My Beloved Devil

My Beloved Devil
Episode 59: Antar Cinta dan Benci


__ADS_3

Ketika membuka matanya, hal yang Seraphina lihat adalah wajah Touma yang familiar.


Itu jelas membuat Seraphina terkejut.


Touma mulai melepaskan ciumannya, lalu mulai bertanya,


"Apakah kamu akhirnya sadar, Seraphina?"


Seraphina masih melamun, masih tidak mengerti apa yang terjadi.


Dia lalu menatap Touma didepannya, dengan sayap Iblis yang familiar, dan tanduk iblis yang familiar...


Seraphina mendorong menjauh Touma...


Terbang beberapa meter, kemudian tersadar jika dirinya memiliki sepuluh sayap, namun rasanya sayap-sayapnya sangat menyakitikan.


"Ukhhh....."


"Sihirmu belum stabil, kamu sepertinya tidak bisa mengendalikan kekuatanmu,"


Namun Seraphina terlihat tidak peduli tentang apa yang Touma katakan, fokusnya tertuju kearah lainnya.


Itu adalah arah sayap-sayap iblis milik Touma.


Dua belas sayap yang membuat Seraphina kaget...


"Touma kamu...."


Lucifer akhirnya sadar bagaimana Seraphina melihat dirinya dalam mode Iblis dan bagaimana dia terlihat syok,


"Seperti yang kamu lihat..."


"Kamu... Kamu membohongiku selama ini?"


"Aku juga tidak tahu kalau kamu adalah Angel...."


Seraphina sekarang tidak tahu harus bersikap bagaimana.


Touma adalah orang yang dirinya cintai.


Namun Touma juga adalah Iblis yang dirinya benci....


"Touma kamu.... Kamu adalah Iblis???"


Tanpa menyangga pernyataan Seraphina, Lucifer lalu menjawab,


"Seperti yang kamu lihat,"


Lucifer lalu terbang, memperpendek jarak antara mereka lagi menarik tali pengikat di Seraphina, kearahnya, hingga jarak mereka dekat.


Seraphina masih belum merespon soal hal-hal Lucifer lakukan, dan setelah sadar, Seraphina menjadi panik,


"Touma.... Kamu... Apa yang kamu lakukan...."

__ADS_1


Lucifer mengarahkan tangannya pada bahu kiri Seraphina, sedikit membuka pakaian yang Seraphina pakai.


Disana, ada sebuah simbol seperti sayap malaikat berwarna keemasan yang terlihat mencolok seperti sebuah tato.


"Apakah segel ini di buat oleh Mikaela? Seleranya dalam membuat segel masih sangat buruk seperti biasanya, gambar buatannya selalu begitu aneh,"


Walaupun Lucifer mengatakan itu, dia lalu mulai membaca mantra tertentu.


Dan mengambar simbol baru, dibawah simbol sayap malaikat, ini adalah sebuah inisial berbentuk huruf L.


Kemudian Seraphina merasakan rasa sakit yang begitu dalam...


Sayap-sayapnya perlahan menghilang, lalu Seraphina menjadi lemas, jatuh ke pelukan Lucifer.


"Apa... Apa yang barusan kamu lakukan?"


"Memperbaiki segel ditubuhmu, kali ini aku membuat yang lebih bagus, jika kamu lebih banyak berlatih sihir perlahan-lahan sayap-sayapmu akan bisa muncul, dan tidak akan lepas kendali,"


"A... Apa maksudmu!!"


Seraphina mencoba mendorong Lucifer menjauh, dan terbang dengan kedua sayapnya yang tersisa.


Saat itu, tiba Ciel masuk kedalam penghalang kemudian langsung menghampiri Seraphina yang sudah sadar,


"Seraphina? Kamu akhirnya sadar?"


"Ciel? Sebenarnya ada apa? Dan Touma.... Kenapa dia?"


"Ceritanya panjang... Dan Touma... orang itu adalah Iblis seperti yang kamu lihat, jadi apakah kamu masih ingin tetap bersamanya?"


"Hey, Hey, Ciel jangan datang tiba-tiba dan berlagak sok menjadi pahlawan, siapa yang mengajarimu menjadi tidak sopan begitu? Apakah itu ajaran Rafael yang tidak tahu sopan santun itu?" Kata Lucifer dengan sedikit bercanda, dia hanya asal bicara namun siapa tahu kalau Ciel tiba-tiba menjadi marah.


"Kamu!! Kamu berani menghina Ayahku, Sang Archangel Rafael!! Jangan bicara sembarangan!!!"


Lucifer tercegah oleh fakta itu,


"Kamu? Anak dari Si Rafael Brengsek itu? Astaga? Rafael punya anak? Angel mana yang mau menikah dengan dia? Ini jelas bukan Lility bukan?"


"Kamu!! Kamu!! Jaga bicaramu!!" Kata Ciel lagi dengan marah, namun dia dihentikan oleh Seraphina.


"Sudahlah Ciel.... Ukhhh..."


"Seraphina? Tubuhmu tidak apa-apa?"


Disisi lainnya ketika mereka mengobrol, Itsuki datang kesini Touma, dia juga kaget melihat sosok asli dua Angel disana.


"Kak Touma? Ini?"


"Ah, Itsuki? Kami akhirnya tiba? Sudah selesai semua, tidak perlu terlalu ribut, kamu bisa kembali pulang..."


"Kak, Touma itu? Seraphina?"


"Seperti yang kamu lihat,"

__ADS_1


"Apakah tidak masalah?"


"Dia mungkin butuh waktu untuk berpikir,"


Mereka berempat saling bertatapan,


"Seraphina, jika kamu ingin menemuiku kamu bisa langsung datang ke Apartemenku,"


"Kamu!! Siapa yang bilang Seraphina akan bertemu Iblis sepertimu?"


Lucifer menjadi marah dengan kata-kata Ciel,


"Diam kamu Ciel!!! Ini bukan keputusan mu untuk bicara!! Seraphina, setelah pulih datanglah padaku, akan ada banyak hal mungkin yang ingin kamu katakan, aku juga memiliki beberapa hal untuk aku katakan,"


Seraphina tidak menjawab, hanya menatap dengan pandangan kosong kearah Lucifer.


Tidak tahu harus merespon seperti apa.


Ciel lalu mengajaknya pergi dari sana.


Dan begitulah mereka berpisah.


Ciel menjelaskan bagaimana Seraphina membuat kekacauan ini.


Ketika sampai di apartemennya, Seraphina terduduk lemas.


Masih tidak tahu harus merespon seperti apa terhadap kenyataan bahwa orang yang dirinya cinta adalah Iblis.


"Tidak... Ini benar-benar tidak mungkin.... Touma..."


Seraphina mulai menangis ketika mendengar semua kenyataan ini...


Bahwa cintanya salah...


Dia jatuh cinta pada Iblis yang seharusnya tidak pernah bisa dia cintai...


Padahal dalam hatinya, Touma masih satu-satunya laki-laki yang dirinya cintai....


Bagaimana ini...


Apakah cintanya pada Touma adalah hal yang salah?


Kenapa ini bisa terjadi?


Sungguh sangat membuat frustasi ketika Seraphina memikirkan ini.


Belum lagi soal hal-hal yang terjadi barusan pada dirinya.


Hah...


Apa sebenarnya yang terjadi dirinya masih tidak mengerti....


####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2