My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Suara nyanyian aneh


__ADS_3

Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to stop questioning.


Belajarlah dari hari kemarin, hiduplah untuk hari ini, dan berharaplah untuk hari esok. Hal terpenting adalah untuk tidak berhenti mempertanyakan segala sesuatu.


Benang merah dalam hidup tak bisa di putus dengan mudah ibarat benang merah itu adalah takdir yang sudah di tetapkan dan kau hanya tinggal berjalan mengikuti alurnya saja.


Seperti ikatan sebuah hubungan persaudaraan yang tak terpisahkan bahkan kehadiran oleh seseorang spesial dalam hidupmu.


Tapi apa kau mengerti semua itu?


Kalau sebuah takdir terkadang kita sendiri menulisnya dan nasib kita melakukannya tetapi pencipta mempunyai peran penting menetapkannya.


Entah itu takdir atau nasib.


Ketetapan itu adalah titik rendah dan tinggi dirimu mencapai tujuan kehidupanmu.


Dan jika manusia yang mengontrolnya sendiri maka tatanan itu akan rusak atau hancur karna selama ada akal manusia masihlah tak sempurna dengan egonya.


"Jadi alasan kau mengetahui Rain dalam bahaya adalah dari penglihatanmu?tapi bagaimana kau bisa mencegahnya?"tanya Naries.


Ya setelah cukup lama akhirnya Rain kembali, anehnya dia juga bersama Percy membuat mereka semua bertanya-tanya hingga Percy menjelaskan semuanya.


"Aku memang tidak tau tepat lokasinya tapi aku mengunakan ingatkan dan perasaanku, kak itu hanya tebakanku mungkin penglihatanku belum terjadi karna akan terjadi pada masing-masing orang."ucap Percy membuat Zai berbicara....


"Kau telah mencegahnya itu artinya sebuah bencana atau jebakan masih bisa di kontrol atau di kendalikan olehmu sendiri. Tidak peduli itu hanya sebuah keberuntungan atau kesialan tapi seorang manusia pun masih memiliki kesempatan dan mempunyai waktu kembali bukan ke masa lalu tapi ke dirinya yang bijak.


Selanjutnya penglihatan siapa yang akan terjadi?" tiba-tiba pertanyaan itu terlontar dari Zai membuat mereka terdiam tapi tidak dengan Naries yang memijit keningnya sendiri.


"Itu adalah aku...."


Mereka semua sontak terkejut itu artinya tinggal empat orang lagi yang penglihatan belum terjadi.


"Kita harus tetap berjalan, aku tak yakin jika kita terus menetap di sini atau mundur karna sebuah tujuan di depan kita membuat mereka sadar akan posisi mereka yaitu melanjutkan apa yang harusnya di tetapkan untuk terjadi."ucap Ice tegas.

__ADS_1


Dirinya mengerti bahwa ketika seseorang letih mencapai puncak hal yang telah terjadi padanya tak bisa di gantikan oleh orang lain atau dirinya berhenti karna tanggung jawab besar yang di pikulnya.


Tanggung jawab itu menyangkut banyak orang lain, sosok pemimpin yang bijak tidak akan mengikuti egonya.


Ketika orang berada di atas atau bawah setiap orang pasti memiliki tanggung jawab dan semakin tinggi orang itu maka tanggung jawabnya akan besar.


Naries yang mendengar itu tersenyum, Ice telah benar-benar berubah dan dia menyukai perubahan itu.


Seandainya ada Bagaskara mungkin sosok itu akan memberi tambahan petuah bijaknya.


"Permulaan atau akhir, awal atau berakhir itu tidak akan ada bedanya.


Perbedaannya adalah cara sudut pandang kita berpikir. Kita akan tetap melangkah untuk menyelesaikan tugas kita karna itu adalah sebuah konsekuensi setiap makhluk yang memiliki kekuatan, ya kita bukanlah makhluk yang lemah seperti manusia biasa tapi kita memiliki anugrah masing-masing. Itulah konsekuensinya dan tanggung jawab seseorang yang menjadi penjaga atau pelindung adalah hal yang paling menakjubkan!


Ingatlah bahwa di jalan kita tidak ada bentuk keburukan atau kesialan tapi dengan bersama kita bisa memutuskan sebuah pendapat yang menganggap sosok kita tak masuk akal, inilah tugas kita menolong seseorang yang di butuhkan tanpa mereka lihat keberadaan kita akan tetapi perjuangan itu meski telah hilang tidak akan pernah mati dan abadi.


Sebuah kehormatan bukan...."


...


Harapan melihat hal yang tidak terlihat, merasakan yang tidak dapat diraba, dan menggapai apa yang mustahil.


Tempat yang mereka pijak entah kenapa mirip seperti tempat pulau terpencil yang suram, bagaimana tidak? Jika matahari di sana saja tak terlihat dan tampak kabut tebal selalu mengelilingi tempat itu hingga siapa saja yang tak waspada tak akan melihat sebuah jurang dari beberapa jebakan jurang di sekitar lereng-lereng gunung di sana.


Jalanan di sana juga tak datar atau yang pijakan naik turun dan tinggi seperti bukit, hanya saja ketika naik harus ekstra hati hati karna tanah di sana lembab dan licin dan jika tak hati hati maka akan terpeleset atau terperosok.


Awalnya hanya kesunyian yang mereka dapat tetapi sebuah suara seperti nyanyian seseorang menyapa Indra pendengar mereka hingga membuat mereka kebingungan.


Bagaimana ada seseorang selain mereka di sini?


Begitulah pemikiran Saurus.


Naries memutuskan untuk melanjutkan perjalanan saja dan menghiraukan suara itu, tapi suara itu kembali muncul dan jelas suara wanita membuat Naries menyuruh beberapa dari mereka berpencar mencari seseorang itu. Karna di sana terdapat beberapa lorong yang lokasinya tak jauh dari mereka sehingga mereka tak akan berpisah terlalu jauh dan akan kembali ke tempat yang berada di tengah.

__ADS_1


Ya sebagian dari dalam lorong itu terdapat bekas bangunan tua yang entah mengapa bisa ada di pulau tak berpenghuni ini membuat Rain teringat akan penglihatan keduanya.


Firasatnya benar-benar buruk saat ini.


"Rain jangan mengambil jalan lain tetaplah bersamaku."ucap Ice tiba-tiba menghampirinya.


Hal itu membuat Rain lega karna sahabatnya sangat mengerti dirinya.


"Ini bukan ketakutan ku Ice tapi kegelisahan ku hingga membuatku tak tenang untuk melangkah ke tempat lain seorang diri."ucap Rain menepuk pundak Ice dan merangkulnya.


"Kita bisa bersama Rain dan akan selalu begitu."ucap Ice, yang lain telah berpisah tapi dia memutuskan untuk bersama sahabatnya karna rasa khawatir yang ia pendam sejak tadi.


"Jadi apa kita akan kesana?"


"Ya hanya sebentar kata kak Naries lalu kita kembali kesini...


Untuk mencari tau dari mana asal suara nyanyian itu, dan apa ada orang selain kita di sini."


Nyanyian itu terdengar begitu lirih seperti nada orang yang putus asa, lirik sedih dan parau.


Mengartikan gambaran kemalangan entah apa yang terjadi pada orang itu hingga membuatnya sangat nelangsa.


Mereka hampir saja terbuai ikut hanyut dalam kesedihan nyanyian seseorang itu saat pertama kali mendengarnya tapi kejanggalan dan keanehan yang mereka rasakan membuat rasa penasaran mereka makin tinggi tentang tempat ini.


Jika benar itu suara seseorang...


Kenapa dia tak muncul di depan mereka dan seolah bersembunyi dari mereka di suatu tempat?


...


The only thing that will stop you from fulfilling your dreams is you.


Satu-satunya hal yang akan menghentikanmu dari mengabulkan mimpimu adalah dirimu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2