
Malam itu berakhir dengan ditemukannya seorang siswi yang menghilang dengan selamat.
Dengan tidak adanya barang bukti, siswa-siswi ini tidak tahu harus melapor bagaimana karena sepertinya kamera CCTV disekitar sana sudah dimatikan oleh seseorang, jadi Rui dan teman-temannya langsung pergi, begitu pula rombongan Seraphina yang ada dalam posisi terpisah, mereka berjumpa lalu lalu langsung berpisah.
Walaupun beberapa orang memiliki Perasaan Rumit soal kejadian malam ini...
Namun mereka tidak menemukan petunjuk apapun.
####
Ini adalah hari yang lain, di hari minggu ini, Seraphina yang kebetulan mengagur itu, hanya bermain dengan kucing kecilnya di apartemen.
Namun tiba-tiba pintu apartemennya diketuk oleh seseorang.
Seraphina sedikit terkejut melihat orang itu.
"Touma? Ingin melihat kucing?"
Disini, Lucifer lalu tersenyum,
"Tidak. Aku disini ingin melihatmu."
"Apa? Jangan macam-macam deh,"
"Kenapa? Memang aku tidak boleh untuk memiliki keinginan melihat pacarku?"
Mendengar kata Pacar, wajah Seraphina menjadi memerah.
Karena kejadian malam itu, yang begitu ribut dan kemunculan makhluk-makhluk tidak terduga, Seraphina hampir melupakan fakta kalau dirinya mulai berpacaran dengan Touma sejak malam itu.
Sekarang menyadari perbuatannya, Seraphina merasa sedikit kikuk dan malu.
"Kenapa? Apakah kamu menyesal menerima cintaku dan berkencan denganku?"
Seraphina lalu mengangkat kepalanya, menatap kearah mata merah itu yang saat ini melepas kacamatanya.
"Aku tidak menyesalinya...."
"Banarkah?"
"Ya... Aku juga menyukaimu," kata Seraphina dengan sedikit malu.
Disana, Lucifer hanya tersenyum melihat sikap lucu gadis didepannya itu, lalu dia segera mengandeng tangan gadis itu.
"Mau kemana?"
"Pergi berkencan,"
Mendengar kata kencan, membuat hati Seraphina sedikit berdebar.
Ini adalah pertama kalinya dirinya berkencan, dan memiliki pacar, apa yang dilakukan sepasang Kekasih Manusia ketika mereka berkencan?
"Mau kemana?"
__ADS_1
Namun Lucifer tidak menjawab, dan saat ini mereka hanya berada disekitar taman.
"Sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Seraphina lagi.
"Aku juga tidak tahu."
"Kamu aneh, Touma."
"Menurutmu tempat Kencan yang bagus dimana? Aku sudah melihat banyak referensi untuk kencan aku jadi binggung, ada Bioskop, Cafe, Mall, Taman Hiburan, Tempat Wisata Pengunungan, Pantai, atau lainnya....."
"Menurutku dimana saja cukup bagus,"
"Namun ini adalah kencan pertama kita bukan?"
Disini, Seraphina masih berjalan dengan santai dan pelan disamping Lucifer.
"Ya, aku merasa dimanapun itu asal itu bersamamu, itu akan baik-baik saja. Bahkan walaupun kita hanya berjalan-jalan di Taman seperti ini..."
Kata-kata sederhana namun begitu hangat.
"Seraphina kamu bisa juga berkata begitu manis,"
"Tapi aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya. Kebahagiaan itu adalah hal-hal sederhana, bahkan hanya dengan melihatmu seperti ini aku sudah merasa senang. Lihat bahkan hanya melihat langit biru yang begitu indah ini terlihat menyenangkan bukan?"
Seraphina saat ini menarik tangan Lucifer kearah langit, mengulurkan tangannya seolah-olah ingin meraih langit-langit.
Lucifer menatap arah yang Seraphina tuju.
Dirinya tidak pernah mengagap kalau awan itu indah, itu hanya sekumpulan air yang menggembun, hal-hal biasa yang berada dilangit.
Namun melihat gadis disampingnya, sedang menatap awan biasa dan terlihat menikmati menatap awan itu, entah kenapa Lucifer juga jadi merasa kalau awan itu indah.
Ini hanyalah pemandangan biasa di tempat biasa seperti taman.
Tidak ada yang spesial sama sekali, hanya saja....
"Memang, rasanya begitu indah ketika aku bersamamu... Apakah ini yang disebut jatuh cinta?"
Disini, lalu Seraphina menatap kearah Touma dengan heran.
"Apakah kamu belum pernah jatuh cinta sebelumnya?"
"Balum, kamu adalah cinta pertamaku. Aku tidak mengerti bagaimana jatuh cinta itu."
"Kamu benar. Aku juga tidak tahu bagaimana itu jatuh cinta. Kamu juga yang pertama untukku. Aku datang ketempat yang begitu asing dan tidak mengenal siapapun dan tidak tahu apapun disini. Namun aku bertemu denganmu, kamu yang membantuku melihat dan mengenal dunia ini lebih banyak,"
"Benarkah? Aku kira kamu hanya menyukai wajahku. Jadi antara laki-laki misterius tampan yang kamu temui, atau Touma yang aneh yang selalu mengagumu, mana yang sebenarnya kamu suka?"
"Aku menyukaimu karena kamu adalah Touma. Aku menyukai segalanya soalmu."
"Bukan hanya wajahku? Aku pernah bilang ini sebelumnya, kalau aku mungkin bukan seseorang yang sebaik yang kamu kira,"
"Untuk seseorang yang sebelumnya mengaku sebagai Malaikat, kenapa kamu bilang dirimu jahat? Apakah Malaikat itu ada yang jahat?"
__ADS_1
"Ya, bahkan Malaikat pun bisa jahat dan berbuat dosa bukan?"
"Aku belum pernah mendengar hal-hal seperti itu. Malaikat adalah simbol mahluk suci,"
"Ya, mahluk yang dicintai dan dan puja, simbol dari kebaikan dan kebijaksanaan. Namun apakah benar-benar begitu?"
"Aku tidak mengerti."
"Seorang Malaikat jahat akan dihukum, dia akan jatuh, kehilangan sayap-sayap putihnya, berubah menjadi hitam, berubah menjadi simbol kejantanan."
Disini, Seraphina lalu sedikit tertawa,
"Apakah ini bagian dari sebuah cerita yang kamu baca? Kadang kamu suka mengatakan hal-hal aneh,"
"Mungkin juga,"
Disini, lalu mereka kembali berjalan dengan santai menikmati pemandangan.
Ini bukanlah kencan yang begitu romantis, hanya jalan-jalan sederhana di sekitar taman.
Namun mereka berdua sangat menikmatinya.
Hal-hal seperti sebuah kebahagiaan adalah hal-hal yang cukup sederhana, cukup dengan bersama dengan orang yang disukai.
Itulah yang saat ini kedua orang ini alami.
Lucifer dari tadi menatap gadis disampingnya, dimana dia mengagumi bunga-bunga biasa disekitar taman, terlihat sangat menyukai kencan sederhana ini.
Padahal awalnya dirinya sudah menyiapkan begitu banyak agenda untuk kencan ini, namun malah menjadi binggung sendiri.
"Kamu suka jalan-jalan seperti ini?"
Seraphina yang ditanya itu hanya mengangguk, lalu berkata,
"Aku sudah bilang tadi bukan?"
Disini, lalu Lucifer mulai mendekati wajahnya, lalu mencium gadis itu.
"Aku tahu."
Seraphina jelas begitu kaget dengan ciuman barusan.
Ini adalah di tempat ramai, ada beberapa orang setidaknya yang berada ditaman ini, sekilas mereka akan menatap kearah dua pasangan muda ini, membuat Seraphina merasa sangat malu.
"Touma kamu....."
Disini, Lucifer lalu berlari menjauh dari Seraphina.
"Lihat, disana ada yang menjual boneka, ingin boneka cumi-cumi lagi?"
"Kamu yang cumi-cumi?!"
"Kamu begitu lucu,"
__ADS_1