My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 43: Diselamatkan


__ADS_3

Malam itu, di taman itu terjadi pertarungan yang cukup sengit.


Beberapa Werewolf mulai menyerang kearah Allen, namun panah tajam dan pisau yang terbuat dari darah mengarah kearah mereka.


Beberapa Werewolf sempat menghindar, namun beberapa gagal.


Kemampuan, pengendalin darah milik Allen cukup tinggi, bahkan setelah dihindari, panah dan pisau darah itu tetap mencari targetnya.


Disini, Sang Serigala putih menghancurkan darah-darah itu dengan sihirnya.


"Boleh juga," katanya dengan remeh, lalu mulai mempercepat kecepatannya untuk meyerang Allen, memperpendek jarak antara mereka.


Disini, jarak antara Allen dan Serigala Putih itu hanya beberapa centimeter, serangan kuku tajam Serigala itu hampir mengenai Allen.


Namun, Allen berhasil menghindarinya tepat waktu.


Allen sekali lagi menyebarkan darah, dan membuat jaring yang terbuat dari darah untuk menangkap Serigala Putih didepannya itu.


Serigala itu terikat sementara, dan Allen bersiap mengunakan sihir gelap miliknya untuk memberikan serangan pamukas, namun siapa yang tahu, kalau jaring-jaring itu berhasil ditembus, namun beberapa pisau darah itu berhasil mengenai Serigala Putih itu.


Namun sayangnya, dengan begitu cepat, Serigala putih mengarahkan pukulannya pada perut Allen hingga Allen terpental beberapa meter ketahah.


'Ukhhhh.. Ternyata Serigala Putih ini benar-benar merepotkan,' pikir Allen berusaha bangkit, lalu mengunakan kemampuannya regenerasi miliknya untuk menyembuhkan diri.


Sekali lagi, dia menyerang, dengan sihirnya.


Disisi lainnya, Serigala lainnya sepertinya sudah tumbang dengan serangan miliknya.


Setidaknya, hanya satu Serigala yang tersisa.


Disini, Allen tidak bisa untuk tidak bertanya-tanya, apa tujuan Serigala-serigala ini untuk mendapatkan Seraphina.


Ada apa dengan gadis ini?


Apa dia bisa terlibat dengan rombongan berbahaya seperti ini?


Pertarungan itu berlanjut dengan satu lawan satu, mereka saling bertarung cukup sengit.


####


Disisi lainnya, saat ini Lucifer sedang berada di Apartemen Seraphina.


Seharian ini dia mencoba menghubunginya, namun sepertinya gagal.


Dan lagi tidak bisa mendapatkan kabar dari gadis itu, apalagi Amartemennya masih kosong sampai malam ini.


Tentu saja ini membuat dirinya sangat cemas.


Ini....


Apa yang terjadi pada Seraphina....

__ADS_1


Menatap Apartemen Kosong itu, Lucifer lalu memberi makan kucing kecil yang meringkuk di sofa.


Tadi Siang dirinya juga sempat kesini, dan melihat bagaimana hewan kecil ini sepertinya tidak diberi makan sejak malam sebelumnya.


Ini aneh, Seraphina bukan tipe yang cukup teledor untun tidak memberi makan kucing kecil ini, dia selalu memberi makan kucing ini tepat waktu.


Jadi sebenarnya, apa yang terjadi?


Ketika Lucifer melamun, pintu Apartemen itu terbuka.


Lucifer mengira itu Seraphinanya, namun siapa yang tahu, kalau itu ternyata wajah yang dibencinya.


"Ciel?"


"Touma, kenapa kamu disini?"


"Apa? Bukankah aku yang seharusnya bertanya?"


"Baik, lupakan soal ini dulu. Yang lebih penting tentang Keberadaan Seraphina."


"Jadi, apakah kamu tahu dia dimana?"


"Kalau aku tahu, aku tidak akan kebingungan mencarinya,"


"Jangan bilang dia diculik...." Kata Lucifer dengan cemas.


Dirinya lupa untuk memberikan sihir pengaman dan pertahanan pada gadis itu, bagaimana kalau....


Kalau sampai dia mungkin diculik oleh musuh-musuhnya....


"Baik, aku akan mencoba mencarinya,"


Dua orang itu, yang awalnya bermusuhan, mau tidak mau bekerja sama untuk mencari keberadaan Seraphina yang hilang.


####


Disisi lainnya, saat ini disebuah Rumah Mewah, terbaring Seraphina ditempat tidur itu.


Allen, dari samping menatap wajah tidur gadis itu.


Ada beberapa luka yang tidak sembuh di beberapa bagian tubuh Allen, namun sepertinya dia tidak mempermasalahkannya.


Pertarungan dengan Serigala itu cukup buruk lebih dari pada yang dirinya kira.


Dirinya cukup beruntung bisa berhasil lari mengunakan sihir teleportasi darurat miliknya.


Dan disinilah sekarang, mereka di Rumah Besar milik Keluarganya yang berada di Advance City.


Memikirkan banyak kesulitan yang harud didapatkannya untuk menyelamatkan gadis yang tertidur lelap dihadapannya ini, Allen merasa cukup sia-sia.


"Kenapa aku menolong gadis aneh ini?"

__ADS_1


Ya, dirinya juga tidak tahu alasannya...


Hanya saja....


Ada keterikatan tertentu saat menatap gadis ini....


Ini adalah sebuah perasaan yang belum pernah dirinya rasakan....


Gadis didepannya ini menarik dalam beberapa hal.


Melihat wajah tenang tanpa salah itu, membuat Allen perlahan mengelus rambut Seraphina.


Dirinya melihat sebuah luka dipipi gadis itu.


Aroma darah manis tercium dari sana, Aroma yang begitu manis yang belum pernah dirinya rasakan sebelumnya.


Ini mengingatkan nya pada kejadian malam itu....


Allen menatap wajah itu sekilas, lalu mencoba menyembuhkan luka kecil itu dengan sihirnya.


Namun anehnya, ini tidak sembuh.


"Ini aneh, ada apa dengan gadis ini? Kenapa sihirku tidak berfungsi padanya?"


Yang dirinya keluarkan adalah sihir gelap tipe penumbuh sederhana.


Biasanya, ini akan berfungsi dengan baik pada manusia, namun sayangnya tidak untuk Seraphina yang memiliki sihir tipe cahaya, tubuh cahaya dari Angel, sangat bertolak belakang dengan sihir kegelapan milik Iblis.


Ketika Allen masih melamun itu, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk.


Tanpa membiarkan orang diluar masuk, Allen lalu bertanya,


"Ada apa?"


"Tuan Muda, Tuan Besar sudah menunggu Tuan Muda di Ruang Tamu,"


"Baik, katakan padanya aku akan segera kesana,"


"Baik Tuan Muda,"


Pelayan itu lalu pergi dari sana.


Disini, Allen masih menatap gadis didepannya ini.


"Baik, mari urus ini nanti. Aku harus segera bertemu dengan Ayahku. Ada hal lain yang harus aku urus."


Dan begitulah, Allen pergi dari Ruangan itu, menuju Ruang Keluarganya.


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2