
Ketika jam Istirahat, Seraphina mengajak Ciel untuk berkeliling disekitar Sekolah, menunjukan padanya lokasi kelas-kelas, juga menunjukkan padanya cara mengunakan berbagai peralatan Elektronika disana.
Saat ini di lorong, keduanya masih asik mengobrol.
"Kapan kamu sampai disini?" Tanya Seraphina penasaran.
"Aku baru saja sampai hari ini,"
"Jadi, apakah kamu sudah mengatur tempat kamu akan tinggal?"
"Aku dengar Sekolah ini memiliki Asrama. Lebih mudah tinggal di Asrama, barang-barangku akan sampai nanti sore,"
"Ah, jadi kamu sudah mempersiapkan segalanya?"
"Tidak juga. Hanya bawahan yang mempersiapkan segalanya,"
"Ah.... Begitu mudah menjadi tingkat atas sepertimu,"
"Tidak juga aku rasa,"
Saat ini kedua orang itu sampai di kantin.
Awalnya, Seraphina hendak memperkenalkan Ciel dengan Touma dan Itsuki, namun sepertinya dua orang itu sedang tidak ada sekarang.
Apakah mereka di Kantin kelas senior?
Ah dirinya tidak berani kesana sendirian, nanti malah ketemu Kakak tingkat dan terjadi beberapa keributan.
Kakak tingkat disini sombong-sombong.
"Jadi, bagaimana kalau mengecek ke Asramamu? Kebetulan sebentar lagi akan ada Ferstival Sekolah, jadi, Guru sedang rapat, dan kita hanya akan masuk untuk Kelas Sore nanti."
"Aku juga belum mengecek kamar Asramaku,"
"Mari, kita cek. Aku juga cukup penasaran dengan Asrama Sekolah ini. Aku belum pernah kesana sebelumnya,"
"Aku rasa tidak ada yang spesial soal itu,"
Dari sini, Seraphina mulai penasaran soal Asrama Sekolah, dirinya dengar itu masih ada di satu gedung, namun sepertinya itu di lantai bawah, dan beberapa ada di lantai bawah tanah.
Sekolah X memiliki lokasi yang cukup menarik karena sebenarnya cukup dekat dengan Kota Bawah Tanah Advance City.
Itu terhubung langsung kesana, jadi Para Siswa disini akan jarang pergi keatas, dan lebih suka pergi ke Kota Bawah Tanah.
Disana, lengkap sudah ada restoran, cafe, tempat berbelanja, dan distrik hiburan.
Sejujurnya ini adalah pertama kalinya Seraphina memiliki kesempatan ke Kota Bawah Tanah ini.
__ADS_1
Ya, awalnya dirinya memang ingin bersama Ciel ke Asramanya dulu, namun godaan untuk pergi ke Kota Bawah Tanah saat melihat buku panduan, membuat Seraphina lebih tertarik.
Apalagi sekarang dirinya memiliki teman yang bisa diajak kemana-mana.
Setelah berjalan beberapa meter dari gedung Asrama Bahwa Tanah, kedua orang itu sampai di Kota Bawah Tanah.
Ini masih siang hari, namun suasana Kota Bawah memiliki suasana malam hari yang glamour.
Ini jelas karena tidak ada matahari disini, jadi tempat ini diteragi oleh lampu seperti dimalam hari.
Walaupun siang hari, namun bisa merasakan nuansa malam hari yang indah disini.
Di Advance City ada larangan untuk anak di bawah umur berkeliaran lebih dari jam 9 malam.
Setelah jam 9 adalah jam untuk belajar. Itu juga untuk menjaga ketertiban, jika Esper-Esper muda ini dibiarkan terus berkeliaran, siapa yang tahu insiden apa yang akan terjadi?
Lebih baik, memberikan mereka sedikit waktu untuk bermain-main.
Jadi untuk Para Pelajar di bawah umur ini, Kota Bawah Tanah adalah wahana untuk mereka bisa menikmati suasana glamornya malam.
Cahaya lampu yang berwarna-warni dan indah disana sini, membuat mata silau.
"Kota ini benar-benar menarik bukan? Mereka bahkan memiliki kota seperti ini," kata Seraphina dengan takjub.
"Ini 500 meter dibawah permukaan tanah."
Ketika mereka berdua sibuk untuk mengagumi Kota Bawah Tanah ini, ada dua orang tertentu yang tiba-tiba muncul.
"Seraphina? Kamu disini?"
Mendengar namanya dipanggil, Seraphina menoleh, dan disana ada Touma yang saat ini memegang minuman ditangannya, terlihat sedang bersantai, dan disampingnya, ada Itsuki.
Ciel menatap dua pemuda itu dengan pemasaran.
"Touma? Kamu disini juga?"
"Ya, tempat ini menarik untuk dikunjungi, aku baru saja melihat beberapa wahana permainan yang bagus, dan memengakan beberapa hadiah,"
"Jangan bilang kamu habis bermain di sejenis Kasino,"
"Seraphina, kamu tahu bukan? Aku masih dibawah umur, ada larangan anak dibawah umur untuk main ditempat seperti itu, ini hanya tempat bermain Arcade sederhana. Dan siapa seseorang yang berada disamping mu ini?" Kata Touma sambil menatap tidak suka pada pemuda berambut pirang gelap disamping Seraphina.
Kenapa melihat orang itu bersama dengan Seraphina membuat Lucifer merasa tidak senang dan kesal tiba-tiba.
Ini perasaan yang aneh.
"Ah... Aku belum memperkenalkan kalian bukan? Ini temanku Ciel, kebetulan kami berasal dari Kota yang sama. Dan Ciel, perkenalkan ini Touma dan Itsuki, mereka banyak membantuku selama aku ada di sini."
__ADS_1
Seraphina tersenyum ketika memperkenalkan mereka, namun disisi lainnya, ada kilat seperti permusuhan ketika tatapan Ciel dan Touma bertemu.
Rasa tidak nyaman dan semacam firasat buruk, itulah yang Ciel rasakan ketika melihat pemuda bernama Touma itu.
Setelah perkenalan singkat, Touma lalu memberikan sebuah boneka kecil untuk Seraphina,
"Ini sesuatu yang aku menangkan tadi,"
Itu adalah sebuah boneka berbentuk cumi-cumi berwarna kuning, yang terlihat lucu.
"Kenapa cumi-cumi? Ini aneh," respon Seraphina heran.
"Ketika melihat boneka itu aku tiba-tiba ingat denganmu. Bukankah boneka ini terlibat mirip denganmu?"
"Siapa yang mirip dengan cumi-cumi? Kamu menyebalkan!" Kata Seraphina kesal sambil memukul Touma dengan boneka cumi-cumi ditangannya.
"Pfffff... Baiklah-baiklah, mana aku ambil jika kamu tidak mau boneka ini," kata Touma yang hendak mengambil kembali boneka itu dari tangan Seraphina, namun Seraphina menyembunyikan boneka itu dibelakangnya.
"Hal yang sudah diberikan tidak bisa diambil kembali," kata Seraphina sambil cemberut.
"Kamu terkadang bisa begitu lucu," kata Touma lalu mencubit pipi Seraphina dengan ringan, lalu lanjut berkata, "Benar-benar terlihat seperti boneka cumi-cumi ini,"
"Berhenti bilang aku seperti cumi-cumi!"
Disini, sekali lagi Seraphina mengejar Touma hendak memukulinya lagi.
Sepintas terlihat gambaran bahwa mereka berdua terlihat begitu akrab.
Ciel tidak bisa berhenti merasa tidak nyaman dihatinya itu.
Lalu dia mulai bertanya pada siswa disampaignya,
"Apakah mereka memang seakrab itu?"
"Ya, mereka memang seperti itu,"
Tapi entah kenapa untuk Ciel, Touma itu sedikit mencurigakan.
Apakah ini hanya firasatnya saja?
Namun dirinya selalu memiliki firasat yang cukup kuat....
Ah ini mengigatkannya pada sosok pemuda yang digambar Seraphina tadi siang....
Memikirkan ini membuat Ciel merasa kesal sendiri.
####
__ADS_1
Bersambung