My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Kesedihan Elizabeth


__ADS_3

Wanita berjubah putih dengan rambut yang dibiarkan tergerai anggun itu berdiri di atas loteng sambil menatap kosong ke arah luar White land.


Entah apa yang di pikirkannya tapi terlihat raut wajahnya yang menyimpan kesedihan besar dan duka hingga membuatnya terluka sangat dalam.


"Lei, Robert, aku sangat merindukan kalian."


Hanya kata itu yang terlontar dari bibirnya tapi kata-kata bermakna untuk menggambar sebuah emosi walaupun tak terbaca melalui ekspresi bukanlah hal mudah untuk sekedar di ucapkan, karna setiap kali hati akan merasa sesak dan memori lama di putar dalam pikiran untuk mengingat kenangan menyakitkan sekaligus berharga.


"Selama bertahun-tahun...


Aku menunggu kalian, ya hanya itu yang terus membuatku terjaga setiap malam, yaitu memikirkan kalian berdua.


Tapi kenapa kalian berdua tega meninggalkanku sendiri dalam belenggu kesepian dalam kastil ini, sekarang aku hanyalah jiwa kosong yang terperangkap dalam kastil ini.


Aku ingin sekali pergi bersamamu Robert , tapi waktu itu aku harus merawat Lei putra kita.


Hingga saat perang putra kita meninggalkanku juga, aku menyesal mengizinkannya tapi sebuah penyesalan sekarang telah terlambat untuk di ungkit.


Jika ini memang mau kalian maka aku akan melakukannya, yaitu mengurung semua orang yang masih hidup dalam kastil untuk menemaniku, karna aku tak akan pernah membiarkan belenggu itu kembali! itu sangat menyakitkan dan menyiksa ku selama ini."ucap Elizabeth berubah dingin.


...


"Kastil ini benar-benar luar biasa."ucap Saurus berdecak kagum.


Kini mereka sampai berada di lantai atas tentu setiap dekorasi dan luas ruangan berbeda-beda.


Mungkin jika di bumi arsitek saja membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah istana tapi berbeda dengan kastil White land yang di buat dengan pasir putih dan kekuatan es abadi.


Hingga mereka sampai di sebuah ruangan besar dengan singgahsana dengan lambang es di atasnya.


Ada seorang wanita juga di sana.


"Sudah kuduga dia masih ada di sini."gumam Naries di dengar oleh Grass.


"Dia?apa kita memang mengenalnya?"


"Dia adalah Elizabeth ratu es kastil White land."ucapan Naries sontak saja membuat mereka semua terkejut.


Tapi tiba-tiba ratu es itu berbalik menghadap mereka dan tersenyum.


"Selamat datang di kastilku para pendatang baru, di sini kalian bebas melakukan apapun karna tak ada peraturan,dan perkenalkan aku adalah ratu es Elizabeth Taylor, aku akan memberikan kalian tempat tinggal tapi satu hal yang harus kalian ingat adalah orang yang masuk tak akan pernah keluar lagi."ucap Elizabeth.


"Tunggu apa maksudmu?"ucap Bagaskara.

__ADS_1


"Dia akan mengurung kita semua di dalam kastil ini!"ucap Zai.


"Ini justru lebih buruk dari pada melawan iblis bayangan, hei ratu es katakan di mana kau menculik adik-adikku!"teriak Saurus.


Pertanyaan Saurus membuat ratu itu terdiam tapi kemudian tertawa kecil sehingga membuat mereka binggung.


"Mereka adalah anak-anak yang manis, dan salah dari mereka mirip dengan Lei ku.


Kalian tidak boleh bertemu dengan mereka, tidak akan kubiarkan kalian menghasut Lei ku untuk pergi meninggalkanku lagi!"ucap Elizabeth menatap tajam Saurus.


Dan entah kenapa melihat tatapan itu tubuh Saurus langsung membeku di tempat.


"Kak Saurus!"ucap Grass terkejut melihat tubuh kakaknya itu di selimuti es hingga membuatnya terperangkap menjadi patung es.


"Bagaimana ini bisa terjadi padahal dia sama sekali tak mengunakan kekuatan esnya?"


"Jangan menatapnya!karna dia bisa membekukan kalian hanya lewat tatapan saja ini benar-benar bahaya!"ucap Naries.


"Paman apa yang harus kita lakukan?"tanya Zai pada Bagaskara yang sedang berpikir.


"Alihkan perhatiannya..."


...


"Rain."


"Hm?"


"Apa yang terjadi ketika simpul erat pada tali masa lalu itu putus?"tanya Ice.


Rain diam karna tak bisa menjawabnya atau dia memikirkan jawaban yang tepat.


"Aku tidak tau Ice."


Lalu Susana menjadi hening, dan di tengah kesunyian itu tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan Percy dengan wajah seriusnya.


"Kita harus keluar dari kastil ini, aku mempunyai firasat buruk dengan yang lain."ucap Percy.


"Tunggu tapi bukankah ratu es itu masih mengawasi kita?"tanya Ice.


"Aku ingin menemukan Chloe."ucap Rain.


"Aku tak melihat keberadaan ratu es itu, ini kesempatan yang bagus! dan juga aku menemukan telah Chloe."

__ADS_1


Mendengar itu mereka lalu bergegas pergi menuju tempat di mana tempat itu pernah di lewati oleh Percy.


Sampai mereka di ruangan kecil yang di tumbuhi dengan tanaman liar seperti sebuah taman kecil dalam kastil.


Mereka melihat tak jauh dari sana ada sebuah bola kristal kecil dan di dalamnya ada Chloe yang sedang mengetuk-ngetuk kaca itu dan berteriak girang karna melihat Rain walau suaranya tak terdengar.


"CHLOE!"


Rain senang akhirnya menemukan hewan kecilnya, baru saja dia melangkah tapi Ice menahan tangannya.



"Ini bukan tempat biasa, tidak ada lantai hanya pasir putih yang bisa menghisap kita jika kita bertindak gegabah ke sana untuk menyelamatkan Chloe."ucap Ice memberi mereka nasehat.


"Ice benar, bukankah paman Bagaskara pernah memberitahu kita?bagaimana aku bisa melupakannya dan baru sadar untung saja kita tidak menginjaknya."ucap Percy.


"Jadi kita harus lewat jalan mana?semuanya di penuhi pasir putih dengan bunga ungu."tanya Rain.


"Aku akan mengunakan kekuatan es ku untuk membuat jalan kecil, tapi kalian harus benar-benar seimbang saat berjalan di atasnya karna es itu licin."


Ice lalu mengeluarkan kekuatannya dan dia membuat jalan es yang menyelimuti pasir putih itu untuk memudahkan mereka menuju tempat Chloe berada.


Walau es itu terlihat tipis dan padat akan tetapi jika mereka menginjaknya maka pasir putih tak akan bisa menghisap mereka karna ketebalan es sulit sekali di retakan meski di atasnya ada tiga orang.


"Sepertinya kita harus berpegang tangan, aku takut jika salah satu jatuh dan mungkin kita bisa menariknya."


"Ya tunggu apa lagi?ayo!"ucap Percy lalu melangkah sambil memegang tangan Rain dan Ice memegang tangannya.


"Hati-hati Percy."


...


Friendship increases happiness, and relieves misery, by multiplying our joys and sharing our sorrows.


Everyone has a secret sorrow that the world doesn't know; and many times we call them cold, but he's just sad.


Sadness makes sense stunned and helpless. If you are struck by sadness, accept it with courage and empower your mind to find a way out.


Persahabatan meningkatkan kebahagiaan, dan meredakan kesengsaraan, dengan cara menggandakan kegembiraan kita dan membagi kesedihan kita.


Setiap orang memiliki rahasia duka yang tidak diketahui dunia; dan sering kali kita menyebut mereka dingin, padahal dia hanya sedih.


Kesedihan membuat akal terpana dan tidak berdaya. Jika kamu tertimpa kesedihan, terimalah dia dengan keteguhan hati dan berdayakanlah akal untuk mencari jalan keluar.

__ADS_1


__ADS_2