
Ketika seseorang tak bisa merelakan apa yang telah pergi darinya, mereka tidak sadar bahwa keegoisan itu perlahan menghabiskan kebaikan dalam dirinya mereka sendiri.
Setiap manusia itu memiliki tipe-tipe yang berbeda, ada yang ambisius, ada yang malas, ada yang berisik akan tetapi dari semua itu masing-masing mempunyai hati nurani.
Tergantung dari cara kita untuk menuruti perkataan hati nurani itu atau hanya kemauan saja untuk menahannya dan menunjuk sikap bengis seolah tanpa hati.
Ada sebuah pepatah.
'Terkadang, kamu harus mengikuti logikamu agar hatimu tidak terluka.'
Sama ketika kita membenarkan orang lain dan mengikuti pendapat dunia tapi untuk membenarkan diri sendiri sering kali kita mendahului dunia.
...
Elizabeth mengarah kan tangannya kearah Ice seolah ingin menyerangnya.
Ice yang melihat itu menjadi waspada, namun detik selanjutkan ucapan Elizabeth membuat mereka semua tak percaya.
"Aku menyerah, kalian boleh pergi."
"Kau..."
Sementara Rain terpaku saat wajah sedih ratu es itu.
"Maafkan aku...
Seharusnya aku bersama putra dan suamiku tapi aku malah terjebak di dalam kastil White land karna kegoisanku."
"Jadi kau terjebak?"tanya Bagaskara.
"Benar, aku akan kembali...karna aku sudah bisa merelakan kepergian dua orang yang paling ku cintai dalam hidupku, kalian bisa pergi atau menetap dalam kastil ini, terserah kalian ingin melakukan apa tapi hanya satu permintaan yang ingin ku sampaikan, untuk jangan menghancurkan kastil itu karna di dalamnya banyak kenangan berharga bagiku."ucap Elizabeth.
"Aku berjanji ratu, bahwa akan menjaga kastilmu dengan baik kau tenang saja, semoga roh atau jiwamu yang telah tiada kembali dengan tenang."ucap Bagaskara.
Bersamaan ucapan itu sebuah cahaya putih muncul dari singgahsana.
Elizabeth tersenyum lembut pada orang-orang di sana dan kemudian berjalan menghampiri singgahsananya.
"Terima kasih karna berkat kalian aku bisa bertemu dengan mereka, aku tak akan pernah melupakan pertemuan kita, kalian orang-orang baik dan keharao di reinkarnasi selanjutnya kita bisa bertemu lagi, dan Rain akan ada kejutan yang selalu menantimu."
Perlahan cahaya itu mulai meredup bersamaan dengan Elizabeth yang mulai menghilang.
"Ah!"tiba-tiba Rain memegang dadanya yang terasa nyeri membuat perhatian mereka semua terahlihkan padanya.
"Rain kau baik-baik saja?apa ada yang terluka?"tanya Ice khawatir.
"Aku tidak papa sih tapi kok aku merasa aneh."
"Aneh?atau jangan-jangan karna kau tadi terkena serangan itu?"ucapan Percy membuat mereka semua ingat kalau tadi Rain terkena serangan dari ratu es.
__ADS_1
"Ayo katakan di mana yang sakit?"tanya Ice benar-benar khawatir.
"Huh jangan cerewet!aku tidak sakit tapi aku merasa udara di sini makin dingin!"ucap Rain.
Tiba-tiba saja bola es yang di pegangnya mencair dan Chloe akhirnya terbebas dari perangkap itu.
"Wa!"
"Ah Chloe aku merindukanmu..."ucap Rain sambil memeluk hewan itu dan menciumnya.
"Heleh kau seperti tak bertemu dengannya selama setahun saja."ucap Ice cemburu.
Bagaskara yang merasa ada janggal menepuk pundak putranya itu.
"Jadi kau merasa dingin sedangkan suhu ruangan ini mulai hangat karna cahaya matahari muncul."ucap Bagaskara.
"Benarkah?aku tidak merasa hangat sama sekali malahan rasanya sangat dingin tapi anehnya aku tak mengigil karna tanganku benar-benar seperti es."ucap Rain mencoba menyentuh pipi Percy sontak Percy terkejut karna merasakan tangan Rain yang sedingin es.
"Dingin sekali!"
"Huh benar kan."
"Rain rambutmu!"pekik Saurus.
"Ada apa?"
"Wah kau tampak sangat tampan."celutuk Grass.
"Aku kan memang tampan."ucap Rain.
"Iya tapi lebih tampan aku."ucap Saurus.
"Kemungkinan sihir es itu...tidak terlalu bahaya."ucap Bagaskara.
"Apa maksud paman?bukankah Rain yang terkena sihir itu seharusnya membeku sepertiku tadi?"tanya Saurus.
"Tapi buktinya efek sihir itu berbeda,seperti merubah seseorang mungkin."ucap Ice.
"Aku berubah jadi power ranges begitu?"ucap Rain polos.
"Hey bukan power ranges tapi Ironman."ucap Percy.
"Dari man kau tau Ironman?"tanya Rain binggung, ya kan Percy bukan makhluk bumi.
"Tentu saja saat di bumi aku menemukan figur karakter warna merah sangat keren."tanpa sadar Percy keceplosan hingga membuat Ice dan Grass menepuk jidatnya sendiri sedangkan yang lain makin curiga dengan perkataannya ini.
"UPS.."
__ADS_1
"Percy jelaskan!"
...
Dan akhirnya setelah berjam-jam Percy bercerita untuk menjelaskan semuanya akhirnya mereka mengerti.
"Jadi kalian bertranmigrasi ke bumi saat melawan iblis itu, wah padahal aku juga ingin ke tempat itu."ucap Saurus.
"Sama dengan mimpi, apa yang kalian alami adalah penghubung dunia nyata, jadi jiwa kalian menjelajah menjadi karakter berbeda di tempat manusia."ucap Naries.
"Dan sepertinya kalian cukup menikmatinya terutama Grass."sindir Zai karna jujur saja dia juga iri sementara pemuda berbaju coklat itu hanya menyengir lebar dengan wajah tak berdosa.
"Apa kalian lelah?kita harus mengisi tenaga kita untuk perjalanan besok."ucap Bagaskara mengingatkan.
"Ayah benar, di atas sini ada beberapa kamar kalian bisa mengunakannya masing-masing atau berbagi."
"Oke kita tentukan pembagian kamar saja."ucap Naries.
"Lah memang berapa kamar di tempat ini?"tanya Grass.
"Hanya lima."
"Sedikit sekali."
"Sudahlah jangan protes atau kau akan tidur di luar malam ini."ancam Saurus membuat Grass ciut.
"Kamar pertama milik paman, kamar kedua milik para maknae, kamar ketiga aku dan Saurus, dan kamar keempat Grass dan Zai."
"Hei katamu ada lima kan lalu kamar satunya buat apa?"protes Zai karna dia itu tipe orang yang menyukai ketenangan meski harus tidur sendirian.
"Tentu saja kamar kelima untuk Chloe."
"Wa!"
"Astaga dia hanya makhluk kecil bahkan untuk tidur di saku baju Rain dia bahkan muat di sana, untuk apa kamar seluas itu bodoh!"ucap Saurus menjitak kepala pintar Naries.
Ya adiknya itu kadang sangat pintar dan sangat bodoh.
...
Differences in customs and language mean nothing if our goals are identical and our hearts are open.
You care so much that you feel as if you will bleed to death from the pain.
I mean, you could claim that anything was real if the only basis for believing it was that there was nothing to prove it didn't exist!
Perbedaan kebiasaan dan bahasa tidak akan berarti apa-apa jika tujuan kita identik dan hati kita terbuka.
Kamu sangat peduli sehingga merasa seolah-olah kamu akan mati kehabisan darah dengan rasa sakit itu.
__ADS_1
Maksudku, kamu dapat mengklaim bahwa segala sesuatu itu nyata jika satu-satunya dasar untuk mempercayainya adalah bahwa tidak ada yang membuktikan itu tidak ada!