
In general, the reason why other people hate you is because they see you as a threat, because they hate themselves or because they want to be like you.
Every person or human has principles in their life, especially reason which creates ego.
There is a definition of satire for people to hate us.
No matter how good we are, those who hate are still hate. No matter how bad we are, those who love is still love. No need to explain our kindness because those who like us don't need it. And those who hate us will not believe it.
Pada umumnya, alasan mengapa orang lain membencimu adalah karena mereka menganggapmu sebagai ancaman, karena mereka membenci diri mereka sendiri atau karena mereka ingin menjadi sepertimu.
Setiap orang atau manusia memiliki prinsip dalam hidup mereka, terutama akal yang membuat ego.
Ada sebuah definisi tentang sindiran bagi orang membenci kita.
Sebaik apapun kita, yang benci tetaplah benci. Seburuk apapun kita, yang cinta tetaplah cinta. Tak perlu menjelaskan kebaikan kita karena yang menyukai kita tidak memerlukannya. Dan yang membenci kita tak akan mempercayainya.
...
Jauh dia sebuah perkotaan, seorang pria bertubuh jakung dengan pakaian serba hitam yang terkesan misterius berdiri di antara beberapa bangunan tua yang masih kokoh.
Pria itu tampak memainkan cincin dengan batu permata kecil berwarna ungu di telapak tangannya.
Semua orang memandangnya dengan berbagai tatapan aneh, akan tetapi perhatian itu terhenti saat wajah pria itu mendongakkan kepalanya dan menatap tajam mereka dengan seringai iblis hingga membuat orang seketika merinding dan langsung pergi karna takut.
"Aku sudah lama menunggu ini, membangkitkan kegelapan dalam diri manusia dan menguasai seluruh dunia dengan mengendalikan mereka di alam mimpi, cih tapi lagi-lagi anak itu menggagalkan semua rencanaku,
Anak yang sialnya terpilih dan di jaga oleh para guardian itu, aku harus cepat membunuhnya agar naga itu juga mati.
Setelahnya.... hanya ada mimpi buruk bagi makhluk fana di dunia ini."ucap iblis itu.
Ternyata dia juga berada di dunia yang di sebut bumi dan dia mengunakan tubuh manusia lain sebagai wadah jiwanya yang buruk.
Iblis itu mengincar sesuatu yang mencegahnya untuk kekal.
Walau kenyataan keabadian hanyalah milik Tuhan sang pencipta semesta.
...
Di sekolah.
"Rain!"
Rain menoleh kearah Ice yang memanggilnya membuat Percy menatap waspada pemuda bersurai grey yang mendekati mereka berdua.
"Pulang bersamaku."
"Hm?"
"Hei tunggu, kau mengajaknya pulang denganmu?lalu bagaimana denganku."ucap Percy.
__ADS_1
"Kau bisa bergabung atau tidak itu bukan urusanku tapi Rain."ucap Ice tenang.
Percy menatapnya tajam.
"Em tapi, bukankah jalan rumah kita jauh kan? lagian ayah mungkin akan menjemputku."jawab Rain.
"Aku akan mengantarmu sampai gerbang sekolah."ucap Ice.
"Tunggu seharusnya aku yang mengatakan itu, kau siapa?temannya bukan?"
"Sekarang aku temannya."
"........"
Percy terdiam, hal itu menandakan dia tengah kesal dengan sosok Ice yang menyebalkan menurutnya.
Rain yang melihat kedua temannya itu hanya mengelengkan kepalanya lalu menarik tangan Ice dan Percy.
"Jika kalian mau tetap berteman denganku maka kalian berdua harus saling akur."
"Tap-
"Kalau tidak aku tidak mau jadi teman kalian lagi."ancam Rain membuat Percy ciut.
Percy menatap permusuhan kearah Ice sementara pemuda berambut grey itu hanya menampilkan ekspresi datarnya seperti biasa.
"Oke demi teman baikku, aku akan akur denganmu."ucap Percy.
"Heh?apa jawabanmu hanya itu kau itu bisu apa?!"
"Percy!"
"B-baiklah tapi Rain kau harus ikut aku menjemput seseorang dulu."
"Huh siapa?"
"Kak Grass."
...
Sementara pemuda yang baru menyelesaikan dancenya, telah Menganti pakaiannya dengan pakaian seragam setelah seharian memakai kaos untuk latihannya.
"Kak Grass!"
Tiba-tiba suara familiar itu menyapa Indra pendengarannya dia tersenyum melihat sosok yang ia rindukan tapi sedikit binggung dengan sosok di sebelahnya.
"Hai Rain dan dia...."
"Ice!dia temanku!"ucap Rain berusaha agar mereka tak salah paham atau menyerang Ice karna sifatnya berubah di dunia fantasy tetapi di dunia ini sifat Ice menyesuaikan karakternya sendiri.
Grass yang mengerti mengangguk, dia lalu berjabat tangan dengan pemuda bersurai grey itu.
__ADS_1
"Namaku Grass salam kenal."
"Ice."
Ternyata sifatnya dua belas dengan Kaka Zai, batin Grass.
Mereka lalu pergi keluar dari ruangan dance itu.
Suasana di antara mereka terlihat canggung.
Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang melanda walau Rain sedikit binggung karna bisanya Grass orang yang banyak bicara dan tak bisa diam tapi saat melihat wajah lelah kakaknya sehabis latihannya membuatnya paham.
Sedangkan Percy memang menjadi pendiam semenjak moodnya turun karna ada Ice disana.
Sehingga mereka sampai di gerbang sekolah Rain melihat mobil ayahnya.
"Sepertinya aku harus pulang duluan, terima kasih telah mengantarku dan sampai jumpa besok di sekolah."ucap Rain berpamitan pada teman-temannya.
Setelah Rain pergi, Percy menatap Ice.
"Bagaimana kalian bisa menjadi teman?dari segi sifat kalian berdua sangat tak cocok."sindir Percy membuat Grass hanya mengelengkan kepalanya.
"Apa kau tau arti pertemanan?"ucap Ice balik bertanya.
Percy mengeleng, tapi Grass menjawabnya.
"Pertemanan itu bisa menjadi babak awal dari kehidupan seseorang, sedangkan teman lama adalah kisah lama yang masih baru."jawab Grass.
"Kau mendefinisikan karna telah mengenalnya lama tapi aku adalah orang baru namun sebuah hal baru tidak semua buruk di pandangan orang lain dan aku juga tak peduli dengan pandangan kalian karna kalian belum mengenal tentangku.
Aku mencoba memahami perasaan yang di namakan pertemanan itu dan aku tak pernah ada niatan untuk seidkitpun memanfaatkan atau menghakimi kebaikan dan keburukan seseorang."
Ucapan Ice membuat Percy dan Grass sama-sama tertegun.
Apa baru saja pemuda itu berkata sangat tulus?
"Jadi kau tulis berteman dengan Rain?"kali ini bukan Percy yang bertanya tapi Grass.
"Aku adalah pemilih dan menyukai ketenangan, karna ini tulus atau tidaknya kalian menilaiku aku tetap menjadi teman kalian.
Tidak hanya Rain karna pemuda itu sudah menarik perhatianku dia sendiri lebih cocok menjadi seorang adik, sedangkan kalian berdua adalah temanku."jawab Ice.
"Kau pandai bicara dan kata-katamu sangat jelas, tapi apa kau bisa membuktikannya tidak hanya dengan sebuah ucapan lisan?"ucap Percy menantangnya.
Ice menghela napas lalu terkekeh kecil.
"Aku bukan tipe orang yang sangat pendiam, tapi aku tipe orang yang bergerak di belakang tanpa orang lain lihat apa itu kebaikan secara diam-diam dan tersembunyi."
...
Light travels faster than sound. This is why some people seem intelligent until they speak.
__ADS_1
Cahaya bergerak lebih cepat daripada suara. Inilah sebabnya beberapa orang tampak cerdas sampai mereka berbicara.