
"Em..."
"Panggil aku nenek Emma."
"Ah nek Emma jadi apa aku di terima bekerja di sini?"pemuda berbahu lebar itu nampak sedikit canggung dengan orang baru, ya walaupun kepribadian bersama adiknya bisa di bilang ekstrovert tapi sebenarnya Seokjin menyukai waktu ketenangan seperti seorang introvert,dia tak terlalu menunjukkan nya secara terang-terangan seperti Yoongi yang terlihat jelas sangat tak suka di tengah keramaian dan terkesan cuek.
Bukankah setiap makhluk di ciptakan dengan bermacam emosi dan perasaan oleh karna itu akal kita di beri untuk berpikir mana yang baik dan buruk.
Dan Seokjin beruntung menjadi guardian yang membela kebenaran.
"Kau di terima, dan kau bisa bekerja sekarang jika kau mempunyai waktu..."
"Baiklah aku akan melakukannya terima kasih nek!"ucap Seokjin tersenyum manis.
Emma tampak begitu senang dan puas dengan jawaban Seokjin, mereka berdua lalu masuk ke dalam resto melalui pintu belakang.
"Apa kau bisa membuat kue?"tanya wanita tua itu.
"Kue?tentu nek aku bisa."
"Hari ini cucuku berulang tahun, dan aku berencana memberi kejutan dan merayakan ulang tahunnya di sini karna dia juga suka makan daging tapi aku kurang tau membuat kue ulang tahun yang enak."
"Nenek tenang saja, serahkan saja padaku!"ucap Seokjin.
Emma menjadi senang, dia tak salah memilih Seokjin untuk menjadi karyawan restonya, karna Seokjin sangat ramah dan baik seperti wajah tampannya.
Pemuda itu juga menghormati yang lebih tua darinya.
Hatinya benar-benar memiliki daya tarik atau sesuatu yang membuat orang lain nyaman di dekatnya.
Entah bagaimana tebakan wanita itu selalu gak pernah meleset.
"Aku benar-benar tak salah memilihmu nak."ucapan pelan sang nenek sayangnya masih di dengar oleh Seokjin yang mulai membuat kue ulang tahun untuk cucu bosnya itu sekarang.
"Apa maksud nek Emma?"
__ADS_1
"Aku bisa melihat seseorang dari sisi garis rahangnya, dan rupanya hatimu sangat baik dan tulus itu membuktikan bahwa terkadang kita memang tak bisa menilai seseorang dari penampilannya saja."
"Haha nenek bisa saja, tapi nenek benar sih aku sebenarnya orang baik kok hehe."
"Kau juga tampan pasti orang tuamu sangat bangga padamu nak."ucap Emma membuat Seokjin tertegun.
Orang tua?
Seperti apa ya kira-kira.
Sayangnya nenek itu tidak pernah tahu, bahwa Seokjin sama sekali tak mempunyai orang tua dan siapa orang tuanya.
'Di dunia ini aku belajar mengenal apa itu hak asasi dan solidaritas manusia, dan aku juga mengetahui semua hal apa yang sebelumnya tak pernah ku ketahui di dunia fantasi.
Tapi ada satu hal yang tak pernah ku ketahui yaitu....
Siapa dan apa itu orang tua?apa di dunia manusia semua orang berbicara tentang orang tua mereka?aku mengerti apa itu kasih sayang dan cara memberikan kasih yang benar tetapi jika aku memang tak pernah merasakan kasih sayang orang tua apa itu artinya kurang lengkap atau sempurna?padahal aku sudah bahagia bersama adik-adikku apa itu masih belum cukup hingga aku harus memiliki namanya orang tua?'
Batin Seokjin berkecamuk saat itu termenung akan perkataan sang nenek, tapi tak mau tengelam lebih dalam ia memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya tanpa tau Emma melihatnya melamun tadi.
"Nak apa kau tau resep rahasia kenapa daging di restoran ini lebih enak dari pada restoran lain?"
"Aku tidak tau nek."
"Aku membuat daging itu dengan bahan dan bumbu biasa tapi ada satu hal yang perlu kau tau untuk tak kehilangan rasa ciri khasnya yaitu cinta."
"Cinta?"
"Ya di usiamu begini kau pasti mencari siapa jati dirimu akan tetapi jangan pernah lupakan tentang siapa orang yang dulu mencintaimu hingga kau sekarang menjadi pria dewasa yang tampan, dulu nenek beberapa kali gagal membuat daging yang enak hingga akhirnya nenek memikirkan cinta masa lalu di mana masa itu nenek berjuang sendiri mencari pekerjaan dan uang untuk kehidupan keluarga, di situlah hati nenek merasa lega karna telah belajar untuk mencintai diri sendiri dan akhirnya usaha nenek saat ini berkembang pesat dan berhasil."
"Artinya jangan memuaskan orang lain tapi coba puaskan dirimu dengan kenangan berharga."jawab Seokjin menangkap maksud petuah sang nenek.
"Selain tampan kau juga pandai nak."puji Emma kagum pada Seokjin membuat pemuda berbahu lebar itu jadi malu.
"Ah tapi ada yang lebih pintar dariku, adikku bernama Namjoon."ucap Seokjin.
__ADS_1
"Wah kau mempunyai adik?kapan-kapan ajak ke sini karna aku akan mentraktir mereka makan daging di restoran ku."ucap Emma bersemangat, dia jadi penasaran dengan adik pemuda itu.
"Tapi nek kan aku belum bekerja lama ah tidak usah."tolak halus Seokjin.
"Kau harus menerima ajakanku nak, di dunia ini tak gratis tapi balas Budi adalah bayaran mahal dari sesuatu apapun di dunia ini."ucap sang nenek lagi membuat Seokjin terdiam.
Ya sepertinya tidak buruk menjadi manusia.
Karna satu atau dua orang kita menemukan malaikat tak bersayap yang tinggal di bumi maka hidupmu akan bahagia selamanya.
...
Di sisi lain kita melihat dua pemuda yang lahir di tahun yang sama sedang bercengkrama di bangku panjang taman.
Yang satu tampak asik menikmati pemandangan sekitar dan yang satu sibuk makan eskrim yang di belinya.
"Taehyung ah menurutmu, apa di dunia ini ada iblis?"
Taehyung berhenti memakan es krimnya, tapi pipinya masih mengembung karna mengunyah.
"Aku pernah mendengar, bahwa kejahatan di dunia manusia lebih kejam dari pada dunia fantasy, oleh karna itu sering kali manusia yang tanpa hati nurani atau mengunakan akalnya dia di sebut setengah iblis atau licik.
Mereka yang mencoba sensasi berbeda dengan mencari kepuasan dari kegelapan seandainya mereka tau apa itu resiko berpijak dalam kegelapan bahwa saat mereka mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan tanpa tau kegelapan itu perlahan menghabiskan dan menelan seluruh cahaya mereka."ucap Taehyung.
Jimin mengangguk menyetujui ucapannya.
Itu benar, karna mereka pernah merasakan pengalaman berat dan duka walau mereka sebelumnya pernah bertemu tapi berpijak kembali ke dunia mereka membuat pertemuan mereka berada di babak awal.
Proper communication will always be the main ingredient for building solidarity and family eternity.
Every human being is called to solidarity in a world that is struggling between life and death.
You can't always demand solidarity from others and then refuse to show it yourself.
Komunikasi yang tepat akan selalu menjadi bahan utama untuk membangun solidaritas dan kekekalan keluarga.
__ADS_1
Setiap manusia dipanggil untuk solidaritas di dunia yang berjuang antara hidup dan mati.
Anda tidak bisa selalu menuntut solidaritas dari orang lain dan kemudian menolak untuk menunjukkannya sendiri.