
Be the light, even though untouched, always illuminate. Be the wind, even though you don't see it, always give you coolness. Be a true friend, even if you don't spend the day together, always guard your heart.
Jadilah cahaya, walau tak tersentuh, selalu menerangi. Jadilah angin, walau tak tampak, selalu memberi kesejukan. Jadilah sahabat sejati, walau tak bersama menjalani hari, selalu menjaga hati.
Persahabatan bukan hal yang mudah di miliki, tapiĀ seorang sahabat adalah orang yang selalu mendukung kita tanpa kita sadari.
Saat kau sedih dia memandangmu, menepuk pundakmu dan sedikit memberi dukungan.
Sahabat bukan hanya tempat bersandar atau tempat yang hanya kita butuhkan ketika kita merasa terpuruk saja.
Akan tetapi dengan sahabat kau bisa tertawa tanpa melontarkan kata -kata.
Seperti ketika kau memandang sahabatmu dan dia juga memandangmu kalian berdua saling tersenyum seolah telah berbicara melewati telepati.
...
"Ugh..."Percy membuka matanya saat merasakan sesuatu yang dari tadi mengigit pipinya.
Saat ia menoleh alangkah terkejutnya dia melihat hewan bermata bulat yang melahap pipinya kanannya.
Dengan panik karna takut Chloe benar-benar memakan pipinya dia lalu bangun dan memegang hewan itu.
"Aduh itu sakit sekali Chloe."ucap Percy.
"Wa!"
"Kau bilang apa sih?"
"Wa wa wa!"
Percy mengerutkan dahinya berpikir lalu tersentak sambil menepuk jidatnya sendiri karna menyadari sesuatu.
"Oh ya di mana Rain?"
"Wa!"
Ah ternyata hewan ini juga mencari Rain.
Percy menghela napas sambil memandang sekitarnya.
"Kak Grass!"ucap Percy saat melihat Grass yang juga baru sadar alias bangun.
"Kita sudah kembali?"tanya Grass masih binggung.
"Iya tapi aku tak melihat Rain dari tadi."
"Oh ya di mana anak itu?dia memang sulit sekali di temukan dari pada Chloe."ucap Grass.
"Wa!"
"Dia sedang berada di tempat sang naga."tiba-tiba suara kalajengking emas mengagetkan mereka.
"Tempat sang naga?jangan bilang Rain pergi ke sarang naga sendirian tuan kalajengking?"ucap Percy terkejut.
__ADS_1
Kalajengking itu mengangguk dia lalu memutari tubuh Percy dan naik ke kaki pemuda itu.
Entahlah dia sangat suka dengan Percy.
"Benarkah?kalau begitu ayo kita harus menjemputnya!"
Tiba-tiba...
"Percy! Grass!"
"Oh? Kak Saurus?"
Percy melihat sosok familiar yang berlari kearah mereka dan ternyata itu adalah para kakaknya dan Bagaskara.
"Dimana Rain?"tanya Bagaskara membuat Percy dan Grass saling bertatapan.
"Dia pergi ke sarang naga sendirian paman."jawab Grass.
Bagaskara yang mendengar itu hanya menghela napas panjang.
"Baiklah kita akan pergi ke sa-"
Ucapan Bagaskara terpotong saat mereka mendengar suara tawa orang lain.
Beberapa sosok bayangan hitam datang di atas mereka seolah mengepung, angin yang tenang menjadi ribut dan langit yang cerah tiba-tiba mendung seolah kegelapan telah datang.
Dia atas sana ada pemuda berjubah hitam dengan sayap hitamnya terbang lalu turun tepat di hadapan Bagaskara.
Hingga tiba-tiba dia mengeluarkan serangan berupa lubang hitam yang menyedot apapun.
"Awas!kalian menghindar!"
Bagaskara lalu mengeluarkan kekuatan cahaya besar untuk masuk ke lubang hitam itu dan lubang hitam itu menghilang dalam sekejap.
"Cukup bagus."iblis itu kembali menyeringai dan menyuruh para anak buahnya untuk menyerang rekan Rain yang lain sementara ia berfokus untuk melawan Bagaskara.
"Kekuatanmu memang kuat Bagaskara tapi semakin kau tua kau semakin lemah, akan ketunjukwn kekuatan kegelapan sebenarnya dan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku."
"Dia bukan milikmu tapi kau berusaha merebutnya karna ego itu.
Kami tidak akan membiarkanmu untuk merebut naga kami iblis!"
Setelah itu terjadilah pertarungan duet antara mereka.
...
Di sisi lain.
"Ugh ini masih sakit."ucap Rain karna kepalanya masih berdenyut sakit setelah ia melihat semua kilasan memori dari reinkarnasinya.
Naga itu menunduk lalu mengarahkan kuku tajamnya untuk mengelus rambut kepala Rain.
"Garfield apa menurutmu masa depan bisa di rubah?"tanya Rain menatap dalam mata biru naga itu.
__ADS_1
Mata Garfield benar-benar sangat indah dan hampir mirip dengannya, tatapan naga itu selalu menyiratkan rasa nyaman dan ketulusan yang murni.
Naga itu memiringkan kepalanya sambil membuka mulutnya sedikit.
'Ya masa depan bisa di rubah ketika seseorang merubah sikapnya, seperti seorang penjahat yang ingin berubah baik karna satu alasan atau alasan lain.
Manusia baik dan menolong sesama, melakukan cara kecil dan sederhana akan tetapi bisa berdampak besar bagi seseorang.'
Rain menganggukan kepalanya saat mendengar petuah Garfield.
Dia lalu mengarahkan tangannya di hidung moncong nama itu.
"Mari kita berjanji untuk selalu berjuang bersama!"ucap Rain.
Nama itu mendekatkan moncong hidungnya hingga menyentuh tangan mungil Rain.
'Kau adalah pemilikku, nagamu ini tak akan dapat mengingkarinya.'
Rain tersenyum, ada satu pertanyaan yang menganjal pikiran dan hatinya yang ia ingin utaran sekali pada Garfield, tapi apa naga itu bisa menjawabnya?
"Garfield apa aku bisa membebaskan Ice dari jeratan iblis itu, sebenarnya dia bukan pemuda yang bersalah dia sama denganku apalagi di masa lalu dia kembaranku bukan?
Aku merasa harus menolongnya bukan menyakitinya karna aku sendiri tak pernah mampu."
'Aku sudah tau kau akan berkata itu, kalian berdua memang memiliki hubungan kuat sejak lahir itulah mengapa perasaanmu selalu terhubung padanya, kau bisa mengembalikannya dengan caramu sendiri untuk menyadarkannya.
Iblis itu tak bisa sepenuhnya mengendalikan hati nurani manusia karna itu tempat yang paling bersih sedangkan iblis itu adalah makhluk paling yang sombong.
Kau pasti bisa Rain, karna kau manusia paling kuat yang pernah kutemui.'
Ucapan naga itu membuat Rain tertegun.
Apa itu kasih sayang?
Ya mungkin perasaan yang kini ia rasakan di sebut kasih sayang.
Dia melihat pancaran kasih sayang saat naga itu menatapnya, Rain merasa familiar dengan perasaan baru ini.
Sama seperti Bagaskara, dan teman-temannya mereka semua mempunyai tatapan yang sama tapi memiliki arti yang mendalam.
Ketika kau menemukan orang itu maka jangan coba melepaskannya.
Karna jika kau melepaskannya akan membuatmu merasakan penyesalan paling berat dalam hidupmu.
...
Many people have held on tight, throughout their lives, two friends who have always remained strange to each other, because one of them is attracted by similarities, the other by differences.
Friendship isn't about who you've known the longest. It's about who walked into your life, said "I'm here for you," and proved it
Banyak orang telah berpegangan erat, sepanjang hidup mereka, dua teman yang selalu tetap aneh satu sama lain, karena salah satu dari mereka tertarik berdasarkan kesamaan, yang lain karena perbedaan.
Persahabatan bukan tentang siapa yang kamu kenal paling lama. Tapi tentang siapa yang berjalan ke dalam hidupmu, mengatakan "aku di sini untukmu", dan membuktikannya
__ADS_1