
Mikaela di depan panggung saat ini sedang memulai melakukan sambutan untuk Para Angel muda.
Lucifer sekilas langsung menutupi wajahnya, takut jika orang di depan tidak sengaja melihat kearahnya, walaupun disini banyak Angel muda, namun tetap saja kemungkinannya seperti itu ada.
Rasanya benar-benar menyebalkan melihat wajah itu lagi....
Perasaan kesedihan, kemarahan, kekesalan, dan kebencian menumpuk menjadi satu.
Dari semua orang, Mikaela adalah orang yang paling dirinya percayai....
"Saya harap kalian bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik, dan bisa menjadi seorang Angel yang kuat dengan hati yang baik dan bijaksana. Kedamaian yang kita nikmati selama ini adalah usaha jeri payah Para Angel terdahulu, Perang Panjang akhirnya selesai, dan perdamaian tiba, untuk menjaga agar semua tetap damai kita harus menjadi kuat untuk melindungi apa yang kita lindungi. Namun perlu di ingat, kekuatan bukanlah segalanya, ada kalanya seseorang akan tengelam dalam kekuatan, hingga melupakan tujuan awal sebenarnya. Kekuatan ada untuk melindungi, agar tidak ada lagi semua tragedi menyakitkan. Jangan pernah lupakan itu dan jadilah kuat,"
Dengan itu, Mikaela mengakhiri pidatonya.
Mendapat Mikaela di panggung dan mendegarkan kata-kata itu, Lucifer sedikit terdiam.
Lalu mulai mengigat lagi tujuan dirinya menjadi kuat....
Hah....
Dan hari itu kenapa Mikaela menghianatinya....
'Lucifer, kumohon hentikan ini! Tidakkah kamu ingat? Semakin banyak hal ini berlanjut, akan semakin banyak korban. Berapa banyak lagi yang akan menjadi korban jika ini terus berlanjut? Apakah kamu tidak ingat mimpi kita dulu?'
'Lucifer maafkan aku... Aku hanya ingin kamu tidak menyesalinya kemudian hari. Kamu selalu boleh membenciku... Maafkan aku....'
Lucifer mulai tengelam dalam ingatan masalalunya yang jauh.
Lalu mulai melihat sekeliling kearah Para Angel muda yang begitu bersemangat.
Mereka terlihat tersenyum dan senang menikmati semua hal-hal ini.
Ini berbeda dengan lautan darah yang dulu dirinya lihat....
Ya...
Bahkan setelah ratusan tahun berlalu, dirinya sendiri juga sadar.
Jika Mikaela melakukannya demi dirinya sendiri.
Walaupun kemarahan masih tersisa, namun setelah ratusan tahun berlalu, dan begitu banyak darah yang selalu dirinya lihat, termasuk saat perang di Underworld.
Tidak hanya Para Angel yang memiliki banyak korban, namun juga para Iblis...
Bahkan Dunia Manusia juga terpengaruh kerusakan itu.
Lucifer lalu mengiata betapa damainya murid-murid di Advance City.
"Kak Touma kenapa?" Tanya Ituski menatap Lucifer dengan binggung terutama melihat Kakaknya itu terdiam dan melamun cukup lama.
"Bukan apa-apa, mari kita fokuskan ke tujuan awal kita, mencari Seraphina."
Memang, ini bukan lagi memikirkannya hal-hal jauh dimasalalu yang telah berlalu.
Dirinya memiliki tujuan lain untuk datang kesini...
Yaitu menemukan cintanya....
Mencari sebuah jawaban dari gadis itu.
Dia pergi begitu saja tanpa kata-kata...
Bahkan walaupun itu penolakan dirinya ingin mendengar itu langsung dari gadis itu.
Setelah beberapa sambutan, panjang akhirnya semua dibiarkan bubar, dan menunggu pembagian Asrama dan Kelas yang akan segera di umumkan.
Melihat akhirnya semuanya selesai, Lucifer lalu menatap kearah Ethan dan bertanya,
"Jadi, Ethan... Dimana Angel Muda bernama Seraphina itu?"
"Aku juga tidak tahu. Setelah lolos dari Pelatihan pertama, menurut gosip yang beredar dia diberikan Tugas atau sesuatu untuk pergi ke Dunia Manusia,"
Lucifer lalu mengaguk paham.
Jadi begitu, sepertinya tidak banyak orang yang tahu juga jika Seraphina sudah kembali.
Namun mencari Seraphina secara random dengan begitu luasnya tempat ini, ini juga akan melelahkan.
Lucifer mulai memperkirakan keberadaan Seraphina, kemudian bertanya lagi,
"Lalu, apakah kamu tahu lokasi Rumah Arcangel Mikaela?"
Ethan menatap heran kearah Lucifer lagi.
"Jadi, kamu bahkan tidak tahu soal hal-hal ini juga? Semua orang tahu jika Tuan Mikaela tinggal di House of Light di dekat Pohon Kehidupan, itulah kenapa Pohon Kehidupan tidak boleh dimasuki oleh umum, karena itu diawasi langsung oleh Arcangel Mikaela."
Mendengar itu, membuat Lucifer sedikit terkejut.
Hah, jadi ada hal-hal seperti itu?
__ADS_1
House of Light, dulu adalah Rumah tempat dirinya dan Mikaela tinggal.
Jadi, Mikalea tetap tidak pindah dari sana?
Sungguh mengejutkan sekali.
Tapi dengan ini dirinya memiliki petunjuk Keberadaan Seraphina.
Tunggu saja, Seraphina aku akan segera kesana.
Berikutnya, karena Para Angel muda saat ini masih bebas kemana saja, Lucifer mengajak Itsuki untuk menyusup kabur dari sana.
Tidak tahu jika, kedatangannya ke Academy ini hampir membuat para petinggi ketat ketir.
Saat ini dibagian Administrasi, ada salah satu Angel yang merupakan golongan yang lebih tua, tengah memeriksa data para Angel Muda.
Awalnya dia hanya dengan santai memeriksa hal-hal itu sambil menunggu Bosnya, Mikaela menyelesaikan Pidato.
Namun begitu dirinya melihat nama dan foto tertentu dari layar komputer, dirinya menjadi gemetar ketakutan.
Begitu gugup, sampai memeriksa apakah matanya ada yang salah.
Lucifer....
Ini....
Wajah ini....
Rambut putih ini...
Ini benar-benar penampilan yang tidak akan pernah dirinya lupakan.
Sosok Arcangel terkuat....
"Ba... Bagaimana bisa dia ada disini?"
Salah satu Angel muda yang ikut sebagai panitia disana menatap Angel yang lebih tua itu dengan heran,
"Ada apa Tuan? Apakah ada yang salah?"
"Data ini... Apakah kamu tidak salah lihat?"
Angel Muda itu lalu mengecek data yang di maksud, sosok dengan nama Lucifer.
Ya, dirinya ingat anak ini, karena penampilannya yang sangat menarik mata, bagaimana dirinya bisa lupa?
Kebetulan dirinya yang memeriksa Identitasnya.
"Apa? Kamu tidak salah?"
"Hmm, awalnya anak ini tidak ada dalam data, tapi dia bilang dia berasal dari sisi daerah pinggiran yang jauh. Dia datang bersama temannya bernama Azazel,"
Mendengar hal itu, Asisten itu hampir jatuh dari kursi.
"Apa kamu bilang? Azazel?"
Lucifer...
Jika ini memang kebetulan nama yang sama ini masuk akal...
Namun Azazel...
Tunggu dulu, pemeriksaan Identitas disini mengunakan Kartu Identitas yang terikat dengan darah dan tidak bisa di palsukan...
Ya...
Baik Lucifer atau Azazel juga dulunya seorang Archangel, dan data mereka masih terdaftar.
Tidak...
Itu tidak penting..
Dirinya harus segera memberi tahu atasan...
Jangan bilang ini tanda akan perang?
Mantan Arcangel Lucifer berniat balas dendam!!
Dengan panik, dia segera mencari atasannya.
####
Di tempat lainnya, saat ini Pasukan Fallen Angel yang di pimpin oleh Azazel dan juga Pasukan Iblis yang dipimpin oleh Raja Iblis, sudah sampai di hutan tempat mereka janji bertemu.
Mereka menatap kedalam gua tempat pintu rahasia menuju Heaven dibuka.
"Jadi ada tempat seperti ini?" Tanya Asmodeus dengan heran.
"Ya, ini adalah pintu masuk rahasia, ya... Karena semua orang sudah tahu sekarang, jadi ini bukan rahasia lagi bukan?" Kata Azazel sambil mengeluarkan sebuah kunci dari saku bajunya.
__ADS_1
"Kamu benar. Jadi Tuan Lucifer sudah duluan disana?"
"Ya, kita harus segera menyusul mereka. Apakah kamu siap?"
"Tentu saja, aku siap sekarang,"
Azazel lalu menatap kearah pasukannya, dan memberikan komando.
"Kalian semua siap!! Kita akan pergi ke Heaven dan menyusup!! Kita akan memulai pernah jika kita sudah bertemu dengan Tuan Lucifer kalian paham? Perang ini Demi Kehormatan Tuan Kita Lucifer!!"
"Demi Kehormatan Tuan Lucifer!! Hidup Tuan Lucifer!!"
Para Fallen Angel yang sudah lama gatal karena terlalu lama bermalas-malasan itu tiba-tiba menjadi bersemangat.
Mereka sangat antusias menyebut nama Tuan Mereka, atasan mereka tercinta.
Mereka adalah Pasukan Fallen Angel setia Lucifer, bahkan ke ujung Nerakapun mereka akan tetap mengikuti Lucifer, par fanatik ini cukup parah, namun mereka bisa di andalkan dan sangat setia.
Disini lainnya, Asmodeus juga membina pasukannya.
Ini adalah Pasukan Elite Milik Kerajaan Ibis yang dahulu kala menengangkan perang di bawah komando Lucifer dan Asmodeus.
Pasukan setia yang selalu merasa berhutang Budi pada Lucifer.
Mereka dulu bukan apa-apa, namun di bawah bimbingan Lucifer mereka tumbuh menjadi begitu kuat dan tidak terkalahkan di dunia Iblis.
"Demi Master Kita Lucifer! Semuanya siap!!"
"Siap!!"
Dua pasukan yang menggebu-gebu itu segera memasuki gua itu secara bergiliran.
####
Lucifer dan Itsuki saat ini berjalan-jalan di Ibu Kota Heaven dengan tenang, tanpa tahu hal-hal yang terjadi diluar sana.
"Kita mau kemana, Kak?"
"Kamu lihat Pohon Besar itu? Kita akan kesana, kemungkinan Seraphina ada disana,"
"Baiklah, aku mengikuti Kakak,"
Tidak banyak hambatan sampai mereka akhirnya bisa masuk dan menyusup mendekati Pohon Kehidupan.
Ketika menatap pohon itu, perasaan Lucifer sedikit rumit.
Ini tempat yang familiar yang cukup dirinya rindukan.
Dulu dirinya sering menghabiskan waktu disini, meminta salah satu Buah Misterius Kecil milik Pohon Kehidupan.
Tiba-tiba, Lucifer merasa penasaran, lalu mendekat ke pohon itu, menuju ke lokasi yang dulu sering dirinya kunjungi.
Namun ketika dia sampai disana...
Buah yang dia cari sudah tidak ada lagi.
Perasaan berdebar tiba-tiba muncul...
"Jadi dia sudah terbangun..."
Lucifer menatap pohon itu dengan penuh antusias.
Sampai dirinya tidak sadar, ada sebuah serangan mengarah kearahnya.
"Siapa kamu! Berani menyusup kesini?"
Lucifer menghindari serangan itu, namun hal itu mengenai penutup rambutnya.
Itu adalah suara yang sangat familiar dan begitu dirinya rindukan.
Lucifer lalu menatap kearah suara itu berasal.
Disana, tengah terbang seorang gadis dengan rambut pirang cerah, dan dua sayap putihnya.
Seraphina menatap wajah penyusup di depannya dengan ekpersi tidak percaya.
Itu adalah sosok Angel dengan dua sayap putih dan rambut berwarna putih, indah serta mata Violet.
Namun wajah itu terlau familiar...
Namun itu tidak mungkin bukan?
"Touma.... Tidak... Ini tidak mungkin...."
"Ya, ini aku.... Seraphina."
Touma langsung datang dan memeluk Seraphina.
#####
__ADS_1
Bersambung