
Ciel menatap pemandangan didepannya dengan tidak percaya.
Ciel bisa melihat pertarungan yang begitu sengit antara Iblis level atas, yang mengerikan dilangit.
Ciel tahu kalau Vampire sebelumnya yang dirinya lawan adalah Vampire yang juga merupak Iblis kelas atas, Iblis bangsawan yang memiliki sebelas sayap, ini hampir mendekati level Raja Iblis yang sekarang.
Demitri Al Agustin
Dia adalah salah satu Pangeran Underworld sebelumnya, yang menghilang setelah Perang Besar perebutan Kekuasaan di Underworld.
Dia adalah Putra Raja Ibis Saran, Raja Iblis sebelumnya. Raja Ibis yang membuat kekacauan dan kehancuran yang berhasil dikalahkan oleh Heaven, lebih tepatnya Sang Juru Selamat, Archangel Mikaela.
Itulah yang Ciel dengar nama itu, yang cukup mengerutkan, untuk berpikir Putra Tersayang Raja Iblis sebelumnya akan berada di Advance City ini.
Dan lagi, Ceil juga tidak begitu mengerti dengan apa yang dilihatnya sekarang.
Ketika dirinya sadar, dia melihat seorang sebuah tombak cahaya yang begitu besar muncul dengan banyak lingkaran sihir disekitarnya, menerjang kearah Demitri dengan mengerikan.
Yang melemparkan Tombak itu adalah seorang Iblis bertopeng disana, tertawa dengan ganas.
Tombak itu meleset, dan hanya menggores Sang Pangeran Vampire, namun itu cukup memberikan luka yang menyakitkan yang sepertinya tidak akan sembuh dengan sihir regenerasi.
Ciel benar-benar tidak mengerti, bagaimana seorang Iblis bisa mengunakan sihir cahaya, dirinya belum pernah mendengar ini sebelumnya.
Kali ini, sebuah lingkaran sihir hitam muncul, dan beberapa rantai muncul berhasil mengikat Vampire itu.
Lucifer yang berhasil menangkap Demitri terlihat begitu puas.
"Heh? Ternyata kamu begitu lemah, kamu tidak sekuat Ayahmu."
"DIAM KAMU BRENGSEK!!!"
Disini, Lucifer mulai mengeluarkan sebuah panah berwarna hitam, lalu mulai menusuk bahu kiri iblis itu, panah itu cukup tipis tapi hanya membuat luka yang tidak begitu besar.
"Ahahahaha... Walaupun sudah tertangkap ternyata kamu begitu sombong bukan?"
"Lepaskanlah Aku Brengsek!!"
"Kamu? Minta dilepaskan? Setelah kamu begitu berani melakukan hal-hal itu pada adikku?"
Demitri lalu tertawa seolah-olah mengagap hal yang di katakan Lucifer adalah omong kosong.
"Adik kamu bilang? Sungguh tidak tahu malu!!"
Disini, Lucifer yang kelas lalu mencabut panah hitam itu, kemudian luka dibahu Demitri sedikit pilih dengan regenerasinya, namun sekali lagi panah itu ditancapkan kembali, ke bahunya.
"Ahhh...." Teriak Demitri kesakitan.
"Apakah sakit?" Ucap Lucifer dengan senyum gilanya.
Lalu, beberapa panah hitam lagi muncul, ini berukuran cukup tipis, ini panas mengunakan sihir gelap sederhana sehingga akan sembuh dengan kemampuan regenerasi Iblis tingkat atas, namun ditusuk dengan panah-panah kecil ini masih sangat meyakinkan, apalagi ujung bergerigi ketika panah di cabut, lebih menyakitkan.
Satu panah di tancapkan ke paha, Demiri, satu lagi disisi perutnya, di tangannya yang diborgol.
Darah mulai menetes sedikit demi sedikit.
Lalu, Lucifer mecabut panah-panah itu, menunggu beregenerasi, kemudian menancapkan lagi, membuat Demitri benar-benar kesakitan, dan Lucifer mulai tertawa dengan gila.
__ADS_1
"Ahahahaha.... Kamu tahu? Kematian saja tidak cukup untukmu!"
"Akhhhhh..... Bajingan Brengsek!!!!"
"Mari berteriaklah sesukamu, aku sangat menyukainya,"
Tatapan Lucifer berubah menjadi semakin merah, terdapat tatapan kegilaan tertentu ketika dia menyiksa musuhnya itu.
"LUCIFER!!!"
"Kamu bahkan masih berani menyebut namaku? Aku memikirkannya, bukankah bagus jika kamu memiliki akhir yang sama dengan Ayahmu? Jadi bagaimana cara dia mati? Tidakkah kamu bertanya-tanya?"
"Kamu....."
Disini, Demitri mulai bergetar ketakutan.
Siapa di Dunia Iblis Era yang tidak tahu bagaimana Raja Iblis Satan mati ditangan Pemimpin Archangel Lucifer?
Lucifer memiki sebuah pedang cahaya yang mengerikan, dan mengunakan pedang itu untuk mengakhirinya Raja Iblis sebelumnya.
""
Lucifer memanggil sebuah nama, kemudian, sebuah pedang cahaya yang kemerlap muncul ditangan Lucifer. Pedang itu memiliki ukuran batu permata berbentuk bintang tujuh warna.
Bentuk pedang itu yang begitu bersinar sangat mencolok ditengah kegelapan malam.
Gagang pedang itu memiliki ukuran unik, khas simbol dari Angel.
Pedang ini memiliki nama yang berkebalikan dengan gelar pemiliknya, Sang Bintang Fajar.
Pedang ini juga merupak simbol kekuatannya, berkah yang dimilikinya, yang dibuat dengan batang pohon kehidupan yang paling tua dan berharga di Heaven, yang menyimpan begitu banyak kekuatan sihir cahaya, yang hanya bisa digunakan oleh Lucifer.
Ini adalah Pedang yang mengakhiri Raja Iblis sebelumnya yang terkenal paling kuat dalam sejarah Underworld, yang memiliki tiga belas sayap Iblis.
Lucifer tersenyum menatap wajah takut, Demitri.
"Takut?" Katanya dengan nada menyeramkan.
Disisi lainnya, Ciel yang terluka itu mulai bangun, mencoba bergerak, namun masih sangat susah.
Melihat sebuah pedang dilangit yang di pegang Iblis itu, membuat Ciel bergetar, dirinya tidak tahu apa yang para Iblis itu katakan disana, namun....
Dirinya tahu pedang itu...
Itu mirip pedang legendaris paling kuat, 'Twilight Star' yang konon katanya rusak saat Perang Besar Antaran Iblis dan Malaikat dahulu kala yang digunakan untuk membunuh Raja Iblis, dan lenyap bersamanya.
Replika Pedang itu dipajang di Aula Besar di Heaven, dan selalu dikagumi oleh Para Angel Muda.
Ya, sama seperti dirinya yang juga mendambakan Pedang itu, betapa hebatnya jika meniliki Pedang Legendaris itu, dan bisa menjadi Pahlawan seperti Sang Juru Selamat.
Tapi bagaimana bisa pedang itu ada ditangan Iblis?
Tidak....
Ini tidak mungkin....
Mungkin saja itu hanya Replika yang dibuat-buat oleh Iblis?
__ADS_1
Ciel melamun tidak berdaya ketika melihat pedang itu.
"Ciel? Kamu baik-baik saja?"
Suara seorang gadis menyadarkan nya dari lamunannya.
Ciel berbalik, lalu melihat pemapilan Seraphina yang juga berantakan.
"Seraphina? Kamu terluka?"
"Bukan apa-apa ini hanya luka ringan, dan kamu sendiri...."
Seraphina yang barusan tersadar dari pingsannya langsung bergegas masuk dan malah menemukan Ciel yang terbaring diujung halaman.
"Aku sepertinya terluka cukup parah,"
"Apakah ini perbuatan Iblis bertopeng itu?"
"Maksudmu?"
"Tadi ketika aku perjalanan ke sini aku bertemu di itu di Gerbang," kata Seraphina sambil menunjuk Lucifer yang memegang sebuah pedang dilangit, menatap pemandangan untuk membuat dia cukup heran.
Ciel kaget mendengar perkataan Seraphina, lalu memikirkan nasip Vampir yang disiksa oleh Iblis bertopeng, Ciel merasa cukup kaget.
"Kamu beruntung, lain kali jika bertemu dengan Iblis bertopeng jangan berani memprovokasinya,"
"Maksudmu?"
"Sebenarnya bukan dia yang melakukan ini semua... Kamu lihat Iblis yang dirantai itu? Dia adalah pelakunya," kata Ciel lagi sambil menunjuk kearah langit.
Seraphina lalu mulai kembali menatap adegan dilangit dengan heran.
"Pedang itu...."
Sebagai salah satu Angel muda, tentu saja Seraphina juga mengenali bentuk Pedang itu.
"Twilight Star... Bagaimana bisa...."
"Itu mungkin hanya replika yang dibuat-buat,"
"Masuk akal."
Lalu ketika mereka mengobrol, ada sebuah ledakan di langit.
Sepertinya pedang itu menebas vampir itu hingga vampir itu menghilang dilangit luas.
Dan hanya menyisakan cahaya belahan pedang dilangit malam.
Ciel menatap kagum.
Sabagai replika pedang itu benar-benar sesuatu....
####
Bersambung
####
__ADS_1
Sekarang sudah ada Grup Chat baru, mari silahkan bergabung untuk membaca pengumuman seputar Update Cerita ini dan Cerita2 lainnya, atau sekedar saling sapa dan saling kenal 😆
Nantikan terus kelanjutannya 😉