My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Dua permata


__ADS_3

"Tempat apa ini?"



Pernyataan Rain mengudara saat Bagaskara membuka portal dan mereka ke tempat lain.


Di sana banyak burung merpati putih, entah di mana mereka sekarang sepertinya dunia fantasy bukan dunia biasa.


"Ini adalah rumah istana merpati, dimana ini surganya para merpati."


"Huh?"


"Kau tau di duniamu mungkin merpati tidak bisa bicara tapi di sini mereka bisa bicara dan berkomunikasi denganmu, di sini mereka adalah informan yang di gunakan untuk mengirim pesan ke tempat jauh bahkan jika ada orang dari kami yang ingin berkomunikasi dengan manusia di bumi, bisa melewati merpati ini."


"Jadi merpati itu bisa menyebrangi dunia sekaligus?"decak Rain kagum dengan kemampuan terbang merpati yang bisa menempuh jarak sejauh itu.


Percy mengangguk.


Dia lalu melambaikan tangannya ke salah satu merpati bermata pink sontak hal itu membuat Rain sadar kalo merpati di sini mempunyai warna mata yang berbeda-beda dan unik.



"Hai Veronika!"


Sang merpati lalu terbang kearah mereka dan hinggap di lengan Percy.


"Hai juga Percy lama sekali kau tak berkunjung ke tempat kami."jawab merpati bermata pink itu lagi-lagi membuat Rain terkejut tak percaya.


"Aku sedikit sibuk hari ini, ini temanku kenalkan namanya Rain."


"Dia pemuda yang tampan dan manis, hai sayang namaku Veronika!"


"Em...hai juga namaku Rain."ucap Rain gugup membuat yang lain terkekeh karna Rain makin mengemaskan jika pipinya memerah karna malu.


"Sayang kau tak perlu takut pada kami, jika kau membutuhkan teman main atau ingin mengirim pesan kau bisa membutuhkan bantuanmu."ucap Veronika, dia adalah merpati paling ramah yang Rain temui.


"Terima kasih Veronika."


"Sama-sama sayang."ucap merpati itu lalu terbang dan hinggap di atas kepala Rain.


"Oh ya Veronika di mana Joni?"tanya Naries.


Veronika memalingkan kepala kecilnya, sepertinya dia merpati itu sedang ada masalah kecil,yaitu pertengkaran antara sepasang kekasih.


Setiap burung merpati memang memiliki pasangan seperti mate untuk hidup, itulah alasan kenapa merpati sangat banyak di sini bahkan jumlahnya mencapai triliunan.


"Hah...sepertinya mereka dengan saling merajuk."celutuk Grass.


"Baiklah kalau begitu kita kesana saja."usul Saurus di angguki yang lain kecuali Veronika yang sedang merapikan rambut Rain dengan patuh kecilnya itu terlihat imut sekali.


Chloe makhluk kecil yang selalu menempeli Rain yang berada di saku baju pemuda itu tampak menyembulkan sedikit kepalanya dan mendongak keatas, dia menatap cemburu pada Veronika.

__ADS_1


"Wa wa wa!"


"Chloe jangan berisik."ucap Rain lembut.


Hewannya itu menatapnya dengan mata bulatnya yang indah.


"Wa!"



"Kau bicara apa sih?aku kan tidak mengerti bahasamu."ucap Rain binggung, jari tangannya mengelus kepala Chloe membuat rasa cemburu hewan itu mereda dalam sekejap.


....


Tak lama akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang makin banyak merpati, para merpati itu rupanya sedang makan buah di atas pohon jadi tak ayal diatas langit-langit mereka kan menemui merpati yang bergelantung ya disana mirip sekali dengan kelelawar.


Veronika yang melihat Joni, wajah burung itu makin tertekuk sementara Joni yang melihat Veronika lalu terbang ke arah Zai dan hinggap di bahu pemuda itu.


"Hai sayang!"


"....."


"Wah wah ada apa dengan kalian berdua?"ucap Percy.


"Kami tidak apa-apa, oh ya siapa pemuda bermata biru itu?"


"Namanya Rain."sahut Bagaskara.


"Hentikan dramamu itu bodoh kau membuat pemuda itu tak nyaman dengan tampang jelek mu itu."


"Sayang aku makhluk tertampan di tempat ini."ucapan Joni membuat mereka dan para merpati serasa ingin muntah mendengar perkataan penuh percaya diri itu.


Saurus lalu mendekati Rain dan berbisik.


"Bagaimana kau bisa terpikat dengan merpati jelek nan narsis itu Veronika?"tanya Saurus.


"Setiap hari dia mengemis cintaku, hingga membuatku terganggu akhirnya aku menerimanya saja."jawab Veronika.


Joni yang memiliki Indra pendengar tajam berkicau ribut di bahu Zai hingga membuat pemuda itu terusik dengan gerakan merpati itu.


Akhirnya dengan tak berperasaan Zai memegang dan melempar merpati itu jauh.


"Hahahaha kak Zai kejam sekali."ucap Percy tak bisa menahan tawanya melihat itu.


Veronika yang melihat itu melotot tapi dia juga tertawa.


Sedangkan Rain menatap prihatin Joni.


...


"Jadi tujuan kalian kesini adalah menjadi dua permata milik naga yang menghilang?"tanya Veronika.

__ADS_1


Naries mengangguk dia lalu menunjukkan batu permata berwarna biru tosca di pergelangan Rain.


"Wah kau mampu menyatukan tiga permata sekaligus, apa dia orang terpilih?"


"Rain adalah orang terpilih dan dia juga sang pemilik naga tapi kami belum tau cara melepaskan borgol yang menyegel kekuatan ini."ucap Naries.



"Borgol itu tidak berbahaya dan akan berguna menjadi gelang bagi tujuh permata itu, tapi jika kau mengumpulkan kelima permata maka borgol itu tak akan menyatu lagi untuk menyegel kekuatannya."jelas Veronika membuat mereka mengerti.


Jadi itu alasan Ice memberi borgol itu?


Tapi kenapa?


Bukan Ice adalah musuh mereka?


"Sebenarnya apa rencana dia?"gumam Bagaskara pelan hingga tak di dengar oleh yang lain.


"Veronika apa kau tau dimana dia permata yang lain?"tanya Grass.


Merpati itu menganggukkan kepala mungilnya, lalu dia terbang keatas mereka.


"Ikuti aku!"ucap Veronika.


...


Setelah mereka mengikuti Veronika akhirnya keenam dan pria paruh baya itu menemukan sebuah gua yang di dalamnya sangat gelap.


"Apa kita harus masuk?"tanya Grass ragu.


Jujur saja dia bukan orang penakut tapi dia tipe orang yang suka terkejut begitu halnya dengan kakak sulung mereka Saurus.


"Apa kau takut kak?"tanya Percy dengan wajah tengilnya.


"Hei bocah kelinci jangan mengejekku !tentu saja aku tidak takut!"


"Oh benarkah tapi waktu itu saat kak Grass berada di rumah sendirian, kak Grass langsung menelpon kita untuk pulang karna baru saja melihat kembaran kak Zai padahal dirumah masih ada kak Zai tapi dia seharian tidur di kamarnya.


Kata kak Zai juga kakak berteriak takut saat melihatnya."ucapan Percy telak membuat Grass terdiam, dia sangat kesal mengingat hal itu.


Salahkan saja saat dia ingin mengambil air putih di dapur Zai tiba-tiba muncul dari belakangnya dengan wajah pucat seperti itu, sedangkan yang lain keluar karna masih ada urusan dan Grass menelpon alias memberitahu yang lain untuk pulang saat dia merasa takut lewat telepati Percy.


Di dunia mereka memang tidak ada mobil atau ponsel, jika ada mungkin mereka tak akan terbang kesana kemari tapi apa gunanya semua itu kalau mereka mempunyai sayap dan kekuatan spritual?


Aneh kan kalau tidak di gunakan!


Bisa-bisa kekuatan mereka menghilang!


No!mereka tak mau itu terjadi!


Sayap dan kekuatan adalah separuh hidup mereka seperti manusia menganggap ponsel adalah separuh jiwa mereka.

__ADS_1


__ADS_2