
Disisi lainnya, saat ini Lucifer sudah kembali ke Underworld, lebih tepatnya dia kembali ke Fallen City, kota para Arcangel sebuah kota tertutup di ujung Underworld, dan tentu saja ini bersama Itsuki.
Sudah lama sejak terakhir kali dirinya pulang.
Dan tentu saja, ketika Lucifer melewati gerbang, para penjaga gerbang sudah mengenalinya.
"Selamat Datang Tuan Lucifer,"
"Ya, Ya Terimakasih."
"Tuan Tumben ke Fallen City, ada keperluan apa?"
"Aku sedang mencari kunci,"
"Kunci? Kunci apa kalau boleh saya tahu Tuan?"
"Kunci rahasia menuju Heaven, aku akan pergi kesana. Sudah-sudah aku buru-buru, aku duluan saja,"
Lucifer bersama Itsuki yang mengikuti dari belakang bergegas pergi dari sana, terbang menuju lokasi Rumah Azazel di kota ini, meninggalkan para penjaga gerbang dalam tanda tanya besar, dan mulai berspekulasi sendiri.
Sejujurnya, Itsuki cukup takjub dengan penampilan yang familiar dari Fallen City ini.
Fallen City merupakan sebuah kota yang cukup canggih, terlihat gedung-gedung bertingkat ada di berbagai penjuru kota.
Sebuah layar juga terpampang di berbagai gedung menunjukan seputar informasi dan gosip disekeliling kota, beberapa robot elektronik juga bekerja entah membagikan brosur atau membersihkannya sampah.
Beberapa Fallen Angel terbang bebas di langit, ada juga beberapa robot penjaga keamanan yang berpatroli, entah didarat atau di langit.
Beberapa Fallen Angel juga ada yang berjalan kaki, ada juga mobil dan kereta cepat disini, yang menguntungkan seluruh kota.
Mirip seperti pengaturan Advance City, kota yang hidup dan terlihat sangat energik dengan semua teknologi yang dimilikinya.
Sepertinya beberapa Fallen Angel yang bosan mulai meniru kehidupan manusia karena terlihat menyenangkan, mulai dari menikmati acara televisinya atau kegiatan lainnya.
Tapi kota itu benar-benar sangat hidup yang terlihat menyangkanya hanya dari melihatnya saja.
Dimalam hari, akan ada begitu banyak lampu menyala, berkelap-kelip menerangi seluruh kota, terlihat begitu indah.
Melihat kearah-arah aktivitas yang hidup ini, Lucifer tiba-tiba memiliki keinginan untuk membawa Seraphina kesini.
'Tempat ini nyaman, harusnya dia akan suka,'
Lamunan Lucifer buyar ketika Itsuki mulai berkata,
"Tempat ini sungguh mengejutkan, untuk berpikir ini masih Underworld yang sama tempat bagi Para Iblis tinggal,"
"Memang, kota ini aneh. Tapi begitu indah dan hidup bukan? Apakah kamu menyukainya?"
"Ya, ini sangat indah. Aku menyukainya, benar-benar terlihat damai, seperti semua orang bersenang-senang disini,"
Lucifer lalu sedikit tertawa,
"Tentu saja. Semua orang bersenang-senang disini,"
Setelah mengobrol beberapa kata dengan Itsuki, Lucifer melihat sekeliling kota, memang kota ini tidak banyak berubah dari terakhir kali dirinya kesini.
__ADS_1
Mereka berdua lalu melewati sebuah distrik yang terlihat ramai pengunjung.
Beberapa Fallen Angel yang masih baru, tentu saja tidak mengenali Lucifer karena memang dirinya jarang menunjukan wajahnya didepan Publik.
Fallen Angel baru, bukan berasal dari Angel yang jatuh, namun berasal dari perkawinan dari para Fallen Angel, ini juga disebut Fallen Angel generasi kedua.
Mereka tidak pernah tahu seperti apa itu benar-benar terjatuh, ataupun hal-hal soal Heaven, karena memang mereka terlahir seperti itu.
Saat ini para Fallen Angel muda itu, terlihat sedang mengujugi dan mengantri sesuatu.
Melihat banyaknya antrian, tentu saja Lucifer dan Itsuki menjadi penasaran.
Lucifer lalu mendekati antirian, dan bertanya pada salah satu pengunjung.
"Kalian sedang mengantri apa?"
"Ah, itu. Ada Taman Hiburan baru yang dibuka didepan sana, mereka bilang tempat itu sangat indah, banyak permainan mirip di dunia manusia, kami biasanya hanya melihatnya di televisi, dan sekarang taman hiburan ini benar-benar dibuat disini, tentu saja kamu sangat antusias,"
"Taman hiburan? Ini terdengar cukup menarik," kata Lucifer.
"Tentu saja kawan, aku saja sudah mengantri sejak tadi, sungguh menantikan untuk masuk kedalam. Ini pasti sangat menyenangkan. Apakah kamu juga ingin masuk?"
Lucifer lalu hanya tersenyum lalu berkata,
"Mungkin lain kali saja,"
Dia lalu kembali ketempat Itsuki, yang sekarang juga menatap kearah taman hiburan itu dari langit.
"Terlihat bagus? Kapan-kapan kita akan kesana, namun sekarang bukan saatnya, ada hal lain yang perlu aku urus,"
"Si... Siapa yang berniat pergi kesana!!" Kata Itsuki dengan wajah memerah, tentu saja dirinya merasa malu ketahuan melihat taman hiburan seperti itu.
"Hmm, tidak perlu malu-malu, adikku tersayang,"
"Hpmh, sudahlah sebaiknya kita segera mendapatkan apa yang Kakak cari,"
"Ah, ya bentar juga. Kita harus segera mendapatkan kunci itu agar segera bisa ke Heaven, kamu harus ikut menemaikiku,"
"Eh? Apakah tidak apa-apa aku ikut juga?"
"Ayolah, kamu membiarkanku pergi sendirian ketempat itu? Maksudnya aku sangat malas untuk pergi ke sana tapi aku tidak punya pilihan lain."
"Baiklah, aku mengerti aku akan ikut."
Tidak lama sampai mereka sampai di sebuah Gedung Apartemen yang begitu tinggi.
Untuk menghemat waktu, mereka langsung terbang kelantai paling atas, lokasi rumah Azazel.
Tentu saja, disana ada beberapa Fallen Angel yang menjaganya.
Lucifer menyapa mereka, kemudian langsung mencari hal-hal dimeja kerja Azazel.
Tempat itu penuh dengan buku-buku aneh.
Lucifer yang mencari kunci itu, lalu menemukan sebuah buku aneh.
__ADS_1
Buku dengan sampul berwarna emas.
Desain buku ini, tentu saja cukup familiar.
Apalagi namanya berada dalam sampul buku itu,
'Kisah Sang Malaikat Paling Indah, Archangel Lucifer'
Sialan, Azazel menyimpan salinan buku itu?
Dia masih sempat membawa hal-hal tidak berguna dari Heaven?
Tentu saja, dirinya tahu buku ini adalah mahakaya Azazel.
Isinya hanya penuh omong kosong yang berlebih-lebihan.
Azazel adalah pengarang sastra yang hebat, sampai-sampai bisa membuat orang tersesat dengan buku yang dia tulis.
Sepertinya buku-buku buatan Azazel juga masih akan disimpan di Perpustakaan besar.
"Kak? Apakah ketemu?"
"Belum,"
"Apakah kotak ini yang Kakak cari?"
Sebuah kotak hitam kecil berada ditangan Itsuki, dirinya barusan mengambil dari sebuah laci.
"Ya, benar kotak itu,"
Sambil memengang kotak itu, Lucifer terlihat bersemangat.
Ini adalah Kunci Dimensi untuk menyusup ke Heaven.
Benar-benar cukup menantikan bisa datang kesana....
Masjid penasaran apakah di sana masih sama atau sudah berubah...
Dan....
Ada hal juga yang membuat Lucifer penasaran.
'Pohon Kehidupan... Aku mungkin akan mengujuginya... Penasaran apakah setelah ribuan tahun berlalu, buah kecil itu masih disana? Atau dia sudah bangun? Kira-kira dia menjadi sesuatu seperti apa?'
Memikirkan soal hal itu, hati Lucifer tiba-tiba menjadi berdebar-debar.
Dirinya pikir tidak buruk untuk pergi kesana.
Hmm... Seraphina tunggu aku...
Aku akan menyusulmu...
Aku tidak bisa membiarkan kamu pergi tanpa kata-kata seperti ini...
Aku harus mendegar jawaban langsung darimu...
__ADS_1
####
Bersambung