My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Teka teki yang berubah


__ADS_3

Srek!


Suara tulang punggung dan sayap yang muncul entah dari dari di belakang punggungnya membuatnya kaget dengan pantulan baru dirinya itu.


Ini artinya...


Akhirnya...


Dia memiliki sebuah sayap baru!


...


"Ini sudah terlalu lama aku akan menjemput Ice!"ucap Rain berlari kearah portal itu hingga mereka tak bisa mencegahnya.


"Rain tunggu!"ucap Grass.


"Kita harus menghentikannya!"ucap Percy, ya mereka semua sudah berkumpul dan membawa Naries kembali dengan selamat.


"Tidak, karna aku percaya dengan Rain."


Hingga ucapan Zai membuat mereka semua terdiam.


Kepercayaan dalam suatu kelompok itu seperti membangun prajurit pemberani di depan istana, tapi membuat keputusan perlu dengan pemimpin dan perancang yang hebat.


Di sisi lain kita bisa melihat bahwa Ice masih terpukau dengan sayap baru di punggungnya.


Ya selama ini, saat dia masih di rasuki iblis, dia tak pernah bisa mengeluarkan sayapnya sendiri entah kenapa.


Hal itu membuatnya harus bertransportasi dengan portal klan bayangan.


Meski harus melewati kegelapan.


Sampai di mana dia melihat dan bergabung dengan cahaya itu.


Rasa kesepian dan penyiksaan iblis yang ia rasakan selama ini telah sirna menjadi kebahagian karna cahaya dari malaikat itu.


Ice sangat bersyukur karna walau hidupnya bukan seorang manusia tapi dia bisa bersama dengan temannya.


Soulmatenya.


"Ice!"


Suara familiar itu menyapa Indra pendengarannya membuat Ice terkejut melihat Rain yang bagaimana bisa ada di sana juga.


"Rain kenapa kau bisa masuk?"


"Apa maksudmu?tentu saja aku akan menjemputmu!"ucap Rain yang berdiri tak jauh darinya, tampak pemuda bermata biru itu juga kagum saat melihat sayap Ice.


Ice pikir bahwa portal ini tak bisa di masuki selain dirinya, karna dia mengira tempat ini seperti ciptaan dari penglihatannya sendiri.


Apa teka tekinya telah terpecahkan atau berubah hingga Rain bisa bersamanya sekarang?

__ADS_1


Tiba-tiba dinding kaca itu retak...


Membuat Ice dan Rain saling berpandangan dan mengangguk kalau mereka berdua harus keluar dari ruangan ini secepatnya.


Rain lalu berlari menuju portal dan Ice yang terbang mengunakan sayapnya di belakangnya.


Hingga...


Duarrr!!!


Ledakan itu terjadi membuat keduanya terpental,dan untung aja mereka dengan cepat keluar dari portal itu.


"Rain Ice!"teriak mereka mengampiri kedua orang itu.


Dan saat mereka datang Ice terbaring di tanah dengan Rain yang menutup matanya di sampingnya, sayap Ice menutupi sebagian tubuh Rain seolah pemuda itu berusaha melindungi dari ledakan tadi.


"Ice kau memiliki sayap..."ucap Saurus tak percaya.


Ice mengangguk dia perlahan bangkit walau sedikit meringis karna sikunya berdarah tapi dia lebih khawatir pada Rain.


Hingga lenguhan pemuda itu terdengar menandakan sang empu terbangun dari pingsannya.


"Apa kita sudah keluar..."


"Dasar anak nakal yang membuat kamu semua khawatir setengah mati saja."ucap Naries membantu Rain yang berusaha bangkit dari posisi duduknya.


"Hehe maafkan aku."


"Rain rambutmu..."


"Hm?"ucap Rain menatap binggung kearah Zai yang menatapnya dengan pandangan intens.


Apa yang dia lihat?pikirnya.


"Tunggu kenapa rambutmu jadi hitam setelah putih?"tanya Grass binggung menyentuh rambut Rain membuat pemuda itu akhirnya sadar.


"Astaga aku baru sadar..."


"Kau berubah menjadi manusia..."



Ucapan Naries membuat mereka terkejut dan diam.


"Apa itu artinya dia tak bisa mengeluarkan kekuatannya lagi?Rain cobalah mengeluarkan kekuatanmu."ucap Saurus ingin memastikan sesuatu.


Walaupun binggung Rain mencoba saja tapi dia masih bisa mengeluarkan kekalutannya.


Kekuatan esnya tidak hilang.


"Bagaimana ini bisa terjadi padanya?apa karna saat dia memasuki portal itu?"tanya Grass.

__ADS_1


Rain mengeryit, lalu dia mengeleng.


"Ini bukan hal buruk meski sedikit di sayangkan, bukankah dulu aku adalah manusia?mungkin aku bisa menyamar sekarang dengan ini."


"Huh menyamar?"


"Ya kalian terlalu mencolok dengan warna mata dan rambut kalian tapiĀ  adalah ciri seorang guardian, sedangkan aku kembali menjadi diriku di mana saat ku masih menjadi manusia.


Kekuatan dari ratu Elizabeth mungkin sudah habis tapi dia masih memberikan berkah keistimewaan dari es kekuatanku esku bisa ku kendalikan karna dia memberi kekuatannya padaku."


"Jadi maksudmu saat kau terkena serangan dari ratu es itu dia telah membantu perkembangan pesat mu mengendalikan inti kekuatanmu Rain?"tanya Naries di balas anggukan kepala oleh pemuda yang masih memiliki warna mata biru seperti es itu.


"Paman Bagaskara juga pernah bilang jika yang lain makin besar kekuatannya maka kekuatan spiritualnya juga mempengaruhi perubahan pada tubuhnya tergantung element mana yang cocok pada mereka."ucap Percy mengingat perkataan pemimpin pendahulu guardian.


"Itu artinya teka teki ini telah berubah...pertanyaan sebenarnya adalah apa kita semua akan menjadi manusia setelah menyelesaikan tugas guardian?"


Ucapan Grass membuat Rain berpikir akan sesuatu.


Dia bertepuk tangan sambil berucap.


"Sama seperti manusia tujuan kita tak pernah kehilangan pada arahnya, aku mulai mengetahui bahwa perjalanan ini makin mengeratkan pertemanan dan persaudaraan kita.


Mungkin tugas kita telah selesai lalu kenapa kita tak mencoba sesuatu yang berbeda?bukankah dunia ini terhubung dengan bumi?"ucapan Rain membuat Zai tersenyum tipis sedangkan yang lain masih binggung.


Hingga akhirnya Naries bersuara.


"Jadi maksudmu kita bisa membuat tugas sendiri di dua dunia karna dunia fantasy sudah benar-benar aman dari ramalan buruk takdir, hanya tinggal satu dunia saja yaitu bumi tempat manusia."


"Kita guardian yang tak pernah mengharapkan imbalan apapun bukan, kita makhluk yang memiliki kekuatan kenapa tak mencoba melindungi yang lemah oh aku mengerti maksudmu Rain."ucap Saurus seolah bangga karna bisa menebak ucapan Rain.


Rain tersenyum.


Mungkin para guardian akan membuat keputusan sendiri mulai sekarang.


Dan mereka berjanji akan melindungi makhluk yang membutuhkan bantuan mereka.


Tujuan adalah mereka melindungi umat manusia.


Cerita ini belum berakhir.


...


When you are used to helping someone, then you will find so many people who are willing to help you at any time.


Every sincere help will be memorable, even if it's only insignificant help.


Mutual help is a trait that can make us successful in dealing with various kinds of problems in the past, because every human being needs help.


Saat kamu terbiasa menolong seseorang, maka kamu akan menemukan begitu banyak orang yang bersedia menolong kamu setiap saat.


Setiap pertolongan yang ikhlas akan terasa berkesan, walau hanya pertolongan yang tak berarti.

__ADS_1


Tolong-menolong merupakan sifat yang bisa membuat diri kita sukses dalam menghadapi berbagai macam masalah di masa lalu, karena setiap manusia butuh pertolongan.


__ADS_2