My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Transmigrasi Rain


__ADS_3

"Aku tak akan membiarkanmu iblis!"


Grass tiba-tiba muncul, dan mengeluarkan kekuatan gempa agar iblis itu menjauh dari Rain.


Namun tampaknya iblis itu terlalu lihai mengelak dari serangannya.


"Prajurit prince moon, kau adalah renkarnasinya tapi kau berkhianat pada tuanmu sendiri."


"Kau bukanlah tuanku!"


Iblis itu menyeringai ketika melihat ada kesempatan dia mengeluarkan kekuatan lubang hitam yang di miliki Ice sebelumnya.


"Hukuman yang pantas bagi seorang pengkhianat adalah masuk dalam jurang kegelapan tanpa dasar."ucap iblis itu lalu mengarahkan tangannya ke arah Grass, hal itu membuat Grass terkejut dan hampir saja dia lengah hingga masuk ke dalam lubang hitam besar itu jika saja dia tak cepat mengunakan sayapnya untuk terbang.


"Kak Grass hati-hati!"teriak Rain.


Tiba-tiba...


Deg!


Rain tersentak saat dirinya mampu melihat sekilas masa depan, entah kekuatan itu berasal dari mana dirinya tak pernah tau.


Di masa depan dia mengunakan kekuatan tiga permata untuk memutar masa lalu dari beberapa jam sebelumnya, di mana saat itu ia dan Percy ke tempat ini mengikuti kalajengking emas.


Mungkin itu bisa jadi peluangnya.


"Aku membaca pikiranmu bocah!"ucap Ice dengan cepat mencekik leher Rain hingga membuat anak itu terkejut.


Tapi kejadian selanjutnya...


"Kau....hanya...pengecut...yang bersembunyi...di bayangan...Ice."ucap Rain dengan terbata lalu menjentikkan jarinya seketika waktu mundur beberapa saat.


Tanpa Rain sadari bahwa waktu yang ia putar bukanlah waktu di masa saat mundur tetapi sebuah kejutan menantinya.


...


"Haahh...."nafas Rain terengah saat ia memutar waktu.


Dia memandang sekelilingnya.


Tunggu...


Ini...


Ruangan dengan dingin bercat putih dan khas bau obat-obatan.


"Rain!syukurlah kau sadar nak."


Rain terkejut mendengar suara pria paruh baya di sampingnya, pria itu mirip sekali dengan Bagaskara akan tetapi pakaian formal seperti jas kantor.


"Ayah?"


"Ya sayang apa kau butuh sesuatu?"tanya pria itu lembut sambil mengelus rambutnya.


"Ini...dimana?"tanya Rain.


"Ini di UKS sekolah, kata wali kelasmu kau tiba-tiba pingsan saat berada di dalam kelas, apa kau merasa tidak enak badan nak?jika iya maka ayah akan membawamu pulang."ucap Bagaskara, dirinya langsung panik dan bergegas membatalkan acara meeting pentingnya mendengar putra satu-satunya pingsan di sekolah.


"Aku...."


Jujur saja Rain masih binggung, kenapa tempat ini mirip dengan bumi?


Bukankah dia sedang bertaring dengan iblis bersmaa kak Grass dan Percy.

__ADS_1


Jika dia kembali ke bumi bagaimana dengan tugas dan teman-temannya.


"Nak kenapa kau melamun?"tanya Bagaskara sedikit khawatir.


Rain mengelengkan kepalanya, dia lalu merentangkan kedua tangannya ke depan ayahnya.


"Ayah peluk aku."ucap Rain tiba-tiba manja.


Bagaskara yang melihat itu terkekeh, lalu memeluk putranya dengan kasih sayang.


...


Percy terbangun dari tidurnya, dia sedikit binggung dengan ruangan yang ia tempati sekarang.


Dirinya mendapati ruangan bercat abu-abu dengan parabotan lengkap seperti tv dan sofa.


"Bos kau sudah bangun?"


"Hah?"


...


Disisi lain Grass mengaruk kepalanya yang tidak gatal karna tiba-tiba dia berada di tengah lapangan dan krumunan orang-orang di sekitarnya yang melihatnya.


Entah kenapa dia sedikit gugup dengan pandangan orang-orang itu.


"Baiklah, sekarang kita akan menyaksikan dance memukau dari ketua dance kesayangan kita.


"Dance?"


...


Sementara itu, Bagaskara mengajak anaknya pulang untuk istirahat saja di rumah.


"Ayah..."


"Ya?"


"Kita ada di mana?"


"Hm?tentu saja ini masih di pekarangan sekolahmu Rain."


"Bukan itu apa kita ada di bumi?"


Pertanyaan Rain membuat Bagaskara menempelkan tangannya di kening sang putra.


"Kau sedikit demam, kita langsung ke rumah sakit saja."


Rain mengerucutkan bibirnya.


"Ayah aku tidak demam atau sakit."


"Tapi..."


Rain memotong ucapan ayahnya.


"Aku hanya sedikit lelah dan ingin tidur."ucap Rain tiba-tiba merasakan matanya memberat dan mengantuk.


Hingga di tengah kesadarannya, samar-samar dia mendengar suara ayahnya yang mengatakan dia mimisan dan setelah itu kegelapan merengutnya.


Dan benar saja Bagaskara membawa putranya ke rumah sakit karna dia khawatir dengan keadaan drop putranya itu.


Rain kembali terbangun dan sadar merasa dejavu dengan ruangan serba putih itu.

__ADS_1


Kenapa dia hobi sekali masuk ke sana?


Namun alangkah terkejutnya dia melihat seseorang berjas putih yang mirip sekali dengan dengan sosok di mimpinya.


"Hai adik..."


"Kau..."


"Rupanya kita cepat sekali bertemu, kau hampir membuat pak tua itu terkena serangan jantung saat melihatmu pingsan tiba-tiba di dalam mobil."ucap dokter itu, lalu mendekati ranjang pasiennya.


"Boleh aku memeriksamu sebentar."


Rain hanya diam karna terlalu terkejut membiarkan dokter itu memeriksa kondisi seperti yang dilakukan dokter lain pada umumnya.


"Kau pasti terkejut, maafkan aku karna sepertinya saat kau mengunakan kekuatan kristal itu semuanya sedikit menjadi berbeda dan berubah sekarang."


"Apa maksudmu?"tanya Rain penasaran.


Dokter itu membenarkan letak kacamatanya lalu menatap kearah Rain.


"Kau telah bertransmigrasi Rain, tubuhmu berpindah ketubuh salah satu karakter.


Ini adalah dunia replika bumi seperti seseorang yang bertramigrasi kedunia novel.


Kau adalah penulis itu dan kau masuk atau berpindah tubuh ke dalam buku novelmu sendiri."


"Tunggu, jadi kau menipuku!"


"Aku hanya sedikit berbohong, bukankah kehidupan ini lebih baik dari pada berjuang dan melawan kekuatan tak masuk akal di dunia itu?


Kau bisa menikmati di sini sepuasnya dan menjadi dirimu sendiri."ucapnya membuat Rain terdiam.


"Aku..."


"Itu kekuatan asli dari tiga kristal itu, yaitu memindahkan seseorang ke tempat yang ia inginkan dan dia telah membaca isi hatimu dengan membuatmu bertransmigrasi ke dunia ini."


"Tapi bagaimana dengan yang lain?ayah asliku dan....teman-temanku."


"Mereka tak akan pernah ingat atau ingatannya telah di hapus, itu artinya kedua temanmu ikut masuk ke sini menjadi pribadi yang berbeda dan karakter yang sama."


"Maksudmu seperti penulis mengubah jalan cerita atau membuat novel kedua dan menghapus novel pertama."


"Ya rupanya kau cerdas sekali, wajar saja kau selalu menjadi peringkat di kelasmu."


"Aku....bisa merasakan kehidupan sekolah disini?"


Dokter itu tersenyum tipis.


"Namaku adalah Azari, kau bisa memanggil ku kak Aza kapanpun kau butuh bantuan dan pemikiran kau bisa memanggilku."


Aza ingin pergi karna waktunya telah habis, tapi tiba-tiba Rain mencekal satu tangannya mencegatnya pergi.


"Aku senang...


Sangat senang berada di sini, tapi beri tahu aku cara kembali karna aku harus mencari permata lainnya dan membebaskan Chloe dan kelajengking emas itu.


Aku...


Hanya ingin menolong mereka setelah itu terserah jika aku mati atau tidak tubuhku akan bertransmigrasi lagi.


Selama jiwa ku masih hidup aku tak akan pernah melupakan rangkaian alur jalan cerita dan tujuan hidupku karna mereka yang berada di cerita itu adalah separuh nafasku."


...

__ADS_1


__ADS_2