
Pemuda dengan pakaian kaos biru dan yang satunya putih itu kini menyapu lantai setelah membereskan beberapa barang yang tak tersusun rapi.
Satu pemuda berambut blonde grey yang entah kenapa dia sangat menyukai warna abu-abu itu lalu duduk di atas sofa setelah meletakkan sapunya sambil memegang pinggangnya.
"Ini sangat melelahkan dari pada gym, ugh punggungku serasa encok!"keluh Jimin setengah merengek.
"Gym?apa itu?"tanya Hoseok yang baru saja datang sambil membawa beberapa cemilan di tangannya.
"Tempat yang sangat ramai dengan manusia berotot Hyung, katanya di bumi ada istilah olahraga untuk membuat badan kita sehat dan bugar."ucap Jimin.
"Ya setidaknya membersihkan rumah membuat kalian lebih berkeringat dan sehat bukan?"ucap Namjoon menimpali.
"Itu tidak salah sih, tapi aku sangat lelah huh..."ucap Jungkook mendudukkan dirinya di atas karpet dengan selonjoran kaki hingga hampir saja membuat Hoseok yang ingin pergi ke tempat Jimin jatuh tidak elitnya.
Bruk!
"Aduh!yak Jungkook kakimu!"
"Mianhae Hyung."
Tak lama yang lain datang akhirnya ketujuh pemuda itu kompak berkumpul di ruang tamu seolah ingin menonton film bersama.
"Ini hari minggu yang katanya hari libur, apa kita menghabiskan waktu di dalam rumah saja?"tanya Seokjin pada para adiknya.
"Di luar cuacanya sangat panas saat aku membeli eskrim Hyung."ucap Taehyung.
Suga yang mendengar hanya mengangguk mengiyakan lagipula dia mager kemanapun, katakanlah dia pangeran vampire yang dingin.😂
"Kalian tau bumi merupakan tempat yang unik, para manusia di sini mempunyai banyak aktivitas yang bermacam-macam. Ada yang sekolah, bekerja, dan apa katamu tadi Jimin?"
"Menjadi idola maksudmu?"
"Ya!aku baru saja mendengar lagu dari BTS dan TXT mereka semua hebat dalam membuat lagu dan apa itu...."
"Menari?"
"Bukan!"
__ADS_1
"Mengerakkan tubuhnya kekiri dan kekanan..."
"Yak kau kira itu rambu lalu lintas?"
"Bergoyang?"
"Bodoh namanya dance!"jawab Suga membenarkan ucapan adik dan kakaknya.
Ayolah padahal mereka sudah tinggal dari tiga hari dan malam dan mereka berusaha mempelajari hal-hal di dunia manusia akan tetapi rasanya cukup sulit jika tak terjun langsung sama seperti seorang anak yang ingin mempunyai banyak teman maka ia harus pandai bersosialisasi di sekolah.
"Aku tidak pernah merasakan yang namanya sekolah, katanya sekolah tempat manusia belajar, mengemban pendidikan, dia pintar menulis dan membaca tapi tanpa itu kita bisa bukan?"
"Ada sesuatu perbedaan dan kesamaan, di saat kita kecil kita sering bermain sekaligus belajar dengan mandiri maka manusia perlu manusia lain untuk berkembang diri sudah ku bilang manusia memiliki sisi uniknya masing-masing, kata aneh itu menarik seperti ungkapan jokes yang lucu."
Penjelasan Namjoon membuat mereka sadar, tidak buruk atau baik menjadi manusia semua menjadi seimbang dengan satu sama lain.
"Ya aku ingat satu jokes saat ku menonton film, itu membuatku tertawa malam-malam seperti orang gila."ucap Seokjin terkekeh mengingat itu.
"Hei orang gila juga bisa menjadi ungkapan, bukan berarti artinya hanya sebutan untuk orang yang benar-benar mempunyai gangguan jiwa kan."ucap Jungkook.
"Ya lebih tepatnya kami belajar di duniamu Tae, kami akan terus bersama mu dan kau juga terus bersama kami."ucap Jimin membuat taehyung tersenyum.
Mereka semua saling menatap kearah dua soulmate itu, bagaimana sahabat sejati tidak akan berubah, kau mungkin bertemu waktu kecil ada kalau perpisahan dan kau kembali saat tumbuh dewasa tapi perasaan sahabatmu tak akan berubah.
Orang lain mungkin berpikir dan bilang dia berubah karna sifat, penampilan, atau karakternya tetapi sahabat seorang sahabat sejati tetap mengenali temannya di tengah kerumunan banyak orang.
"Hahh...persahabatan kalian membuatku iri, kita lupakan masa lalu dan sosok kita di dunia fantasy kini kita hidup sebagai manusia.
Orang yang mengemban tugas atau tanggung jawab tak akan pernah lari oleh karna itu kita berada di sini, bersama dan saling melindungi.
Melakukan apa yang manusia lakukan asal itu perbuatan kebajikan."ucap Namjoon.
"Seperti biasa kata kata yang keluar dari mulut Namjoon adalah petuah yang bijak sekali, dia cocok jadi hakim di dunia manusia haha..."ucap Seokjin membuat mereka tertawa.
"Ya di dunia ini ada namanya profesi, jika kita mendapatkan profesi maka kita akan mampu membeli apapun seperti makanan dan cemilan yang sangat enak."
Ucap Jungkook sambil mencomot kentang milik Hoseok.
__ADS_1
"Apa itu artinya kita harus memiliki pekerjaan?sebenarnya kita tinggal di sebuah apartemen yang di sewa bukan itu artinya bulan depan kita harus membayar uang sewaan!"ucap Hoseok mengejutkan mereka semua.
Ya hampir saja mereka lupa akan hal itu.
"Astaga aku harus mencari pekerjaan!"
"Aku juga Hyung!"
"Yak kau masih kecil!"
"Ayolah saat kecil saja aku jadi guardian yang menjaga makhluk lain, intinya aku ingin membantu Hyung!"ucap Jungkook bersikukuh.
Lagi pula di dunia manusia umurnya menjadi dewasa berbeda di dunia fantasy dia mungkin akan seperti seumuran para remaja SMP.
"Kau mempunyai tekad yang bagus tapi jangan sampai kelelahan setelah mendapat pekerjaan oh ya kita harus menyamar dengan nama kalian sekarang, ingat! jangan sampai ada yang tau nama asli dan indentitas kita sebenarnya."peringat Suga.
"Baik Hyung."
"Ini akan menjadi sangat menyenangkan...."
"Menyenangkan?"tanya Taehyung mendengar ucapan Seokjin.
"Tentu adikku, karna kita bertujuh selalu bersama dan tak ada seorangpun yang bisa memisahkan kita."ucap Seokjin menatap kearah Taehyung dengan senyuman tampan yang mengembang.
...
It's okay to fail, it's okay to get hurt, it's okay to be sad, but it's not okay if you don't get back up. Strength is determined when you have so much to cry, but you choose to smile.
Sometimes all you need is a quiet moment in your bedroom to convince yourself that you can do it.
If you want to be the best, you will be number one. However, if you want to be unique, you will be the only one who remembers that. Sometimes being good isn't enough, you have to be great.
Tidak apa-apa untuk gagal, tidak apa-apa terluka, tidak apa-apa untuk bersedih, tapi itu tidak baik-baik saja jika kamu tidak bangkit lagi. Kekuatan ditentukan ketika kamu memiliki begitu banyak tangisan, tapi kamu memilih untuk tersenyum.
Terkadang yang kamu butuhkan hanyalah saat-saat hening di kamar untuk meyakinkan bahwa kamu bisa melakukannya.
Jika kamu ingin menjadi yang terbaik, kamu akan menjadi yang nomor satu. Tetapi, jika kamu ingin menjadi yang unik, kamu akan menjadi satu-satunya yang ingat itu.Terkadang menjadi baik tidaklah cukup, kamu harus menjadi hebat.
__ADS_1