
The secret of change is to put all energy into focus, not on fighting the old, but on building the new.
Don't expect to see change if you don't make it. Worrying about something we can't change forever is the greatest waste of time.
Karna embraces uncertainty. Some of the most beautiful chapters of our lives will not have a title until much later.
Rahasia perubahan adalah meletakkan fokus pada semua energi, bukan untuk melawan yang lama, tetapi untuk membangun yang baru.
Jangan berharap melihat perubahan jika kita tidak membuatnya. Mengkhawatirkan sesuatu yang tidak dapat kita ubah selamanya akan menjadi pemborosan waktu terbesar.
Karna merangkul ketidakpastian. Beberapa bab terindah dalam hidup kita tidak akan memiliki judul sampai beberapa lama kemudian.
...
Ada kala dalam hidup ada perjuangan besar atau kecil.
Tidak peduli seberapa lemah atau kuatnya manusia, tetap lah seseorang itu mempunyai tekad untuk bersiap menerima kejutan yang datang tiba-tiba.
Ada kalau waktu tak tepat membuat seseorang merendah diri.
Dan ketika waktu yang paling tepat dia merasa bangga di atas.
Nyatanya semua itu akan kembali pada asalnya.
Ya orang kaya bisa jatuh miskin, dan yang miskin bisa jadi kaya tidak akan ada yang sempurna dalam hidup ini sebelum kita merencanakan sebuah persiapan matangĀ untuk takdir.
Saat Rain dan teman-teman melihat kartu tarot masing-masing mereka di beri bayangan diri di tempat yang berbeda.
Rain tiba-tiba berada di Padang pasir yang tandus dan luas, dirinya duduk bersimpuh dengan menundukkan kepalanya.
Pikirannya kosong dan tangannya mengengam pasir itu.
Di sisi lain Percy tampak heran karna dia menggantung di pohon dengan sebelah tangan kirinya sementara satu tangannya yang ingin mencapai dan memegang batang pohon itu selalu gagal.
Beberapa burung gagak mulai memenuhi ranting pohon itu dan di bawah kakinya ada sungai berwarna hitam yang tenang.
Kembali yang lain.
Naries sedikit binggung bagaimana dia bisa berada di dalam goa yang gelap.
Namun matanya menangkap sesuatu dalam goa itu hingga rasa penasarannya membuatnya mendekati kotak peti kecil seperti harta karun itu.
Kotak itu terbuka dan ternyata di dalamnya ada kristal berwarna bening.
Sementara itu Ice terjebak dalam ruang kaca seperti labirin kaca.
__ADS_1
Setiap kali dia menoleh ke belakang dan kesamping bayangannya seolah bergerak sendiri hingga membuatnya mengejar sosok dirinya sendiri.
Sedangkan Zai dia berada di tempat seperti sebuah bangunan yang roboh karna api yang membakar tempat itu.
Entah dari mana bola kristal itu bisa berada di genggamannya Zai mengarahkan ke arah mainan kuda di sana dan terkejut dengan sosok yang ia lihat sendiri di atas mainan kuda itu.
Tinggal dua pemuda yang berada di satu tempat secara bersamaan.
Saurus dan Grass binggung kenapa mereka saat ini berada ruangan hampa yang kosong tanpa ada tanda kehidupan dan benda mati apapun di sana.
Hingga sebuah kilasan memori seperti layar berada di depan mereka.
Ya di sana mereka melihat kehancuran umat manusia dan planet-planet yang hancur.
Kita di buat kembali pada kondisi Rain yang sudah sadar dari pikiran kosongnya.
Tiba-tiba di gurun itu muncul badai pasir yang besar membuatnya panik karna badai itu berbentuk monster yang akan melahapnya jika ia lengah.
Dia berlari dan terus berlari menghindari badai pasir monster itu hingga dia menemukan sebuah pedang keramat yang tertancap di tengah gurun itu.
Rain berusaha mengambilnya dan mengalahkan badai pasir monster itu sendirian.
Naries yang hampir menyentuh kristal itu.
Ice yang mendorong dirinya sendiri kedalam kaca itu.
Zai yang hampir mendekati sosok yang kini terbakar itu.
Dan Grass dan Saurus yang tiba-tiba melayang di Galaksi.
"Hah!"
Mata mereka terbuka dan terkejut saat sosok bertudung itu mengeluarkan kekuatan esnya yang membekukan meja.
Tanpa sadar membuat tudungnya terbuka dan mereka lihat sosok bertopeng hitam dan dua mata berwarna putih.
Dengan penasaran takut dan campur aduk mereka segera keluar dari dalam tenda merah itu.
Benar saja kalau waktu mereka kan habis karna labirin mulai menutup dengan sendirinya.
Bagaskara yang berada di sana berteriak memanggil mereka.
"Ayo cepat kita harus keluar!"
__ADS_1
Mereka lalu berlari ke arah portal biru yang tiba-tiba berada di ujung labirin, itu adalah jalan keluarnya.
Akhirnya Rain dan teman-temannya berhasil meloncat keluar dari tempat itu.
Mereka semua terjatuh ke tanah yang di penuhi rerumputan hijau.
"Ini gila...tadi itu benar-benar gila."ucap Percy.
"Aku melihat diriku berada di ruangan kaca dengan teka-teki yang memusingkan."ucap Ice membicarakan tentang penglihatannya.
"Kalau aku dan Grass berada di ruangan hampa dan melihat kilasan-kilasan mengerikan yang terjadi di masa depan pada umat manusia."ucap Saurus.
Rain terdiam mendengarkan sebagian cerita dari teman-temannya.
Dengan masih posisi telentang di atas rumput dia memandang ke arah langit yang berwarna biru cerah.
'Apa aku harus menceritakan tentang penglihatan ku juga? bahwa di gurun pasir itu aku berjuang sendirian melawan monster itu...'
'Jadi itu penglihatan mu, apa kau melihat bayangan dirimu sendiri berjuang melawan monster gurun?'
Tiba-tiba Garfield berbicara padanya melalui telepati.
'Garfield...jika itu benar-benar terjadi apa yang harus kulakukan?'
'Kau tak perlu melakukan apapun, itu memang sebuah penglihatan tapi ramalan kalian terbentuk dari satu kesimpulan yang jelas mengikat kalian semua menjadi tujuh guardian.
Kau memang di takdirnya menjadi seorang guardian Rain.'
'Apa melihat penglihatan kami hanya membuat kami pantas menjadi seorang guardian?'
"Tidak, seorang guardian tak akan pernah berhenti dari tanggung jawab tugasnya.
Itu artinya perjalanan kalian masihlah sangat jauh.
Kau harus menemukan tempat di dalam penglihatan mu dan menemukan pedang keramat itu.
Itulah tugas kalian saat ini mencari tau tentang kebenaran dalam penglihatan kalian.'
...
It's not someone else who determines our fate, but our intentions determine our own destiny. Some people love to measure a person's destiny. I feel like I know someone's future the best. so happy to feel the most god.
Fate is personal responsibility. Fate is the effect, and We are the cause. Many people refer to their suffering as fate. However, the real suffering is the result of their own stupidity.
Bukan orang lain yang menentukan nasib kita, tapi niat kita yg menentukan nasib kita sendiri. Beberapa orang senang sekali mengukur nasib seseorang. merasa paling tahu masa depan seseorang. senang sekali merasa paling tuhan.
Nasib adalah tanggung jawab pribadi. Nasib adalah akibat, dan Kita adalah sebab. Banyak orang menyebut penderitaan mereka sebagai nasib. Namun, sesungguhnya penderitaan adalah akibat kebodohan mereka sendiri.
__ADS_1