Hey, anak baru. Apa kamu tidak paham apa yang telah kamu lakukan? Kamu memiliki dua kesalahan pokok disini, tidak. Maksudku tiga kesalahan. Pertama, kamu berada di kantin ini, ini Kantin Khusus siswa senior. Kedua, kamu menabrak Tuan Allen, juga membuatnya marah, tidakkah kamu tahu kalau Tuan Allen adalah anak salah satu Dewan kota ini?" Kata pemuda itu begitu angkuh.


"Aku tidak pernah bermaksud seperti itu... Itulah kenapa aku minta maaf, aku tidak tahu."


"Apakah merunutmu, kata maaf saja akan dimaafkan oleh Tuan Allen?" Kata pemuda itu sombong.


Melihat keributan tidak perlu didepannya, membuat Allen merasa kesal. Dia hanya menepis bajunya yang basah, lalu mulai berkata,


"Apakah kalian bisa diam? Sudahlah, jangan membuang-buang waktu dengan gadis yang tidak jelas ini." Kata Allen lalu melewati gadis itu, bahkan tanpa menoleh kearahnya, hanya tatapan mereka bertemu sesaat.


Melihat Allen membiarkan gadis itu begitu saja, mau tidak mau teman-temannya mengikuti.


Namun salah satu gadis pengikut Allen, malah menyiramkan air minum yang dibawanya pada baju Seraphina.


"Kamu......" Kata Seraphina begitu marah.


"Itu adalah nasipmu pecundang," kata gadis itu dengan angkuhnya.


Seraphina hendak ingin marah, namun dirinya menahan diri, tidak mau membuat masalah lebih buruk.


Dan akhirnya, dia memilih untuk pergi dari tempat itu.


####


Saat ini Seraphina ada di atap, sedang mengeluh tentang hal-hal yang dialaminya, terutama setelah bertemu rombongan siswa menyebalkan dikantin.


Dia kebetulan sudah mengeringkan bajunya dengan Sihirnya.


"AHKKKKK..... DASAR COWOK MENYEBABKAN!!"


Dia mulai teriak-teriak tidak jelas disana, mulai mengeluh tentang banyak hal tidak jelas soal kehidupan sekolah juga mulai dari tidak memiliki teman, hingga sempat dimarahi guru dikelas.


Seraphina yang teriak-teriak itu tidak memperhatikan kalau disana ada orang yang memperhatikannya, tidak memperhitikan sih, lebih tepatnya, teriakan Seraphina membangunkan sosok pemuda tertentu.


Dia tidur tepat di atas bangunan kecil yang berada diatap, disampaig Seraphina yang teriak-teriak.


"Hey, berhenti teriak-teriak. Sungguh berisik." Kata pemuda itu dengan tenang.


Mendengar ada sebuah suara disampaignya, Seraphina kaget, dia hampir saja tergelincir jatuh.


Lagi-lagi, mata Violetnya bertemu dengan tatapan mata merah tertentu yang terlihat malas.


Tepat disampaignya, seorang pemuda tertentu dengan rambut hitam kelam berantakan, juga baju bagian atasnya yang kancingnya terbuka, memperlihatkan beberapa bagian kulit putih dilehernya yang terlihat mengoda.


Tampang mata malas sehabis bangun tidur terlihat diwajah tampannya.


Tatapan mereka bertemu untuk waktu yang cukup lama, sampai Seraphina ingat sesuatu.

__ADS_1


Ini adalah pemuda yang tempo hari diciumnya!!!


Bagaimana ini?


Bagaimana???


Disisi lainnya, Lucifer yang melihat Seraphina hanya menunjukan tampang biasa-biasa saja. Belakang memang mereka akan bertemu dikelas dan terkadang ngobrol ringan.


"K... Kamu!!! Kenapa kamu disini?" Kata Seraphina yang panik, dan wajahnya memerah itu.


Walaupun ada beberapa pemuda tampan di Sekolah ini yang Seraphina temui, termasuk pemuda yang di tabraknya dikantin, namun tetap saja ketampanan pemuda didepannya ini masih tidak dapat ditandingi.


Wajahnya yang bagikan sebuah pahatan dan mahakarya Tuhan yang begitu sempurna dan anggun.


Melihat respon gadis didepannya ini yang terlihat aneh, ini mengigatkannya kalau dirinya saat ini sedang tidak memakai mode penyamaran dan kacamatanya.


Namun kenapa, ekpersi gadis itu ketika bertemu dirinya dikelas dan saat ini terlihat berbeda?


Lihat, dia begitu santai dan rileks saat bertemu dirinya sebagai 'Touma', namun dia begitu pemalu saat bertemu dirinya yang asli seperti ini.


Owh.....


Jangan bilang gadis ini yang bahkan tidak mengenalinya ini jatuh cinta padanya?


Ah....


Itu wajar sih, dirinya ini memang tampan, surga bahkan mengakuinya kalau dirinya ini adalah Malaikat paling indah, Ah....


Eh tapi dirinya sudah bukan Malaikat lagi.


Disini, muncul niatan untuk menggoda gadis itu.


" Aku disini tidur tentu saja. Dan ada apa denganmu disini? Jangan bilang kamu ingin menciumku lagi diam-diam seperti sebelumnya."


"A.... Apa-apa itu..."


Disini, Lucifer lalu turun dari sana lalu berdiri tepat dihadapan gadis itu.


Namun Seraphina malah menjauh dengan mundur.


"Ada apa denganmu, hmm?" Goda Lucifer sambil terus melangkah mendekati Seraphina, namun sekali lagi Seraphina menjaga jarak antara mereka, hingga dia sampai ujung pembatas.


Kali ini posisi Seraphina dihimpit oleh Lucifer yang berada didepannya.


"Be... berhentilah bermain-main!" Kata Seraphina merasa gugup.


Ditatap dengan wajah itu yang begitu dekat, hingga aroma maskulin samar yang memasuki penciumannya, begitu wangi hingga dirinya ingin menghirupnya lebih dekat.


Dan wajah tampan itu yang membuatnya tidak tahan.


"Apa? Bukankah kamu yang bermain-main, Seraphina?"


Mendengar pemuda itu menyebut namanya membuat dirinya kaget.


"Da... Dari mana kamu tahu namaku?"


"Coba tebak?"


"Siapa sebenarnya kamu?"

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku bilang, aku adalah seorang Malaikat? Itulah kenapa aku tahu namamu."


"Jangan bicara omong kosong."


Tentu saja Seraphina tidak akan percaya karena dirinya sendirilah yang seorang Angel, jika memang ada Angel selain dirinya disini tentu saja dirinya pasti sudah diberitahu, lagipula dirinya juga tidak tahu ada Malaikat yang memiliki wajah ini.


Seandainya saja menang ada, pasti gosip soal seberapa tampannya dia akan menyebar keseluruhan Heaven.


"Aku adalah Sang Malaikat Agung Lucifer. Kamu bisa memanggilku, Tuan Archangel," kata Lucifer sambil meraih ujung rambut pirang Seraphina disana.


"Malaikat apa? Mana ada Malaikat sepertimu. Jangan bicara omong kosong."


Disini Lucifer lalu tertawa, tentu saja dahulu kala memang namanya cukup terkenal diantara manusia dan malaikat, namun itu sudah dahulu kala, sekarang mungkin nama itu sudah dilupakan.


Namun lagipula, ini adalah Advance City dan tidak ada orang yang percaya keberadaan seperti Malaikat disini, jadi dirinya bisa membual dan membuat lelucon.


"Ya, bukankah aku cukup tampan? Jika Malaikat itu ada, itu pasti akan setampan dan seindah aku, itulah kenapa kamu menyukaiku bukan?"


"S... Siapa yang menyukaimu?"


"Hmm, coba kupikirkan lagi.... Bukankah kamu yang menciumku?" Kata Lucifer lagi sambil mendekatkan wajahnya pada Seraphina.


"Itu tidak segaja!! Dan siapa yang menyukaimu?"


"Owh benarkah? Jadi kamu tipe yang akan mencium seseorang acak yang belum dikenalnya?"


"Jangan bicara sembarangan!!"


"Apa?? Apakah aku salah, hmm?"


Melihat respon Seraphina yang begitu lucu itu, membuat Lucifer semakin ingin menggodanya.


"Aku... Bukan seperti itu."


Cup


Tiba-tiba disini Lucifer mencium gadis itu tiba-tiba.


Ciuman lembut kurang dari dua detik, entah setan macam apa yang merasukinya barusan, apakah karena penampilan gadis didepannya begitu lucu dan manis?


Plakk


Namun tiba-tiba, Seraphina yang kaget itu secara refleks menampar Lucifer.


Sekali lagi tatapan mereka bertemu, pas dengan pipi Lucifer yang memerah berkat tamparan Seraphina.


Disini, Seraphina yang merasa sangat malu langsung mendorongnya Lucifer lalu lari menjauh.


Benar-benar memalukan!!


Ada ada dengan cowok aneh yah mengaku-ngaku Malaikat itu?


Akhhhh.....


Dan kenapa denganku yang tiba-tiba menamparnya itu....


Akhhhh....


Bagaimana ini.....

__ADS_1


#####


Bersambung


__ADS_2