My Fantasy Voice

My Fantasy Voice
Rasa senang yang penting


__ADS_3

"Bibi kami berdua akan berusaha membantumu dan putramu."


Perkataan itu membuat hati Diana bergetar, dia begitu tertegun pasalnya sebelumnya dia ragu untuk mempercayai seseorang akan tetap melihat keseriusan dan kata-kata yang terlontar dari ucapan kedua pemuda itu membuatnya makin yakin.


Ternyata...


Memang benar.


Pemuda bermata biru yang memiliki garis rahang tegas dan pemuda berambut grey yang memiliki senyum angel itu adalah orang yang tepat membantunya.


Putranya tak salah memilih dan entah takdir sebaik itu mempertemukan mereka.


Sekali lagi kau melangkah pasti menemukan kejutan di balik kotak misteri tapi orang yang melangkah mundur akan terperangkap dalam jebakan tak kasat mata.


...


"Aku akan melakukannya sekarang."


Tiba-tiba sebuah kata itu terlontar begitu saja, membuat kedua orang yang sibuk berkelana dalam pikirannya sedikit terkejut dengan ucapan yang memecah suasana hening mereka.


"Vee Apa maksudmu?"


"Iblis itu...


Harus segera di hentikan."


"Kau gila?kau ingin menghentikannya sendiri!iblis lemah atau terkuat saja bisa menghilangkan ribuan nyawa manusia!itu sangat berbahaya aku tak akan membiarkanmu melakukannya!"


Ucap Jimin salah paham dengan perkataan Taehyung.


Sedangkan pemuda bermata biru diam, tanda dia memikirkan sesuatu yang belum selesai ia pikirkan.


Sementara wanita bernama Diana itu hanya bisa menyimak dan melihat interaksi kedua pemuda di depannya.


Bukannya ia sangat ingin tau, tapi perhatian yang berikan pemuda bersurai abu-abu pada pemuda bermata biru safir itu seperti perlakuan saudara kandung tanpa ia mengetahui bahwa keduanya hanyalah teman yang di takdirkan untuk terus bersama menjadi sepasang soulmate.


Bukankah rasa penasaran adalah hal wajar?


"Apa iblis yang menganggu putraku sangat kuat?"


Entah kenapa pertanyaan itu terlontar membuat kedua pemuda di depannya langsung menatap kearahnya.

__ADS_1


"Aku belum yakin, Jimin aku tidak akan melakukannya sendiri tapi bersama yang lain artinya para guardian harus berkumpul."


"Vee...mereka."


"Kita harus minta bantuan pada mereka."


...


Di sisi tempat, Seokjin yang baru selesai dari pekerjaan memutuskan untuk pulang ke apartemen setelah pergi ke minimarket dengan beberapa belanjaan untuk persediaan makanan mereka.


Siapa sangka nenek itu sangat baik memberikan gaji pertamanya.


Saat dia ingin pulang entah sebuah kebetulan dia bertemu dengan Suga.


"Suga?"


Ucapan Seokjin mengudara saat melihat sosok familiar duduk di halte bus seorang diri.


Sedangkan pemuda berkulit pucat yang ditutupi oleh Hoodie berwarna hitam kebesaran tampak menatap datar setelah menemukan keberadaan kakak tertuanya ya walaupun ekspresi Suga selalu datar.


Pemuda itu tak pandai mengepresikan segala perasaan akan tetapi semua rekan alias menjadi suadara nya sekarang tau, bahwa Suga adalah orang yang peduli dan perhatian pada orang terdekatnya meski itu bentuk perhatian kecil ataupun besar.


"Lalu kenapa Hyung keluar dari rumah?"


Pertanyaan Suga membuat Seokjin menaikan sebelah alisnya.


Tapi kemudian pemuda yang lebih tua itu mengerti, selain sok bersikap dingin Suga itu tsunderenya akut.


Kenapa pemuda berkulit putih darinya itu tak bilang mengkhawatirkannya saja.


"Tentu saja mencari pekerjaan, memang kita akan tinggal dan bisa makan apa kalau tak mempunyai uang? Cara kerja dunia manusia dan dunia fantasy memang dua dunia yang memiliki perbedaan besar tapi ada satu kesamaan yaitu hal tentang nurani kebajikan dan kejahatan."ucap Seokjin membuat Suga mengerti.


"Aku tau Hyung, aku juga akan berusaha untuk menghidupi adik-adik kita bukan kau saja yang bekerja keras disini tapi awal kita menginjak kan kaki di dunia manusia adalah saat seperti dimana kita memulai babak baru karna sebuah lembaran telah di buka oleh Rain."ucap Suga.


Kedua pemuda itu saling berpandang lalu tersenyum.


Melihat banyaknya barang di kedua tangan Hyungnya, Suga langsung sigap membantu membawakan belanjaan Seokjin dia tau pasti pemuda yang lebih tua darinya itu pasti sedikit merasa lelah karna tenaga mereka sama seperti manusia sekarang meski mereka masih memiliki kekuatan seorang guardian.


Sebuah perbedaan tak akan menjadi penghalang mereka untuk mundur.


Tapi mereka akan terus melangkah tak peduli ketika manusia nanti tau bahwa mereka bukanlah bagian dari bumi tapi sebuah keajaiban yang datang dari dunia fantasy penuh misteri.

__ADS_1


"Suga ayo kita pulang, mereka pasti sudah menunggu kita!"ucap Seokjin dengan senyuman tampannya yang mengembang.


Suga hanya mengangguk dan mengikuti Seokjin.


Mereka berdua mulai beranjak dari tempat itu.


Sepanjangan perjalanan tidak ada yang bicara tapi tak ada rasa canggung sekalipun karna satu sama lain telah mengenal lama sejak lahir.


Sebenarnya restoran dan tempat tinggal mereka tak terlalu jauh, makanya Seokjin memutuskan untuk berjalan kaki saja sambil menikmati pemandangan kota.


Di tambah beberapa keperluan yang harus ia beli untuk besok, karna gaji pertamanya cukup banyak Seokjin memilih membeli bahan makanan sampai Minggu depan.


Lalu di mana ia memperlajari dan cepat berbaur dengan manusia?semua itu berkat Taehyung.


Berhubung Taehyung dan Jimin lah yang paling mengenal dan pernah hidup menjadi manusia jadi dua pemuda itu mengajari semua hal pada mereka yang sebelumnya seorang guardian.


Ya Seokjin tau awalnya perasaan kita ketika berada atau tinggal di lingkungan asing akan merasa aneh, tapi mau tak mau keberanian lah yang harus di terapkan dalam kehidupan untuk kebaikan diri.


Karna saat kau memberikan nasehat kau harus memberinya pada dirimu terlebih dahulu baru orang lain.


Bisa saja orang lain itu menirumu saat melihatnya.


Karna kebaikan bisa di tiru, orang di sebut teladan karna dia menjadi guru.


Seorang guru mempunyai banyak kewajiban tapi satu hal kewajiban yang paling penting di hidupnya adalah...


Mengajari apa itu arti tindakan baik pada muridnya.


Dan murid melakukannya dengan pembuktian nyata.


Bukan karna membuat gurunya bangga tapi demi cahaya di hatinya.


...


A happy appearance is when we feel good about ourselves. When we are not jealous of others, we will be happier. Because comfort is simple, when simple treatments can overflow feelings of happiness.


Comfort is something that cannot be obtained when being someone else, but can be obtained when being yourself. Convenience is everything. People who can make you comfortable will be able to give you happiness even in a simple way.


Penampilan yang bahagia adalah saat kita merasa nyaman dengan diri sendiri. Saat kita tidak iri dengan orang lain, maka kita akan lebih bahagia. Karena kenyamanan itu sederhana, ketika perlakuan-perlakuan sederhana sanggup meluapkan perasaan bahagia."


Kenyamanan adalah hal yang tak bisa didapatkan ketika menjadi orang lain, namun bisa didapatkan ketika menjadi diri sendiri. Kenyamanan itu segalanya. Orang yang bisa membuat nyaman akan bisa memberikan kebahagiaan walau dengan cara yang sederhana.

__ADS_1


__ADS_2