My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Cerita yang berbeda dari kisah yang sama


__ADS_3

The hardest part of a journey is parting. Willingness to leave the past for no future. Learn from all that has happened and understand. That the answer is not always by continuing to survive, but by letting go of the grip for a new opportunity in the future.


Bagian terberat dari sebuah perjalanan adalah perpisahan. Kesediaan meninggalkan masa lalu yang tiada di masa depan. Belajarlah dari semua yang telah terjadi dan mengertilah. Bahwa jawaban adalah tak akan selalu dengan terus bertahan, melainkan dengan melepaskan genggaman untuk sebuah kesempatan baru di masa depan.


...


Aza tertegun mendengar perkataan Rain.


Sebenarnya siapa pemuda itu?hanya seorang anak biasa tapi memiliki kebenaran dan tekad kuat seperti raja hutan sang singa.


"Kau sudah mengatakan alasanmu tapi bisa katakan apa yang kau butuhkan dalam dirimu adik?apa kau yakin dengan keputusanmu itu, tidakkah kau menyiapkan kesempatakan sebelum menyesal?"ucap Aza.


"Hanya satu yang ku butuhkan yaitu aku harus percaya pada diriku sendiri, percaya bahwa aku adalah orang yang mereka percaya."ucapan singkat Rain telak membuat Aza terdiam.


Dia lalu tersenyum tipis.


Pemuda di depannya ini.


Sudah menemukan tujuannya.


"Baiklah, hanya satu cara kau bisa kembali yaitu putuskan kontak hubungan mu dengan dunia ini yaitu mengubah alur ceritanya."


"Alur cerita?"


"Ya, seperti pada umumnya kau bertransmigrasi ke dalam sebuah novel anggap saja begitu, ketika kau tau cerita novel itu kau pasti ingin merubahnya menjadi lebih baik."ucap Aza menjelaskannya.


Dia tak bisa berlama-lama karna sebentar lagi karakter lain akan datang.


"Apa aku bisa?"


"Kau pasti bisa, bukankah kau yakin pada dirimu sendiri dan mereka?"


Rain mengangguk antusias, dia mengepal kan tangannya dan akan berusaha.


Aza mengacak rambut Rain gemas, entah kenapa walaupun dia sosok tak nyata dalam hidup Rain seperti seorang figuran untuk membantu karakter utama dia ingin sekali menjadikan Rain adiknya.

__ADS_1


Orang lain mungkin berpikir, seseorang yang murung karna kehilangan dan tiba-tiba mendapatkan semangat dari sosok yang cintainya adalah halusinasi.


Akan tetapi sebenarnya sosok itu ada...arwah dari kekasih yang di cintainya akan selalu memperhatikan dan di sisinya hingga tak meninggalkan bentuk bekas penyesalan sedikit pun.


Karna...


Hukum alam itu ada.


Begitu halnya sosok manusia, dia berjuang, belajar, dan mempunyai keyakinan.


Mereka...


Tak akan bisa hidup seorang diri tanpa ada orang disisinya.


...


"Akhirnya aku selesai juga, tapi itu kenapa aku sedikit lupa dengan gerakan keografiku danceku ya?"gumam Grass bertanya pada dirinya sendiri.


Masih dengan namanya sendiri dia memasuki karakter yang mirip sekali dengannya tapi dia tak ingat dengan apa yang terjadi sebelumnya karna sebagian ingatannya telah di hapus.


Sama halnya Percy.


Disisi lain Percy merasakan hal semua di mana semua alur tampak berubah tapi dia tak bisa mengingat apapun, yang dia ingat sekarang adalah bahwa dia adalah bos dari klompotan sekolah Garuda.


Di sini dia membuat keluarga yang sangat sempurna dengan kekayaan yang melimpah namun untuk berkumpul atau melakukan apa yang biasa keluarga lain lakukan mereka jarang menyapa atau bertatap seperti yang lain.


Kayaknya keluarga asing, jujur saja membuat Percy tak peduli karna itulah dirinya sebenarnya.


"Entah kenapa jiwaku seperti terhubung ke dunia lain tapi aku masih berada disini, sebenarnya apa yang terjadi padaku? kenapa aku merasakan perasaan yang sangat aneh dan aku seperti mengingat nama-nama orang yang bahkan tak pernah kutemui dalam hidupku, seolah-oleh memori orang lain atau baru yang mengisinya."


...


Sementara itu Rain baru saja pulang dari rumah sakit.


"Nak kita akan pindah rumah."

__ADS_1


"Pindah di mana yah?"tanya Rain.


Dia akan berusaha membiasakan dirinya dengan alur baru ini.


Dan yang paling penting adalah tak membuat alur menjadi berantakan atau ayahnya curiga padanya.


Untunglah dia memasuki Raha sekarang pemuda yang nama yang sifatnya persis dengannya jadi dia tak ambil pusing untuk mengubah sikapnya sendiri.


"Mansion terlalu besar untuk kita tinggali berdua, apalagi ibu juga telah meninggalkan kita."


Jadi ibuku juga telah meninggal di sini?batin Rain.


"Ayah tidak mau kesehatan makin drop atau kamu memikirkan hal berat, ayah juga mulai sibuk di kantor dan mungkin kamu akan merasa kesepian di dalam rumah besar itu, jadi ayah memutuskan untuk menyewa rumah di sekitar perkomplekan rumah kecil dan kita juga mempunyai seorang tetangga."


"Rain terserah ayah sih, kan Rain putra ayah jadi Rain ikut ayah aja kayak anak ayam."ucap Rain membuat Bagaskara terkekeh mendengarnya.


Keluarga kecil yang sederhana walau hanya dua orang dan Rain menyukai selama di dalam keluarga itu ada Bagaskara, akan tetapi dia tak akan melupakan apa sudah ia mulai di kehidupannya sebelumnya.


Dan dia bukankah seorang pengecut yang meninggal masalah masa lalunya.


Dia berjanji pada dirinya sendiri akan menyelesaikannya dengan usahanya sendiri.


Itu lah yang membuat seseorang kuat yaitu belajar, meneliti, dan menyelesaikan masa lalunya.


"Jadi novel apa yang aku masuki sekarang?"gumam Rain.


Dia mengingat kalau dia memasuki novel dimana karakter utama bernama Ice, ternyata hubungan di dunia ini tak sesempit itu saat dia akan kembali bertemu Ice asli atau palsu dari karakter utama dalam novel itu, Rain tak pernah menduga bahwa dia akan menjalani perjalanan hidup yang sangat rumit.


Dirinya juga tak tau mengapa Tuhan memilihnya, naganya Garfield lah yang pertama kali memberinya sebuah harapan hidup dan dia mengunakan itu untuk kesempatannya agar dia tak menyesal suara hari ini namun hal itu bukanlah akhir.


Karna ini awal dari alur cerita itu di mulai...


...


Knowing the fact that death is inevitable, and the time of death is not dependent on age, so why not talk about this at least in order to prepare your family, and for yourself, to interpret it not as a loss, but rather as the acquisition of life.

__ADS_1


(Mengetahui fakta bahwa kematian tak dapat dihindari, serta bahwa datangnya kematian tak bergantung pada usia; mengapa kita tak membicarakannya, setidaknya untuk mempersiapkan keluarga dan dirimu, untuk dapat memaknai kematian bukan sebagai sebuah kehilangan, melainkan lebih ke penerimaan dalam hidup.)


My tiredness is facing what I can't face, someone easily disturbs, curses and even insults my work but I will never back down for one time or even thousands of poisoned arrows trying to destroy me because my heart is completely empty without any emotion in it. by author.


__ADS_2