My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 70: Kekacauan


__ADS_3

Di sisi lainnya, saat ini Para Angel petinggi telah mengadakan sebuah Rapat Darurat.


Beberapa Arcangel juga di undang dalam Rapat Darurat ini.


Seseorang orang memimpin Rapat adalah Mikaela.


Tidak-tidak, sebenanya Mikaela tidak merasa terlalu panik, hanya hanya orang-orang memaksanya untuk memimpin Rapat ini dan menjadi heboh sendiri.


Salah satu Archangel mulai bertanya,


"Mikaela apakah Benar, Lucifer adalah disini?"


Mikaela yang ditanyai, mau tidak mau menjawab dengan jujur berdasarkan pengakuan bawahannya itu.


Awalnya dirinya mau menyembunyikan fakta soal kemunculan Lucifer, namun siapa yang tahu jika bawahnya ini memiliki mulut yang bocor, dan dalam waktu singkat para Angel senior sudah tahu soal kabar heboh ini, dan menjadi gila sendiri.


Para Angel Senior tentu saja mereka kenal dengan Lucifer, dan tahu seberapa mengerikannya Mantan Pemimpin Archangel itu.


"Seperti yang kalian dengar, sepertinya dia menyusup ke Heaven, namun saat ini keberadaannya ataupun tujuannya masih belum di ketahui." Kata Mikaela dengan tenang.


Rafael yang juga kebetulan ikut rapat, juga berkata dengan panik,


"Apa kamu bilang? Lucifer ada di Heaven? Bagaimana ini bisa terjadi mau apa dia kesini?"


Namun sebelum Mikaela menjawab, salah satu Angel disana menjawab dengan panik,


"Ba.... Bagaimana jika dia berniat untuk Balas Dendam dan menyerang kita? Saat ini... Kalian juga tahu kan, kalau Lucifer tidak hanya memiliki Pasukan Fallen Angelnya namun juga memiliki Raja Iblis disisinya, bagaimana ini jika mereka bekerja sama? Dia mungkin menyusup kesini untuk memata-matai kita,"


Angel lain setelah mendengar itu juga menjadi gugup.


"Itu benar, bagaimana ini juga dia berniat mengajak perang? Apakah Pasukan kita yang sekarang cukup?"


"Itu benar, bagaimana bisa kita mengalahkan Monster pengila Perang itu?"


"Ya, apa yang kita lakukan sekarang?"


"Para Angel Muda tidak sekuat itu, mereka juga tidak tahu seberapa mengerikannya Lucifer, apakah mereka benar-benar bisa mengatasinya?"


"Itu benar, dalam perang terakhir kita kehilangan terlalu banyak orang kuat, kebanyakan dari mereka adalah Anak Buat Lucifer, jadi mereka semua jatuh bersama dengannya, lalu bagaimana kita sekarang?"


Semua Angel disana mula berdiskusi sendiri-sendiri dengan panik, membayangkan Perang Besar yang akan terjadi.


Mikaela yang tidak tahan dengan itu, mencoba menenangkan mereka semua.


"Kalian jangan panik dulu. Belum tentu tujuan Lucifer untuk berperang,"


"Mikaela, apakah kamu masih berniat membela Lucifer sialan itu? Dia jelas kesini untuk mencari gara-gara dengan kita setelah berhasil mengambil alih Underworld, dasar di Penghianat itu!! Dia sekarang bersekongkol dengan Iblis," kata Rafael dengan wajah kesal.


"Tolong semua jangan berasumsi dulu, saat ini memang masih belum diketahui motif kedatangan Lucifer sebaiknya tidak perlu terlalu panik, kita tenang dulu dan memikirkan rencana,"


Salah satu Angel yang berada di ruangan rapat itu, merasa jika perkataan Mikaela ada benarnya, dia lalu berkata,


"Itu benar. Sebaiknya kita menyelidiki dulu tentang keberadaannya sekarang. Coba periksa terakhir kali dia berada dimana,"


Salah satu Angel lalu berkata,


"Dia sepertinya berada di Tempat Pelatihan Para Angel Muda. Saat ini, kami masih belum mengambil tindakan, karena kami takut membuat Para Angel Muda dalam Masa pelatihan menjadi takut,"


"Apa? Dia berada di tempat Para Angel Muda? Aku curiga, kalau tujuan Lucifer adalah memusnahkan Para Angel Muda kita, memusnahkan generasi penerus kita, ini benar-benar tidak bisa dibiarkan," kata Rafael setelah mengambil keputusan.


"Itu masuk akal, Para Angel Muda generasi saat ini juga cukup penting, mana tahu adalah yang memiliki Potensi yang cukup tinggi, mereka adalah Sumber Daya kekuatan kita di masa depan, pilar dari tempat ini,"


"Sialan, Lucifer itu!! Dia benar-benar menjadikan Para Angel muda yang tidak tahu apa-apa itu sebagai Sandra. Jadi apa sebaiknya yang harus kami lakukan Tuan Mikaela?" Tanya salah satu Angel disana.


Mikaela tengah merenung sebentar. Memirkan soal motif kedatangan Lucifer, juga soal asumsi dari pada Angel. Melihat apakah mereka benar atau tidak.


Namun Lucifer yang dirinya tahu, bukan tipe yang akan membawa orang-orang yang tidak terlibat menjadi korban.


Dia adalah tipe yang langsung.


Seandainya dia balas dendam, dia akan langsung mengincar Para Archangel saat ini...


Bahkan setelah ratusan tahun berlalu, kenapa pula dia baru bergerak sekarang?

__ADS_1


Itu sungguh tidak masuk akal pula.


Jika dia berniat balas dendam, bukankah seharusnya sudah dari dulu?


Sudah lama sejak dia menjadi salah satu Penguasa Underworld bersama dengan Raja Iblis.


Apa sebenarnya yang dia rencanakan?


Ini terlalu mendadak, dan dirinya tidak tahu lagi harus bagaimana.


Apakah ini benar-benar berniat Perang?


Namun Lucifer yang dirinya kenal sebenanya adalah yang paling membenci Perang lebih dari siapapun.


Apakah waktu sudah membuat dia berubah?


Apa yang terjadi ketika dia di buang di Underworld?


Mikaela masih berpikir dengan panik, sampai tiba-tiba ada seorang Angel dari Luar yang masuk ke Ruangan Rapat.


"Maaf mengagu Rapat kalian, kami dari Departemen Pertahanan ingin menyampaikan Kabar Darurat,"


Semua Angel dalam ruangan itu lalu menatap Angel yang baru saja masuk itu.


"Ada apa? Coba segera jelaskan," kata Mikaela.


"Kami mendeteksi adanya keberadaan energi Ibis yang cukup banyak dari Arah Tebing Tinggi, daerah Perbatasan,"


Semua orang menjadi tambah panik,


"Apa katamu? Energi Ibis?"


"Kami belum menyelidikinya lebih lanjut, namun sepertinya memang banyak penyusup yang masuk ke Heaven,"


"Perang!! Ini jelas peryergapan ketika kita lengah!! Semuanya!! Segera siapkan Pasukan kita!! Kita tidak boleh membuang-buang waktu, sebelum mereka menyerang duluan, kita harus siap juga dengan pasukan kita," kata Rafael dengan panik.


"Itu Benar, segala lakukan Panggilan darurat pada semua Arcangel dan Para Angel Muda yang cukup kuat, secepatnya berkumpul di Gerbang Barat,"


"Tapi bagaimana ini? Lawan Kata adalah Mantap Arcangel Lucifer? Apakah kita benar-benar bisa melakukannya?"


Mereka menjadi panik sendiri.


####


Seraphina tidak percaya dengan seseorang yang memeluknya tiba-tiba itu.


"Ini... Ini benar-benar kamu? Touma?"


Lucifer melepaskan pelukannya, lalu menatap Seraphina.


"Ya, ini hanya untuk penyamaran,"


Seraphina masih tidak bisa percaya dengan orang di hadapannya ini.


"Tapi, bagaimana bisa kamu menyuruh kesini? Apakah ini mungkin?"


"Aku punya cara untuk kesini,"


"Penampilan ini...."


"Ini benar-benar hanya penyamaran, apakah kamu menyukai penampakan ini, hmm?"


Seraphina menatap sosok yang begitu indah dan sangat tampan di hadapannya ini.


Masih tidak mengira, Touma dengan penampilan ini benar-benar sangat cantik, dan indah, lebih indah dari Malaikat manapun yang dilihatnya.


Rambut putih seputih salju ini, kulitnya yang memang putih, dan warna mata violetnya, juga wajahnya yang sangat tampan.


Sosok keindahan yang akan membuat orang manapun terkesima.


"Sangat indah,"


Lucifer sedikit tertawa, lalu menghilangkan penyamarannya.

__ADS_1


"Tentu saja, aku selalu menyukai penampilan sebelumnya, namun aku rasa sekarang aku seperti ini,"


Rambut putih seputih salju itu perlahan berbuah menjadi hitam, halo di atas kepalanya mulai menghilang, dan mata violetnya berubah menjadi merah, sayap-sayapnya berubah menjadi sayap Iblis.


"Dengan aku yang seperti ini, apakah kamu masih Menyukaiku?"


Seraphina terdiam, tidak tahu harus berkata apa.


Perasaannya masih begitu rumit, tidak akan pernah mengira jika dirinya akan bertemu kembali dengan Touma secepat ini.


"Bagaimana denganmu?"


Lucifer lalu tersenyum, dan mengambil tangan Seraphina ke dadanya.


"Aku... Aku masih sangat mencintaimu... Hatiku hanya untukmu,"


"Touma... Kamu...."


Namun sayangnya reuni menyentuh ini hanya berlangsung beberapa menit, sampai tiba-tiba Ciel datang kesana.


Ciel yang menatap Lucifer bersama Seraphina menatapnya dengan kaget.


"Kamu!! Kamu Iblis Sialan!! Bagaimana kamu bisa disini!!"


Ciel langsung mengunakan sihir cahayanya, namun seperti biasanya, sihir itu tidak mempan.


Lucifer mundur dua langkah daria Seraphina.


"Hah, si pengaggu datang. Aku disini tidak ingin bertemu denganmu, aku disini hanya untuk bertemu dengan Seraphina."


Ciel menatap marah kearah Touma,


"Kamu Iblis Sialan! Kamu pikir kamu layak untuk bertamu dengan Seraphina? Kamu menipu dan memperdaya Seraphina!!"


"Aku tidak pernah menipu siapapun." Elak Lucifer.


"Kamu... Kamu pembohong!! Seraphina!! Jangan dekat-dekat dengan Iblis itu!! Apa yang akan Ayahmu Katakan jika dia tahu Hah?"


Seraphina terdiam, tidak tahu harus berbuat apa, benar-benar dalam dilema.


"Dan kamu Iblis Sialan!! Kamu berani memasuki dan menyusup ketempat ini!! Aku pastikan kamu tidak akan lolos dari sini dengan mudah!!"


"Ciel, jangan." Kata Seraphina mencoba membela Touma.


Ketika mereka masih berdebat soal hal-hal itu, tiba-tiba Ciel mendapatkan sinyal darurat.


Mendengar hal-hal dari sinyal darurat lewat telepati itu membuat Ciel kaget.


"Apa? Pasukan Iblis berkumpul di Perbatasan Barat? Aku harus kesana dan membantu pertahanan?" Kata Ciel dengan panik.


Lalu tidak beberapa lama, Ciel berkata dengan keyakinan,


"Baik, aku akan kesana."


Seraphina yang mendergar itu sepintas tentu saja kaget.


"Ada apa Ciel?"


Ciel lalu menatap Touma dengan ekpersi sangat marah.


"Kamu!! Kamu pasti yang membawa Pasukan Iblis datang kesini bukan?? Ini semua ulahmu!!"


Lucifer yang tidak tahu apa-apa itu lalu menatap Ciel dengan heran, tidak percaya juga akan hal-hal yang di dengarnya.


Apa?


Pasukan Iblis?


Bagaimana mereka bisa ada disini?


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2