My Beloved Devil

My Beloved Devil
Chapter 29: Perasaan Terlarang


__ADS_3

Acara menjelajah sekolah ini berlangsung cukup tenang.


Sebenarnya tidak ada apa-apa yang terjadi disini.


Namun justru keterangan inilah yah terlihat aneh.


"Ini, aneh. Kenapa Sekolah ini terlihat sangat tenang dimalam hari?" Tanya Yuuta yang berjalan didepan duluan.


"Kamu yang aneh, Yuuta. Sekolah pada dasarnya cukup normal, tenang seperti ini."


"Namun di Sekolah Kita selalu ramai sepertinya dimalam hari,"


"Itu karena orang-orang seperti mu suka membuat masalah." Kata Rui lagi dengan kesal.


"Aku berpikir kalau ini tidak ada gunanya dan akan lama, kenapa kita tidak berpencar saja?"


Semua orang lalu menatap kearah Ryuki yang mengatakan itu barusan.


Saat ini rombongan itu sedang berjalan menaiki tangga, mengecek salah satu dari Misteri di Sekolah.


Tangga yang terkadang ada suara-suara langkah kaki misterius.


Disini, Seraphina yang tidak hati-hati itu tiba-tiba hampir tergelincir.


Namun untungnya, ada Ciel yang menangkap Seraphina dengan sigap, membawa Seraphina kedalam pelukannya.


"Kamu harus hati-hati, ini tangga, dan lantai disini cukup tinggi.


Mereka yang berjalan paling belakang tidak mendengarkan perdebatan orang-orang didepan.


Disini, Lucifer kebetulan melihat kearah belakang, dan melihat Seraphina dan Ciel seperti berpelukan, dan lagi mereka berdua terlihat sangat menempel dari tadi, berjalan berdekatan terus.


Memikirkan hal ini, ini benar-benar membuat dirinya merasa tidak nyaman.


Ada perasaan tidak enak dihatinya ketika melihat Seraphina bersama dengan laki-laki lainnya.


Lucifer sedikit menyadari perasaan apa yang ada dihatinya ini.


Dirinya ingin menyangkal, namun tidak bisa.


Padahal dirinya tahu, kalau perasaan ini salah.


Seraphina hanya manusia bisa, tidak bisa bersama dengan dirinya yang hidup abadi ini.


Lagipula dirinya tidak ingin membawa kekacauan pada hidup gadis itu.


Diluar sana, dirinya memiliki banyak musuh.


Menunjukkan kelemahannya, adalah hal yang akan membuat musuh-musuhnya mengambil cela darinya.


Ini tidak boleh....


####


Pada akhirnya, rombongan itu akhirnya berpencar.

__ADS_1


Disini, Seraphina bersama dengan Rui, berjalan menuju lantai-lantai atas.


"Ah, gedung sekolah ini benar-benar merepotkan, desainnya rumit dan terlalu banyak lantai."


"Itu benar, aku juga tidak suka dengan desain disini, terlihat begitu banyak membuat aku sering tersesat."


"Kami sering tersesat?"


"Terkadang, lagipula disini ada begitu banyak ruangan dan lantai, bagaimana tidak tersesat?"


"Ah, kamu memiliki ingatan yang buruk bukan? Aku sudah menghafal semua ruangan yang kita kunjungi tadi,"


Disini, Rui mulai mengatakan lantai dan nama ruangan yang mereka kunjungi.


Ini sudah cukup banyak, namun Rui ingat semua.


"Wah, kamu cukup hebat dalam mengigat,"


"Begitulah, kami para level 5 memiki daya otak lebih dari yang lain. Lagipula, sumber kekuatan Esper ada di perhitungan dan kalkulasi dari masing-masing Esper yang dilakukan oleh otak manusia, bagaimana mereka membuat hal-hal di bawah sadar ke dunia nyata."


"Aku masih tidak mengerti tentang cara kerja Esper,"


"Mungkin karena kamu baru disini bukan?"


"Mungkin juga, aku masih sedikit binggung dengan kemampuan Esper, kenapa kalian level 5 bisa begitu hebat?"


"Semua orang pada dasarnya, memiki 'Dunia Unik' sendiri dalam diri mereka, dengan rangsangan beberapa obat dan percobaan, manusia di rangsang untuk membuat 'Dunia Unik' mereka menjadi keyataan, ini disebut proses Imagination Rift, atau kami menyebutnya proses Awakenig. Kamu seharusnya sudah melewati proses nya,"


Jadi ketika mereka sedang asik membicarakan hal-hal soal kemampuan Esper, ada sebuah suara aneh terdegar.


"Itu... Suara apa itu?"


Mereka berdua lalu buru-buru menuju kesalahan satu Lap disana.


Namun ternyata itu hanya sebuah suara meja bergeser.


"Touma, kenapa kamu disini? Bukankah kamu seharusnya bersama dengan Yuuta?" Tanya Seraphina dengan heran.


"Bagaimana aku menjelaskannya, Yuuta bilang dia tidak ingin diikuti, dan ingin menjelajah sendiri, apa daya aku aku tidak bisa mengatur nya,"


"Yuuta itu!! Dia hanya bisa membuat masalah. Dimana dia sekarang?"


"Mungkin di lantai 10?"


"Aku akan menyusul dia, siapa yang tahu masalah apa yang akan dia buat," kaya Rui dengan cemas.


"Eh? Tapi apakah kamu tau lokasi-lokasi tempat ini? Nanti kamu tersesat,"


"Sebenarnya aku sudah membaca peta gedung ini jadi aku hafal lokasi lokasinya,"


Dan begitulah Rui berlari keluar dari tempat itu, tindakan dua orang sendirian di ruangan itu.


Sekarang ditinggalkan berdua ada sebuah keheningan.


Sebenarnya ini adalah sebuah ruangan yang familiar.

__ADS_1


"Apakah kamu ingat tempat ini?" Tanya Lucifer tiba-tiba.


Seraphina melihat sekeliling.


Ini adalah ruangan laboratorium yang akrab.


Saat pertama kali dirinya masuk ke ruangan ini, dirinya melihat seorang pemuda tertentu tertidur di sana dengan tenang lalu tanpa sadar mendekat dan mencium pemuda itu.


Dan ternyata pemuda itu tidak lain adalah buta yang saat ini ada didepannya.


Ini membuat perasaannya cukup rumit.


Dirinya tidak tahu harus menjawab seperti apa.


Entah setan apa yang merasuki nya saat itu hingga dirinya bisa mencium pemuda itu tiba-tiba.


"Kamu harus melupakan itu,"


"Melupakan bagaimana? Kamu duluan yang mencium ku hari itu,"


Seraphina coba mengalihkan pandangannya tidak berani menatap Touma.


Namun Lucifer memegang wajah gadis itu agar menata ke arahnya.


"Aku minta maaf," guma lirih gadis itu.


"Apa yang membuatmu ini minta maaf? Kamu sungguh gadis yang aneh,"


Lalu sekali lagi ada sebuah keheningan di sana.


Namun situasi mereka berdua berada di ruangan itu dan langit malam yang terlihat dari jendela, lihat begitu indah dan nyaman.


Ini jika mengingatkan ketika mereka berdua berada di festival.


Menatap kembang api berdua dari atap.


Tatapan mereka bertemu....


Entah sejak kapan, Lucifer melepaskan kacamata nya.


Sepertinya di sini dia sudah memutuskan sesuatu.


Lalu tiba-tiba berkata sesuatu yang mengejutkan.


Kan walaupun ini akan menjadi sesuatu yang singkat, ini tidak masalah.


Lagipula identitas dirinya saat ini bukanlah Sang Mantap Archangel Lucifer, namun hanya seorang siswa biasa.


"Apakah kamu mau menjadi Kekasih ku, Seraphina?"


Perkataan Lucifer terlalu sangat tiba-tiba.


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2