
Hari-hari dengan cepat berlalu, setelah beberapa hari libur akhirnya sekolah x kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa.
Seolah-olah kejadian malam itu hanyalah ilusi siswa-siswi di sana kembali aktivitas tanpa beban.
Bukannya mereka tidak takut atau terauma namun ini adalah Advance City nana kejadian-kejadian aneh mungkin saja terjadi karena ini juga merupakan kota Esper.
Pagi ini tidak dengan pagi-pagi lainnya, pagi ini Seraphina berangkat ke Sekolah dengan Touma.
Mereka mulai dengan sarapan pagi bersama, lalu mulai berjalan bersama dengan bergandeng tangan ke Sekolah.
Mereka berdua terlihat menikmati masa-masa damai ini.
Ketika perjalanan menuju sekolah tiba-tiba ponsel Seraphina berbunyi.
Ada sebuah pesan baru.
Seraphina siapa nama yang ada di layar.
Ini adalah Sang Pangeran Sekolah, Allen, kakak kelas yang tempo hari menolongnya.
Pesan yang ada di sana adalah hal-hal yang simpel.
'Bawakan aku Sarapan, dan bawa ke kelasku.'
Seraphina menatap kata-kata perintah menyebalkan itu.
Wajahnya tiba-tiba cemberut, Lucifer yang menatapnya dibuat heran.
"Kenapa wajahmu seperti itu? apakah ada masalah?"
"Bukan apa-apa ini hanya pesan dari kakak tingkat."
Lucifer kemudian bertanya dengan heran,
"Kakak tingkat apa hubungannya dengan mu? Kak tingkat yang mana?"
Seraphina bagaimana harus mengatakannya pada Touma.
Apakah dirinya harus jujur....
"Itu, Kak Allen yang menolong ku apakah kamu masih ingat?"
Wajah Lucifer menunjukkan ketika kesukaan ketika nama itu disebut.
Entah bagaimana dirinya tidak suka dengan kakak tingkat itu.
Apalagi bagaimana sepertinya kakak tinggal itu menatap Seraphina dan tatapan yang tidak biasa.
hanya memikirkan mereka pernah berduaan membuat dirinya benar-benar kesal.
"Kenapa dengan dia kenapa dia mengirimkan pesan padamu?"
"Sebenarnya sebagai ucapan terima kasih aku berjanji sesuatu padanya,"
"Janji apa?"
"Aku harus mematuhi perintah untuk satu bulan kedepan,"
"Ada apa dengan permintaan tidak jelas itu bukankah itu tidak masuk akal?"
"Mana aku tahu permintaan dia tidak bisa mengerti juga apa yang orang untuk pikirkan."
"Sudah abaikan saja tidak penting,"
"Aku tidak bisa. Aku sudah berjanji."
"Kamu tidak belum melakukannya. Selalu merasa kakak kelas itu memiliki niat yang buruk padamu,"
"Aku juga tidak tahu pikiran nya. Aku akan mencoba melakukan beberapa permintaannya asal itu tidak berlebihan,"
__ADS_1
Mendengar bagaimana Seraphina terlihat keras kepala, Lucifer mengalah membiarkan dia melakukan apapun yang dia suka.
"Ingat untuk melaporkan semuanya pada ku mengerti?"
"Baiklah,"
Dengan itu Seraphina pergi ke toko serba ada di dekat sekolah dan membeli beberapa sarapan seperti susu dan roti ini, kemudian menuju ke sekolah dan berniat mengantarkan barang barang itu ke kelas Allen.
Dan tentu saja itu semua ditemani oleh Touma, kan ketikan menghantarkan ke sana Touma sekali disampingnya.
Sampai di kelas mereka berdua memasuki tempat itu dan bertemu dengan Allen.
Dari awal mereka memasuki kelas itu, ada tatapan penuh tanya dari berbagai siswa bertanya-tanya.
Kenapa ada siswa junior di kelas senior?
Namun semua pertanyaan mereka terjawab ketika tamu itu berhenti di depan meja Allen.
Melihat Seraphina datang tidak sendiri, membuat perasaan Allen menjadi kesal.
Apakah ini kekasihnya?
Apa yang bagus dari siswa ini?
Aku jelas terlihat lebih baik darinya kenapa gadis itu bisa menyukai orang-orang seperti ini benar-benar menyebalkan.
"Ini Kak pesanan, Kakak." Kata Seraphina sambil meletakkan makanan dimeja.
Allen lalu menjawab dengan dingin,
"Ya. Lain kali kamu tidak perlu mengajak orang untuk menemanimu, tidak ada yang megigit disini, kamu bisa datang sendiri,"
Tatapan kebencian jelas tertuju pada Lucifer.
Jelas, Lucifer juga merasa kesal saat menatap Allen, namun dia menahan diri.
"Itu... Aku hanya tidak terlalu tahu kelas-kelas disini,"
"Apa-apa kamu itu!" Kata Lucifer dengan marah sambil membanting tangannya di meja Allen.
"Dasar tidak sopan!"
"Dari awal aku tidak menyukaimu! Enak saja kamu menyuruh Seraphina menjadi pelayanmu!"
"Itu bukan urusanmu!"
Tatapan mereka menunjukkan kebencian satu sama lainnya.
Memikirkan betapa emosi Lucifer mulai memuncak, dia lalu mengandeng tangan Seraphina pergi dari sana.
"Cih, jangan coba macam-macam! Ayo sebaiknya kita kembali ke kelas."
Menatap kepergian mereka berdua yang bergandengan tangan itu, membuat Allen merasa lebih kesal.
Moodnya jadi semakin buruk.
Terutama sejak insiden Vampir yang di lakukan Pamannya tempo hari, urusan yang tersisa dari itu membutuhkan begitu banyak upaya agar Vampir lainnya bisa kembali bersembunyi.
Dirinya segala datang ke Sekolah agar bisa menenangkan suasana hatinya saat melihat Seraphina, namun ternyata hanya malah membuat dirinya tampah kesal.
Cih...
'Lihat saja, aku akan menjadikan Seraphina milikku, hingga gadis itu tidak akan bisa menolakku.' pikir Allen dalam hati.
####
Sejak pagi itu, Seraphina benar-benar menjadi pesuruh Allen, dan itu menjadi terkenal di seluruh siswa di Sekolah X.
Terkadang Seraphina akan datang sendiri, namun lebih sering dia ditemani oleh Lucifer.
__ADS_1
Seperti jam makan siang sebelumnya, Allen hari ini menyuruh Seraphina mengantarkan makan siang ke atap, ya Allen makan siang diatap.
Kebetulan Lucifer sedang ada urusan penting yang harus diurus, jadi dia terpaksa membiarkan Seraphina pergi sendiri.
Berjalan menaiki tangga menuju atap, Seraphina gugup.
Ketika dia sampai disana, ternyata hanya ada Allen yang duduk diam disalah satu kursi.
"Kak Allen, ini pesanan Kakak."
Mendengar perkataan Seraphina, dia lalu menoleh.
Itu bagus karena Seraphina datang sendiri.
Semakin lama dirinya melihat siswa bernama Touma itu hanya membuatnya semakin kesal.
"Kamu menjalankan perintahku dengan bagus." Kata Allen sambil mengabil makan siang dari tangan Seraphina.
"Ba.. Baik, Kak. Aku permisi dulu,"
Disini Seraphina hendak pergi, tangannya ditahan oleh Allen.
"Kenapa Kak?"
"Siapa yang menyuruhmu pergi?"
Allen meletakkan bekal makan siangnya dikursi, lalu berdiri semakin dekat dengan Seraphina, membuat gadis itu semakin berjalan mundur.
"A.. Apa Kakak memiliki sesuatu untuk aku lakukan?"
Seraphina bertanya, namun tidak dijawab.
Disini, menatap gadis itu tiba-tiba rasa haus muncul, rasa keinginan kuat.
Lalu tiba-tiba tatapan matanya menuju keleher Seraphina.
Disana ada sebuah luka memar yang terlihat mencolok di kulit putihnya.
Awalnya Seraphina akan lebih sering memakai baju yang bisa menutupi leherya, namun hari ini begitu panas, jadi dia memilih untuk tidak memakai baju yang bisa menutupi lehernya.
"Luka ini.... Siapa yang melakukannya?"
"Itu... Ini kecelakaan saat insiden tempo hari..."
"Bukan ulah Kekasihmu itu?"
"Kakak bicara apa?"
Vampir itu lebih sensitif dari jenis Iblis lainnya.
Ketika menyentuh luka dileher Seraphina, samar-samar Allen seperti merasakan aura yang familiar yang dikeluarkan oleh Kekasih Seraphina itu.
"Kamu bisa jujur padaku, apakah dia melecehkan mu?"
"Tidak!! Sungguh tidak!!"
"Kamu jangan berbohong!"
"Ini benar-benar insiden saat di sekolah...."
Disini Seraphina menepis tangan Allen, lalu langsung lari dari sana.
Allen menatap kepergian Seraphina dengan pasangan penuh tanya.
Ini aneh, luka itu benar-benar terlihat seperti dilakukan oleh Kekasihnya...
Apakah itu hanya perasaannya saja?
Dari awal dirinya merasa, kalau Touma itu aneh.
__ADS_1
####
Bersambung