My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 36: Saingan Muncul


__ADS_3

Disalah satu ruang kelas, saat ini Seraphina dan Touma memasuki ruangan bersama.


Touma dan Seraphina melihat sekeliling, namun sayang sekali, bahkan di deretan belakang pun sepertinya tidak ada tempat duduk yang kosong untuk dua orang, masing-masing sudah diisi oleh satu orang siswa.


Touma lalu menatap kearah Seraphina, lalu bertanya,


"Mau bagaimana?"


"Ya, aku rasa memilih bagian itu akan bagus? Setidaknya kita depan dan belakang," disana dibagian agak tengah, ada dua kursi kosong, masing-masing disini oleh satu siswa baru dan yang satunya adalah Ketua Kelas mereka, yaitu Eric.


Disini, Seraphina tentu saja hendak duduk di samping siswa baru itu, namun siapa yang tahu kalau siswi baru ini lalu langsung menyapa Touma dengan akrab lalu mulai menawarinya untuk duduk disebelahnya, mulai mencoba bertanya beberapa hal yang dia tidak mengerti padanya, dan berakhir dengan Touma duduk dengan Diana.


"Hay, ini kosong mau duduk disini?" Tawarnya.


"Tapi...."


"Sebenarnya aku memiliki beberapa pertanyaan yang tidak aku mengerti, apakah kamu bisa membantuku?" Kata gadis itu dengan nada sedikit centil.


"Aku kurang baik dalam beberapa pelajaran,"


"Tidak masalah, tidak masalah,"


Namun Diana tetap menyeret Touma untuk duduk disampingnya.


Sekarang Seraphina menatap kearah tempat satu-satunya yang kosong.


Eric mengabaikan Seraphina, lalu kembali melihat buku catatan yang dipegangnya.


Pasrah, Seraphina lalu duduk disana.


Kebetulan tidak satu Kelas dengan Ciel, sayang sekali.


Kebetulan, ini adalah mata pelajaran Kimia, jadi mereka melakukan beberapa percobaan kecil dengan beberapa bahan di Laboratorium.


"Baik, sekarang semuanya, kita akan pergi ke Lab setelah ini. Untuk tugas kali ini, aku akan membagi beberapa kelompok, satu kelompok berisi tiga orang, aku akan membacakan daftar kelompok agar adil," kata Guru yang mengajar didepan.


Beberapa siswa terlihat penasaran dengan teman sekelompok mereka nantinya, dan beberapa yang lain terlihat tidak terlalu senang karena harus dipisahkan dengan teman semeja mereka.


"Baik, sekarang kelompok 1, Rio, Fanny....."


Guru didepan mulai membacakan satu persatu masing-masing anggota tim.


"Tim ke 8, Eric, Vano....."


Disini Seraphina merasa lega karena setidaknya dia tidak satu kelompok dengan Eric.


"Kenapa? Kamu terlihat senang tidak satu tim denganku," tanya Eric dengan nada penasaran.


"Kamu hanya salah sangka, tentu saja tidak... Hanya aku ingin satu tim dengan Touma,"


"Benarkah?"

__ADS_1


"Ya..."


"Aku kira kamu menghindariku."


Seraphina merasa canggung, namun tiba-tiba namanya dipanggil.


"Kelompok 13, Seraphina, Diana, dan Touma."


Memikirkan apakah ini sebuah takdir, Seraphina terlihat sangat bahagia karena ya bisa satu kelompok dengan Touma.


Seraphina lalu menatap ke belakang dan dia mendapat sebuah senyuman dari pemuda dibelakangnya itu.


"Ini pasti sebuah keberuntungan kami bisa satu kelompok," kata Touma dengan senyum ramahnya.


Namun disini, gadis disampingnya terlihat tidak suka, namun segera dia menormalkan ekpersinya, lalu berkata,


"Di bagus aku bisa satu kelompok dengan orang-orang yang aku kenal," kata Diana terlihat ramah.


Disini, baik Touma atau Seraphina tidak terlalu memperhatikan perubahan ekpersi gadis itu, namun ada seseorang yang memperhatikan perubahan ekpersinya, yaitu Eric.


Eric entah bagaimana merasa kalau siswi baru itu terlihat aneh, apa ini hanya firasatnya saja?


Ekpersi senyum itu jelas lihat sangat dibuat-buat.


Namun mengabaikan itu dia kembali fokus pada kelompoknya, tidak ada hal-hal aneh yang terjadi pada kelompok Seraphina, lagipula di sana ada Touma.


Tidak beberapa lama telah semua siswa berkumpul dengan kelompok masing-masing, mereka segera berjalan ke laboratorium, sambil membaca kertas yang dibagikan oleh guru, itu adalah petunjuk untuk percobaan hari ini.


Di sini, Diana terlihat mencoba dekat-dekat dengan Touma bertanya-tanya tentang beberapa zat kimia disini, dan tiba-tiba Touna entah bagaimana terlihat bersemangat ketika membicarakan zat-zat disini.


Meninggalkan Seraphina yang menatap mereka dengan heran.


"Apakah Zat ini?" Tanya Diana menunjuk pada salah satu botol.


"Ya, kamu harus hati-hati dengan zat itu, itu cukup berbahaya jika terkena kulit,"


Sejauh ini, mengikuti intruksi, kelompok mereka melakukan semua dengan baik.


"Seraphina, kenapa tidak kamu mengambil beberapa bahan yang ada disana dulu?" Perintah Diana tiba-tiba.


"Ah, ya. Aku akan kesana mengambil beberapa bahan."


Dia lalu meninggalkan dua orang itu.


Tidak lama sampai Seraphina datang dengan beberapa botol berisi beberapa cairan, namun saat dia hendak sampai ketempat Kelompoknya, tiba-tiba kakinya tersandung sesuatu, hampir jatuh, namun untungnya Touma yang berada didekat situ langsung menangkap gadis itu dengan sigap.


"Bukankah aku bilang kamu harus hati-hati?"


"Aku tidak sengaja,"


"Kamu masih ceroboh seperti biasanya, ini zat-zat yang cukup buruk jika terkena kulit, kamu harus hati-hati, dan kenapa kamu tidak memakai sarung tangan? Mana, aku ambilkan,"

__ADS_1


Disana Touma lalu mengabil alih botol-botol ditangan Seraphina, kemudian memakaikan sarung tangan pada Seraphina.


Disini, Seraphina merasa sedikit malu diperlakukan dengan manja seperti seorang anak kecil.


"Kamu terlalu berlebihan,"


"Tapi, kamu yang selalu ceroboh ini membuatku khawatir."


Dua orang untuk terlihat sangat mesra, bagaikan dunia hanya milik berdua.


Membuat Diana yang menatap kearah mereka sangat kesal.


'Gadis itu!!! Dia sangat centil pada Lucifer!!' dia begitu marah, dan mulai memikirkan beberapa rencana.


Setelahnya ketika mereka memasukkan beberapa zat dan lakukan percobaan semua berjalan dengan baik pada awalnya, namun tiba-tiba saat Touma pergi mencuci salah satu tabung kaca, meninggalkan dua gadis itu, Diana segaja menabrak salah satu gelas kaca disana dan menumpahkan cairan pada tangan Seraphina yang tidak tertutup sarung tangan.


"Awww...."


Seraphina merasakan luka bakar menyengat ditangannya.


Eric yang kebetulan lewat, langsung datang,


"Ada apa? Apakah kamu tidak apa-apa?"


"Ah... Maaf... Aku tidak sengaja," kata Diana terlihat memasang muka bersalah.


Disini, Eric menatap gadis itu dengan penuh curiga, lalu menanti Seraphina yang agak kesakitan itu.


"Mari aku akan mengantarmu ke UKS,"


Dan begitulah bagaimana Eric menemani Seraphina menuju UKS.


Ketika Touma selesai, dia hanya melihat kalua Seraphina sudah tidak ada di kelas.


####


Setelah kejadian pagi itu, Seraphina tidak mengikuti kelas berikutnya karena cedera di tangannya.


Sebenarnya awalnya, Seraphina nggak terlalu mempermasalahkan luka yang ada di tangannya namun terlihat jika ini cukup parah, maria dirinya bisa menggunakan Sihirnya untuk menyembuhkan luka ini dengan mudah, sayang sekali saja dirinya melakukannya sekarang orang-orang akan curiga, jadi mau gak mau Seraphina harus menahan beberapa rasa sakit ini untuk sementara.


Saat ini, ketika Seraphina hendak pergi kekamar mandi, tiba-tiba ada sekelompok orang yang menghadangnya.


"Apakah kamu Seraphina?"


"Eh? Ada apa?"


Seraphina merasa kaget kita ada beberapa orang yang menghadang nya itu.


Dirinya tidak tahu kenapa dihadang seperti ini tiba-tiba.


####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2