My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 53: Trik Kotor


__ADS_3

Disana, Ciel menarik Seraphina untuk keluar dari Sekolah.


"Ciel, lepaskan aku!"


"Mari sebaiknya kita segera kembali ke Heaven, aku merasa sudah tidak ada gunanya kita disini,"


"Aku tidak bisa. Lepaskan!!"


Ciel akhirnya melepaskan Seraphina, lalu berkata,


"Bagaimana kalau Ayahmu yang menyuruhmu untuk pulang?"


"Tidak, tidak ada perintah seperti itu."


"Kamu hanya tidak paham, aku sudah melaporkan semua hal-hal yang terjadi disini, kalau menurut logikaku kemungkinan besar kita akan di suruh pulang,"


"Ciel! Kenapa kamu melakukannya!!"


"Melakukan apa?"


"Melaporkannya!"


"Kamu kenapa jadi aneh? Itu jelas adalah tugas kita untuk melaporkan hal-hal yang kita lihat disini,"


"Tapi aku masih ingin disini,"


"Hah, apakah kamu hanya ingin bersama dengan manusia itu?"


"Itu bukan urusanmu!!"


"Seraphina kamu!!"


"Sudahlah, aku tidak akan membahasnya lagi."


"Tunggu saja sampai surat perintahnya datang, kamu cepat atau lambat akan segera pergi dari sini, tidak ada gunanya kamu bersama dengan manusia itu,"


"Kamu menjadi begitu menyebalkan!!"


Dengan itu Seraphina pergi meninggalkan Ciel dengan perasaan yang tidak nyaman.


Seraphina jadi memikirkannya, bagaimana kalau ternyata dirinya benar-benar harus dikirim ke rumah?


Dirinya benar-benar tidak ingin berpisah dengan Touma.


Hari-hari tanpa Touma...


Apakah dirinya akan baik-baik saja ketika kembali?


Dirinya juga paham kalau Touma itu manusia dan dirinya adalah Angel, bahwa mereka tidak hidup di dunia yang sama.


Bahkan walaupun seperti itu, perasaan cinta ini tidak bisa hilang.


Dirinya sudah jatuh terlalu dalam...


Seraphina lalu mulai mengeleng-gelengkan kepalanya, memikirkan tidak ada gunanya mengukirkan yang tidak-tidak.


Toh itu juga hanya suatu kemungkinan?


Dirinya juga bisa mengajukan permintaan pada Ayahnya agar tidak dikirim pulang.


Dirinya masih ingin disini, menikmati kehidupan sehari-hari seperti manusia.


Terutama ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengannya.


Hal-hal terasa sangat menyenangkan ketika hanya berdua.


####


Hari-hari sekali lagi berlalu dengan cepat.


Seraphina menjalani hari-hari ini dengan baik.


Rutinitas sehari-hari seperti sarapan bersama Touma, lalu mulai bergandeng tangan untuk beranjak ke Sekolah bersama.


Di sekolah, juga jika satu kelas mereka akan duduk berdampingan, lalu saat jam Istirahat, mereka akan pergi ke atap untuk makan siang bersama.


Di tempat yang tenang menikmati hari-hari indah ini.

__ADS_1


Seraphina hanya merasa sedikit aneh karena Kakak tingkat bernama Allen ini belakangan tidak lagi menghubunginya.


Namun itu bagus, artinya dirinya tidak perlu repot-repot menjadi pelayan untuk Kakak Kelas menyebalkan itu.


Disalah satu jam Istirahat saat ini, Serpihana dan Touma ada di Atap, Touma membaringkan kepalanya di pangkuan Seraphina.


"Hey, Touma kamu jangan tertidur."


Lucifer yang sudah melepaskan kacamatanya, menatap kearah gadis yang memangkunya.


Tatapan mereka bertemu,


"Sangat nyaman seperti ini, dan memang ini bisa membuatku mengantuk."


"Kamu benar-benar deh! Kamu berat cepat bangun!"


"Berat apa? Sangat nyaman seperti ini,"


Serapihan sejujurnya juga menikmati hari-hari tenang ini.


Dia mulai mengelus rambut Touma.


"Hey, itu geli," protes Lucifer.


"Rambutmu sangat lembut, dan berwarna hitam kelam, ini sangat indah,"


Lucifer lalu menatap rambut Seraphina yang tergerai, berwarna pirang terang, dan itu memang sangat indah.


Namun dirinya selalu membenci warna rambut hitamnya sekarang, dirinya lebih menyukai warna rambutnya dulu.


Putih murni, yang selalu di puji karena keindahannya.


"Aku merasa rambutku ini jelek, begitu hitam pekat,"


"Jelek bagaimana? Ini masih sangat cantik dan aku menyukainya,"


Lucifer sedikit tertawa,


"Benarkah?"


"Ya, kamu memiliki rambut yang indah, sangat tampan seperti ini,"


Touma lalu menarik Seraphina, kebawah, dan sedikit menaikkan kepalanya, hingga dirinya bisa mencium Seraphina.


Hanya ciuman singkat namun terasa sangat menyenangkan.


"Touma! Kamu berhenti mengejutkanku dengan ciuman tiba-tiba!"


"Pfffff, itu karena ekpersi mu sangat lucu,"


"Kamu masih sangat suka mengodaku bukan?"


Kali ini giliran Seraphina yang mencium Lucifer tiba-tiba, membuat ekpersi Lucifer menunjukan keterkejutan sesaat.


Mereka menikmati ciuman itu untuk beberapa saat.


Berapa kali pun mereka melakukannya, itu adalah perasaan yang menyenangkan dan membuat candu.


Hari-hari indah seperti ini memang sangat menyenangkan.


Seraphina selalu berpikir jika saja hari-hari seperti ini berjalan selamanya...


Seandainya saja kalau waktu bisa berhenti....


Dirinya ingin menikmati kebersamaan ini dengan Touma untuk selama-lamanya....


####


Hari itu sudah hampir menjelang sore hari.


Seraphina kebetulan berbeda kelas dengan Touma, jadi dia hadir dikelas sendiri.


Ketika jam pelajaran berlangsung, tiba-tiba ada sebuah pesan diponselnya.


Itu berasal dari Kakak Senior Allen yang sudah lama tidak menghubunginya.


Karena bosan mendengarkan pelajaran, Seraphina lalu membaca pesan itu, cukup penasaran dengan isinya.

__ADS_1


'Datang ke halaman belakang sekolah, sekarang. Ada hal yang ingin aku kamu lakukan,'


Apa-apa pesan tidak jelas ini?


Seraphina lalu membalas,


'Kenapa tidak kamu katakan lewat pesan saja?'


Tidak lama balasan datang,


'Ini adalah sebuah Perintah, dan ingat janjimu padaku untuk mematuhiku.'


Seraphina mengerutkan dahinya karena kesal.


Bagaimanapun juga ini janji.


'Tapi aku ada dikelas sekarang,'


Balasan tidak sabar segera muncul.


'Kamu harus datang sekarang dan tidak bisa diganggu gugat. Dan satu lagi, kamu harus datang sendiri, aku tidak akan menoleransi jika kamu mengajak orang lain. Ini mungkin akan menjadi perintah terakhir dariku.'


Mendengarkan kata ini mungkin hal terakhir yang akan orang itu, minta, tanpa pikir panjang Seraphina lalu menyentujuinya.


Dengan alasan pergi ke Toilet, Seraphina pamit pada guru, menuju lantai bawah untuk pergi ke halaman belakang sekolah.


Ketika sampai dihalaman belakang, terlihat cukup sepi.


Itu mungkin karena saat ini juga senja, siswa-siswi masih di kelas sore.


Matahari memperlihatkan sedikit cahaya remang-remang, menjelang tengelam.


Cukup indah untuk menatap pemandangan langit.


Namun ini bukan saatnya Seraphina merasa harus melihat-melihat cuaca.


Dirinya segera sadar dan mencari keberadaan Kakak Senior yang menyuruhnya kesini.


Disalah satu pohon didekat situ, terlihat rambut silver yang familiar.


Seraphina lalu mendekatinya,


"Kak Allen?"


Allen lalu memalingkan wajahnya, menatap gadis itu.


"Ya. Akhirnya kamu datang."


"Apa yang ingin Kakak katakan?"


Disana Seraphina entah kenapa merasa penampilan Kakak Senior ini sedikit aneh.


Matanya lebih merah dari biasanya, merah Semerah darah....


Tanpa menjawab, Allen lalu menarik Seraphina kearahnya.


Kemudian bahkan sebelum Seraphina bereaksi, Allen mencium bibir Seraphina.


Seperti kejadian malam itu...


Begitu bibir itu berada di bibir Seraphina, rasanya seperti energinya tersedot, membuta gadis itu tidak memiliki tenaga.


Tunggu....


Ini adalah perasaan aneh...


Ini semacam sihirnya disedot...


Perasaan ini berasal dari....


Namun sebelum Seraphina menyadarinya, dia sudah kehilangan kesabarannya, dan terjatuh dalam pelukan Allen.


Allen tersenyum melihat gadis itu berada dalam pelukannya.


Hmm, gadis ini adalah miliknya.


####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2