
"Apa ayah baik-baik saja?"tanya Rain khawatir, melihat itu membuat Percy tak tega dan memeluknya bak seperti kakak adik kandung.
"Paman Bagaskara itu sosok Guardians terdahulu yang paling kuat! kau tenang saja, paman hanya pingsan karna kelelahan Rain... kau juga harus istirahat karna ini sudah sangat malam."ucap Percy.
Rain mengangguk, karna dari tadi ia melihat Chloe menguap di tangannya.
Benar apa yang dikatakan Ice, kalau borgol besi itu kembali menyatu dan menyegel kekuatan saat lima menit telah berakhir.
Dia melihat tenda yang di huni oleh Zai, di awal dia sudah memutuskan untuk tidur bersama pemuda itu karna tenda mereka hanya ada lima sementara ayahnya sudah berada di tenda yang di huni oleh Saurus.
"Apa kau orang yang tenang saat tidur?"
Pertanyaan dari Zai membuat Rain memiringkan kepalanya binggung.
"Maksudnya kau tidak berisik kan saat tidur?"ucap Zai.
"Tidak em kalau kak Zai keberatan aku akan..."
"Aku tidak keberatan sama sekali, hanya saja kau tau kan aku sulit sekali tidur di alam terbuka."ucap Zai menyela ucapan Rain.
"Sekarang masuklah, aku akan menyusul nanti."
"Kak Zai mau kemana malam-malam begini?"tanya Rain penasaran melihat pemuda itu masih terjaga di luar sementara yang lain sudah masuk ke dalam tendanya masing-masing.
"Berjaga bodoh, kau kira kelompok bayangan itu pergi begitu saja, aku akan mengawasi sekitar kalau-kalau ada sesuatu yang mencurigakan. Jika tidak ada maka aku akan langsung tidur."ucap Zai enteng membuat Rain tertegun.
Ternyata walau Zai terlihat seperti orang yang cuek sebenarnya dia sangat perhatian dan memiliki hati yang hangat di dalamnya.
"Ingat Rain jauhi temanmu itu."ucap Zai menepuk pundak Rain lalu keluar dari tenda.
Rain menghela napas, dia mengerti ucapan Zai.
"Selamat malam Chloe."ucap Rain mengelus kepala hewan peliharaannya itu lalu meletakan Chloe atas kantong tidur.
Rain menatap langit-langit tenda yang terbuat dari daun itu entah kenapa dia teringat akan naganya.
"Garfield....sebenarnya tempat apa yang kau ciptakan ini?"gumam Rain lirih lalu perlahan kedua mata itu terpejam karna rasa kantuknya.
...
Disisi lain.
Terlihat seorang pemuda berambut silver tengah memandang ke atas langit.
Entah berapa kali ia menghela napas hari ini dia sudah tak dapat menghitungnya, ingatannya kembali berputar pada pertarungan yang baru saja ia lakukan.
Tanpa dia sadari bahwa ada sosok yang terus memperhatikannya dari tadi.
Hingga sosok itu tiba-tiba keluar membuat Ice sadar dan langsung berbalik kearah belakang.
"Siapa kau?"tanya Ice penuh waspada, walaupun sosok itu menyerupai kelompok bayangan tapi Ice bisa merasakan kalau aura sosok itu berbeda dari teman-temannya.
Aura ini...
__ADS_1
Kenapa aura kegelapan sangat kuat padanya?batinnya.
"Dasar lemah, bukannya kau pemimpin black dragon tapi kenapa kau bertindak seolah menjadi pemimpin yang pengecut?"ucap sosok itu menyeringai melihat raut kesal Ice.
"Kubilang siapa kau?dan ku peringatkan padamu hati-hati saat bicara karna aku sangat tidak senang dengan orang yang ikut campur pada urusan pribadiku."
"Aku bukan siapa-siapa tapi aku hanya ingin memberikan satu pertanyaan padamu."
"Aku tidak mengenalmu, pergilah sebelum kau tersedot dalam lubang hitam!"ancam Ice.
Namun sepertinya ancaman itu tidak mempan pada sosok di hadapannya.
"Kau ingin melawanku?bodoh sekali..."ucapnya terkekeh sambil membuka tudung kepalanya hingga membuat Ice terkejut.
"Rain..."
"Oh pemuda bermata biru itu temanmu kan?aku hanya meminjam wajahnya sebentar bukankah kami sangat mirip hm?"
"K-kau sebenarnya siapa?"
"Sudah aku bilang aku bukan manusia atau satu di antara kalian, jika kau membutuhkan kekuatan yang lebih besar aku bisa memberikannya..."
Ice tak menyangka kalau Rain mempunyai kembaran yang jahat atau itu sosok iblis yang menyerupai Rain?
"Apa mau mu dariku iblis!?"
"Akhirnya kau mengerti, mau ku darimu adalah menjadikan dirimu kuat dan membunuh manusia itu."ucap iblis itu tersenyum licik.
"T-tidak mungkin..."
Bersamaan itu iblis berubah menjadi bayangan hitam besar dan melesat menuju Ice.
Wuss!
Ice yang tak sempat menghindar merasakan panas luar biasa saat iblis itu berhasil masuk ke dalam tubuhnya.
"Aaaarghhhhh!!!!"
Srek!
Srek!
Srek!
Ice merobek pakaian sendiri, karna rasa panas itu makin menyiksanya.
Hingga tubuhnya tiba-tiba bergerak sendiri dan warna matanya berubah menjadi warna gold yang menyala dalam kegelapan.
"Tubuhmu sangat cocok."ucap Ice seolah dia sudah di kendalikan oleh iblis itu.
Dia lalu tertawa sendiri dan mengusap wajahnya.
"Untuk saat ini biarkan aku membantumu...
kakak."ucap iblis itu.
__ADS_1
...
"Hah!astaga siapa kau!"
Rain terkejut saat ia bangun malah mendapati sosok bertudung hitam yang mengelus kepalanya.
"Sssttt...jangan berisik ini sudah malam adik."
"T-tapi siapa kau?"tanya Rain.
"Menurutmu?"
"Huh?"
Sosok itu lalu membuka tudungnya membuat Rain membulatkan matanya tak percaya.
"Ice...bagaimana kau..."
"Aku bukan Ice."
"Tapi..."
"Dengarkan aku dulu dan jangan memotongnya adik."
Rain lalu mengangguk saat jari sosok itu di depan mulutnya.
"Kau masih ingat kan?cerita tentang Dark fantasy?"
"Iya...sedikit..."ucap Rain malu karna dia itu manusia yang suka lupa.
"Iblis itu telah muncul menyerupai dirimu dan mengambil alih tubuh temanmu, mulai sekarang dia tak akan segan lagi untuk membunuhmu karna tujuan iblis itu memang itu."
"Iblis?"
"Ya kau harus hati-hati adik, karna kakakmu ini tak bisa menolong mu tapi hanya bisa memberikan mu sebuah kebenaran."ucap sosok itu.
"Bisakah kau menjelaskan semuanya?"
"Sayangnya jika kau meminta kebenarannya untuk sekarang itu bukan waktu yang tepat."
Rain menatap sosok itu kesal.
Kenapa semua orang menutupi sesuatu yang besar padanya seolah-olah dia hanyalah anak kecil.
Rain memang tak memiliki rahasia lagi untuk di ceritakan tapi yang membuat lebih kesal adalah kenapa orang memiliki rahasia yang harus di beritahukan ya tapi malah memendamnya.
"Kau seperti yang lain!jika kalian melakukan ini hanya semata-mata untuk melindung ku maka kalian salah karna aku akan berusaha lebih kuat dari kalian hingga kalian akan terus membuka mulut karna tercengang!"
"Wah adik kau membuatku kagum dengan semangat mu itu,tapi untuk mencapai tujuanmu dan menyelamat kan semua orang, sosok pahlawan tidak hanya melewati rintangan, akan tetapi sebuah pengorbanan."
"Apa maksudmu?"
"Jika kau di suruh memilih diselamatkan atau mengorbankan?"
"Pertanyaan apa itu?"tanya Rain tak mengerti tapi hatinya merasa bimbang.
"Untuk menyelamatkan temanmu kau harus menemukan tujuh pertama dan mengunakan kekuatannya akan tetapi hal itu membutuhkan sebuah pengorbanan, kau di dunia mu mungkin telah mati akan tetapi di sini kau hidup dengan jiwa sepenuhnya."
__ADS_1
...