My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 56: Mencoba Menyelamatkan


__ADS_3

Lucifer masih terdiam melihat pemandangan yang ada didepannya.


Dia terdiam sesaat, hanya menonton bagaimana Angel itu mulai melancarkan serangan badai cahaya yang mengertikan kearahnya.


Ciel disisi lainnya, juga masih begitu kaget setelah melihat Touma, namun fokusnya teralihkan setelah mendengar sebuah ledakan yang dihasilkan Seraphina.


Dia juga melihat kearah langit.


Ciel yang belajar banyak soal sihir cahaya, tentu satu salah satu sihir terkuat Angel.


Salah satu 'Great Magic' yang seharusnya hanya bisa digunakan oleh para Archangel.


Simbol-simbol gambar sihir yang melayang di langit membuat Ciel binggung harus bagaimana.


Dia mencoba mendekat kearah Seraphina.


"Seraphina!! Tolong sadarlah!!!"


Dia mencoba memanggil gadis itu, namun tidak ada respon, malahan puluhan panah sihir mengarah ke arah Ciel, membuat Ciel kesalahan.


Dia benar-benar bahkan tidak bisa mendekat kearah Seraphina.


Sihir Seraphina masih tidak stabil, terkadang sebagian sayapnya menjadi hitam namun kembali menjadi putih lagi.


Berkelap-kelip tidak karuan.


Ciel hanya bisa bertanya-tanya tentang apa yang terjadi....


Memang, Seraphina sama seperti dirinya yang terlahir langsung dari pohon kehidupan, jadi memiliki kekuatan sihir cahaya yang begitu besar, namun tubuh Seraphina Ciel dengar itu rapuh, jadi kekuatannya di segel.


Namun bagaimana bisa segel itu lepas kendali?


Sambil mencoba menggunakan sihir pertahanan, Ciel masih mencoba memanggil nama Seraphina, berharap gadis itu mendengar suaranya.


"Seraphina.... Ku mohon jangan seperti ini...."


"Akhhhhh....."


Hanya ada teriakan tidak jelas yang keluar dari gadis itu, seolah dengan menanggung begitu banyak rasa sakit.


Seraphina sudah kehilangan kesabarannya.


Kesadarannya saat ini tertidur jauh didalam dirinya, seolah tersegel dan tertutup ditempat paling dalam.


Kesadaran Seraphina meringkuk, tertutup kabut kegelapan di alam bawah sadarnya.


Seolah-olah tertidur dengan tenang, melupakan dunia.


Menunggu seseorang untuk membangunkannya.


Ciel disisi lainnya, binggung harus berbuat seperti apa.


"Apa yang harus aku lakukan? Kenapa Seraphina bisa seperti ini.... Kenapa...."


Terlihat tatapan keputusan muncul di wajah Ciel.


Sedangkan, Lucifer akhirnya tersadar dari lamunannya.


Ini bukan saatnya memikirkan hal-hal tidak berguna.


Lagipula....


Apapun Seraphina....


Dia tetap orang yang dirinya cintai...


Ini tidak merubah fakta apapun didalam hatinya, bahwa gadis itu masih Seraphinanya, miliknya.


Walaupun kenyataannya benar-benar jauh di luar perkiraannya, bahwa Seraphina adalah Angel.

__ADS_1


Melihat lebih jelas, Lucifer sadar kalau itu adalah Angel yang sama yang mengagungkannya selama ini.


Ah pantas saja...


Luka di leher Seraphina itu....


Itu bukan luka yang dibuat oleh orang lain.


Tapi luka yang dirinya buat dengan tangannya sendiri.


Degan tujuan untuk membunuhnya malam itu....


Tiba-tiba memikirkan sebuah kemungkinan kalau dirinya bahkan mungkin bisa membunuh gadis itu malam itu, membuat tatapan Lucifer menjadi begitu syok...


Tidak....


Memang...


Lucifer sangat mencintai Seraphina dan sekarang, rasa bersalah muncul.


Beruntung saat itu dirinya langsung fokus untuk ketempat Itsuki dan bisa mengendalikan Kekuatannya.


Namun sekarang memikirkan hal didepannya benar-benar tidak bisa dipercaya.


Jika ini Angel yang sama....


Bagaimana sihirnya bisa berbeda?


Dan kekuatan ini...


Ini benar-benar berbeda dengan kekuatan Angel muda yang dirinya lawan kala itu.


Kenapa bisa seperti ini?


Lepas kendali?


Bagaimana bisa seorang Angel lepas kendali akan kekuatannya sendiri?


Melihat sosok Ciel dengan kedelapan sayapnya tengah menahan serangan Seraphina.


Dia lalu mendekat kearah Ciel.


Tatapan mereka bertemu,


"Aku ingin bertanya, bagaimana bisa Seraphina berada dalam keadaan itu?"


Ciel ingin marah, namun keadaan tidak memungkinkan berkat Seraphina yang masih mengamuk.


"Aku juga tidak tahu. Kekuatan Sihir Seraphina seharusnya di segel karena tubuhnya tidak mampu menahan begitu banyak kekuatan sihir cahaya. Namun sepertinya segelnya rusak oleh sesuatu..."


Kali ini, Lucifer menatap Seraphina lagi, melihat sebuah perubahan menarik, dimana sebagian sayapnya terkadang berubah menjadi hitam.


"Hmm, sepertinya segelnya rusak karena tubuh Seraphina tercemar oleh sihir kegelapan. Seolah-olah dia akan jatuh dengan itu.... Itu pasti menyakitkan..."


Ciel tidak bisa tidak bertanya apa maksudnya, apakah Touma tahu sesuatu?


"Jauh? Maksudmu?"


"Hmm, apakah kalian Para Malaikat Muda sekarang tidak tahu hal-hal ini? Bukankah ada di buku-buku kisah tentang 'Fallen Angel'? Malaikat yang tercemar kegelapan, jadi dia kehilangan sihir cahayanya dan jatuh...."


"Aku tahu soal itu, namun tidak pernah ada kejadian seperti itu pada kenyataannya. Itu hanya sebuah teori."


Mendengar itu, Lucifer lalu tertawa,


"Ahahahaha.... Seberapa banyak yang mereka tutup-tutupi.... Benar-benar sebuah lelucon, dan apakah 'The Absolute' benar-benar mengijinkan semua kebohongan itu? Sungguh lucu..."


"A... Apa maksudmu?"


"Hmm, mari bicarakan lain waktu, ada hal lainnya yang harus diurus." Kata Lucifer sambil menatap kearah Seraphina yang masih mengamuk.

__ADS_1


Lalu, tiba-tiba sebuah pedang muncul ditangan Lucifer.


Membuat Ciel menatap kaget.


Ciel jelas ingat pedang apa ini...


Bahkan jika ini hanya replika...


Kekuatan penghancur yang dirinya lihat hari itu untuk membunuh Vampir itu tidak bisa dirinya lupakan.


"Tunggu... Tunggu... Apa yang sedang kamu lakukan? Jangan pernah coba gunakan Pedang itu pada Seraphina!!!"


"Aku memikirkannya. Sepertinya kamu Angel muda yang cukup pintar. Jadi apakah kamu tahu pedang ini?"


Ciel terdiam sesaat, lalu berkata,


"Replika Twilight Star?"


Sekali lagi, Lucifer tertawa.


"Replika katamu? Jadi itu yang mereka katakan? Dimana yang asli menurutmu?"


"Hancur ketika membunuh Raja Iblis dalam Perang Besar...."


"Hah... Benar-benar sebuah lelucon."


Lucifer lalu mengangkat pedangnya itu, mengadakannya pada Seraphina, butiran cahaya kemerlap mulai muncul dari arah perah itu.


Membuat Ciel menjadi panik.


"Tunggu.... Tunggu jangan lakukan itu pada Seraphina...."


Lucifer lalu hanya tersenyum, dan membaca mantra ringan.


""


Cahaya kemerlap menjadi bertambah terang dari pedang itu, seolah-olah dalam giliran berikutnya Lucifer akan melemparkan pedang itu seperti kejadian tempo hari.


Lalu tatapannya kembali kearah Ciel yang pucat.


"Ayolah, aku hanya bercanda, jangan terlalu serius. Mana mungkin aku melukai Seraphina oke? Twilight Star memiliki dua fungsi utama, satu untuk penghancuran, satunya lagi untuk pertahanan."


Kemudian, pedang itu terbelah menjadi tujuh dilangit, menyebar kesegala arah.


Dari sana, pedang itu ada diberbagai sisi sudut pengunungan, lalu mulai membuat Prisai Transparan yang kemudian saling terhubung satu sama lainnya.


Ciel menatap prisai di sekitar sana dengan takjub dan heran.


"Mode Pertahanan?"


"Owh? Kamu tidak tahu? Ya karena memang tidak pernah digunakan jadi tidak ada yang tahu. Kamu tahu? Menghentikan Seraphina begitu mudah jika hanya menghancurkannya, namun membuat dia kembali sadar adalah perkara yang lain. Sebaiknya kamu segera keluar dari penghalang ini, lingkungan sihir diatas bisa aktif kapan saja, namun selama didalam penghalang, itu tidak akan pernah menembus keluar batas, ini adalah kemampuan pertahanan yang begitu kuat, bahkan 'Great Magic' tidak akan menghancurkannya."


"Bagaimana bisa...."


"Sudah kamu harus keluar dari sini secepatnya biar aku yang mengurus Seraphina."


"Bagaimana aku bisa percaya pada Iblis sepertimu?"


"Jadi, kamu lihat itu? Apakah kamu punya cara menghentikan Seraphina disana?"


Ciel menatap Seraphina yang mengamuk.


Dan memang dirinya tidak memiliki cara untuk menghentikan hal itu.


Namun bagaimana bisa dirinya mempercayakan hal itu pada seorang Iblis?


Bagaimana ini?


####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2