My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Kalung emas


__ADS_3

Remember that the most valuable antique is a dear old friend.


Ingatlah bahwa barang antik yang paling berharga adalah teman lama yang terkasih.


Because...


Old friends remind us what it's like to live without evidence.


Teman lama mengingatkan kita bagaimana rasanya hidup tanpa bukti.


Note: Rain.


...



"Bagaimana kau masih bisa mengingatku?"tanya Rain penasaran.


Jujur saja dia masih binggung tapi di sisi lain dia sangat senang karna Percy bisa mengingatnya.


"Mungkin karna kalung emas ini."jawab Percy.


"Oh ya itu..."


"Kau tau saat kita pindah kedunia ini mungkin semua yang terjadi saat itu juga ikut berpindah, itu artinya kak Grass maupun Chloe terjebak di dunia ini."


Penjelasan Percy membuat Rain terdiam.


Tapi...


"Rain, mahkluk yang hidup di dunia fantasy bisa merubah wujudnya menjadi apapun, awalnya aku tidak mengingat tentangmu tapi saat aku menyentuh kalung ini perlahan memori itu masuk dan membuatku sadar tentang dunia yang mempunyai alur berbeda dari dunia sebelumnya."


"Percy itu artinya jika kita masuk kedunia lain apa takdir masa depan bisa berubah?"tanya Rain tiba-tiba.


Percy menaikan alisnya menatap singkat Rain lalu memandang kearah lain.


"Takdir dan nasib seseorang itu...


Akan berubah ketika seseorang melakukan kebaikan di masa lalu, tapi kenapa kau menanyakan hal itu?apa kau melihat masa depanmu sendiri Rain?"tanya Percy.


Rain terdiam, dia mengeleng pelan lalu menatap Percy.


"Sayangnya aku tidak bisa melihatnya dengan jelas."


Setelah mereka sedikit berbincang mereka berdua lalu kembali ke tempat Bagaskara.


"Sudah selesai rapat seriusnya? hingga meninggalkan ayahnya berdiri sendirian seperti orang bodoh di sini?"ucap Bagaskara membuat Rain jadi merasa bersalah.


"Maaf ayah..."

__ADS_1


"Lain kali kalau kamu kenal dengan teman sekolahmu ajak dia main ke rumah oke."ucap Bagaskara sambil mengelus rambut kepala Rain.


Dia mengira kalau pemuda kelinci itu adalah teman sekolah Rain.


Rain dan Percy saling berpandangan lalu keduanya kompak mengangguk entah apa yang mereka bicarakan lewat telepati.


"Iya ayah, Rain janji gak akan ninggalin ayah lagi!"ucap Rain dengan nada lucu.


Tanpa sadar suaranya seperti anak kecil yang berumur 5 tahun hingga membuat orang sekitar yang mendengar jadi gemas.


"Baiklah anak ayah, oh ya siapa nama temanmu itu?"


"Namanya Percy."


"Em maaf seperti aku harus pergi dulu, Rain sampai jumpa di sekolah oke."ucap Percy tiba-tiba lalu berpamitan pada Bagaskara.


"Hati-hati di jalan Percy!"


...


Di sisi lain seorang pemuda berpakaian santai dengan jaket hitam dan celana pendek coklat itu baru saja menyiram tanaman di depan perkarangan rumahnya karna dia suruh ibunya.


Pemuda itu adalah Grass, entah kenapa Grass merasa belum terbiasa atau beradaptasi dengan kebiasaan di dunia barunya.


Apa dia sadar atau mengingat memori masa lalunya?


Jawabannya adalah iya.


Dan dia membawa anak anjing itu dan untunglah orang tua di sini menuruti permintaan karna Grass tau dia memasuki karakter pemuda yang mempunyai bakat dance itu tapi menderita penyakit jantung yang hanya di ketahui oleh keluarganya.


Hal itu membuat orang tua pemuda itu sangat protektif dan memanjakan Grass walau dia anak sulung di keluarganya.


Sebenarnya dia merasa aneh, apa itu perasaan senang mendapat perhatian kedua orang tua?


Ya di dunianya dulu dia tak pernah merasakan hal itu tapi di sini dia seolah mendapatkan semua yang ia impikan dengan cepat walau setiap kesempurnaan ada kekurangan yaitu tentang penyakitnya.


Jujur saja dia tak merasa nyaman jika dadanya sesak tapi dia tak bisa berbuat apa-apa atau memberitahu keluarganya jika sakitnya kambuh diam-diam.


Akan tetapi ada yang mengganjal pikirannya...


Dimana kedua adikknya sekarang?


Rain dan Percy apa mereka juga ada di dunia ini?


Grass tipe orang yang tak terlena akan kebahagian palsu yang ia nikmati sekarang, tujuannya di lahiran atau hidup hanyalah satu.


Yaitu menjadi seorang guardian yang hebat.


"Guk guk guk!"

__ADS_1


Tiba-tiba seekor anjing kecil berwarna coklat menghampiri Grass dan mengeluskan kepalanya dia kaki pemuda itu.


"Oh Chloe!"



Grass lalu mengangkat tubuh anjing kecil itu dalam gendongannya.


"Pasti kau merindukan pemiliknya kan, aku janji kau akan bertemu dengannya sebentar lagi, karna dia adalah adik yang paling ku sayangi setelah Percy."


...


Percy memasuki mansion yang cukup di bilang sangat besar.


Namun saat ia masuk hanya kesunyian yang ia dapat, baru saja beradaptasi dengan karakter dalam kehidupan dunia ini nampak ia sangat terbiasa.


Bahkan keluarganya belum pulang padahal ini hampir malam.


Mereka memang gila kerja apa semua manusia seperti itu? batin Percy.


Dia pergi ke kamarnya setelah meletakan barang belanjaan alias cemilan yang ia beli dengan blackcard yang berada di saku seragamnya.


Jarang-jarang kan dia memakan cemilan manusia, di dunianya dia hanya suka buah oleh karna itu dia ingin mencoba Snack manusia, walaupun jiwanya baru memasuki raga ini tapi dia sudah tau cara atau bersikap seperti manusia lainnya karna mereka di berikan sebagian memori karakter itu sendiri.


Alur memang boleh berbeda dan membingungkan tapi sebagai pembaca kenapa tidak mencari menikmatinya?


Dan Percy menikmati semua hal itu sebelum dia kembali dan menjalani tugasnya menjadi seorang guardian.


Bruk!


Suara itu berasal dari Percy yang merebahkan tubuhnya di atas king kize.


Pemuda kelinci itu tampak tenang memandang kearah langit atap-atap kamarnya untuk menikmati waktu istirahatnya sebentar.


"Walaupun aku terlempar ke dunia ini tapi aku tak pernah terlepas dari tanggung jawabku sebagai guardian, karna itu adalah sumpah dan janji kami untuk melindungi orang-orang terdekat dan yang kami sayangi.


Ikatan persaudaraan kami terlalu kuat hingga tak ada kekuatan besar yang bisa memutuskannya.


Dan aku...


Hanya ingin meminta satu hal, bisakah aku kembali lagi?untuk menikmati hari-hari berat dan perjalanan yang terus di terpa oleh masalah, karna itu lebih baik daripada kehidupan tenang disini."


Ucapan yang penuh makna tapi memiliki arti mendalam bagi siapapun yang mendengarnya ketika mengenal dunia ini.


Tidak ada satupun manusia yang sanggup untuk selalu menuruti perkataan hatinya.


...


Take risks that are greater than what others think is safe. Pay more attention than what other people think is wise. Dream more than what other people think is reasonable.

__ADS_1


Ambillah risiko yang lebih besar dari apa yang dipikirkan orang lain aman. Berilah perhatian lebih dari apa yang orang lain pikir bijak. Bermimpilah lebih dari apa yang orang lain pikir masuk akal.


__ADS_2