
Ini adalah malam yang gelap, hari sudah cukup suram. Termasuk di salah satu SMA Elite tertentu.
Gedung Sekolah itu saat ini gelap, hanya cahaya remang-remang dari gerbang sekolah yang terlihat.
SMA Elite Y memiliki halaman yang sangat luas, juga beberapa gedung mengelilinginya.
Berbeda dengan Sekolah Menengah X tempat Seraphina bersekolah yang hanya terdiri dari satu gedung tinggi.
Sekolah Elite Y, yang terdiri dari beberapa gedung yang tidak terlalu tinggi, digunakan untuk mencegah terjadinya beberapa Insiden oleh para Esper level atas.
Ini adalah Sekolah Khusus untuk Para Esper Kelas atas, dan para siswa yang saat ini di usia yang masih muda, tentu banyak siswa yang masih bergitu bersemangat untuk bersaing satu sama lainnya, apalagi ini Esper level atas, yang kekuatannya bisa memberikan cukup banyak kerusakan.
Halaman depan Sekolah cukup luas, belum lagi halaman belakang yang tidak kalah luasnya, jadi mencari petunjuk keberadaan seseorang di tempat ini sebenarnya cukup sulit.
Disana juga ada gedung terbengkalai yang mengalami kerusakan.
Seraphina bersama teman-teman barunya ini saat ini telah tiba di dekat gerbang sekolah. Dan tentu saja, mereka tidak bisa sembarang untuk masuk ke Sekolah ini di malam hari, ada aturan penting.
Disini, melihat betapa luasnya tempat itu membuat Seraphina kagum.
Ah....
Sekolah Elite memang sungguh berbeda, itulah yang gadis itu pikirkan.
"Jadi bagaimana kita akan masuk? Apakah akan menyusup?" Tanya Yuuta pada Rui.
"Kenapa kita harus menyusup? Walaupun ada larangan untuk masuk kesana di Malam hari, ingat aku adalah anggota Komite Disiplin Sekolah, aku memiliki Hak untuk masuk kedalam dengan bebas."
"Itu, kamu, Rui. Bagaimana dengan ku?"
"Kamu bisa dengan mudah masuk melewati gerbang dengan kemampuanmu bukan?"
"Kamu yang paling tahu kalau gerbang sekolah memiliki radar anti Esper,"
"Emm, bukankah kita bisa masuk lewat pintu belakang?" Tanya Seraphina ragu.
"Disana sebenarnya juga ada robot penjaga, tapi aku rasa kita tetap bisa masuk dari depan, ini akan menjadi tanggung jawabku sebagai Komite Disiplin lagipula, tidak apa-apa mengajak orang masuk untuk menyelidiki tapi....." Kata Rui sedikit ragu, dia menatap kearah Seraphina.
"Aku tidak bisa percaya padamu begitu saja, siapa yang tahu kalau kamu punya maksud tertentu," lanjut Rui.
"Aku hanya merasa kalau kasus ini sedikit membuatku tertarik. Kamu bisa memegang Kartu Pelajarku jika kamu tidak percaya padaku," kata Seraphina menyerahkan sebuah kartu pada Rui.
__ADS_1
Disana, lalu Rui memindai kartu itu diponselnya.
"Aku tahu ini Asli. Baik aku pegang kata-kata mu. Tapi sebaiknya kamu jangan masuk terlalu ke dalam, kamu sebaiknya menunggu di dekat pintu masuk, jika pada jangka waktu tertentu kita belum kembali...."
"Tapi.... Aku juga ingin masuk..."
"Kamu.... Sudah aku bilang berjaga diluar?"
Pada akhirnya, mereka masuk ke gerbang itu, dan Seraphina disuruh menunggu didekat pintu gerbang, sedang dua orang lainnya masuk kesana sacara terpisah.
Setelah beberapa saat berlalu, hari semakin gelap, ini mengingatkan Seraphina kalau dirinya belum memberi makan kucing kecil dirumahnya.
Tapi....
Seraphina merasa ini akan menjadi lama jika menunggu kedua orang itu kembali.
Sebaiknya dirinya juga mengecek apa yang sebenarnya terjadi, apakah ada tanda-tanda dari Iblis atau tidak, jika tidak ini tidak, dirinya sendiri tidak bisa terlalu banyak terlibat dalam urusan Dunia Manusia, mau bagaimana lagi?
Dan begitulah, Seraphina akhirnya mulai memasuki Sekolah itu.
####
Disalah satu gedung terbengkalai, terlihat sesosok mahluk berwarna hitam, dia memilih sayap besar dipunggungnya, dan dua tanduk kecil di atas kepalanya.
Saat ini didepan sosok itu, terbaring seorang pemuda tertentu yang terlihat pingsan, dia terlihat diikat dengan tali khusus tertentu.
"Aku tidak mengira, menjebak Seorang Esper level 5 begitu mudah. Dia bisa masuk dalam perangkap, dan aku bisa meniadakan kemampuan Espernya dengan Batu Khusus ini. Apakah ini benar-benar yang di sebut-sebut sebagai Controller Master itu? Terlalu payah." Kata sosok itu sambil menendang tubuh pemuda berambut biru didepannya.
"Melihat jiwanya.... Ini terlihat sangat lezat.... Tapi cukup sudah untuk membawa orang ini keluar dari sini, keamanan di luar sangat ketat. Tapi dengan memakan ini akan meningkatkan kemampuanku.... Tapi sayang sekali, mangsa yang lezat ini tentu saja akan di persembahkan pada Tuan Muda,"
"Aku pasti akan mendapatkan pujian dari Tuan Muda. Tuan Muda sudah memberikan Batu Anti Esper ini khusus untukku, untuk menangkap mangsa besar seperti ini."
"Dengan semua persiapan ini, Tuan Muda akan bisa melancarkan serangannya untuk balas dendam, dan kembali ke Underworld.... Dan ketika hari itu tiba....."
Sosok itu dibawah cahaya bulan yang setengah terlihat itu, tertawa begitu dengan keras.
Saat ini selain ada seorang pemuda dihadapannya, ada seorang gadis juga yang berada dihadapannya.
"Namun barang remeh ini bisa menjadi mangsaku... Hahahaha...."
Dia lalu mencoba berkonsentrasi, dan kemudian sebuah cahaya muncul dari telapak tangannya.
__ADS_1
Dia mulai melukai dirinya, dan membuat sebuah simbol sihir dengan darahnya.
Ini adalah ritual untuk mengambil jiwa, mengabil esensi dari jiwa manusia.
Ketika esensi jiwa diambil, manusia akan kehilangan jiwanya, dia tetap hidup namun tidak benar-benar hidup.
####
Ketika Seraphina mulai berkeliling, saat ini dia ada di halaman belakang sekolah. Dia merasakan keberadaan aneh.
Ini adalah jejak-jejak dari sihir gelap, sihir milik Iblis.
Melihat jejak yang sudah hampir menghilang ini, dirinya merasakan firasat buruk.
"Sepertinya ini lebih buruk dari pada yang aku kira.... Untuk berpikir ini benar-benar ulah Iblis....."
####
Disisi lainnya, disalah satu Apartemen tertentu, terlihat dua orang pemuda berdiri didepan salah satu pintu Apartemen itu.
"Kak Touma, sepertinya tidak ada orang didalam sana." Kata pemuda berambut biru gelap ini.
"Ini aneh, tidak biasanya Seraphina belum pulang jam segini?"
"Mungkin dia sedang keluar dengan beberapa teman? Atau makan diluar?"
"Ah ya aku sudah mengirim pesan padanya namun belum dibalas. Padahal aku ingin memperkenalkan dia padamu, aku juga ingin kamu melihat kucing kecil lucu itu."
"Aku sebenarnya tidak begitu tertarik dengan hal-hal seperti ini,"
"Ayolah, Itsuki, saat ini kita di Dunia Manusia, kamu jangan begitu kaku, coba lihat dan pelajari hal-hal di Dunia ini,"
Ketika mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba ponsel Lucifer berbunyi.
Dia pikir itu telepon dari Seraphina, jadi dia begitu semangat dan mengangkat teleponnya, namun ternyata ini adalah suara dari seorang Pria.
####
Bersambung
####
__ADS_1
Btw bagaimana pendapat kalian soal sampul baru dari Noveltoon? 🤣🤣🤣
Dpt Cover baru tapi... tapi.....