
Siang itu cukup sepi, terutama di Asrama Siswa di SMA X. Itu karena siswa-siswinya saat ini tengah berada di gedung lantai atas, dan masuk kelas.
Asrama siswa ini terletak dibawah tanah, walaupun ini kedua kalinya Seraphina mendatangi Asrama Siswa, namun dirinya masih hanya bisa kagum, dan berpikir bagaimana bisa ada begitu banyak lantai dan bangunan di bawah tanah? Tidakkan mereka takut jika gedung atas roboh, apa yang akan terjadi dengan semua siswa di lantai bawah?
Melewati 500 meter dibawah tanah, lift itu akhirnya terbuka.
"Kamu merasa tempat ini aneh?" Tanya Lucifer sambil menatap kearah Seraphina yang masih memandang lift dan sekitarnya dari tadi.
"Ya, bagaimanapun aku memikirkannya bagaimana bisa ada sebuah Kota di Bawah Tanah, dan gedung seperti ini dibawah tanah...."
"Aku dengar, lantai gedung ini cukup bagus dan sudah di lindungi oleh beton yang katanya sudah tahan terhadap serangan nuklir,"
"Sehebat itu kah?"
"Ini adalah tiruan dari gedung dewan perwakilan kota, lihat apakah kamu tahu gedung tempat biasa para dewan dan petinggi kota bertemu? Itu adalah gedung dengan pertahanan terbaik diseluruh kota, tahan ledakan nuklir dan bahkan dari berbagai serangan biasa, aku dengar itu juga susah untuk ditembus oleh Esper,"
"Aku penasaran kenapa sampai membuat gedung seperti itu....."
"Ya, aku dengar ini dibuat sampai tahan nuklir karena ada beberapa Esper level 5 yang bisa bermain-main dengan Atom dan bisa membuat bom hidrogen, para level 5 benar-benar mengerikkan, kamu tahu Ryuki yang tempo hari itu kan? Dia salah satu yang bisa bermain-main dan membuat hal-hal berbahaya semacam itu,"
"Sungguh?"
"Kamu belum banyak membaca soal Esper bukan?"
"Aku hanya membaca beberapa rumor soal level 6,"
"Ah, mereka? Memang, itu sesuatu yang ada dilevel berbeda.... 'Dream Maker', seseorang yang bisa membuat mimpi dan keinginannya menjadi nyata.... Seberapa banyak yang bisa dia ubah dan dia bisa buat dari mimpi dan keinginannya?"
"Namun memiliki kemampuan yang luar biasa seperti itu terlihat sangat keren dan hebat, kadang aku merasa iri dengan seseorang yang begitu kuat seperti itu, ketika menjadi begitu kuat, bisa melakukan apa yang diinginkan,"
Lucifer lalu memalingkan wajahnya, dan menatap kearah atas, mengigat sesuatu.
"Menjadi Kuat bukan berarti memiliki segalanya.... Terkadang menjadi yang terkuat malah tidak memiliki segalanya.... Orang-orang akan takut padamu, dan segan... Perasaan kesepian ketika berada diatas,"
"Ah, kamu mengatakan ini lagi bukan? Memang, semua orang memiliki pemikirannya sendiri, jika aku menjadi kuat, aku ingin membuat semua orang bahagia.... Membantu lebih banyak orang dengan kekuatanku."
Mendengar kata-kata tulus dari gadis disampingnya ini, membuat Lucifer teringat lagi masalalu, ada saat dimana dirinya juga memiliki mimpi tulus semacam ini.
Ketika mereka sibuk berbicara, tidak terasa mereka sudah tiba ditempat tujuan.
"Kita sudah sampai..."
Seraphina menatap pintu kamar itu dengan kaget, lalu melihat juga pintu kamar disampaig kamar itu.
"Ini... Kamu bertetangga dengan Ciel?"
Namun pertanyaan Seraphina barusan membuat wajah Lucifer sedikit berkerut.
"Pernah kekamarnya?"
"Ya, aku yang membantu Ciel bersiap saat selesai pindah,"
"Ah... Begitu, kamu masuk kekamar seorang laki-laki begitu saja,"
Disini, Seraphina hanya menatap dengan heran pada pemuda dihadapan itu.
Lucifer tanpa menunggu Seraphina merespon, dia langsung menarik Seraphina kedalam kamarnya, lalu menutup pintu, mendorong gadis itu bertumpu pada pintu yang tertutup.
__ADS_1
"Touma?"
"Kamu tahu, Seraphina? Ketika kamu memasuki kamar seorang laki-laki, kamu harus tahu kalau itu hal yang berbahaya, karena ketika kamu memasuki wilayah kekuasaannya, dia akan bisa melakukan apa saja padamu,"
Disini, Lucifer lalu menarik Seraphina lebih dekat kearahnya, dan menciumnya singkat.
"Seperti ini...."
Mendapatkan ciuman tiba-tiba itu membuat Seraphina merasa malu, lalu segera mendorong Touma menjauh.
"Kamu apa-apaan...."
Disini, Lucifer mengabaikan perkataan Seraphina.
Dia lalu menyentuh seragam olahraga yang Seraphina pakai, sedikit mencium aroma dari sana, jelas itu aroma dari seorang laki-laki tertentu.
"Dan lagi... Kamu memakai baju milik Pria lain seperti ini... Sungguh, ini membuatku cemburu, apakah kamu ingin menguji kesabaranku atau bagaimana?"
"Ti... Tidak... Aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja ada keadaan yang memaksa,"
Disini, Seraphina lalu mulai bercerita soal kejadian penyergapan tadi, dan bagaimana Allen menolongnya.
"Apa? Ada kejadian seperti itu?"
"Ya, aku juga cukup kaget, ternyata Kekasihku begitu populer,"
Melihat wajah cemberut milik Seraphina, Lucifer lalu tertawa.
"Walaupun aku populer, tapi aku adalah milikmu seorang," bisiknya ditelinga Seraphina.
Merasakan nafas hangat di telinganya, membuat gadis itu merasa geli sekaligus merasa panas tiba-tiba.
Ya....
Dengan wajah yang begitu tampan seperti ini, gadis mana yang tidak terpukau?
"Touma... Kamu apa-apaan...." Kata Seraphina yang merasa malu.
Sebuah senyum jahat tiba-tiba muncul.
"Kamu tahu? Seraphina, kamu sekarang juga adalah milikku, selama kamu menjadi milikku, kamu harus menjaga jarak dengan laki-laki manapun selain aku,"
"Tidakkah itu terlalui berlebihan? Kita bahan belum lama ini berkencan,"
"Ya, aku juga tidak mengerti dari mana sikap obsesifku ini berasal, ini hanya perasaan ketika aku ingin memiliki mu... Ingin membuatmu menjadi milikku seutuhnya,"
"Aku sudah menjadi Kekasihmu, sekarang, Aku milikmu...."
"Itu benar, sekarang kamu milikku...." Kata Lucifer lagi, lalu mulai kembali mencium Seraphina, kali ini ini adalah ciuman yang cukup dalam.
Seolah melampirkan rasa cintanya, Lucifer sampai membuat bibir Seraphina agak begkak.
"Ukhhh...."
Namun, Seraphina awalnya merasa malu, namun dia terbawa dalam alur permainan Lucifer, Lucifer sangat baik dalam berciuman, membuat Seraphina merasa mabuk disana.
"Touma.... Aku menyukaimu...."
__ADS_1
Bahkan walaupun hubungan ini terdengar salah, Seraphina masih ingin merasakan ciuman ini lagi...
Masih ingin berada dalam pelukan pemuda didepannya ini....
Ya, walaupun ada rahasia besar yang belum dirinya ungkap pada pemuda didepannya ini....
Bahwa dirinya bukan manusia, namun seorang Angel....
Seraphina bertanya-tanya, apa pendapatnya ketika dia tahu.....
Namun dirinya merasa jika itu masih jauh lagipula ini hanya baru awal mulai hubungan mereka.
Tidak perlu melangkah terlalu jauh dulu.
####
Di sisi lain nya, Diana yang awalnya bersama Touma yang berniat untuk lebih dekat dengannya, merasa sangat marah saat tadi Touma adiba meninggalkannya dan pergi dengan seorang gadis bernama Seraphina itu.
Pemuda itu benar-benar pergi dengan gadis sialan itu!
Dan gradis tu terlihat menerima ajakan Lucifer dengan mudah.
Apakah bawahannya sudah melakukan apa yang dirinya Rencanakan?
Diana lalu mulai menelepon salah satu bawahanya.
"Bagaimana dengan rencanaku?"
'Kami sudah mengancam gadis itu tapi....'
"Tapi apa?"
'Maafkan kami, Nona. Disaat kami mengancam kata itu tiba-tiba ada anggota osis yang datang, jadi kami buru-buru pergi. Namun sebelumnya kami sudah sempat mengancam gadis itu, harusnya gading itu akan paham tempatnya.'
"Paham apa? Itu bahkan masih mendekati Touma sekarang!!"
'Tapi...'
Bahannya itu moleh lanjut berbicara telepon sudah Diana tutup.
Sangat menyebalkan untuk memikirkan jika rencananya gagal.
Jadi sekarang apa yang sebaiknya dirinya lakukan?
Dipa dipa sebuah ide kembali muncul dalam pikiran gadis itu.
Betulan dirinya memiliki sebuah alat sihir yang bisa membuat menghapus ingatan seseorang.
Bagaimana jika menculik gadis itu dan memanipulasi nyatanya agar dia benci pada Touma?
Ah ini benar-benar sebelah rencana yang bagus dirinya tidak sabar untuk menantikan ini.
Benar, bahkan walaupun Lucifer bilang jika mereka sekarang adalah sepasang kekasih, kalau dirinya memanipulasi ingat enggak di situ dan membuatnya membenci Lucifer, bukankah ini adalah hal yang bagus?
Atau bisa juga jika dirinya mengungkapkan identitas Lucifer yang sesungguhnya....
Benar-benar rencana yang bagus....
__ADS_1
####
Bersambung