
Obstacles don't have to stop you. If you hit a wall, don't turn around and give up. Figure out how to climb it, get through it, or overcome it. A life test will never be difficult if you can pass it with patience and sincerity.
Keep in mind, to gain the greatest strength in terms of wisdom, usually will appear in the most difficult situations.
Rintangan tidak harus menghentikan mu. Jika kamu menabrak tembok, jangan berbalik dan menyerah. Cari tahu bagaimana cara memanjatnya, melewatinya, atau mengatasinya. Sebuah ujian hidup tidak akan pernah menjadi sulit apabila kamu bisa melewatinya dengan kesabaran dan keikhlasan.
Perlu diingat, untuk mendapatkan sebuah kekuatan terbesar dalam hal kebijaksanaan, biasanya akan muncul pada situasi yang paling sulit.
...
Selamat membaca!
.
.
.
Mendengar penjelasan ayahnya membuat Rain mengerti, mereka bukanlah pada manusia pada umumnya yang hanya sibuk berkerja dan menjalani rutinitas semestinya, tapi mereka adalah seorang guardian yang memiliki tanggung jawab besar di masa lalu maupun sekarang dan hanya merekalah yang terpilih.
Keteguhan hati adalah sesuatu yang tetap teguh pada pendirian atau sebuah keputusan yang dibuat, hati kita juga harus menerimanya dengan lapang dada artinya hanya ada ketulusan, kepercayaan dan kasih sayang.
Setiap makhluk memiliki hal itu, sebuah perasaan yang di sebut hati nurani manusia.
Jika tidak ada yang memilikinya mungkin dunia telah hancur sejak dulu.
Karna sebuah kebaikan adalah pencegah kejahatan, sama seperti seorang yang marah dan hanya menurut pada orang terkasihnya.
...
"Rain apa kau masih teringat akan paman?"tanya Percy.
Waktu perpisahan Bagaskara yang memutuskan untuk kembali bersama Garfield, Rain menyuruh naganya itu untuk menjaga ayahnya selama perjalanan pulang. Akan tetapi setelah kepergian Bagaskara membuat Rain menjadi pendiam sejak tadi.
Rain menghela napas lalu mengeleng pelan.
Dirinya tak mau terlarut dalam kesedihan tapi ada sesuatu yang mengganjal pikirannya, yaitu penglihatannya.
Ya bagai kaset yang terus di putar, dia selalu terbayang oleh apa yang ia alami dalam gurun pasir kematian sebutannya.
Ada monster besar di sana.
Apa dia bisa melawannya?
__ADS_1
"Hei ini tidak seperti yang pernah kubayangkan dalam hidupku."ucap Grass tiba-tiba membuat Rain mengeryitkan keningnya tapi dia tau bahwa Grass melihat sesuatu di depan sana.
"Apa itu woahhh...."ucap Percy tampak kagum membuat rasa penasaran Rain makin meningkat.
Tapi saat dia ikut melihat sesuatu di depan sana.
Dia menjadi terpaku sekaligus terkejut.
Gurun pasir kematian itu benar-benar ada.
"Kau yakin akan melanjutkan perjalanan?ayolah gurun itu sangat luas dan gersang aku takut kita tak memiliki perbekalan yang cukup dan akan kehausan."ujar Saurus.
"Tapi sepertinya aku melihat ada lokasi air di sana!coba lihatlah!"ucap Ice menunjuk goa lain yang tak berada jauh dari tempat mereka tentu mereka akan sampai dengan cepat setelah melewati gurun pasir itu.
Mereka semua lalu mengangguk untuk melewati wilayah itu tanpa terbang dan berjalan kaki, kecuali Rain yang masih berdiam diri tapi ucapan Zai menyadarkan lamunannya.
"Rain apa yang kau tunggu cepatlah!"ucap Zai.
"Wa!"Chloe menyembulkan kepalanya setelah tidur panjang, membuat Rain memejamkan matanya sejenak lalu menatap Chloe.
"Aku yakin jika kita melakukannya bersama, semuanya akan menjadi lebih mudah itulah harapanku saat ini."gumam Rain, sayangnya tak di dengar oleh yang lain dan hanya Chloe hewan kecil itu yang dari tadi memperhatikannya.
Pandangan lugu Chloe entah kenapa selalu membuat Rain lega sekaligus tenang oleh karna itu dia sangat membutuhkan hewan itu.
Tanya hewan itu seolah berkata 'apa kau khawatir terhadap mereka?'
Ah rupanya Rain mulai mengerti.
"Iya jujur saja aku tak bisa menyembunyikan rasa khawatirku ini."
"Wa wa wa!"
'Tenang saja, aku akan melindungi mu dan mereka!'
Rain terkekeh mendengar itu.
Dia mengelus kepala hewan kecil itu gemas.
Ya setidaknya penglihatannya dengan apa yang terjadi sangat berbeda.
Dia harus tetap melangkah maju untuk mencapai tujuannya.
Karna itulah, doa tanpa usaha sama seperti pertapa yang sedang meditasi sedangkan doa dengan usaha sama seperti mesin mobil yang baru dan berkerja maksimal.
__ADS_1
...
Ketujuh pemuda itu kini berpijak pada gurun pasir yang cukup gersang karna terik matahari yang menyengat, tak jauh di depan mereka.
Di sana ada goa yang anehnya cukup lembab hingga di sekitar goa itu di tumbuhi atau di tutupi dengan dedaunan hijau.
Cukup mengherankan jika ada yang menemukan goa atau tumbuhan hijau di tengah gurun pasir tapi itulah apa yang terjadi di dunia fantasy, kita seperti menciptakan imajinasi tanpa batas lalu menjadi nyata dan benar-benar ada untuk di rasakan.
Ice yang memandang sekelilingnya merasa binggung, karna saat mereka melangkah maju hembusan angin mulai kencang.
Tapi hal itu tampak tak di sadari oleh yang lain, kecuali Rain yang mulai cemas dengan sesuatu yang akan datang menghampiri atau lebih tepatnya menghadang mereka sampai tujuannya.
Dia lalu melihat satu persatu teman-temannya.
Di mana beberapa dari mereka terlihat mulai kelelahan karna pasir yang mereka injak cukup dalam hingga membuat mereka harus ekstra hati-hati melangkah.
Angin makin berhembus kencang membuat butiran pasir masuk ke mata mereka.
Di saat teman-teman Rain menutup mata untuk menghindari pasir itu.
Rain terpaku melihat langit cerah yang mulai berubah gelap.
"Semuanya akan di mulai sekarang...."gumamnya melihat badai pasir besar yang mulai datang kearah mereka.
Di sisi lain teman-teman Rain masih tak menyadari hal itu hingga Naries membuka matanya terkejut melihat apa yang ada di depannya.
"RAIN APA YANG KAU LAKUKAN DI SANA!"
Sayangnya ucapan Naries tak di dengar oleh Rain yang sudah berada dalam badai pasir itu karna bukannya menghindar pemuda itu berlari kearah badai itu dengan membawa sesuatu di tangannya.
Ya, di saat itu penglihatannya benar jika ada sebuah pedang yang berada di sana dan Rain berhasil mengambilnya.
Dia mengarahkan pedang itu kearah sosok besar di sana, monster pasir yang bersiap melahapnya.
Kejadian yang sama persis di mana dia memilih menghadapinya sendiri, sementara teman-temannya yang ingin membantunya tak bisa maju kearahnya karna badai pasir itu seolah menjadi penghalang dan melingkupi sekitar Rain yang berada di dalamnya.
"Anginnya sangat kuat bagiamana mungkin kuat menolong Rain?"ucap Saurus.
"Tidak ada cari lain."ucap Zai.
__ADS_1
"Ini seharusnya tak terjadi kita tepat waktu tak menyadari tapi kenapa seolah Rain mengetahuinya lebih awal?aku hanya harap dia cepat keluar dengan selamat di dalam sana karna kita semua tak bisa maju, tidak ada seorang pun yang bisa menghadapi ganasnya badai pasir tapi mungkin Rain bisa menaklukkannya."ucap Naries yakin.