My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 24: Terjebak dalam Situasi Rumit


__ADS_3

Siang itu, di suatu Kantin Siswa junior, terlihat sebuah pemandangan yang tidak biasa.


Dan di dalam pemandangan yang tidak biasa ini, kebetulan Seraphina terjebak di dalamnya.


Disini Seraphina sedang berpikir, bagaimana situasi bisa menjadi seperti ini?


Baik, mari kita mulai ini dari saat jam istirahat.


Saat mulai memasuki jam istirahat, Siswi baru bernama Diana itu, mulai mengajak Touma dan Ketua Kelas untuk mengajaknya berkeliling, dan agar mereka bisa makan siang bersama.


Dari situ, Touma tentu saja mengajak Seraphina ikut juga ke Kantin.


Dan jelas saat ini, dirinya sedang bersama Ciel, jadi dia mengajak Ciel.


Ketua Kelas, hanya menyentujui ini tanpa banyak berpikir.


Di sini, entah bagaimana, Seraphina merasa tidak nyaman dengan gadis bernama Diana ini.


Terutama, karena Diana dari tadi terlihat ingin akrab dan dekat dengan Touma, yang Seraphina sendiri tidak tahu alasannya.


Apakah mereka berdua saling kenal?


Sebenarnya dirinya ingin bertanya pada Touma, namun dirinya terlalu malu.


Untuk alasan apa dirinya bertanya hal-hal seperti itu pada Touma?


Seolah-olah hubungan mereka lebih dari itu.


Namun memikirkan, bagaimana gadis bernama Diana itu terlihat sangat caper ke Touma, membuat Seraphina merasa kesal sendiri.


Akhhh....


Ada apa dengan dirinya?


Kenapa hatinya terasa tidak nyaman seperti ini?


Ini Tidak boleh,


Seraphina hanya bisa menggelengkan kepalanya, meyakinkan dirinya tidak ada apa-apa antara dirinya dan Touma.


Ketika rombongan itu sedang berjalan menuju kantin, mereka bertemu dengan Itsuki di lorong.


Coba tebak?


Dengan siapa saat ini, Itsuki?


Ini adalah Kakak Kelas yang dengan gila menciumnya tempo hari di Ruang Musik!


Sang Pangeran Sekolah, Allen!!


Touma yang tidak tahu apa-apa, lalu menjagak adiknya ikut makan bersama di Kantin.


"Itsuki, apa kamu tidak sibuk? Aku ingin mengajakmu, makan di Kantin Bawah,"


"Tidak, kebetulan aku dan Senior sedang mengagur, kami sudah selesai dengan urusan OSIS, aku rasa Kak Allen juga akan pergi ke Kantin Atas menyusul teman-temannya. Aku sendiri awalnya mau ikut, tapi karena Kakak disini, lebih baik aku Ikut Kakak," kata Itsuki dengan polosnya.


"Itu bagus. Salam kenal, Senior Allen, aku Touma." Kata Touma dengan akrab mencoba menyapa Allen, namun tangapan Allen begitu dingin, namun demi menghormati Itsuki disampaignya, dia membalas anggukan ringan, sapaan Touma.


Disini, tatapan Allen berubah dari Touma kearah tertentu.


Itu adalah arah tempat Seraphina berada!


Padahal jelas dirinya sudah bersembunyi di belakang, Ciel!


Kenapa dia bisa menemukannya?


Tatapan mereka tidak sengaja bertemu ketika Seraphina sedikit mengintip.


Rombongan di depannya mulai saling berkenalan, dan memulai pembicaraan ringan.

__ADS_1


Namun, Allen terlihat tidak terlalu memperhatikan, malah hanya menatap ke arah Seraphina!!


Berhentilah menatap!


Itu membuatku takut.


"Kamu kenapa, Seraphina?" Tanya Ciel binggung.


"Aku tidakk suka dengan senior itu," bisik Seraphina ditelinga Ciel.


Melihat jarak antara mereka berdua begitu dekat, tiba-tiba Allen merasa kesal. Namun itu tidak berlangganan lama, karena demi sopan santun dan basa basi, Itsuki mulai bertanya padanya,


"Apakah Senior Allen mau ikut kami ke Kantin di Bawah?"


Disini, semua orang tidak akan pernah mengira, kalau Allen akan mengiyakan permintaan basa basi Itsuki.


Dan begitulah kenapa Seraphina bisa terjebak dalam situasi canggung.


Sekarang tatapan semua orang di kantin, menatap rombongan tidak biasa ini.


Mereka semua mulai bertanya-tanya, kenapa Kakak Senior mereka, sekaligus Pangeran Sekolah Allen, juga Sang Idola Kelas Satu, Itsuki ada di Kantin Bawah.


Tentu saja melihat dua orang yang biasanya hanya pergi di kantin atas, membuat semua orang di sini bertanya-tanya dan penasaran.


Di mereka sesekali akan melirik rombongan itu, namun tidak benar-benar memiliki cukup keberanian untuk menatap mereka secara langsung.


Apalagi isi rombongan ini juga cukup unik, ada beberapa siswa yang tidak dikenal.


Namun, ada juga Siswa baru yang belakangan populer karena ketampanannya yaitu Ciel ada disana.


Dan lagi mereka juga melihat, seorang gadis yang begitu cantik dalam rombongan itu, tapi tak pernah melihat wajah itu, apakah ini siswi baru yang dilaporkan itu?


Tadi memang sempat ada gosip jika ada siswi baru yang cantik.


Benar-benar kecantikan seperti seorang Dewi.


Namun, mereka tidak bisa berhenti bertanya-tanya, tentang rombongan lainnya, dua anak berkacamata yang terlihat Misterius namun memancarkan Aura yang begitu memukau.


Siapa gadis ini?


Ini siswi dari Kelas A?


Benar-benar kombinasi rombongan yang tidak terduga.


Dan hal ini, membuat rombongan itu akhirnya memilih untuk duduk di bangku dekat pojokan dan dinding disana.


Seraphina adalah seseorang yang duduk paling dulu. Dia langsung duduk didekat tembok, menyisakan hanya satu orang yang bisa duduk disebelahnya.


Disini, terlihat baik Ciel dan Touma jelas-jelas mengincar tempat duduk ini.


"Aku yang duluan disini," kata Ciel dengan tegas.


"Tidak. Aku duluan yang disini,"


Tatapan saling benci sekali lagi muncul diwajah mereka.


"Ano.... Sebaiknya kalian jangan bertengkar," kata Seraphina dengan gugup.


Di sini, ketika dua orang itu masih asik bertengkar, seseorang langsung duduk disamping Seraphina.


Itu adalah Allen Sang Pangeran Sekolah.


Ciel dan Touma saling tatap dengan kesal ketika kursi yang mereka inginkan tiba-tiba diduduki Senior mereka.


Mereka ingin protes, namun mereka tidak ingin menyingung Kakak Senior.


"Dari pada kalian bertengkar." Kata Allen dengan tentang.


Ah, sekarang semua orang mengerti arti tindakan Allen yang bijak, dan tidak ingin ada perselisihan.

__ADS_1


Padahal aslinya, memang dirinya ingin duduk di situ.


Dan Seraphina yang disampingnya ada Allen tiba-tiba itu, dia merasa gugup.


Orang ini!!


Dia jelas sengaja!


Ada apa dengan Kakak Kelas Menyebalkan ini?


Dan disini, lalu Ciel dan Touma duduk berdekatan dihadapan Seraphina, Ciel di pojok dinding, di susul oleh Touma, lalu siswi baru bernama Diana itu langsung duduk disampingnya Touma.


Dua kursi lagi, diisi oleh Itsuki dan Eric dengan tenang tanpa banyak kompromi.


Disini, mereka lalu memesan makanan dengan tenang.


Seraphina masih gugup dengan keberadaan, Allen disampaignya.


Apa maksud orang ini?


Senior ini benar-benar tidak jelas, hari itu menciumnya tiba-tiba seperti orang kesurupan, dan dirinya entah bagaimana bisa pingsan.


Memikirkan ini, Seraphina merasa aneh.


Mencoba mengabaikan orang disampaignya, Seraphina mengalihkan pandangannya.


Disana, lalu dia menatap siswi baru itu masih terus mencoba berbicara dengan Touma, walaupun Touma sepertinya tidak tertarik sama sekali.


Namun tetap saja, melihat pemandangan dua orang ini, masih terasa menyebalkan.


Sial, kombinasi ini benar-benar yang terburuk, seolah semua sisi adalah musuh, apalagi, selain Senior di sampingnya yang mencurigakan, jelas Ketua Kelas yang duduk di kursi ujung itu, sesekali menatap kearahnya, seolah sedang mengawasi, membuat Seraphina menjadi takut sendiri.


Bahkan ketika makanan datang, dan sedang disajikan oleh pelayan, Serpihan tiba-tiba tidak memiliki selera makan.


Dia memainkan sendoknya, dan ketika pelayan pergi, dia yang ceroboh malah menjatuhkan sendoknya.


Sial, sekarang dirinya tidak bisa makan.


Namun tiba-tiba, ada sendok terulur untuknya,


"Kamu bisa memakainya,"


"Aku tidak memakainya, kamu bisa memakainya,"


"Kamu bisa memakai milikku dulu,"


"Kamu masih suka aneh seperti biasanya, Seraphina, ini sendokku,"


Tiba-tiba, ada empat sendok ada didepannya, mulai dari Eric, Allen, Ciel kemudian Touma.


Ada empat sendok terulur, dihadapankan pada Seraphina.


Sekarang situasa sangat canggung.


Mereka berempat saling bertatapan satu sama lainnya.


Sial!


Apa-apaan ini?


Dan sini, seolah tidak ada yang mau mengalah, dan menunggu jawaban, Seraphina.


Sial, benar-benar situasi yang rumit.


Dirinya tidak ingin menyingung siapapun.


Bagaimana ini?


####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2