My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Rain dan Azari


__ADS_3

At the time of making a decision, the best thing you can do is the right thing, the next best thing is the wrong thing, and the worst thing you can do is do nothing at all.


Using the power of decision gives you the ability to go through any reason to change any part of your life in an instant.


Make and believe in your own decision. Stop seeking people's approval for everything. Live your life and do what you want.


Pada saat pengambilan keputusan, hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah hal yang benar, hal terbaik berikutnya adalah hal yang salah, dan hal terburuk yang dapat kamu lakukan adalah tidak melakukan apa-apa.


Menggunakan kekuatan keputusan memberimu kemampuan untuk melewati alasan apa pun untuk mengubah setiap bagian hidupmu dalam sekejap.


Buat dan yakinlah dengan keputusanmu sendiri. Berhenti mencari persetujuan orang untuk segalanya. Jalani hidupmu dan lakukan apa yang kamu inginkan.


...


Hal pertama saat Rain membuka kedua matanya adalah sebuah ruangan kecil yang terbuat dari kayu.


Apa dia berada dalam rumah?tapi seingatnya tempat Bagaskara tidak sesempit ini....pikirnya.


Akan tetapi lamunan buyar saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat kearahnya.


Bersamaan itu matanya membulat saat menemukan sosok yang sangat ia kenali berada di tempat ini juga.


"Kak Aza?"


"Kau berhasil."


Rain diam, melihat pemuda yang lebih tinggi darinya itu berjalan menghampiri meja bundar di sana lalu duduk di depannya.


Rain baru menyadari, sejak kapan dia duduk disini?


"Kau pasti binggung, tapi kau telah bertemu dengan ibumu kan."


Rain hanya mengangguk.


"Iblis itu telah musnah kau berhasil Rain, akan tetapi ada sebuah ramalan lain tentang tujuh guardian yang perlu kalian cari tau."


"Ramalan?"


"Ya ini belum berakhir, karna dunia ini merupakan urutan reinkarnasi yang sulit untuk di tebak bukan?pertanyaan apa kau masih ingin berjuang atau berhenti?


Sebenarnya kau bisa kembali keduniamu karna semua di sini sudah selesai."

__ADS_1


Pertanyaan Azari membuat Rain terdiam cukup lama, jujur saja hal itu membuatnya sedikit binggung memikirkan sebuah jawaban.


Saat dia menuruti ego mungkin dia ingin berhenti saja, akan tetapi hatinya berkata untuk terus berjuang melindungi teman-teman dan orang yang ia sayang.


"Aku ingin menanyakan ini, apa iblis itu benar-benar musnah?dia tidak akan kembali lagi kan?"


Pertanyaan Rain membuat Azari tersenyum.


Walau jawabannya Rain pasti tau tapi pemuda itu tetap menjawabnya.


"Di kehidupanmu sekarang iblis itu telah mati, tapi dia belum benar-benar lenyap karna di reinkarnasimu dia masih menjadi musuhmu."


"Reinkarnasi?yang mana?"


"Reinkarnasimu....prince sun."


"Itu...."


"Kau bisa masuk kesana dan menyelesaikannya, karna di setiap dunia ini ada pintu kedunia berbeda."ucap Azari, seharusnya dia tidak boleh memberitahu Rain, karna setiap kehidupan mempunyai rahasia besar dan hukum alam bukan?


Rain menghela napas.


Dunia ini benar-benar ajaib tapi rumit.


"Apa yang pertama harus kulakukan?mencari tau keberadaan ramalan itu akan kembali ke reinkarnasi ku saat aku menjadi prince sun?"tanya Rain.


"Keputusan ada di tanganmu, aku bukannya tak ingin membantumu tapi kaulah yang menjalani jadi itu adalah keputusanmu Rain."


Mendengar ucapan Azari membuat Rain mengelengkan kepalanya.


Sebenarnya dia bukan orang yang tepat untuk mengambil keputusan, dia takut mengambil langkah yang salah lagi.


"Ketika seseorang berusaha menjadi terbaik, dia berani salah bahkan jatuh untuk beberapa kali.


Dia tak pernah takut saat mengambil keputusan besar bahkan keputusan itu membawanya ke jalan besar juga.


Berapa kali pun aku bilang kau adalah seseorang yang berani dan kuat. Ambillah keputusan dan buatlah pilihanmu sendiri jangan pernah ragu pada hatimu Rain."ucap Azari.


Rain tersenyum tipis mendengar petuah Azari, ya tanpa ada Azari di bukanlah apa-apa, tanpa teman, tanpa seorang ayah semuanya hal itu tak berguna baginya.


Tapi hidupnya telah memiliki semua warna dengan skenario yang penuh dengan kejutan di dalamnya.

__ADS_1


Kenapa dia tak bersyukur dengan hal itu semua?


Dia sudah menjadi kuat, bahkan untuk melampaui sang ayah.


Ya dia harus yakin dan menghilangkan keraguan untuk mengikuti apa yang di katakan hati kecilnya.


Dia adalah sosok tegar dan sekarang sosok itu kembali memantapkan keputusannya.


"Baiklah, aku akan mencari ramalan itu lalu kembali ke reinkarnasiku sebelumnya, karna aku berjanji untuk menyelesaikan akar masalah agar orang-orang merasa aman dan melindungi mereka dengan caraku yang benar."ucap Rain.


Ya keputusan yang tepat adalah menghancurkan semua akar masalahnya.


Sementara Azari terkekeh kecil hingga membuatnya semakin tampan, ya saat itu pemuda itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan Ice akan tetapi sekarang wajah pemuda itu telah berubah total seperti malaikat yang menolong Rain kapanpun dan dimanapun.


Ya terkadang seseorang bisa kuat hanya lewat kata-kata.


Sama seperti seseorang yang tengah terpuruk namun perlahan ia mencoba bangkit karna masih ada seseorang yang menopang dirinya di sisinya.


Alasan Rain berpindah kedunia ini adalah karna dia harus mengantikan reinkarnasinya yang mati dengan jiwanya di bumi.


Lalu dia akan kembali ke reinkarnasi di mana dia menjadi prince sun untuk melenyapkan iblis yang menjadi musuhnya selama ini.


Ya kejahatan itu tak pernah mati tetapi kejahatan bisa di kalahkan oleh cahaya bahkan hanya satu cahaya.


Dan Rain percaya itu, saat dia mengalahkan semua kejahatan itu maka hidup orang terdekatnya akan kembali damai seperti semula, walaupun terkadang sama seperti manusia yang tak terlepas dari masalah tapi cobalah untuk menyingkirkan masalahmu sekarang tanpa terus memikirkan apa dan malah tak jadi.


Setidaknya sebuah perjuangan tak akan pernah sia-sia untuk mencoba melindungi orang-orang yang ia sayang.


...


Every thing in your body is as precious as what I have, In torment and pain, it is still precious.


The worst part of holding onto memories isn't the pain, but the feeling of loneliness when you remember them.


Peace is the beauty of life. It is sunshine. It is the smile of a child, the love of a mother, the joy of a father, the togetherness of a family. It is human progress, the triumph of justice, the triumph of truth.


Setiap hal dalam tubuhmu itu sama berharganya dengan apa yang ku punya, Dalam siksaan dan sakit, itu tetap saja berharga.


Bagian terburuk dari menggenggam kenangan bukan sakitnya, tapi rasa kesepian saat kau mengingatnya.


Damai adalah keindahan hidup. Itu adalah sinar matahari. Itu adalah senyum seorang anak, cinta seorang ibu, kegembiraan seorang ayah, kebersamaan sebuah keluarga. Itu adalah kemajuan manusia, kemenangan keadilan, kemenangan kebenaran.

__ADS_1


__ADS_2